Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Utusan dari kerajaan Fang


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Azure sudah kembali muncul dengan peringkatnya yang sudah naik pula. Tetapi, Zeno masih terlihat belum puas setelah melihat bahwa Azure hanya meningkatkan peringkatnya sedikit, yaitu berada di dewa murni tingkat kelima, yang mana sebelumnya berada di peringkat dewa murni tingkat pertama.


Tidak heran mengapa Azure meningkatkan peringkat elemennya hanya kurang lebih satu bulan, sehingga peringkatnya juga naik empat tingkat yang mana masih sangat jauh dibandingkan Zeno.


“Kenapa kau hanya meningkatkan beberapa tingkat seperti itu?” Tanya Zeno dengan tatapan yang tajam ke arah Azure.


“Aku tidak bisa membiarkan tuan dalam bahaya jika aku berlama-lama melakukan penyerapan.” Ucap Azure sambil menggarukkan kepala dengan senyum cengengesan.


Zeno hanya menghela napas, sangkalan Azure tidak pernah berubah mengapa dirinya tidak mau menyerap, atau bahkan mungkin melakukan penyerapan sebentar. Yaitu, alasan dia selalu mengatakan tidak bisa membiarkan Zeno dalam bahaya. Padahal, peringkat raja dewa milik Zeno sudah jauh melampaui jutaan pemuda seumurannya, jadi rasanya Azure terlalu berlebihan.


“Terserah kau saja.” Kata Zeno dengan malas. “Tapi jika ada sebuah waktu yang kosong, seraplah elemental crystalmu. Karena aku tidak tahu, Kiba dan Skarlos berada di peringkat berapa, karena jika mereka bertemu dengan kita, dan ternyata mereka masih memiliki peringkat rendah karena fokus menjaga Turse, maka aku sendiri yang akan kerepotan. Jadi selama aku masih bersamamu, selama kau masih bisa masuk ke dalam tubuhku untuk mencapai ketenangan agar lebih fokus, seraplah elemental crystal sebanyak-banyaknya”


“Kiba, Skarlos mereka kemungkinan terbesar juga tidak memiliki waktu untuk menyerap elemental crystal, karena mereka tidak bisa masuk ke dalam diriku untuk mencapai ketenangan dan aku bisa menjaganya. Sedangkan kau, kau mendapatkan kesempatan emas agar peringkatmu naik. Jangan pedulikan aku dalam keadaan berbahaya atau tidak, karena aku bisa menjaga diri.” Sambungnya dengan ucapan yang serius.


Azure menunduk, kemudian dia kembali merubah wujudnya menjadi naga, serta masuk ke dalam tubuh Zeno setelah Zeno membuka ruang Azure semenjak tadi. “Dua bulan, tiga bulan? Tak apa kan tuan?”


“Tak apa, aku bisa menjaga diriku sendiri. Bahkan jika perlu, sampai satu tahun pun tak masalah.” Ucap Zeno sambil tersenyum di saat Azure masuk ke dalam tubuhnya.

__ADS_1


“Kepala desa!”


Bersamaan dengan itu, Edren langsung masuk ke dalam ruangan Zeno, atau lebih tepatnya rumahnya. Dari nada bicaranya, juga sangat terlihat dia membawakan sebuah berita penting yang membuat Zeno langsung mengangkat alisnya karena penasaran, apa yang hendak dikatakan oleh Edren.


Edren mengatur napas sebelum dia berucap, “Ada suruhan dari kerajaan Fang. Tampaknya dia ke sini karena ingin menjatuhkan sanksi.”


Zeno mengerutkan dahinya, tampaknya laporan orang-orang yang baru saja menyerang desa sudah sangat cepat sampai ke raja, hingga raja sendiri menyuruh seseorang untuk menuju ke sini. Meskipun begitu, dia tidak yakin bahwa orang-orang itu mengatakan fakta yang sebenarnya.


“Biarkan dia menemuiku langsung, aku ingin tahu, sanksi apa yang akan diberikan dari kerajaan utama desa ini. Selain itu, jangan katakan nama keluargaku, dan katakan bahwa namaku adalah Zen.” Kata Zeno dengan wajah yang begitu datar.


“Baiklah kepala desa, aku mengerti.” Ucap Edren sambil undur diri, namun apa yang menjadi pertanyaan bagi Edren, mengapa kerajaan Fang berani memberikan sanksi kepada desa yang dipimpin oleh kerabatnya sendiri? Dan mengapa Zeno melarang memberitahu nama keluarganya? Apa keluarga Fang tidak tahu.


Beberapa menit kemudian, Zeno yang duduk di sebuah kursi, dengan menyandarkan kepalanya di lengannya, menatap kedatangan seorang pria yang tampaknya tidak mengurangi senyuman sedikitpun. Selain itu, ada Edren di belakangnya seolah mengantar pria yang memiliki peringkat dewa murni tahap ke sembilan, yang jauh di bawah Zeno.


Meskipun dipenuhi senyuman, tatapan pria tersebut seolah juga meremehkan Zeno. Apa yang ada di pikirannya, bagaimana mungkin seseorang yang tidak memiliki peringkat bisa menjadi seorang kepala desa? Jika seorang kepala desa itu memiliki peringkat prajurit dewa atau dewa pemula itu tidak masalah, tetapi apa yang ia lihat, Zeno sama sekali tidak memiliki peringkat. Tampaknya, orang itu benar-benar memandang dari sebelah mata.


“Kepala desa Zeen, benarkah nama Anda Zeen? jika memang benar, izinkan aku untuk masuk.” Kata orang itu meminta izin terlebih dahulu di ambang pintu, memperhatikan Zeno yang terlihat sangat sombong seolah tidak ingin menyambutnya.

__ADS_1


Tetapi, apa yang dipikirkan suruhan kerajaan, bahwa Zeno sangat sombong adalah hal yang salah, tampaknya, apa yang dilakukan Zeno adalah tersenyum dan berdiri untuk mempersilahkan suruhan itu masuk. “Akh tuan dari kerajaan Fang, silahkan masuk.”


Dengan senang hati, orang dari kerajaan Fang itu langsung masuk dan duduk di sebuah kursi yang Zeno sediakan. Begitupun dengan Zeno, dia langsung duduk setelah tamunya itu duduk pula. “Biar kutebak, pasti Anda ingin menjatuhkan sanksi kepada desa ini? Aku tidak keberatan, selama itu bukan sesuatu yang tidak masuk akal.”


“Kau begitu sombong tuan Zeen, apa Anda akan menerima apapun sanksi yang diberikan oleh kerajaan?”


“Tentu, karena aku yang telah membunuh para pendatang. Aku harap pendatang itu memberikan sebuah alasan mengapa kami membunuh sebagian dari kelompok mereka.” Zeno mengangkat alisnya.


“Tuan Zeen, sebelum kita menuju percakapan inti, alangkah baiknya aku memperkenalkan diriku terlebih dahulu.” Pria itu sedikit menundukkan kepalanya, “Namaku adalah Fang Noi, utusan dari kerajaan Fang untuk memberikan sanksi kepada desa ini karena telah membunuh orang-orang yang ingin datang menuju desa ini.”


Zeno hanya diam saja dan tidak memberikan nama aslinya bahwa dirinya bernama Fang Zeno, yang mana dia tahu pastinya dirinya masih dalam satu darah dengan pria di hadapannya. Tentunya, Zeno tidak bisa mengatakannya terus terang, karena itu akan menimbulkan sebuah masalah, karena Zeno akan diberi sanksi lagi karena mengaku-ngaku dari keluarga Fang.


“Dasar pak tua, aku bertemu denganmu beberapa tahun yang lalu di air terjun kehidupan. Dan aku masih bingung, apakah kau tahu bahwa aku ini adalah keturunanmu?” Zeno membatin saat dirinya mengingat bertarung dengan Fang di alam mimpi. Mungkin itulah pertarungan pertamanya dengan seorang dewa. Selain itu, Zeno tidak yakin bahwa Fang tidak selemah itu ketika kalah oleh dirinya. Tetapi, Zeno segera melupakannya karena dia harus menyimak apa yang Fang Noi itu katakan.


“Dari kerajaan, karena desamu ini kembali hidup, maka kerajaan akan memintamu upeti. Namun, upeti yang dibayarkan merupakan 20% dari pemasukan desa, berbeda dengan desa yang lainnya yang setia kepada kerajaan Fang hanya membayar 10%” Kata Noi sambil menyerahkan sebuah surat dari kerajaan Fang. Namun, Noi kemudian menatap Edren dengan sungguh-sungguh, “Tuan, bisakah Anda untuk keluar sebentar? Aku harap Anda tidak menguping.”


Mendengar hal itu, Zeno menjadi bersiaga dan curiga, namun dia memberikan isyarat kepada Edren untuk mematuhi perintah Noi untuk keluar.

__ADS_1


Tapi siapa yang menyangka, setelah Edren keluar, Noi menarik kembali surat yang telah diberikan kepada Zeno dengan paksa, kemudian dengan mengangkat ujung bibirnya, dia berkata, “Kami akan mencabut sanksi kepada desamu dengan syarat, kau harus mengakui bahwa namamu adalah Zeno, Fang Zeno.”


__ADS_2