
“Nyonya Turse, sebaiknya Anda berada dalam istana, biarkan aku yang akan mengurus para iblis.” Kata dewa Asura menebas para iblis ke sana kemari sambil mengelilingi Turse.
Justru seperti itu, Turse benar-benar kesulitan untuk melepaskan anak panahnya karena menganggap bahwa dewa kematian benar-benar mengganggunya. Sehingga, dengan seperti itu, dirinya benar-benar terus menerus diam dan memutar kepalanya sambil melihat dewa kegelapan yang membantai iblis di sekelilingnya.
“Para iblis! Aku akan mencabut nyawa kalian!” teriak Asura sang dewa kematian sambil tertawa begitu lebar. Seolah, dirinya benar-benar menikmati pembantaian seperti ini. Selain itu, elemen kegelapan dan api yang dirinya miliki juga benar-benar mengerikan, bahkan dengan tangan kosong sekalipun, dia yang hanya mengayunkan tangannya dan berhasil memenggal lima iblis sekalipun.
Turse benar-benar bosan jika dia dilindungi seperti ini, dia berpikir untuk berteleportasi di tempat Zeno yang benar-benar bertarung. Lagipula, dia merasakan bawa Zeno juga tampaknya sedikit kesulitan. Namun, jika dia melakukan itu, Zeno akan marah besar kepada dirinya, sehingga mau tidak mau dia berada di sini sambil menciptakan hujan anak panah dengan racun ke arah pasukan iblis. Meskipun begitu, Turse juga menggunakan teori, karena dia tidak ingin panah racunnya menghujani para dewa.
....
Ketika energi pekat itu sudah habis, Zeno bernapas lega dan ingin melanjutkan pertempuran untuk membunuh para kaisar dewa. Sayangnya, dia benar-benar terlambat bergerak, pasalnya lima kaisar dewa sekaligus sudah berada di sisinya sambil mengeluarkan elemen mereka masing-masing ke arah Zeno.
“Tuan!” Ucap Viona, dewa api dan dewa kegelapan dengan serentak.
Namun, mereka sudah mengarahkan elemen mereka masing-masing ke arah Zeno. Sehingga yang terjadi, Zeno benar-benar menerima semuanya sekaligus.
Hal tersebut membuat para kaisar dewa kembali tersenyum sambil melompat ke belakang untuk menjaga jarak. Senyuman mereka berubah menjadi tawan lebar yang diperhatikan oleh kaisar dewa yang pro kepada Zeno, serta Viona hanya menutup mulutnya. Pasalnya, Zeno tidak mungkin bisa menahan semua serangan sedekat itu.
__ADS_1
Akan tetapi, dari balik kepulan asap, Zeno sudah tidak berada di tempat, atau mungkin mayatnya apabila dia benar-benar meninggal. Selain itu, kecepatan cahaya sekalipun tidak akan mampu untuk melewati mereka karena para kaisar dewa mengepung dari segala sisi.
“Dimana dia?” Teriak dewi petir merasa jengkel.
Turse yang berada di tempat, secara reflesk mendorong wajah Zeno yang tiba-tiba mengagetkan dan langsung menyambar bibirnya. Dia bahkan mungkin akan langsung membunuh orang tersebut jika dia tidak segera menyadari bahwa itu adalah Zeno.
“Kenapa kau ada di sini?” Turse cemas sambil mengerutkan dahinya.
“Teleportasi, aku bebar-benar terkepung tadi. Kau baik-baik saja? Tidak ada yang terluka kan? jaga perutmu baik-baik.” Ucap Zeno sambil mengundurkan kepalanya. Selain itu, dia melihat bahwa Turse benar-benar dijaga dengan sangat baik oleh dewa kematian, buktinya, dewa kegelapan tidak membiarkan para iblis menyentuh dirinya.
“Apa maksud dengan jaga perutku baik-baik?” Tanya Turse mengangkat alisnya sambil memegang perutnya.
“Kau terlalu cepat menyimpulkan. Apakah kau tabib atau apa? Kembalilah ke tempatmu atau mereka akan menghancurkan alam manusia.” Turse mengangkat ujung bibirnya sambil memukul pelan perut Zeno dan memintanya pergi. Meskipun begitu, dalam hati yang paling dalam, dia berharap bahwa apa yang dikatakan Zeno benar-benar terjadi.
“Baiklah.” Jawab Zeno dengan malas sembari pergi dengan kecepatan cahaya ketempatnya tadi.
Tidak heran mengapa Zeno bisa melewati serangan yang cukup tragis dari kelima kaisar dewa sekalipun. Pasalnya, dengan kekuatan Yin dan Yang, Zeno langsung berteleportasi ke arah Turse. Yang mana itu jauh lebih cepat dibandingkan bergerak secepat cahaya, serta juga tidak akan meninggalkan jejak yang dapat diperhatikan musuh dengan cukup mudah.
__ADS_1
Zeno sudah berada di langit dan memperhatikan bahwa Viona, dewi api dan dewa kegelapan mengamuk dan menghadapi lima kaisar karena diangap memusnahkan Zeno. Padahal, Zeno hanya melakukan teleportasi ke arah Turse.
Zeno bergerak cepat dan mendarat di antara pertarungan, alhasil membuat semuanya baik yang pro ataupun kontra dengan Zeno benar-benar kaget saat Zeno kembali muncul. Selain itu, Zeno yang menghadap ke depan langsung memunculkan elemen petir dari tangan kirinya dan langsung mendorongnya kepada kaisar dewa air yang hanya berjarak beberapa inchi di depannya.
Hal tersebut membuat kaisar dewa air terlempar jauh, bersamaan dengan itu, kaisar dewa cahaya langsung menebaskan pedangnya ke arah Zeno dengan kecepatan cahaya. Melihat hal tersebut, Zeno langsung mengangkat pedangnya sambil melapisi menggunakan elemen cahaya.
Apa yang terjadi? Keduanya beradu pedang dengan kecepatan cahaya yang membuat seluruh dewa kaisar tidak bisa bergabung pada pertempuran itu karena apa yang dia lihat hanyalah dua cahaya yang selain beradu.
Seketika, saat beradu pedang seperti itu, dewa cahaya kembali melempar karena terlempar saat menerima pukulan telak oleh Zeno. Kemudian, Zeno langsung bergerak secepat cahaya pula ke arah para kaisar dewa lainnya yang tampaknya begitu kelelahan karena bertarung dengan begitu keras semenjak tadi.
“Dia benar-benar memiliki energi orka yang tidak terbatas.” Kaa dewa tanah mencoba untuk berdiri setelah mendapatkan serangan dari Zeno.
“Bukankah kalian mengetahui aku? Aku adalah sang penguasa 5 elemental. Aku bisa menyerap elemental di sekitar untuk dijadikan sebuah Orka, dan dikeluarkan lagi menjadi elemental. Seperti ini misalnya ...” Zeno mengangkat tangan kirinya, sehingga cahaya matahari langsung terfokuskan dan masuk tangan Zeno, selain itu dengan seperti itu Zeno tampak segar seolah baru saja turun menuju medan pertempuran.
“Itulah fungsi mode sang penguasa.” Kata Zeno sambil menggenggam tangannya, sehingga energi cahaya matahari berhenti untuk diserap. “Selain itu, aku menyebut mode ini sebagai, sannin mode agar terlihat keren.” Ucap Zeno sambil menembakkan elemental cahaya yang dia serap ke arah dewa air yang mencoba untuk berdiri dengan kekuatan yang berkali-kali lipat.
“Kalian sudah kelelahan? Tidak ada Orka lagi untuk kalian, apalagi di antara kalian ada yang mengeluarkan roh dewa sehingga menguras energi yang begitu banyak. Sangat disayangkan sekali, kalian hanya membuang-buang waktu.” Zeno menarik napas sebelum melanjutkan ucapannya, namun terlebih dahulu Zeno langsung menyegel mereka dengan penjara es di tempat dengan tubuhnya yang terjerat cincin cahaya sehingga mereka tidak bisa bergerak. Tidak heran, sebelumnya mereka tidak sanggup untuk berdiri lagi karena kehabisan Orka.
__ADS_1
“Kalian benar-benar terkena hasutan para iblis. Jika kalian pikir bahwa para iblis menang melawan dewa di istana Nirwana akan mengakibatkan ketenangan tanpa aturan, perdamaian kedua ras, maka kalian salah besar. Aku, sebagai perwujudan dewi Luna yang hendak menggantikannya tahu persis bahwa kalian nanti hanya akan diperbudak oleh para iblis. Seharusnya kalian tahu itu karena hidup kalian ribuan tahun.” Kata Zeno beranjak pergi, karena dia harus mengalahkan musuh yang ada di depan istana Nirwana.