Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Kekuatan Yin Yang


__ADS_3

Zeno sama sekali tidak menyerah, dia yakin dirinya bisa menang untuk melindungi Turse apalagi dirinya memiliki elemen yang tidak mereka miliki. Sehingga sebisa mungkin, Zeno hanya menggunakan elemen tanah, petir dan juga cahaya.


Turse juga tampaknya juga sedikit kewalahan mengalahkan Kitsune dan juga Forj. Sering-sering Turse menghujani ribuan anak panah kepada mereka, tetapi Kitsune menghempaskannya dengan begitu kuat sehingga ribuan anak panah itu gagal menghujani diri dan tuannya.


Turse menggertakkan giginya, dia langsung bergerak ke arah Kitsune dan juga Forj dengan jarak dekat. Karena, jika anak panah racun tidak mengenai mereka, maka cara yang mudah adalah menyerangnya dengan jarak yang begitu dekat, sehingga apa yang Turse lakukan adalah menciptakan sebuah anak panah panjang bagaikan tombak yang digunakan sebagai senjata, dan busur panahnya sebagai sebuah tameng.


Sayangnya, Kitsune benar-benar terlalu kuat meskipun peringkatnya berada di bawah Turse. Mungkin karena pengalaman bertarungnya jauh lebih banyak, yang membuat Kitsune jauh lebih unggul dari Turse. Apalagi Kitsune memiliki Forj yang benar-benar membantunya.


“Kitsune, jangan membunuhnya! Tujuan kita adalah membawanya menuju dewa air dan biarkan beliau yang akan menghukumnya.” Kata Forj memberitahu Kitsune.


“Aku mengerti tuan.” Ucap wanita berekor sembilan itu sambil menyerang Turse yang sedang mendekat menggunakan kesembilan ekornya.


Turse tersenyum, kemudian dia memutar anak panah di tangannya dan langsung menancapkan anak panah di ekor Kitsune. Meskipun bersamaan dengan itu, dirinya dijerat oleh delapan ekor lainnya milik Kitsune.


“Kau benar-benar tidak ahli dalam bertarung jarak dekat.” Kata Kitsune dengan tersenyum karena menangkap Turse dengan sangat mudah. Tetapi beberapa detik kemudian, Kitsune langsung memuntahkan seteguk darah berwarna hitam dari mulutnya. Hal itu tentu saja membuatnya terkejut, begitupun dengan Forj.


Berbeda dengan Turse yang sebelumnya mengeram kesakitan karena lilitan ekor Kitsune begitu kuat, kini dia tersenyum meskipun cengkramannya masih begitu kuat. “Racun perusak organ dalam. Siapa yang menyangka bahwa itu akan berguna bagi sosok roh.” Kata Turse dengan suara yang terputus-putus.

__ADS_1


Forj menggertakkan giginya, kemudian dia langsung bergerak secepat angin dan menciptakan sebuah spiral angin di tangannya untuk menyerang Turse. Dia benar-benar sangat marah karena melumpuhkan Kitsune. Bahkan Kitsune juga benar-benar marah dan semakin mencengkram erat Turse, meskipun dia melakukan itu akan membuat tubuhnya benar-benar merasakan rasa sakit.


....


Di sisi lain, Zeno yang melirik Turse dalam keadaan bahaya, dia benar-benar menggertakkan giginya kuat-kuat. Kadita dan Herdon juga benar-benar tidak memberinya sebuah kesempatan untuk pergi. Apalagi pedang yang dia pegang sudah patah yang membuatnya harus menciptakan pedang secara berulang kali.


Namun, saat dia menjaga jarak untuk mengatur napas, Ice Sword berputar di hadapannya secara Vertikal. Hal tersebut membuat Zeno tersenyum sambil melakukan sesuatu, yaitu menghilang dari pandangan musuhnya, namun masih membiarkan pedang tersebut berputar.


“Tebasan elemental! Tebasan racun!”


Siapa yang menyangka, tempat Zeno berpijak kini berubah menjadi Turse sambil menangkap pedang Zeno sambil menebaskan Ice Sword tersebut dengan cepat. Sehingga energi air berwarna hijau keluar menyerang Kadita dan juga Horden. Selain itu, dia juga berlari ke arah mereka kedua, bersama dengan racun yang dia tebaskan di depannya.


Zeno langsung mengatur napas, diikuti oleh Turse yang memunggunginya pula dengan Ice Sword yang ada di tangannya. Zeno melirik, tampaknya Kadita dan Herdon juga terkena efek racun yang membuatnya lumpuh. Karena, Turse sendiri menciptakan racun cair, tetapi Kadita menghilangkan efek cairnya, sehingga racun tersebut benar-benar kering dan berubah menjadi serbuk berwarna hijau yang kemudian dihirup oleh Herdon dan rohnya.


“Aku benar-benar tidak menyangka bahwa kau benar-benar pandai menggunakan pedang.” Kata Zeno tersenyum sambil memuji Turse.


“Une juga benar-benar hebat mengeluarkan panah cahaya? Bisa kita kembalikan senjata kita masing-masing?” Tanya Turse dengan napas terengah-engahnya. Keringatnya bercucuran membasahi kening dan pipinya, dan itu tidak beda jauh dengan Zeno.

__ADS_1


“Tentu, dan kita juga sudah menang.” Ucap Zeno memperhatikan Forj yang penuh luka menarik Kitsune yang juga terluka berat kembali. Begitupun dengan Herdon yang tampaknya kesulitan untuk berdiri tegak, dia juga menarik Kadita kembali ke dalam tubuhnya. Kedua tangan kanan sosok kaisar dewa itu masuk ke dalam portal elemen dengan kekalahan telak mereka.


“Kau! kaisar dewa air dan angin tidak akan mengampunimu karena kau hampir membunuh kami.” Itulah yang Zeno dan Turse dengar sebelum keduanya masuk ke portal masing-masing.


Zeno dan Turse tidak peduli, mereka berdua saling melirik dan tersenyum dengan senjata yang sudah kembali ke tangan mereka masing-masing. Tampaknya, Zeno baru merasakan bertarung bersama dengan Turse untuk melawan musuh, apalagi dengan kekuatan Yin dan Yang, mereka berdua bisa berteleportasi ke masing-masing pasangan, atau bahkan bisa merubah posisi tempat.


“Elemen Yin dan Yang ya. Aku benar-benar tidak menyangka itu bisa membuat aku bisa berpindah ke arah dirimu, atau sebaliknya. Bahkan mungkin berpindah posisi sekalipun, asal keduanya setuju secara cepat.” Kata Zeno memasukkan Ice Swordnya kembali ke dalam selongsongnya.


“Aku setuju denganmu Une.” Turse juga menghilangkan busur panahnya sebelum melanjutkan ucapannya, “Kekuatan dari dewi Luna benar-benar hebat.”


“Tunggu, Kiba, tidak, kalian bertiga sudah bangun?” Zeno memperhatikan dalam tubuhnya bahwa Kiba dan Skarlos sedang duduk bersama Azure yang mana mereka bertiga saling menatap aneh. Wajar saja, itu karena Azure tak lama berjumpa dengan mereka berdua. Sedangkan Flamon, Zeno juga merasakan bahwa dia juga sudah bangun di dalam cincinnya.


“Jika aku tidak bangun, siapa yang mengeluarkan Ice Sword milik Anda yang lupa Anda ambil? Tapi maafkan aku tuan, aku bangun dalam pertarungan akhir tadi, sehingga tidak bisa keluar di awal pertarungan.” Tanya Kiba sembari menjelaskan.


Zeno tersenyum, tampaknya semua beastnya memiliki peringkat raja dewa. Mungkin jika tidak ada pertarungan itu tadi, maka ketiganya tidak akan bangun secara paksa. Tapi Zeno tidak menyalahkan mereka, karena jika mereka tidak bangun, maka Ice Sword tidak akan keluar yang membuat Zeno kewalahan.


“Turse kau kenapa.” Turse yang memunggungi Zeno, dia berbalik badan dan menggapai pundak Zeno serta langsung menyandarkan kepalanya. Dia juga memejamkan matanya di atas pundak Zeno seolah mengalami kelelahan berat.

__ADS_1


Melihat hal itu, Zeno dengan sigap dan langsung menggendong Turse dan membawanya dengan kecepatan cahaya untuk pergi masuk ke dalam tembok ibukota yang hampir remuk.


“Kita tinggal di kerajaan terlebih dahulu agar kau bisa lebih nyaman.” Kata Zeno di depan istana kerajaan.


__ADS_2