Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Penolakan kaisar dewi Api


__ADS_3

Tepat di ruang pertemuan, Zeno bisa melihat bahwa ada orang yang menggunakan mahkota kaisar. Tidak hanya itu saja, kaisar dewa yang menggunakan mahkota dengan permata berwarna merah sedikit kehitaman tampaknya mengalami luka berat, terbukti banyaknya luka lebam serta sayatan di sekujur tubuhnya. Apalagi kaisar dewa api kali ini adalah wanita yang membuatnya sedikit tidak berdaya.


“Apa, apa yang terjadi?” Zeno menjadi tampak kebingungan, namun dia dipersilahkan untuk duduk terlebih dahulu untuk diberikan penjelasan mengapa kaisar dewa api mengalami luka yang cukup berat.


 “Ini masalah yang cukup serius, kemarin pagi ....”


.....


Kemarin pagi, dalam waktu yang bersamaan ketika Zeno dan Turse bertarung dengan tangan kanan dua kaisar, di istana kekaisaran dewa api, terjadi pertarungan yang cukup hebat. Kaisar dewa api mengalami masalah yang cukup serius setelah dirinya menolak untuk bergabung dengan Yashimaru.


“Iblis Envy! Aku menolak tawaranmu! Sekuat apapun kau memaksaku, bahkan aku tidak akan ragu untuk mati.” Kata kaisar dewa api yang memegang sebuah senjata pedang yang mengeluarkan kobaran api.


Sosok wanita yang memiliki sayap kelelawar, dia berjalan maju dengan santainya ke arah kaisar dewa api. Wajahnya terlihat tidak berekspresi sama sekali. Selain itu, di tangan kanan yang dia angkat memunculkan beberapa lingkaran cahaya, yang mana apabila ditembakkan akan membuat ledakan yang cukup besar.


“Ada beberapa hal yang membuat aku harus membunuhmu. Karena kau menolak tawaranku, dan yang kedua karena aku iri dengan kecantikanmu.” Envy langsung menembakkan bola cahaya itu ke arah dewi api tanpa ragu.


Dewi api tidak menyerah, dia mengeluarkan kobaran api untuk membakar ledakan cahaya itu. Sayangnya, kekuatan yang sangat berbeda jauh membuat Dewi api tidak bisa menahan ledakan cahaya yang diberikan oleh iblis Envy. Meskipun begitu, Dewi masih sanggup berdiri dan langsung bergerak ke arah Envy untuk menyerang dari jarak dekat.


Sayangnya, kecepatan Envy di luar nalar yang membuat dewi api cukup kesulitan untuk menghadapinya. Ketika menyadari ada sebuah krisis di belakangnya, dewi api langsung membakar seluruh ruangan di sekitar, tidak peduli apakah dirinya ikut terbakar pula. Sehingga, ruangan tersebut dipenuhi oleh elemen api berwarna hitam.


Dia tidak peduli, apa yang dilakukan adalah melompat di kobaran api yang dia ciptakan sambil menebaskan pedangnya ke arah Envy. Siapa yang menyangka, sebuah ledakan cahaya kembali muncul yang membuat dewi Api terlempar beberapa meter hingga menembus tembok kerajaan.

__ADS_1


Dewi api terbaring di atas tanah sambil melihat istananya terbakar karena kekuatannya. Tampaknya sangat sia-sia meskipun dia membakar semuanya, Envy benar-benar sangat kuat, setidaknya dia tahu persis bahwa Envy merupakan tandingan pilar Leght.


Di hadapan dewi api sudah ada Envy yang mengulurkan tangannya, seolah akan menembakkan beberapa elemen cahaya ke arah dewi api untuk membunuhnya secara langsung.


Dewi api mencoba untuk berdiri dan melawan. Akan tetapi, seorangan tangan kanannya muncul di hadapannya setelah mengalami luka yang cukup berat saat menghadapi beberapa iblis rendahan yang tiba-tiba keluar dari portal. Selain itu, dengan cukup berani dia juga mengangkat kapaknya di hadapan Envy untuk melindungi tuannya.


“Kaisar! Anda pergi saja, aku akan mati di sini untuk melindungi Anda!” Kata tangan kanan dewi api.


“Taruz, tidak! Kita akan bertarung bersama.” Kaisar dewi api mencoba untuk berdiri meskipun dirinya dalam keadaan luka berat. Dirinya tidak akan lari karena tidak bisa membiarkan tangan kanannya mati. Sehingga, apabila tangan kanannya mati, dirinya memilih untuk mati pula daripada ada luka yang membekas di hatinya.


“Benar-benar kaisar bodoh! Jika aku jadi kau, maka aku akan lari tanpa memperdulikan tangan kanan. Karena pada dasarnya tangan kanan hanyalah alat yang akan dibuang ketika sudah tidak berguna.” Kata Envy sambil mengeluarkan sinar cahaya di kedua tangannya.


“Akan ku antar kalian ke neraka!” Tegas Envy sambil bergerak cepat ke arah mereka berdua.


Dewi api dan Taruz mundur sejenak setelah dia mendapatkan serangan bertubi-tubi. Jika bukan dewi api yang sering melindungi dirinya dari perisai api, mungkin tubuhnya akan hancur apabila terkena serangan dari Envy.


“Kaisar! aku akan melawannya, Anda harus menuju istana Nirwana untuk meminta bantuan.” Ucap Taruz dengan sedikit lirih.


Mendengar hal itu, alih-alih menuruti Taruz, dewi api benar-benar sangat keras kepala, dia berlari ke arah Envy sambil menebaskan pedangnya secara berulang kali. Sehingga tebasan api hitam berbentuk bulan sabit yang mengarah ke arah Envy.


Envy bisa menghancurkan semua api itu dengan sangat mudah, dan tidak ingin menunggu lama, apa yang dilakukan adalah menciptakan sebuah tombak cahaya di sekelilingnya karena harus membunuh kaisar dewi Api.

__ADS_1


Melihat hal tersebut, dewi api menciptakan sebuah perisai api yang cukup tebal berwarna hitam. Sehingga selain melindungi dari puluhan tombak cahaya yang melesat ke arah dewi api, perisai hitam tersebut juga digunakan sebagai penghalang agar Envy tidak bisa melihat kemana perginya dewi api.


Benar-benar tidak menyangka, dengan tubuhnya yang separuh remuk karena harus menerima serangan puluhan tombak cahaya, meskipun masih menggunakan perisai, dewi Api sudah berada di belakang Envy sambil menciptakan sebuah ring api yang kemudian menjerat Envy. Selain menjeratnya, ring api itu juga digunakan sebagai membakar tubuh Envy.


Envy menggertakkan giginya, untungnya kaisar dewi api langsung bergerak ke arah portal api yang semenjak tadi dibuat oleh Taruz ketika dewi api bertarung.


Keduanya saat ini muncul di depan istana Nirwana dengan separuh tubuhnya yang hancur, bahkan saat keluar dari portal api, kaisar dewi api langsung ambruk seolah tidak berdaya untuk berdiri. Bahkan pertarungan berat itu membuatnya kehabisan orka yang begitu banyak, apalagi lawannya yang setara dengan 7 pilar.


“Kaisar, Anda benar-benar ...” Taruz tidak melanjutkan ucapannya karena harus membantu kaisar dewi api berdiri. “Jika Anda mau menuruti perkataanku, maka Anda tidak akan seperti ini.”


“Jika aku menuruti perkataanmu, maka kau tidak akan sampai di sini pula. Tidak masalah apabila istana hancur beserta para prajurit dan pelayannya, karena jika kau hancur pula maka tidak akan ada yang membantuku untuk mendirikannya kembali. Selain itu, target iblis Envy adalah aku, sehingga dia terus mengincar aku ketika aku sibuk membuat portal, sehingga apa yang ku lakukan adalah membuatnya tidak bergerak. Aku benar-benar bangga padamu karena kau membuat portal itu tadi disaat aku bertarung.” Kata kaisar dewi api sambil bertarung.


Semua prajurit dari istana Nirwana yang menyadari itu langsung mengepung dewi api dan tangan kanannya karena datang tanpa izin. Namun, karena mendengar penjelasan Tarus di tambah kaisar dewi api yang tampaknya terluka berat, membuat para prajurit itu langsung membawa masuk ke dalam istana Nirwana.


.....


“Kaisar dewi api!” Fore langsung memberikan api penyembuhan untuk menyembuhkan semua luka di tubuh dewi api yang terbaring tidak berdaya. Begitupun dengan Leght yang menyalurkan energi kehidupan untuk memberikan sebuah tenaga agar dewi api tidak mengalami kesakitan yang lebih.


“Apa yang terjadi?” Tanya Winder dengan wajah seriusnya. Tampaknya apabila kaisar dewi api kalah, maka ada musuh yang setara dengan mereka.


“Aku diserang oleh salah satu anggota Seven deadly sins karena menolak tawaran mereka.” kaisar dewi api mencoba menjelaskan.

__ADS_1


“Apa tawarannya?” Tanya Ert dengan tangan yang menggenggam seolah marah saat mendengar kata seven deadly sins.


“Bergabung dengan ras iblis untuk membunuh sang penguasa 5 elemental dengan iming-iming kedamaian antara dua ras dan ketenangan tanpa aturan.”


__ADS_2