
“Benar-benar sangat disayangkan sekali. Tetapi, di dunia manusia tidak ada yang seperti itu. Nyatanya, kakakku menikah dengan keturunan Ama tanpa bermasalah.” Kata Zeno tersenyum, mengangkat kepalanya ke atas dan memperhatikan bahwa daun dengan rangkai berwarna biru bertuliskan nama Fang Yuna.
Entah kenapa dia benar-benar bersyukur hidup di dunia manusia. Yang mana pertempuran benar-benar sangat minim seperti keluarga Ama dan Fang yang hidup berdampingan tanpa masalah. Berbeda jauh dengan alam dewa, dengan saudara sendiri pun masih berperang seperti itu.
“Benarkah?” Fang An mengangkat dahinya sebelum melanjutkan ucapannya, “Jika memang seperti itu maka syukurlah.”
......
Lima hari kemudian, di tempat yang sama namun dalam suasana hari yang berbeda. Lebih tepatnya pada dini hari, ada beberapa keluarga Fang serta beberapa perangkat kerajaan berkumpul di dekat pohon kehidupan.
Beberapa orang sekarang mengerti mengenai Fang Zeno, sosok terkuat keluarga Fang di alam manusia yang memiliki kemampuan penguasa. Bahkan sudah tidak menjadi rahasia umum lagi di seluruh keluarga. Bahkan Noi sendiri pun tersentak kaget saat tahu beberapa hari yang lalu, bahwa Fang Zeno datang ke kerajaan lebih cepat dari dirinya.
Alih-alih meminta maaf, Noi justru menggarukkan kepalanya dan hanya tersenyum. Lagipula Zeno tidak keberatan dan memaafkan Noi secara langsung.
Meskipun seorang penjaga gerbang pohon kehidupan, Noi tidak diizinkan untuk masuk, dia hanya diizinkan menjaga gerbang di luar agar tidak ada sesiapapun untuk masuk, serta menguncinya dari luar. Meskipun begitu, Noi tidak akan bisa mendengar pembicaraan para keluarga inti itu..
“Aku berani bersumpah, bahwa Zeno tidak akan sanggup untuk menahan energi orka alami elemen air. Selain itu, dia pasti langsung bergetar saat menatap leluhur Fang.” Cela Rosy di dekat Zeno dengan terus terang.
Zeno hanya diam saja tanpa memperdulikan apa yang Rosy katakan, lagipula Rosy tidak tahu bahwa dirinya pernah bertarung dengan Fang. Sehingga apabila dia memberitahunya, Rosy tidak akan percaya dan menganggap bahwa Zeno sedang mendongeng.
Beberapa menit kemudian, mereka merasakan bahwa energi Orka lebih pekat dari sebelumnya, udara benar-benar menjadi lembab dan sangat dingin. Bahkan lengan Zeno keluar embun-embun air yang mana apabila diusap akan mengeluarkan air.
__ADS_1
Obor yang ada di sekitar mereka, tertancap di atas permukaan tanah, seketika menjadi padam karena embun-embun yang menyebar. Keadaan juga benar-benar menjadi gelap dan tidak ada sesiapapun yang bisa melihat keadaan sekitar.
“Gelap, benar-benar menge ....”
Sebelum Rosy mengucapkan perkataannya, setitik cahaya muncul hingga menerangi kondisi mereka semua. Mereka bisa melihat dengan semula, dan tentunya memperhatikan sumber cahaya yang berada di atas telapak tangan Zeno.
“Kau, memiliki elemen cahaya?” Rosy yang ada di dekat Zeno terkejut sambil menutup sebagian matanya karena merasa begitu silau.
“Sudah lama.” Jawab Zeno dengan tenang.
“Aku sudah mengatakan kepada dirimu berulang kali, dia mempunyai kemampuan yang kita tidak memiliki sama sekali.” Sahut El.
Sebuah embun air berkumpul dalam satu titik, mereka yang biasanya tidak melihat kejadian itu, karena obor padam, kini mereka sudah bisa melihat bagaimana kedatangan sang leluhur berkat Zeno yang memiliki elemen cahaya.
Semua embun air itu berkumpul, membentuk sebuah wujud seseorang yang awalnya berupa air, kini menjadi sosok seseorang dewa, dengan janggut putih yang begitu tebal, keriput yang memenuhi wajah. Orang tersebut memiliki peringkat kaisar dewa tingkat kedelapan. Satu peringkat di atas Zeno, serta beberapa tingkat jauh di atas Zeno sendiri.
Zeno semakin tersenyum lebar, dia tidak menyangka bahwa leluhur yang pernah dia temui adalah seorang dewa yang memiliki peringkat dewa kaisar tingkat delapan. Sayangnya, Fang merupakan seorang roh yang berasal dari jiwa yang telah mati, sehingga peringkatnya hanya akan bertahan seperti ini. Berbeda dengan roh atau spirit yang dapat dikontrak, tentunya mereka bisa meningkatkan peringkat mereka.
“Aliran pemecah batu tahap kesebelas!” Fang berubah menjadi sebuah Zat yang cair, bergerak dengan cepat ke arah Zeno yang mana tiba-tiba muncul di depannya secara mendadak sambil mendorong telapak tangannya yang terbuka dengan dilapisi oleh elemen air ke arah Zeno.
Sontak, Zeno langsung menyadari dengan begitu cepat bahwa Fang tiba-tiba menyerangnya secara mendadak, tidak mau kalah, dia juga melakukan hal yang sama dengan apa yang dilakukan oleh Fang. “Aliran pemecah batu tahap terakhir!” Hal itu menyebabkan cahaya di tangan Zeno padam sehingga kondisi benar-benar menjadi sangat gelap.
__ADS_1
Serangan mereka mengenai perut target mereka masing-masing. Zeno langsung mengeluarkan darah segar yang mengalir dari bibirnya akibat organ Vitalnya diserang secara mendadak, karena sebenarnya dia memang sengaja tidak melakukan perlindungan apapun. Itupun terjadi hal yang sama dengan Fang, mungkin dia tidak mengeluarkan seteguk darah, tapi sebagai roh dia juga merasakan bahwa organ vitalnya terkena serangan Zeno.
“Hei pak tua, kenapa kau menyerangku seperti itu?” Tanya Zeno sambil menarik tangannya kembali sembari memegang perutnya.
Fang mengatur napas, “Anggap saja itu balasan karena kekalahanku sepuluh tahun yang lalu.” Jawab Fang.
“Kau ingin bertarung lagi?” Zeno kembali bertanya sambil mengangkat ujung bibirnya.
“Tidak, kau benar-benar tidak adil karena sejatinya kau memiliki kemampuan seorang penguasa. Selain itu, kau benar-benar bertambah dewasa sekarang.”
Keluarga Fang langsung menyalakan obor di sekitar mereka karena sudah tidak merasakan kondisi berembun lagi, mereka serta perangkat kerajaan yang berada di tempat itu membuka mulutnya lebar-lebar saat melihat sebuah pandangan yang tidak pernah mereka lihat. Pasalnya, Fang yang tiba-tiba muncul dan yang pertama dia hampiri adalah Fang Zeno yang menurut mereka Zeno sendiri tidak pernah melihatnya.
Dan setelah mendengar percakapan Zeno bahwa dia ingin menawarkan untuk bertarung lagi, mereka benar-benar tidak habis pikir dengan Zeno, terutama Rosy sendiri yang benar-benar sangat kaget saat tahu bahwa Zeno pernah menang bertarung melawan Fang.
“Pak tua, aku ingin bertanya. Saat itu kau sama sekali belum mengetahui bahwa aku adalah keturunanmu, dan mengapa kau bisa mengawasiku dan bisa menceritakannya kepada keluarga Fang yang ada di alam dewa?” Zeno bertanya sembari mengerutkan dahinya.
“Siapa yang bilang saat itu aku tidak mengetahui bahwa kau adalah keturunanku? Aku bisa melihat di dalam tubuhmu terdapat darahku yang mengalir.” Fang menarik janggutnya secara berulang kali dengan begitu lembut.
“Apa kau teringat Ilohu? Dia terhubung denganku, jadi dia menceritakan semuanya mengenai siapa itu kaisar terhebat, sang penguasa lima elemental di alam manusia, kaisar Glacies Empire, kaisar teratas. Itu semua julukanmu bukan? Ilohu bisa mengatakannya dengan jelas, karena sampai detik ini dia masih menjaga air terjun kehidupan.”
“Ilohu, ya.” Zeno teringat, beast berwujud setengah paus pembunuh yang menjaga air terjun kehidupan. Tentunya, sebagai beast yang tinggal di alam manusia, dia juga mengetahui semua informasi yang ada termasuk dirinya.
__ADS_1