
Sebuah hembusan angin muncul di dekat Forj, membentuk seorang wanita cantik yang memiliki 9 ekor di belakangnya. Terlihat, roh itu memiliki peringkat kaisar dewa tingkat kelima yang membuat Turse sedikit menjaga jarak dan langsung menarik anak panahnya secara langsung untuk menyerang Forj.
Sayangnya, sosok Kitsune menghancurkannya hanya dengan bilah angin dengan cukup mudah. Namun, Kitsune masih tidak ingin melawan Turse, karena apa yang dia lakukan adalah memberi hormat kepada Forj terlebih dahulu.
Begitupun dengan Zeno, sosok wanita cantik keluar dari portal air yang tiba-tiba muncul, mahkota dengan permata yang begitu banyak digunakan dengan sangat elok. Dan tentunya, roh wanita yang merupakan sosok ratu laut selatan membawa sebuah trisula dengan pakaian berwarna hijau.
Dengan sangat cepat, sosok ratu laut selatan langsung mengangkat trisulanya, sehingga ribuan buih air menahan semua jarum angin yang digerakkan oleh Zeno.
“Kadita. Kau bisa menghadapinya? Aku tahu bahwa kau sering bertarung dengan dewa yang memiliki kekuatan penguasa. Dan itu tidak menjadi masalah bukan?” Tanya Herdon.
“Aku adalah sang penguasa laut selatan, tidak hanya air yang ku kendalikan tapi ikan-ikan sekalipun.” Kadita melempar tangannya ke arah Zeno, membuat puluhan ikan muncul dari balik portal air yang belum menghilang menyerang Zeno.
Melihat hal itu, Zeno langsung menciptakan naga air yang cukup besar untuk menelan seluruh serangan ikan tersebut. Tidak hanya itu saja, naga tersebut menyerang kadita, sosok roh yang memiliki kaisar dewa tingkat delapan.
Kadita menangkap naga air itu dengan mudah, sehingga saat berbenturan dengan telapak tangannya, naga tersebut hancur dengan menyisakan ikan-ikan yang ditelannya jatuh ke permukaan tanah.
Zeno merasakan bahwa dirinya sedang memunggungi Turse, dirinya juga merasakan napas terengah-engah. “Roh yang kau lawan juga memiliki kemampuan penguasa elemen angin?” Tanya Zeno.
“Sepertinya begitu.” Kata Turse, dia juga mengatur napasnya karena berada dalam masalah serius. Pasalnya, Zeno sendiri sama sekali belum mengetahui apa jadinya jika dirinya yang memiliki kemampuan sang penguasa melawan musuh yang memiliki kemampuan sang penguasa pula. “Beradalah di dekatku, aku akan melawan mereka dengan menggunakan elemen cahaya, petir, atau tanah. Selain itu, lawanlah mereka menggunakan elemen racun kau mengerti?”
“Aku perlu memanggil Atsuba?” Tanya Turse.
__ADS_1
“Tidak perlu. Dia bukan tandingannya.” Ucap Zeno.
Dan tidak menunggu lama, Kitsune dan Kadita, keduanya bergerak ke arah Turse dan Zeno dengan cepat bagaikan hembusan angin dan juga aliran air. Selain itu, mereka berdua juga mengeluarkan elemen mereka masing-masing.
Zeno langsung cepat tanggap, apa yang dilakukan adalah menciptakan sebuah bongkahan tanah yang mengelilingi mereka. Apa yang dilakukan oleh Turse adalah melayang dengan cepat sambil melemparkan anak panah dari atas ke arah Forj sebelum dia kembali turun.
Tetapi, beberapa detik kemudian, sebuah ombak besar muncul dari atas. Sehingga, hal tersebut akan menenggelamkan mereka berdua apabila masih dilindungi oleh tanah melingkar yang diciptakan oleh Zeno.
Zeno benar-benar tidak habis pikir, dia mengulurkan tangannya ke atas dan menggenggam secara perlahan saat beberapa meter air tersebut akan menenggelamkan mereka. Alhasil, apa yang terjadi adalah air tersebut membeku.
Mengingat bahwa Kitsune merupakan penguasa elemen angin, maka dia tidak bisa menahan lama. Akibatnya, Zeno mengeluarkan setitik cahayanya seolah ingin mengeluarkan sesuatu yang dahsyat. Apalagi hanya ini cara untuk melawan mereka berempat.
Seketika ledakan besar terjadi di lingkaran pelindung tanah yang tertutup es, di mana dibawa es tersebut terdapat Zeno yang sedang mengeluarkan sebuah ledakan cahaya yang mengakibatkan tanah dan esnya hancur seketika. Cahaya juga meledak ke atas membuat langit seolah terbelah dengan sangat hebat.
Tidak hanya itu saja, energi dari ledakan membuat Kitsune dan Kadita langsung menciptakan sebuah perisai dari elemen mereka masing-masing untuk melindungi tuannya yang ada di belakang mereka. Di sisi yang bersamaan, para pasukan yang tidak lama mundur karena tidak ingin terlibat dalam pertarungan besar juga banyak yang terkena dampak dari ledakan cahaya yang begitu dahsyat.
Zeno yang masih berdiri, kemudian menarik Turse dan langsung menghilang dengan sangat cepat. Zeno, dia langsung muncul di depan Kadita, dengan sebuah elemen petir di tangan kanannya untuk menyambar Kadita secara langsung. Sedangkan, Turse, dia berada di udara, atau di atas Herdon dan menarik tali panahnya.
Kitsune langsung muncul di depan Turse sambil mengibaskan ke sembilan ekor mereka ke arah Turse. Untungnya, Turse berhasil menciptakan sebuah pelindung es sambil memanah satu anak panah ke langit.
Sebelum Turse berfokus kepada Kitsune dan juga Forj, Zeno sudah menyambar Kadita dengan elemen petir di tangannya. Sayangnya, Kadita langsung berubah menjadi air dan langsung masuk ke dalam tanah, namun itu justru sangat menguntungkan bagi Zeno karena dia langsung bergerak secepat cahaya dan menyambar Herdon.
__ADS_1
Herdon menggertakkan giginya sambil menciptakan perisai air, namun perisai tersebut langsung pecah saat Zeno mendekat. Tetapi, Zeno tidak menyangka bahwa Kadita sudah muncul di bawahnya dengan portal air di atas permukaan tanah, selain itu Kadita juga langsung menarik Zeno ke dalam portal tersebut yang tampaknya merupakan portal menuju tengah samudra.
Zeno kini berada di dalam laut, sebagai penguasa air, dia mungkin bisa bernapas di dalam air. Tetapi tampaknya ini akan sangat merepotkan karena Zeno sama sekali belum pernah bertarung di dalam air dengan lawannya yang merupakan sosok penguasa air pula.
“Aku akan fokus untuk melindungi Turse.” Batin Zeno yang tidak tertarik untuk melawan Kadita yang sudah muncul di depannya sambil mengeluarkan pusaran air yang begitu hebat.
Zeno langsung menghentikan pusaran tersebut, kemudian di sisi kanan Zeno terdapat simbol Yin yang mana itu terhubung langsung dengan sisi kiri Turse. Tanpa menunggu lama, Zeno langsung masuk ke dalam portal yang berwujud lambang Yin.
Beberapa detik kemudian, di sisi Kiri Turse terdapat lambang Yang, dengan Zeno yang keluar sambil melompat dan melawan Kitsune yang hendak memukul Turse menggunakan sembilan ekornya. Sayangnya, Herdon sudah muncul di depan Zeno yang sebelumnya muncul dengan air yang membentuk dirinya. Herdon juga langsung menebaskan trisulanya ke arah Zeno.
Pertarungan benar-benar cukup berat, bahkan Turse tidak sempat untuk mengatur napas di saat melawan Kitsune. Tetapi dia tidak ingin menyerah untuk melindungi dirinya sendiri, panah adalah pegangannya, racun adalah unsurnya, pemanah racun tidak ingin menyerah di tempat. Hanya saja apa yang membuatnya kesal semenjak tadi, Turse sama sekali gagal untuk meracuni Kitsune ataupun Forj.
“Kau benar-benar hebat!” Puji Herdon sambil menahan pedang buatan Zeno menggunakan trisulanya. Bersamaan dengan itu sebuah portal muncul di depan Zeno yang hanya berjarak beberapa inci saja.
Zeno yang merasakan akan mengalami krisis yang hebat, dia melepaskan pedangnya yang sedang ditahan trisula Herdon.
Mengalami keterlambatan yang membuatnya harus terlempar beberapa meter oleh serangan ikan dan semburan air yang keluar secara bersamaan.
Namun, dia langsung membekukan itu agar dia tidak semakin terlempar dengan sangat jauh. Selain itu dengan sangat kesal, Zeno langsung memukul es yang ada di depannya dengan sangat keras dengan kecepatan cahaya, mengakibatkan es yang begitu panjang yang keluar dari portal langsung remuk dengan portalnya sekalipun.
“Melawan penguasa air membuat kemampuan kami menjadi netral pula.” Batin Zeno dan Kadita secara bersamaan tanpa mereka ketahui sama sekali.
__ADS_1