Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Pertarungan akhir (2)


__ADS_3

Sayangnya Yashimaru dapat menghindar dengan cukup mudah ketika Zeno menendang kepalanya, hal tersebut membuat Zeno langsung memegang kembali Ice Sword dan terus menerus menebaskannya ke arah Yashimaru.


Tampaknya Yashimaru mengikuti permainan Zeno, dia juga memainkan palunya dengan begitu cepat untuk menyerang dan bertahan. Alhasil, suara dentuman bagaikan besi yang berbenturan terdengar dengan cukup keras, dan cepat.


“Hah!” Zeno menghela napas dengan cukup keras sambil mengayunkan pedangnya kesekian kali yang ditahan oleh Yashimaru. Merasa menguras tenaga, Zeno mundur sejenak untuk mengatur napas, tapi Yashimaru tidak ingin membiarkan hal tersebut terjadi, sehingga mengikuti Zeno yang mundur sambil mengayunkan palunya secara Horizontal berharap tubuh Zeno remuk.


Zeno memang terlempar, apalagi palu Yashimaru cukup besar, meskipun begitu tubuh Zeno benar-benar kebal dari segela benturan karena pertahanan milik Genbu. Selain itu, ekor Azure yang begitu panjang membuatnya begitu mudah untuk menyeimbangkan diri, serta kecepatan dan kegesitan dari Kiba yang juga tidak bisa diremehkan membuat Zeno benar-benar overpower.


Melihat Yashimaru yang memutar palunya menggunakan tangannya, Zeno mengangkat pedangnya, kemudian dia langsung bergerak biasa tanpa kecepatan cahaya ke arah Yashimaru.


Yashimaru langsung membenturkan palunya ke atas permukaan tanah, sehingga tanah yang akan dilalui Zeno tiba-tiba terbelah menjadi dua dan memunculkan semburan api yang cukup tinggi. Bahkan hal tersebut membuat Zeno benar-benar begitu terkejut sambil meloncat ke samping dan berguling. Untung saja dirinya tidak jatuh di atas tanah yang pecah itu, jika tidak dirinya akan berada seperti di neraka.


“Braaak!” Suara pukulan palu cukup keras terdengar.


Suara tersebut dihasilkan karena Yashimaru langsung memukulkan palunya ke arah Zeno di saat Zeno tidak berkonsentrasi. Untungnya, Zeno berhasil tersadar dan langsung fokus untuk segera menahan palu tersebut. Meskipun begitu, tanah yang dia pijak juga retak karena tekanan palu milik Yashimaru. Dan yang menjadi aneh lagi, Ice Sword milik Zeno yang digunakan untuk menahan palu Yashimaru menjadi retak.


Tentu saja, itu membuat Zeno menjadi terkejut, Ice Sword yang dikenal ketahanannya, kini mengeluarkan retakan yang cukup besar. Sehingga, apabila tidak segera ditarik kembali, maka Ice Sword milik Zeno akan hancur sepenuhnya.


“Aku akan mengirim ke ibumu!” Yashimaru berteriak sambil mengeluarkan semburan api dari tangan kirinya ke arah Zeno yang sedang tidak bisa bergerak karena menahan pukulan palu milik Yashimaru.


Zeno langsung menciptakan pusaran air untuk menahan elemen api Yashimaru. Sayangnya, api tersebut terus-menerus keluar dan tidak memperdulikan tentang pusaran air milik Zeno.

__ADS_1


Merasa kesal, Zeno langsung menghentakkan kakinya ke tanah dengan cukup keras, sehingga membuat gundukan tanah langsung keluar dan mementalkan palu milik Yashimaru. Kemudian, Zeno langsung meloncat ke belakang sambil menebaskan pedangnya yang memunculkan tebasan api milik Flamon serta air miliknya secara bersamaan.


Yang ada, Yashimaru berhasil menangkis semuanya dengan cukup mudah, selain itu, Yashimaru juga melancarkan beberapa elemen api dengan kecepatan bayangan yang setara dengan kecepatan cahaya.


Zeno menarik napas dan memperkuat posisi kakinya, kemudian dengan kekuatan berpedang, Zeno menebas semua tembakan bola api yang begitu cepat. Bahkan kecepatan tebasan pedangnya hampir tak terlihat dan hanya menyisakan seperti sebuah bayangan pedang.


Dan ketika Zeno berhenti, Yashimaru sudah melapisi tubuhnya menggunakan elemen api seolah dirinya terbakar tanpa masalah. Dia jua langsung menyerang Zeno dari jarak dekat agar Zeno tidak bisa menahan panas api dari tubuhnya.


Justru Zeno langsung melapisi tubuhnya dengan elemen petir dan bergerak cepat ke arah Yashimaru. Sambil mengeluarkan tembakan cahaya yang beruntun dari atasnya. Meskipun begitu, Yashimaru masih sanggup meloncat ke sana kemari dan berhasil menghindari tembakan cahaya.


Zeno memutar pedangnya sehingga pusaran angin muncul di pedang tersebut dan kemudian diarahkan ke arah Yashimaru yang sudah berada di hadapannya. Mengakibatkan Yashimaru sedikit terlempar ke belakang..


Tanpa ragu lagi, Zeno langsung mengeluarkan aliran bawah air untuk menyemburkan air dari bawah yang membuat Yashimaru terlempar ke atas. Dan ketika dia terlempar ke atas, sebuah tombak cahaya muncul di atasnya dan kemudian melesat ke arah Yashimaru.


Dan yang benar saja, perisai kegelapan muncul yang bentuknya sama persis seperti perisai yang melindunginya saat dirinya masih mematung. Namun tampaknya kali ini lebih gelap dan lebih kuat sehingga melindungi dirinya dari ledakan cahaya tersebut.


Zeno langsung meloncat ke belakang dengan begitu cepat, tetapi elemental kegelapan meraih kakinya yang membuat dirinya tidak bisa bergerak sama sekali. Kemudian, Yashimaru berdiri sambil mengayunkan palunya kembali ke arah Zeno.


Zeno menahan rasa sakit dan tidak berteriak, tetapi usai dia terkena pukulan dari palu Yashimaru, dirinya membentur sebuah gunung yang sebelumnya memang ada di alam ini. Hal tersebut membuat dirinya cukup untuk memuntahkan darah segar, meskipun menggunakan zirah tempurung Skarlos.


Dengan membuka matanya, Yashimaru sudah berada di depannya sambil mengayunkan palunya sekali lagi untuk menghancurkan tubuh Zeno hingga tidak bersisa.

__ADS_1


Zeno membuat sebuah kubah cahaya sambil berdiri, selain itu kubah tersebut digunakan untuk menahan pukulan Yashimaru yang mana kubah tersebut semakin membesar dan meledak yang membuat Yashimaru terpental terkena ledakan cahaya.


Dia yang berdiri sambil menggertakkan giginya, tapi siapa yang menyangka bahwa Yashimaru kembali melesat lagi ke arah dirinya. Tidak mau kalah, Zeno langsung bergerak secepat cahaya dan menebaskan pedangnya 360 derajat melalui atas kepalanya, sehingga energi cahaya tidak hanya menyerang Yashimaru, melainkan membelah gunung yang ada di belakang Zeno.


Meskipun begitu, dengan begitu mudah Yashimaru masih bisa menahan kekuatan mengerikan milik Zeno yang dapat membelah gunung seperti itu menjadi dua, yaitu bagian atas dan bagian bawah.


Yashimaru tertawa lebar dan benar-benar menikmati pertarungan ini di saat dirinya dan Zeno bertarung dari jarak dekat setelah Zeno mengeluarkan kekuatan itu. Begitupun Zeno, dia mengangkat ujung bibirnya karena baru merasakan, beginikan melawan sosok musuh dewa terkuat?


“Kau, kau benar-benar lebih kuat dibandingkan Luna. Aku benar-benar terhibur. Mungkin karena sesama pria yang membuat kekuatan kita sepadan.” Kata Yashimaru.


“Aku disamakan dengan dirimu? Jangan harap!” Kata Zeno sambil mengeluarkan ledakan cahaya dari jarak yang begitu dekat sehingga membuat Yashimaru terpaksa harus mundur dan mengeluarkan elemental kegelapannya sekali lagi untuk menghadapi serangan cahaya milik Zeno.


Di saat keduanya beradu elemen cahaya dan kegelapan, tangan kanan Zeno yang memegang pedang, langsung dia tebaskan, sehingga elemen api milik Flamon langsung keluar dan langsung melesat ke arah Yashimaru.


Tak mau kalah, Yashimaru melakukan hal yang sama, sehingga keduanya benar-benar berimbang untuk beradu elemen.


Zeno menggertakkan giginya, kemudian dia menghentikan elemen cahaya sehingga membua ledakan elemen kegelapan milik Yashimaru melesat ke arah dirinya dengan sangat cepat. Tetapi siapa yang menyangka, elemen cahaya milik Zeno langsung muncul lagi dengan sangat kuat seolah tadi Zeno sedang bernapas. Alhasil, ledakan kegelapan milik Yashimaru kalah sehingga menyerang Yashimaru pula.


Yashimaru terpental ke belakang dengan tubuhnya yang masih bertahan, Zeno langsung mundur ke belakang ke arah gunung yang terbelah itu tadi.


Kemudian, Zeno langsung mengangkat separuh gunung dan melemparkannya dengan cukup mudah ke arah Yashimaru yang mencoba untuk fokus dan berdiri setelah mendapatkan serangan telak. Zeno juga berteriak dengan cukup keras di saat dia melemparkan separuh gunung ke arah Yashimaru.

__ADS_1


Mungkin terlihat aneh, tetapi sebagai penguasa elemen tanah, mengangkat gunung dan melemparkannya adalah hal yang cukup mudah bagi Zeno. Sehingga tanpa berpikir panjang, Zeno langsung melakukan hal tersebut.


__ADS_2