Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Cincin ruang


__ADS_3

Zeno hanya tersenyum sambil menebaskan Ice Swordnya ke depan, membuat bilah angin tersebut langsung hancur membentur pedangnya. Mungkin jika itu pedang biasa, tak perlu dipertanyakan lagi bahwa pedang itu akan hancur.


Selain itu, Zeno langsung bergerak untuk menyerang serigala Alpha yang ada di hadapannya. Namun, sangat disayangkan sekali, serigala Alpha mengeluarkan sebuah hembusan angin dari bawah sehingga membuat musuh yang ada di hadapannya langsung terlempar ke atas.


Mungkin yang dipikirkan serigala itu sebelumnya, Zeno akan terlempar ke atas, namun siapa yang menyangka, bahwa Zeno masih berdiri tegak sambil melemparkan genggaman tanah ke mata serigala tersebut.


Alhasil, serigala langsung memejamkan mata karena matanya dipenuhi oleh tanah. Dia merasa kesal saat musuhnya bertarung secara licik. Oleh sebab itu, dia berlari kemana saja untuk menghindari pertarungan dengan Zeno.


Zeno tidak membiarkan itu terjadi, serigala Alpha merupakan pemimpin para serigala yang tentunya dapat meningkatkan elemental seed lebih banyak, sehingga tidak mungkin bagi Zeno untuk membiaran serigala itu pergi. Sehingga Zeno kali ini memutuskan menggunakan elemen angin untuk memotong kaki serigala tersebut sehingga tidak bisa berlari.


“Benar-benar membosankan. Aku mengira beast di hutan ini sangat kuat dibandingkan dengan hutan elemental beast. Namun nyatanya, mereka sama saja.” Zeno berkata dengan lirih.


Serigala yang menahan rasa sakit pada kakinya mencoba untuk membuka matanya yang dipenuhi tanah dengan nada tinggi, dia berkata, “Keparat! Tidak manusia, tidak dewa mereka semua benar-benar tidak memiliki hati. Kami para beast hanya ingin hidup dengan tenang.”


“Itu sudah hukum alam. Beast diciptakan untuk membantu manusia seperti itu. Jadi, maafkan aku.” Ucap Zeno sambil memenggal kepala serigala dengan sekali tebasan.


Zeno menghela napas, tampaknya ada sekitar sebelas serigala yang telah mati. Maka dari itu, tanpa berpikir panjang, Zeno langsung mencari elemental crystal disetiap beast tersebut.


Beberapa waktu kemudian, Zeno telah mendapatkan sekitar sebelas kristal pula yang berbeda warna, tergantung elemen apa yang digunakan serigala tadi. Serigala Alpha memiliki kristal  yang lebih besar daripada kawanannya, munkin itu terjadi karena peringkat serigala itu lebih tinggi. Zeno bisa saja menyerap semuanya, terkecuali crystal elemen api yang didapatkan dari serigala api. Masalahnya, bagaimana Zeno membawa kristal sebanyak ini?

__ADS_1


“Akhh, bagaimana jika aku menggunakannya? Tetapi bagaimana? Apakah dimakan sama seperti beast di dunia biasa?” Zeno bermonolog, dia masih bingung bagaimana caranya menggunakan kristal ini. Dimakan? Rasanya sangat tidak mungkin karena kristal-kristal itu sangat keras.


Zeno mencoba untuk menyentuh kristal itu dengan jari kasarnya, rasanya dia seperti sedang menyentuh sebuah energi yang sangat halus, terasa dia merasakan seperti orka elemen angin yang terhembus melewati pori-porinya.


Sebelumnya perasaan Zeno sangat tenang, tidak ada pikiran apa-apa saat menyentuh kristal yang berwarna putih milik serigala Alpha.


Akhirnya, dia mencoba sesuatu, dia duduk bersila sambil mengumpulkan semua crystal elemen di sdkatnya kecuali crystal elemen api. Dia mencoba untuk menenangkan diri, merasakan unsur elemen yang ada pada semua crystal itu dengan hati-hati. Rasanya sangat nikmat di tubuh, bahkan elemental seed yang ada pada dirinya sedikit terisi, namun sangat sedikit. Zeno mengerti, ternyata beginilah menyerap elemental crystal untuk mengisi elemental seednya untuk naik peringkat.


Akan tetapi, Zeno benar-benar terkejut, ternyata dia memiliki lima elemen seed yang mana kelimanya harus terisi penuh untuk naik peringkat. Dia benar-benar merasa jengkel saat mengetahui resiko memiliki elemen yang sangat banyak.


Beberapa waktu kemudian, Zeno membuka matanya saat dia tidak merasakan energi lagi yang terkandung pada crystal elemen. Keadaan sekitar benar-benar sangat gelap yang membuat Zeno tidak bisa melihat sekitar. Mungkin berbeda lagi saat dia memiliki kemampuan Kiba. Sayangnya Kiba tidak berada di dalam tubuhnya.


“Tuan, akhirnya kau sadar setelah menyerap semua elemen crystal itu selama seperti malam.”


Zeno yang mendengar suara itu dari arah belakang, dia langsung refleks meloncat dan menghadap ke arah suara tersebut. Namun bola cahayanya yang menerangi itu membuat dia mengetahui bahwa yang ada di depannya kali ini adalah Azure.


“Azure? Aku kira siapa.” Zeno menghela napas lega saat ternyata bukanlah sebuah ancaman. “Bagaimana bisa kau menemukanku?” Sambungnya sambil bertanya.


“Auman serigala. Aku mendengar itu, jadi aku segera datang dari tempat tersebut. Dan saat aku datang, Anda ternyata sudah menyerap kristal itu.” Azure berkata sambil menghembuskan napas sebelum melanjutkan ucapannya, “Tuan, sangat berbahaya apabila menyerap kristal itu sendirian tanpa penjagaan, apalagi di tempat terbuka yang dipenuhi hewan buas atau elemental beast. Karena menyerap kristal membutuhkan waktu yang lama.”

__ADS_1


Zeno menggeleng-gelengkan kepala sambil berkata, “Aku benar-benar bingung bagaimana caraku membawanya. Selain itu aku benar-benar meminta maaf karena menghabiskan kristal ini dan tidak membaginya denganmu.”


Azure menghela napas sambil melepaskan sesuatu dari jari manisnya, kemudian dia memberikannya kepada Zeno, “Tuan, ini adalah cincin dimensi, cincin ruang, atau cincin penyimpanan, apapun itu namanya. Tampaknya ketika aku lahir kembali, cincin ini masih berada di jariku.”


“Cincin ini memiliki fungsi untuk menyimpan sesuatu yang lebih besar dari cincin ini, bahkan lebih besar dari Anda sekalipun. Semua harta, kristal, barang berharga atau apapun itu bisa tersimpan di cincin ini, terkecuali makhluk hidup. Cobalah, dan masuklah ke dalam cincin tersebut. Aku sudah mengizinkan cincin tersebut agar Anda bisa menggunakannya” Perjelas Azure.


Zeno membuat bola cahaya yang ada di tangan melayang dan langsung menerima cincin itu dengan ragu. Benar-benar sangat tidak masuk akal apabila ada sebuah cincin yang dapat menaruh benda yang berukuran lebih besar dari cincin itu, bahkan barang yang banyak sekalipun. Dia menjadi tidak habis pikir dengan dunia yang ada di sini.


“Bagaimana cara melihat isi ruang dari cincin ini?” Zeno bertanya-tanya.


“Bayangkan saja Anda berada di dalam cincin tersebut.”


Meskipun bingung, tetapi Zeno sama sekali tidak banyak bicara, selain itu dia juga menjadi sangat penasaran mengenai cincin tersebut yang tidak dicerna oleh akal pikiran. Tampaknya, rahasia mengenai dunia ini benar-benar tidak tertulis di buku legenda yang ada di alam Zeno lahir.


Tidak percaya namun penasaran, Zeno mengenakan cincin penyimpanan itu di jari tengahnya, karena jari manis Zeno sudah ada sebuah cincin yang diberikan Turse kepada dirinya. Jadi tidak mungkin dia menggantikannya dengan mudah seperti itu. 


Seperti apa yang diperintahkan Azure, Zeno langsung berkonsentrasi dan membayangkan bahwa dirinya berada di sebuah ruangan di dalam cincin.


Dan, yang benar saja, tiba-tiba kesadarannya berubah  dia merasa seperti berada di sebuah ruangan yang tampak luas. Bersamaan dengan itu, dia membuka mulutnya lebar-lebar, serta tatapannya tidak percaya yang membuat dia kesulitan untuk bernapas saat melihat sesuatu di sekitarnya.

__ADS_1


__ADS_2