Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Naik peringkat secara drastis


__ADS_3

Zeno dan Turse, keduanya membuka mata mereka secara bersamaan dan menyadari bahwa satu kristal yang telah mereka pegang seolah selesai diserap habis hingga mengering.


Namun, Zeno dan Turse sedikit terkejut saat mereka saling melihat dan ada perubahan yang sangat signifikan di peringkat mereka berdua. Bahkan, Turse yang sebelumnya tidak bisa melihat peringkat Zeno, kini bisa melihatnya dengan sangat jelas.


“Kaisar dewa tingkat kesembilan?” Kata mereka secara bersamaan.


Dan yang benar saja, mereka berdua berada yang sebelumnya berada di peringkat raja dewa pertama dan kedua, secara bersamaan mereka sudah berada di peringkat kaisar dewa tingkat sembilan, yang mana satu tingkat lagi akan naik menuju dewa abadi tingkat pertama.


Mereka tidak tahu, mengapa ini sangat cepat? Atau mungkin mereka yang tidak menyadari bahwa ini mungkin sudah hampir berjalan selama beberapa bulan? Entahlah, Zeno sama sekali juga tidak mengetahuinya.


“Atsuba, aku melakukan penyerapan selama beberapa hari?” Tanya Turse kepada beastnya yang berada di peringkat dewa alam tahap kedua. Di sisi lain, Turse juga begitu terkejut saat mengetahui bahwa Flamingo miliknya juga ikut naik peringkat secara cepat, padahal sebelumnya, peringkat Atsuba hanyalah prajurit dewa.


“Hampir tiga bulan, nyonya. Selain itu, aku juga tidak mengerti mengapa peringkatku juga ikut naik secara cepat.”


Turse sempat terkejut, padahal dia merada dirinya di alam bawah sadar tidak memakan waktu yang begitu banyak. Mungkin hanya sekitar beberapa jam. Namun, siapa yang menyangka bahwa dirinya tidak sadar selama tiga bulan? Selain itu, Turse melihat bahwa tumpukan kristal elemen di sampingnya masih utuh, yang menandakan bahwa dia dan Zeno hanya menyerap elemental crystal yang mereka berdua pegang.


“Une, kita tidak sadar selama tiga bulan.” Turse mengatakannya kepada Zeno yang kini tengah dilanda sebuah kebingungan.


“Benarkah?” Sama terkejutnya, Zeno langsung berdiri dari duduk silanya karena dirinya tampaknya telah meninggalkan desa dengan begitu lama yang membuatnya akan prihatin.


“Azure?” Saat dia keluar dari kamar, Zeno melihat Azure sedang memakan seidikit makanan yang cukup untuk dirinya saja. Selain itu, Zeno juga melihat dengan jelas, bahwa Azure berada di peringkat raja dewa tingkat ke delapan.


“Tuan, Anda sudah bangun? Bagaimana dengan nyonya? Maafkan aku karena tidak sempat melihat kedatangan nyonya. Selain itu, aku juga baru saja bangun dari penyerapan kemarin malam. Dan maafkan aku karena tidak membuat makanan lebih.” Ucapnya sambil tersenyum cengengesan.


Turse langsung keluar dari kamarnya setelah mendengar adanya sebuah perbincangan. Azure yang tidak sengaja melihatnya, dia langsung tidak bisa mengunyah makanan di mulutnya karena melihat sesuatu yang tidak biasa, “Nyonya berada di peringkat kaisar dewa tingkat kesembilan?” Tanyanya seolah tidak percaya.


“Tunggu, bagaimana dengan tuan?” Sambungnya.

__ADS_1


“Kau masih tidak bisa melihat peringkatku?” Zeno mengertkan dahinya, “Padahal Turse bisa melihatnya dengan jelas.”


“Ini sangat aneh. Kau masih tidak bisa belihat bahwa Une berada di peringkat kaisar dewa tingkat kesembilan?” Turse juga bertanya dengan sangat janggal.


Bak disambar petir, Azure benar-benar tidak menyangka bahwa tuannya bisa naik peringkat dengan sangat cepat. Hal itu tentunya membuat dia sedikit senang meskipun ekspresi sebelumnya membuatnya tidak percaya dengan apa yang dia lihat.


“Aku serius tuan, nyonya. Aku sama sekali masih tidak bisa melihat apa peringkat Anda.” Azure masih menyangkal, namun dia mencoba untuk percaya bahwa tuannya kini sudah berada di perinkat kaisar dewa.


Zeno keluar dari rumahnya untuk memastikan keadaan desa. Akan tetapi dia sedikit terkejut dengak kondisi desa yang sepi. Mungkin hanya orang tua dan para wanita yang melakukan aktivitas di siang hari ini, dirinya tidak melihat adanya satupun pemuda yang terlihat.


“Apa yang terjadi pada desa?” Zeno bertanya kepada Azure.


“Tadi pagi, aku sempat bertanya kepada Onard mengapa desa sangat sepi. Tapi Onard menjelaskan semua pemuda dikirim untuk turun di medan perang membantu kerajaan Fang melawan kerajaan Ama. Itu terjadi semenjak satu minggu yang lalu.” Azure menjelaskan.


Mendengar hal itu, Zeno menatap Turse. Alih-alih menjadi panik, Zeno dan Turse saling tersenyum satu sama lain seolah memiliki pemikiran yang sama.


“Kau memiliki pemikiran yang sama denganku, Turse?” Tanya Zeno.


Zeno langsung menarik Azure dalam tubuhnya yang belum sempat menyelesaikan makannya. Kemudian, Zeno langsung menarik tangan Turse untuk memwabanya keluar dari rumah dan terbang melayang.


“Une, coba lepaskan tanganku.” Pinta Turse.


“Kau akan jatuh nantinya.”


“Ayolah, coba saja. Tampaknya aku bisa melayang tanpa kau pegang karena kemampuan elemen angin milikku.” Kata Turse.


Menuruti apa yang dikatakan oleh Turse, Zeno melepaskan genggaman lengan Turse. Dan siapa yang menyangka, seperti yang Turse katakan bahwa dirinya benar-benar bisa melayang seolah terbang.

__ADS_1


“Tapi kau tidak akan bisa bergerak secepat cahaya jika terbang sendiri.” Kata Zeno sembari mememagang tangan Turse dan melesat ke arah antara timur dan selatan. Karena kerajaan Ama yang berada di wilayah selatan, serta Fang yang berada di wilayah timur, besar kemungkinan bahwa peperangan terjadi di tenggara.


....


“Sudah kuduga.” Zeno bisa melihat dengan jelas bahwa kerajaan Ama masih melakukan penyerangan di dekat tembok ibukota kerajaan Fang. Dengan kerajaan Fang yang masih mencoba untuk mempertahankan.


“Une, mengapa dua keluarga di alam ini tampak bermusuhan? Sangat berbeda dengan dua keluarga itu di alam manusia.” Tanya Turse penasaran.


“Menurut raja sendiri, Ama memiliki sifat tamak dan gila kekuasaan. Bahkan menurutnya, peninggalan Fang berhak untuk Ama, sehingga Ame mencoba merebut kerajaan tersebut.” Kata Zeno menjelaskan.


Turse di udara, dia mengeluarkan sebuah busur panah yang ukurannya sedikit lebih besar dibandingkan dengan ukuran tubuhnya. Kemudian, dia langsung menarik tai busurnya dan mencoba untuk memanah ribuan pasukan yang tampaknya mencoba untuk memutari tembok dan berniat untuk masuk ke dalam ibukota melalui gerbang timur.


Sebelum melepaskan anak panahnya, Zeno yang melihat itu bergerak ke belakang Turse dan ikut menarik anak panah yang dipegang oleh Turse. Hal itu membuat Turse menoleh ke belakang dan bertanya-tanya.


“Aku akan melemaskan tanganku, sehingga masih tetap kau yang menargetkannya.” Kata Zeno.


Tersenyum, dia langsung menyipitkan salah satu matanya untuk mencapai target yang akurat. Sehingga, saat dia ingin melepaskannya, Turse berkata, “Lepas!”


Mendengar hal itu, Zeno melepaskan anak panah itu seperti apa yang diperintahkan oleh Turse. Mungkin Turse berpikiran bahwa Zeno hanya ingin belajar memanah, tapi siapa yang menyangka, panah tersebut berubah menjadi panah cahaya yang melesat dengan cepat. Menghasilkan silauan yang begitu kuat sehingga menggetarkan langit peperangan.


“Bumm!”


Sebuah kawah tercipta dengan sangat besar di wilayah timur gerbang, bahkan gerbang itu hampir mengalami kehancuran karena terkena dampak dari ledakan panah cahaya yang Turse dan Zeno ciptakan. Tentunya, ribuan pasukanitu menjadi tak tersisa atau menjadi abu tanah yang diterpa angin.


El yang jauh berada di belakang untuk mengejar pasukan tersebut, dengan beribu pasukannya menjadi terlempar karena dampak dari ledakan tersebut. Untung saja, dirinya dan pasukannya tidak terkena dampak seperti merenggut nyawa yang begitu banyak.


“Apa itu tadi?” El bertanya kepada dirinya sendiri untuk mengetahui apa yang terjadi baru saja. Sesekali, dia mengangkat kepalanya ke atas dan memperhatikan Turse dan Zeno sedang menarik anak panahnya.

__ADS_1


“Istri Zeno, berada di peringkat kaisar dewa tingkat sembilan?” Tanya El tidak percaya, dia merasa bahwa tiga bulan yang lalu peringkatnya masih berada di raja dewa tingkat kedua. Tapi dia masih belum percaya, lagipula jaraknya sangat jauh sehingga dia merasa salah melihat.


Zeno dan Turse, keduanya langsung bergerak untuk turun langsung di medan perang yang ada di tembok ibukota arah selatan. Karena, jika itu menggunakan tembakan cahaya seperti semula, itu tidak hanya akan membunuh musuh, melainkan kerajaan Fang juga.


__ADS_2