
Satu bulan, apa yang diperintahkan Zeno kepada Edren dan juga Yord dilaksanakan dengan sangat baik. Mungkin ada sekitar ribuan orang dari ibukota yang bersedia kembali lagi ke desanya untuk membangun kembali menjadi lebih maju. Mereka sebelumnya takut untuk kembali, masalahnya sangat aneh ketika kepala desa memperbolehkan untuk kembali dan tidak seperti aturan yang berlaku bahwa sesiapapun yang pergi dari desa, bahkan untuk bekerja sekalipun, maka desa itu tertutup untuknya.
Namun siapa yang menyangka, mereka melihat bahwa desa telah berubah. Desa yang terlihat luas, namun kumuh, kini menjadi bersih dengan dinding yang besar dan menjulang tinggi, ditambah dengan kristal es yang menempel pada bagian luar dinding, sehingga tidak bisa diserang sama sekali.
Dan tentunya, apa yang mengejutkan bagi mereka semua, kepala desa juga telah ganti dan bukan lagi Onard dengan kekangannya yang merepotkan. Aturan yang diberikan Zeno juga bisa dibilang bahwa penduduk desa bisa bebas untuk keluar masuk desa, melakukan perdagangan dan mengirim sumber daya langka yang mereka buru menuju ibukota.
Serta dengan adanya pajak yang baru saja ditarik kepada ribuan orang yang baru pulang, desa ini juga sedikit demi sedikit berhasil mendapatkan sebuah pemasukan sehingga lebih maju dari pada sebelumnya.
Bahkan, semakin hari, para pedagang dari ibukota, desa lain, atau mungkin tempat lain menuju desa ini dengan senang hati untuk menjalankan bisnis mereka setelah mereka tahu bahwa penduduk desa Mazzarri, tidak, maksudnya adalah neo Mazzarri menjadi golongan menengah. Orang-orang miskin di desa ini tidak lagi menjadi mayoritas, setelah ribuan orang yang bekerja keluar desa kembali dan membangun desa mereka kembali menjadi lebih baik.
Pemuda dan pemudi kini juga telah menjadi elementalist berbakat dengan masing-masing memiliki peringkat prajurit dewa di seumurannya, setelah mereka tidak takut lagi untuk berburu elemental beast dan mendapatkan elemental crystal untuk mereka tukarkan kepada Azure.
“Andai saja Onard Shon atau kepala desa melakukan ini sebelumnya, yaitu tidak mengekang penduduk desa, menjadikan desa lebih terbuka dengan orang lain, maka desa akan lebih maju.” Ucap Edren memberikan pendapatnya.
Zeno menghela napas, memperhatikan bahwa rumah penduduk yang sebelumnya tidak layak huni, kini berubah menjadi lebih baik dan enak dipandang, “Onard dan kepala desa sebelumnya hanya terlalu fanatik kepada ramalan. Apa yang mereka pikirkan bahwa masa kejayaan desa hanya terjadi ketika sang penguasa mengambil alih. Sehingga, mereka tidak bekerja lebih keras lagi karena hanya terus bergantung dan berharap bahwa ramalan itu akan terjadi.”
__ADS_1
Tetua Hans yang ada di dekat Zeno menundukkan kepalanya dan merasa sangat bodoh. Tentunya, sebagai tetua, dia sudah berada di beberapa generasi kepala desa sebelum Onard, dan pemikiran kepala desa sebelumnya sangat sama yaitu mengekang penduduk desa untuk tidak kemana-mana, menjadikan desa ini tertutup seolah menjadi desa terisolasi.
Sebenarnya kepala desa yang lainnya melakukan ini agar penduduk desa tidak berkhianat, tidak mempercayai ramalan dan pergi meninggalkan desa tanpa memberikan manfaat. Berbanding terbalik seperti Edren dan juga Yord yang kembali justru membangun desa menjadi lebih baik. Karena memang kebanyakan seperti itu, mereka pergi dengan mencela desa dan menganggap bahwa penduduk desa hanyalah sekumpulan orang bodoh.
Untungnya Zeno memberikan perintah untuk memanggil semua penduduk yang pergi tanpa memberitahu bahwa penguasalah yang mengambil alih. Sehingga mereka yang setia akan kembali dengan senang hati, dan yang tidak setia, mereka acuh tak acuh kepada desa ini.
Sungguh, benar-benar beruntung kepada penduduk desa yang kembali dengan kesetiaannya, dan saat mereka pulang, mereka mengetahui bahwa sang penguasa elemen lah yang mengambil alih desa. Sehingga, mereka bersorak bergembira dan memilih bersemangat untuk membangun desa kembali, selagi sang penguasa elemen membawa desa menuju keamanan dan kenyamanan dari elemental beast.
“Kepala desa, sebenarnya aku ingin tahu, apa peringkat yang anda miliki?” Tanya Edren penasaran, pasalnya semenjak sebulan yang lalu, hingga beberapa hari yang lalu dia kembali, dia masih bingung dengan peringkat Zeno yang masih tersembunyi.
“Edren, tetua, aku menyerahkan desa ini kepada kalian untuk sementara waktu. Aku ingin melakukan sesuatu, mungkin beberapa hari aku tidak kembali.” Ucap Zeno sebelum dia benar-benar pergi.
“Baik tuan.” Jawab mereka berdua singkat.
Sebelumnya, Azure saat ini berada di dalam tubuh Zeno untuk menyerap sedikit elemental crystal setelah mendapatkan paksaan dari Zeno sebelumnya. Masalahnya, itu sangat merepotkan apabila Azure bertemu penjaga arah mata angin lain, yang mana ketiganya juga sama sekali belum meningkatkan peringkatnya karena memiliki kesibukan untuk menjaga Turse.
__ADS_1
Zeno, saat ini dia bergerak secepat cahaya untuk menuju tengah hutan, menuju titik terdalam yang berada di hutan, bahkan lebih dalam lagi dibandingkan dinding utama yang Zeno bangun di dalam hutan.
Apa yang dia lakukan? Zeno hanya ingin mencari elemental beast yang lebih kuat untuk melatih ototnya. Mungkin apabila bisa, sangat beruntung dia menemukan elemental beast yang memiliki peringkat yang sama yaitu raja dewa.
Zeno juga ingin meningkatkan peringkatnya yang kali ini masih tetap berada di raja dewa tingkat pertama. Hanya karena dia mengemban tanggung jawab yang besar, dia belum sempat untuk memikirkan peringkatnya. Sehingga, saat desa sudah mulai terkendali, Zeno menghela napas lega dan lebih tenang sekarang.
Dan, dia tahu bahwa titik terdalam hutan seperti ini pastinya banyak elemental beast kuat seperti itu, yang mana mereka tidak berkeinginan atau berhasrat untuk menyerang dewa lainnya. Namun, apabila ada dewa yang memburunya, keinginan untuk melawan dan tidak akan tunduk juga akan muncul. Walaupun pada akhirnya, kebanyakan beast yang melawan juga mati diambil elemental crystalnya, atau tunduk menjadi seekor binatang peliharaan.
Tidak menunggu lama, Zeno berdiri di balik pohon dan menemukan seekor ular raksasa yang sedang melingkarkan tubuhnya di sebelah batu besar. Ular tersebut memiliki peringkat yang cukup tinggi, yaitu dewa alam tahap ke lima, yang mana jauh di atas Azure. Meskipun begitu, Zeno yakin apabila ular tersebut bertanding satu lawan satu melawan Azure, maka akan lebih unggul Azure, secara Azure memiliki pengalaman yang sangat baik/
Selain itu, dia juga ingin mencoba sesuatu yang mana dia ingin sekali melakukan hal tersebut, bahkan keinginan tersebut berlangsung sudah lama semenjak dia mengenal Turse. Dan yang benar saja, seperti apa yang sering dilakukan Turse, dia mengeluarkan sebuah busur panah es yang ukurannya sangat besar.
Zeno menarik tali panahnya, memunculkan anak panah dengan ujung yang sangat tajam terbuat dari es. Tangannya terlihat gemetar dan sangat kaku karena ini adalah kali pertamanya. Sehingga tampaknya dia juga malu sendiri.
“Slaab!”
__ADS_1