
Zeno terdiam di atas es yang terombang-ambing di luar angkasa. Tampaknya apa yang dikatakan Kiba dan Azure ada benarnya, pasalnya dewi Luna menciptakan roh dirinya dua belas tahun sebelum keempat beastnya kembali hidup. Itu artinya, keempat beast Zeno tidak tahu cerita itu.
Zeno segera melupakannya, karena apa yang harus dia lakukan adalah berteleportasi di samping Turse secara langsung meskipun dia dan Turse berbeda dimensi sekalipun. Dan setelah dia sudah berada di dekat Turse, Zeno langsung tergeletak.
Hal tersebut membuat para dewa lainnya yang telah selesai berperang dalam kemenangan langsung terkejut dan langsung menghampiri Zeno, apalagi Turse yang terkejut dan langsung panik setelah Zeno terbaring seperti itu.
Bukan karena lelah, melainkan dia mengingat tentang pertemuannya dengan dewi Luna yang benar-benar mengesankan, bahkan dia sempat meneteskan air mata. Selain itu, dia juga tidak menyangka, selama satu malam dia di alam tersebut, hanya berlangsung beberapa jam di alam ini.
Dia juga tidak mengerti, mengapa dirinya tadi bersikap seperti seorang anak kecil? Seorang anak kecil yang sedang bermain dengan ibunya. Meskipun begitu, Zeno benar-benar ingin melakukan hal itu kembali.
Melihat Turse menghampirinya, Zeno langsung berdiri dan tersenyum kepada Turse, dirinya bisa melihat di sekelilingnya bahwa para pasukan dewa telah mencapai kemenangan, bahkan Zeno bisa melihat para pilar di dekatnya mencapai kemenangan.
"Berapa lama kalian menyelesaikan pertarungan?" Tanya Zeno kepada Turse yang datang tiba-tiba memeluknya dengan sangat erat, seolah dia mengkhawatirkan kondisi Zeno. Sehingga, apa yang dia lakukan adalah membalas pelukan Turse.
"Tidak lama sebelum kau tiba." Jawab Turse sambil menatap wajah Zeno.
Tentunya hal tersebut membuat Zeno begitu terkejut, bagaimana tidak? Dia menghabiskan waktu bersama dewi Luna selama satu malam untuk bermain-main.
Selain itu, dia juga merasa ada yang aneh dengan peringkatnya.
“Tunggu sebentar, kenapa peringkatku tidak lagi dewa abadi?” Zeno mengerutkan dahinya dan membaca peringkatnya dengan seksama, “God of gods? Apa itu?”
Mendengar apa yang Zeno ucapkan, sontak seluruh dewa dari istana Nirwana, tak terkecuali para pilar dewa serta dewa kehidupan dan kematian langsung bertekuk lutut. Hal tersebut membuat Zeno terkejut, bahkan Turse saja yang ada di dekatnya langsung mundur beberapa langkah dan memilih untuk bertekuk lutut.
“Hormat kami yang mulia!” kata mereka serentak dengan cukup keras.
__ADS_1
Zeno yang berdiri di tengah-tengah kerumunan para dewa melihat sekeliling, dengan penuh kebingungan. Kemudian, dia menyuruh seluruh dewa untuk berdiri dan menyuruh para pilar untuk menjelaskannya.
“Ada sebuah peringkat di atas dewa abadi, yaitu god of gods dan hanya dimiliki oleh pemegang tahta dewa secara tidak sembarangan karena yang menduduki tahta tersebut adalah ....” Leght kebingungan untuk menjelaskannya, pasalnya dia tidak ingin mengatakan rahasia yang diberikan dewi Luna.
“Anak dewi Luna, aku tidak salah kan?” Jawab Zeno secara spontan.
Semua pilar dan dua dewa terkejut saat Zeno ternyata sudah tahu tentang rahasia tersebut. Berbeda dengan Turse yang tidak mengerti mengenai apa dikatakan oleh Zeno. Jika tahta dewa hanya bisa di duduki oleh dewi Luna dan anaknya, mengapa Zeno bisa? “Bagaimana maksudnya?” Tanya Turse begitu penasaran.
Zeno kemudian menghampiri Turse dan menunjukkan dua elemen Yashimaru yang telah di bekukan. Kemudian, Zeno menjelaskan kepada para pilar, “Aku diperirntahkan ibu untuk menyegel elemennya yang direbut Yashimaru ke tubuh istriku, jadi, aku harap kalian tidak terkejut.”
“Kami mengerti yang mulia. Segera lakukan sekarang juga, kami akan menjaga jarak agar tidak terjadi hal-hal yang tidak.” Kata dewi kehidupan, kemudian memerintahkan para pasukan dewa untuk mundur berjaga jarak.
“Kami akan membantu menciptakan elemental seednya untuk wadah dua elemen tersebut.” Kata Fore dan Drake yang tidak mundur, karena apabila itu menyegel elemen, maka mereka harus menciptakan elemental seed agar bisa menampung elemental.
“Jika itu elemental seed berjenis kegelapan, tidak perlu untuk menciptakannya lagi, karena ibundaku sudah mencangkoknya. Sehingga, aku meminta bantuanmu, pilar api, Fore.” Kata Zeno.
Zeno memegang kedua tangan Turse dan berkata, “Hanya elemental seed api, jadi tidak sesakit elemental seed kegelapan. Selain itu, itu juga perlu karena sebagai wadah dua elemental ini.”
“Aku mengerti Une.” Turse meyakinkan diri.
Fore tanpa ragu, dia kemudian menciptakan jantung kecil berbentuk api, kemudian dia mendorong tangannya ke dada atas Turse dan melakukannya denan berhati-hati.
Turse mengeram kesakitan, namun Zeno mencoba untuk memberikan energi kehidupan agar Turse kehilangan rasa sakitnya. Meskipun saat melihat istrinya mengeram seperti itu, Zeno benar-benar tidak tega untuk melihatnya.
“Aku sudah selesai tuan, aku sudah mencangkok elemental seed berjenis api. Sekarang tinggal menyegel dua elemen tersebut.”
__ADS_1
“Benar, aku meminta bantuan kalian, pilar kegelapan, pilar api.” Zeno mengulurkan tangannya, memberikan dua elemen yang telah membeku kepada Fore dan juga Drake.
Fore dan Drake meraih dua elemental yang telah membeku tersebut. Kemudian, dengan dilihat oleh ribuan dewa, Zeno kembali menggenggam kedua tangan Turse dan mencoba untuk menenangkannya, “Ini tidak sakit, karena aku pernah seperti ini.”
“Sebelum itu jelaskan kepadaku mengenai ibu dan dewi Luna Une.” Turse mencoba untuk mengobrol kepada suaminya, agar proses penyegelan tidak terasa begitu sakit. Karena saat dia melirik, Drake dan Fore sudah memasukkan tangannya ke dalam organ tubuhnya, selain itu dia juga benar-benar merasakan perih pada tubuh bagian dalam.
“Ceritanya panjang, aku tidak bisa menceritakan kepadamu sekarang juga.”
Belum sempat Turse berbicara untuk menjawab apa yang dikatakan oleh Zeno, tubuhnya tiba-tiba dilapisi oleh elemen kegelapan, matanya juga menghitam dengan api yang keluar dari tangannya. Kemudian, dia membuka kedua tangannya sehingga mengakibatkan energi yang besar keluar.
Alhasil, Drake dan Fore terhempas keluar, bahkan Zeno yang ada di dekatnya juga sedikit terdorong ke belakang karena energi tersebut. Tapi apa yang dikejutkan oleh Zeno, Turse sudah tidak berada di hadapannya, melainkan sudah mendekat ke arah Fore dan Drake sembari mengeluarkan elemen kegelapan dan api.
“Turse!” Zeno berteriak.
Bersamaan dengan itu, Fore dan Drake langsung melompat karena tampaknya Turse benar-benar di luar kendali. Semua pilar langsung berkumpul dan memerintahkan para dewa lainnya untuk bersiaga.
Zeno yang tidak membiarkan itu, kemudian dengan cepat menahan Turse agar tidak mengamuk, sayangnya, pukulan Turse benar-benar begitu kuat dengan elemen api di tangannya yang membuat Zeno terhempas.
Kemudian, Turse melompat dan menghampiri Zeno. Zeno bisa melihat dengan begitu jelas bahwa mata Turse benar-benar menghitam sepenuhnya seperti dirinya menggunakan mode sannin, yaitu matanya bercahaya sepenuhnya.
Dari jarak yang begitu dekat, Turse langsung menembakkan elemental kegelapan ke arah Zeno yang sedang berpikir panjang. Untungnya, Zeno langsung menghindar dengan begitu cepat sambil menahan tembakan elemen kegelapan yang mengikutinya.
Melihat para pilar yang langsung bergerak untuk menyerang Turse, Zeno berteriak dengan sangat kencang, “Jangan ikut campur! Biarkan aku yang akan mengurusnya.”
Para pilar yang mendengar itu langsung mundur menuruti perintah Zeno, meskipun begitu, mereka berharap bahwa tuannya, yaitu Zeno tidak kenapa-kenapa.
__ADS_1
“Turse, sadarlah!” Zeno berteriak sambil menahan ledakan elemen kegelapan dengan perisai cahayanya. Dia juga tidak berani mengeluarkan ledakan cahaya karena tidak ingin melukai Turse.