Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Teman dekat yang dianggap keluarga


__ADS_3

"Aku heran, kau ini seorang putri kekaisaran, tapi kenapa kau melakukan hal merepotkan seperti itu?" Selena mengerutkan dahinya.


"Aku yang memintanya Selena." Zeno angkat bicara sesaat setelah dia menelan makanannya. "Ngomong-ngomong, sebentar lagi Aure akan menjadi penerusku, kau akan menjadi kaisar menggantikan ku."


Sontak seluruh orang yang ada di ruang makan itu terkejut, terkecuali Turse yang hanya mengusap mulutnya menggunakan sebuah serbet, karena dia merasa sudah cukup untuk makan. Selain itu, dia memang tidak terkejut karena dia sudah tau mengapa Zeno akan mengundurkan diri dan meminta Aure menggantikan posisinya.


"Kaisar, Anda bercanda kan? Memangnya ada apa Anda mengangkat tuan putri menjadi kaisar? Anda tidak akan meninggal bukan?" Nora langsung duduk tegak setelah Zeno berkata demikian, dia sudah cukup menjadi teman sekaligus menganggap Zeno sebagai seorang kakaknya, sehingga mendapatkan berita yang mengejutkan tersebut membuatnya cukup panik.


Melihat Turse yang tampak tenang saja, Nora menggoyangkan lengan Turse yang baru saja menyelesaikan makanya, "Nyonya lihatlah, mengapa engkau tidak panik saat kaisar memberikan sebuah wasiat?" 


"Nora, habiskan makananmu, jangan panggil aku nyonya mengerti? Kita seumuran. Padahal, aku sudah memperingatkanmu selama delapan tahun lamanya." Ucap sinis Turs dengan menghela napas sebelum dia melanjutkan ucapannya, "Apa yang dikatakan Une benar, bahwa dia tidak akan menjadi kaisar lagi, begitupun aku, aku juga tidak akan menjadi permaisuri lagi."


"Apa maksudnya itu?" Selena dan Aure berkata serentak, mereka benar-benar kebingungan dengan sikap nyonya san tuan mereka yang berkata dengan tiba-tiba. "Apa kalian bermusuhan dan memutuskan untuk bercerai? Sehingga kalian berdua memilih untuk meninggalkan kekaisaran dan kembali ke keluarga kalian?" Mata Selena tampak berkaca, dia berusaha mencerna apa yang mereka berdua baru saja katakan.


"Kakak, tidak! Aku tidak akan membiarkan kalian bercerai! Aku tidak mau menjadi kaisar jika kalian berdua menempuh cara itu." Aure berwajah sangat masam.


Turs dan Zeno saling memandang dan menahan tawa, tampaknya, nada mereka berdua yang keluarkan membuat mereka sangat panik seolah-olah terjadi sebuah permasalahan yang begitu serius. 

__ADS_1


"Siapa yang bercerai? Kalian benar-benar kurang ajar." Zeno berkata dengan sedikit nada tinggi, namun dia melanjutkan ucapannya dengan merendahkan suaranya, "Aku dan Turs akan pergi ke sebuah dunia, dunia yang sangat jauh, bahkan kalian semua tidak akan bisa menembusnya kecuali dengan cara tertentu."


"Jadi, kita tidak akan bertemu dengan kalian berdua lagi? Aku mohon izinkan aku untuk ikut agar bisa bersama dengan kalian berdua" Mata Nora tiba-tiba berkaca-kaca, dia kesulitan untuk merangkai sebuah kata-kata setelah Zeno berkata demikian.


"Nora, tenanglah! Jika kami punya waktu, kami akan kembali. Lagipula, jika kau ikut, siapa yang mengatur keuangan negara? Lihat, berkat kau semua akademi di Empire ini gratis." Turse menenangkan Nora yang tampak hendak merengek. 


"Kalian benar-benar jahat!" Nora berdiri dari kursi makannya, wanita itu tampaknya mengusap matanya sambil pergi keluar dari ruang makan.


Suasana seketika menjadi sangat hening, bahkan Selena dan juga Aure menundukkan kepalanya setelah mendengar apa yang dikatakan oleh suami istri itu. Pergi ke dunia lain, itu merupakan hal yang sangat bodoh yang mereka dengar, pasalnya itu akan membuat seseorang tidak kembali lagi.


Dia sudah menganggap bahwa temannya adalah keluarga, seperti Turs yang menjadi istri tercintanya, Aure adalah sosok sepupu yang sangat baik, serta Nora dan Selena sudah dianggap seperti seorang adik bagi Zeno. Jadi, bagiannya mungkin dia tidak bersedih untuk meninggalkan itu semua? Terkecuali Turse, dia bisa sedikit lega saat Turs yang menjadi istrinya mengikutinya karena perintah dewi. Selain untuk menjadi seorang teman, sekaligus juga melakukan sesuatu untuk Turse pada pertempuran final nantinya.


"Aku tidak memiliki garis keluarga dengan nenek Aurrora, tapi mengapa dengan mudah kau menyerahkan kekuasaanmu kepada orang asing?" Tanya Aure, dia masih tertunduk menatap makanannya dengan Selera yang hilang. Kepalanya begitu pusing saat memikirkan keputusan bahwa dirinya akan menjadi seorang kaisar.


"Kau jangan begitu, bukankah 80% penduduk benua Artrik memiliki leluhur yang sama yaitu Artrik? Secara, orang tuamu dan nenekku masih satu keturunan. Yang terpenting, jangan serahkan kekuasaanmu kepada seseorang yang bukan orang asli benua Artrik atau bukan keturunan Artrik." Zeno mencoba untuk menjelaskan kepada Zeno, "Dan satu lagi, menikahlah untuk mempunyai seorang keturunan agar bisa mewarisi kekaisaran ini." 


"Kenapa bukan kalian saja yang punya keturunan? Kalian sudah menikah selama delapan tahun, tapi kalian selalu berkata untuk tidak memiliki anak terlebih dahulu."

__ADS_1


Zeno kembali menatap Turs dan tersenyum. Dia memberikan sebuah isyarat agar Turs yang menjelaskannya, pasalnya dia kali ini benar-benar kehabisan kata. 


Turs yang sebenarnya ingin pergi karena makanannya sudah habis, dia hanya menyungutkan mulutnya. Namun, dia segera menjelaskan, "Aku hanya ingin bermesraan lebih lama dengan kaisarmu tanpa ada yang mengganggu. Bahkan tanpa anak sekalipun, kalian juga selalu mengganggu kami."


Aure sedikit tersenyum, namun dia masih bersedih saat Zeno dan Turse tidak akan berada lagi di dunia ini.


Zeno mengusap mulutnya menggunakan sebuah serbet, yang menandakan bahwa dirinya sudah selesai untuk makan, namun sebelum beranjak pergi, dia kembali melanjutkan ucapannya, "Aku sudah membahas ini di pertemuan, Petinggi Nefd dan yang lainnya tidak keberatan. Kau akan diangkat satu bulan kemudian, tepat setelah aku pulang dari pertemuan kaisar teratas. Dan …. Aku menuju dunia itu juga tidak melalui benua ini, melainkan di sebuah tempat yang menjadi pusat di antara empat arah mata angin. Jadi bisa dibilang, ini pertemuan terakhir kita."


Mendengar hal itu, Selena menundukkan kepalanya dengan mata yang berkilau, selera makannya juga hilang secara tiba-tiba, tampaknya dia tidak akan bisa berjumpa lagi dengan teman pertamanya. Namun, dia juga memiliki sebuah pertanyaan yang dilontarkan kepada Zeno. "Bagaimana kau akan pergi ke dunia yang kau maksud?" 


"Itulah mengapa aku sedang menunggu ketiga beastku untuk pulang."


"Tuan." Sosok pria dengan sedikit rambut yang berwarna oranye datang memotong pembicaraan Zeno, dengan wajahnya yang berseri-seri menunjukkan bahwa dia mendapatkan sebuah kabar gembira. "Byakko, Seiryu dan juga Ganbu kembali dan membawa seperti yang Anda perintahkan." Kata orang tersebut yang tidak lain merupakan Uron.


"Akhirnya, padahal aku baru saja membahasnya." Zeno menghela napas, "Ngomong-ngomong jangan sampai dia melakukan hal sembrono seperti membakar rumah." 


"Turs, kau mau ku tunjukkan sesuatu? Mungkin ini akan menjadi hadiahmu suatu saat nanti. Tidak, mungkin ini adalah sebuah hadiah untukmu sekarang juga." 

__ADS_1


__ADS_2