Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Seorang paman


__ADS_3

"Tunggu apa?" Zeno sedikit kaget sambil menyentuh dagunya, "Padahal kakak Yuna bisa dibilang masih sangat muda. Namun siapa yang menyangka bahwa dia akan memiliki tiga anak. Dia benar-benar memang suka beranak" Ucapnya sambil melangkahkan kakinya.


"Apa engkau ingin mengunjunginya? Tepat sekali, kami juga akan menjenguk. Mungkin esok pagi." Ive yang ada di belakang menyahut.


Zeno menatap Turse yang ada di belakangnya sambil tersenyum. Menunggu, apakah istrinya itu mau atau tidak? Masalahnya, mereka berdua baru saja tiba disini, sehingga pastinya juga membutuhkan waktu beberapa hari untuk beristirahat.


Turse mengangguk setelah Zeno menatapnya. "Tidak masalah, aku juga tidak sabar bertemu dengan Fang dan Emera.”


Mereka semua mengangguk dan setuju untuk menjenguk Yuna yang sedang hamil muda baru-baru ini.


Tepat saat mereka berempat masuk ke dalam kaisar. Banyak anggota keluarga Fang yang menyambutnya dengan hangat. Tentunya, mereka juga tidak melupakan seseorang yang telah menjadi anak, cucu, adik kaisar, bahkan dia sendiri yang menjadi kaisar. Apalagi seorang kaisar terkuat. 


Keluarga mana yang tidak bangga saat mengetahui bahwa anggota keluarganya merupakan seorang kaisar terkuat. Walaupun Zeno sudah tidak bagian dari keluarga inti sekalipun seperti Fang Tan, tetapi banyak keluarga Fang yang merasa senang. 


Walaupun tanpa kakek sekalipun yang dulunya merupakan seorang patriark atau kepala keluarga Fang, keluarga Fang masih tetap utuh dengan beberapa tambahan seperti seorang istri atau anak-anak mereka. Beberapa keluarga Fang juga mungkin ada yang meninggalkan kekaisaran ini karena mereka memilih menikah dengan anggota keluarga lainnya. Lagipula patriark mereka juga berganti menjadi Fang Tan, sehingga sebagai kepala keluarga, Fang Tan tidak akan membiarkan keluarganya pecah.


Tentu saja, Zeno membalas sambutan hangat itu dengan senyuman hangat pula. Pasalnya, dia bukanlah seseorang yang tidak tahu diri setelah menjadi kaisar peringkat teratas di dunia. Tidak, mungkin lebih tepatnya mantan kaisar teratas.


 


.....

__ADS_1


Keesokan harinya, Zeno dan yang lainnya bersiap menuju negara petir, negara di mana kakaknya yaitu Yuna berada dan telah menjadi istri seorang kaisar negara petir yaitu Rouya. Di sisi lain, wajahnya terlihat sangat muram saat menyadari bahwa ini mungkin adalah pertemuan terakhir di antara keluarganya. Walaupun begitu, dia berharap setelah menjadi apa yang diinginkan dewi Luna, dia ingin kembali ke dunia ini walaupun sebentar, melihat senyuman kedua kakaknya dan para keponakannya.


“Une,  kakak ipar memerintahkan kita untuk sarapan terlebih dahulu.” Turse memanggil Zeno yang masih berada di kamar tamu khusus mereka berdua.


“Aku mengerti.” Zeno tersenyum sambil melangkahkan kakinya keluar dari kamarnya.


Tiba-tiba, siapa yang menyangka, Turse menarik tangannya dan berlari sehingga Zeno mau tak mau terseret. Namun, dia tiba-tiba tersentak saat mengingat kejadian seperti ini dalam hidupnya.


Di mana sebuah waktu, dia sama sekali tidak mengetahui bahwa dirinya adalah keluarga Fang, namun kala itu dia tinggal di istana kekaisaran tanpa tahu apapun. Kemudian Yuna datang dengan senyum ramahnya, menarik tangan Zeno penuh kelembutan untuk mengajaknya makan bersama keluarga Fang lainnya.


Zeno tersenyum, dia tidak bisa melupakan kenangan bersama salah satu anggota keluarganya walaupun dia belum tahu saat itu. Tetapi di sisi lain, dia menjadi malu dan merasa bodoh seandainya apabila tidak tahu selamanya bahwa dia adalah keluarga Fang. Mengingat, saat itu Fang Yoshi akan menikahkannya kepada Yuna. Yang pasti itu akan menjadi sebuah kegegeran, apabila beberapa tahun setelah Zeno dan Yuna menikah, ternyata mereka mengetahui bahwa kedua orang tua mereka adalah sama. Dasar.


“Paman Zeno!”


“E... Emera?” Zeno berkata dengan gugup, pasalnya bagaimana bisa putri Yuna berada di sini? Apa yang dia lakukan adalah mengangkat Emera dan tersenyum senang.


“Tunggu, ibundamu ada di sini Emera?” Zeno bertanya kepada anak perempuan tersebut.


“Bisa dibilang begitu, kakak Yuna datang sebelum kau bangun. Dan di saat aku keluar tadi, aku benar-benar tidak menyangka bahwa di ruang keluarga, keluarga besarmu datang. Kakak Yuna, kak Rouya, bahkan paman dan bibimu juga datang, dan jangan tanya, apakah Lyana datang atau tidak. Jadi sebenarnya mereka tidak berada di ruang makan, aku hanya menipu Une untuk membuat sebuah kejutan. Tapi sayang sekali, Emera justru datang mencarimu.” Sahut Turse yang ada di samping Zeno sambil mencubit pipi Emera yang terlihat sangat menggemaskan untuk anak perempuan seumurannya.


“Benarkah itu Emera?” Zeno bertanya kepada Emera untuk memastikan sambil berjalan menuju ruang keluarga.

__ADS_1


“Maafkan Emera bibi.” Emera tampak murung sebelum dia melanjutkan ucapannya, “Karena Emera, bibi gagal membuat kejutan untuk paman.”


“Emera bicara apa? Siapa yang bilang bibi membuat kejutan untuk paman?”


“Bibi tadi?”


“Benarkah?” Turse berpura-pura berpikir mengenai apa yang dia ucapkan.


Saat Zeno menatap depan, dia benar-benar tidak menyangka bahwa apa yang dikatakan Turse dan Emera benar. Bahwa Yuna dan Rouya sudah berkumpul di ruang keluarga, kemudian ada paman bibi dari mendiang ibunya, serta Lyana yang tengah hamil besar datang bersama suaminya yang merupakan salah satu keluarga Hanzi.


Zeno benar-benar bahagia bisa berkumpul seperti ini, walaupun masih ada yang kurang seperti kedua orang tuanya, kakek neneknya, atau Hanzi yang sudah lama meninggal, mungkin beberapa tahun yang lalu karena sebuah penyakit.


“Padahal seharusnya kami yang mendatangi kalian, tetapi mengapa justru kalian datang ke sini?” Zeno bertanya sambil mengangkat alisnya.


“Kemarin ada orang yang melaporkan kapal kekaisaran Glacies berlabuh di negara air. Mendengar hal itu, kami langsung ke sini untuk menemuimu. Lagipula, kau merupakan kaisar teratas, jadi sangat sungkan apabila justru kau yang menemui kami.” Paman Zeno angkat bicara.


“Kalian ini. Padahal kemarin aku dan kakak Tan berniat mengunjungi paman dan kakak Yuna sekalian.” Zeno duduk sambil memangku Emera.


Bersamaan dengan itu, tatapan Zeno tertuju kepada seorang anak laki-laki yang duduk dengan wajah yang dingin tanpa berekspresi apapun. Anak laki-laki itu benar-benar membuat Zeno teringat mengenai dirinya yang dibuang oleh keluarga Agalia. Tertarik, Zeno memanggil anak tersebut, “Fang, bagaimana akademimu?” Ucapnya sambil menembakkan setitik air ke dahi anak tersebut.


“Tidak buruk paman.” Anak laki-laki berumur sembilan tahun itu menjawab, kemudian dia terus melanjutkan ucapannya sambil mengusap dahinya yang basah, “Maksudku tidak buruk tentang pengetahuan biasa, masalah bakat elemen aku benar-benar sangat buruk.” Fang menundukkan kepalanya.

__ADS_1


“Jangan bersedih, ilmu pengetahuan juga sangat penting. Tapi paman yakin, bahwa kau akan menjadi kaisar hebat seperti ayahmu, yang berpengatahuan luas seperti ibumu” Ucapnya sambil menatap Rouya dan Yuna yang merupakan orang tua Fang.


Fang hanya bisa tersenyum dan menjawab dengan singkat, “Terima Kasih paman.”


__ADS_2