
“Flamon dari selatan?” Zeno berpikir sejenak setelah mendengar nama yang diberikan oleh Turse atau istrinya. Tentunya, Zeno langsung tersenyum setelah berpikir tidak lama, nama tersebut juga tidak terlalu buruk, serta terlihat menunjukkan bahwa nama tersebut memiliki makna api.
“Aku juga setuju, tidak terlalu buruk.” Zeno berkata dan menatap Suzaku yang masih bertekuk lutut dalam wujud burungnya. “Mulai sekarang, namamu adalah Flamon. Sekarang kau bisa bebas untuk kemana saja, Azure akan menemanimu. Sore nanti, pergilah menuju pelabuhan, karena aku dan nyonyamu akan pergi menuju jauh.”
“Tunggu apa? Tidak, maksudku baiklah tuan, aku mengerti dan siap untuk melakukan tugas dari Anda.” Azure tersentak kaget, dia menghela napas setelahnya karena benar-benar tidak menyangka akan menemani beast yang berlawanan sikap dengan dirinya. Tetapi mau bagaimana lagi, itu adalah perintah tuannya yang tidak bisa untuk ditolak.
Flamon belum bergerak, dia kurang mengerti dengan beberapa keadaan yang membuat terngiang-ngiang di kepalanya. Merasa penasaran, dia akhirnya bertanya kepada Zeno, “Kenapa Nyonya tidak mengontrakku sekarang juga, tapi kenapa justru suatu saat nanti?”
Zeno menarik Kiba dan juga Genbu kembali ke dalam tubuhnya, dan membiarkan Azure melakukan tugasnya itu tadi. Bersamaan dengan itu, dia menjawab dengan wajah datarnya, “Masalah hal itu, kau bisa tanya Azure. Aku tidak memiliki banyak waktu untuk menjawab semua pertanyaanmu itu.”
“Baiklah, aku mengerti tuan.” Flamon berdiri tegak, kemudian dia mengepakkan sayapnya secara berulang kali dan pada akhirnya melesat terbang dari pandangan Zeno.
Melihat hal itu, Azure hanya menghela napas pada tingkah Flamon yang benar-benar kurang ajar. Mungkin dia akan memberikannya sebuah pembelajaran bagaimana etika undur diri kepada seorang tuan. Padahal dia merasa bahwa beast legenda menjadi hewan peliharaan dewi Luna cukup lama, tapi entah kenapa Beast yang satu ini seolah kehilangan otak sehingga membuatnya tidak tahu etika.
“Aku undur diri tuan, selain itu aku akan memberikan pelajaran sopan santun pada burung sialan itu.”
Zeno mengangguk sambil melambaikan tangannya untuk memerintahkan Azure untuk pergi, serta memberitahu sesuatu mengenai Suzaku yang dia tanyakan semenjak tadi.
__ADS_1
Azure melesat untuk mengejar Suzaku yang sudah semenjak tadi melesat, meninggalkan Zeno dan juga Turse yang mana kedua tubuh mereka masih melekat karena Zeno sendiri melingkarkan tanan kananya di pinggul Turse.
“Hey apa maksud Une?” Turse mengerutkan dahinya serta menghadap ke arah Zeno, “Apa kau tidak memikirkan bagaimana perasaan Atsuba setelah aku mengontrak beast legenda?”
Dua manusia itu saling berhadapan, namun tubuh mereka masih bersentuhan karena Zeno masih menahan punggung Turse untuk pergi. Kemudian, tangan kiri Zeno mengangkat dagu Turse menggunakan jari lembutnya dengan begitu perlahan.
“Aku juga punya Kirin dan Uron yang lebih lemah dari mereka bertiga, namun aku juga bisa menggunakannya dengan bijak tanpa berat sebelah. Kau merupakan istriku, seharusnya kau bisa menyiasati agar bisa adil tanpa memandang bulu apakah Flamon merupakan beast legenda atau tidak.” Ucapnya dengan suara yang lembut.
“Baiklah aku mengerti, tapi bisakah agar kau tidak melakukan seperti ini? Satu istana kekaisaran memandangi kita dengan sangat aneh.” Balas Turse sambil melihat sekeliling dengan sangat malu.
Begitupun dengan Zeno, setelah dia mendengarkan apa yang dikatakan oleh Turse, dia melihat sekeliling dengan melepaskan tangannya dari pinggul Turse yang membuat keduanya melekat. Seketika, wajahnya sangat buruk saat mengetahui ada sekitar puluhan prajurit yang menatapnya dengan sangat aneh, tidak, mungkin wajah para prajurit terlihat sangat iri setelah melakukan persiapan untuk menghadapi Suzaku.
Aure dan Selena yang sebelumnya berdebar kencang ketika menghadapi pemandangan yang sangat buruk, yang mana mungkin akan membuat kekaisaran hancur. Mereka hanya tersenyum pahit seolah merasa iri, yaah mereka merasa iri dan ingin sekali untuk segera menikah.
“Kenapa kalian menatap kami solah tidak pernah melihat pasutri melekat seperti ini? Pergilah kalian semua, jangan pikirkan mengenai Suzaku lagi. Dia sudah jinak!” Tegas Zeno kepada seluruh anggota kekaisaran yang melihatnya dengan tatapan yang sangat aneh.
Seluruh prajurit yang sebelumnya hanya bersiap untuk menghadapi Suzaku apabila kaisar mereka kesulitan, mereka semua langsung bubar setelah Zeno berteriak lantang seperti itu.
__ADS_1
“Apa menurut mereka ini sebuah tontonan publik?” Zeno berdecak kesal.
Turse hanya tersenyum kecil. Benar-benar, sikap prajurit apabila melihat Turse dan Zeno yang bermesraan seolah tidak biasa. Padahal, mereka berdua sudah melangsungkan pernikahan selama delapan tahun, tapi tetap saja para prajurit akan berekspresi seolah tidak pernah melihat pasangan suami istri yang sedang melekat.
“Sudahlah Une, apakah kau tidak ingin melihat istrimu berdandan cantik untuk perjalanan nanti? Lihat! Gaunku hampir terbakar karena ulah Suzaku.” Kata Turse dengan lembut.
Memang, Zeno melihat ada beberapa bagian gaun yang terbakar hangus karena mungkin itu adalah ulah Suzaku yang menyerang Zeno di dekat Turse. Sehingga Turse sendiri juga terkena jejak sambaran Suzaku. Untungnya, dia berhasil melompat dengan cepat sebagai gerak refleks untuk menghindari serangan Suzaku.
Akhirnya, Zeno dan Turse ingin kembali menuju kamarnya untuk berdandan lebih elegan lagi. Tidak, nampaknya Zeno berubah pikiran. Dia tidak ingin tampil mencolok dengan mengenakan pakaian seorang kaisar atau Turse yang mengenakan gaun istri kaisar. Dia benar-benar ingin menggunakan pakaian biasa, karena sebelumnya dia sebenarnya benar-benar tidak tertarik dengan pertemuan kaisar teratas. Toh, itu hanya sekedar acara jamuan yang diselenggarakan oleh kaisar Lexus untuk memperkuat perdamaian diantara para kaisar teratas lainnya.
Tapi karena Lexus memaksa Zeno untuk hadir sebagai pelengkap sepuluh kaisar teratas, sekaligus untuk menjaga martabat kaisar peringkat pertama, mau tidak mau Zeno juga akan hadir dalam pertemuan tersebut.
Acara tersebut digelar oleh kaisar Lexus agar para kaisar lainnya lebih bisa saling berteman. Karena akhir-akhir ini, semenjak Zeno menjadi kaisar terkuat setelah mengalahkan Danze, banyak kaisar-kaisar lainnya juga saling berperang untuk naik peringkat. Bahkan Lexus berterus terang, bahwa dirinya diserang selama dua kali hanya karena ada seorang kaisar yang ingin merebut peringkat kedua.
Berbeda dengan Glacies, Zeno sama sekali belum pernah menghadapi kekaisaran yang ingin merebut peringkat pertama. Sekalipun ada, pasukan kekaisaran tersebut tidak menginjak daratan benua Artrik karena dibabat habis oleh Azure yang menjaga langsung perairan benua Artrik dari kejauhan.
Selain itu, dia berpergian menuju benua 99 cahaya untuk menghadiri pertemuan kaisar teratas, juga karena ingin singgah pula di benua negara. Dan itu merupakan sesuatu yang membuat Zeno lebih tertarik, pasalnya dia harus berpamitan kepada kedua kakaknya bahwa dirinya tidak akan lagi berada di dunia ini. Tentunya, dia juga mungkin akan melepas rindu kepada para keponakannya untuk terakhir kali.
__ADS_1
Dan tentunya setelah menuju benua 99 cahaya untuk menghadiri pertemuan, dia tidak akan pulang lagi menuju benua Artrik, yaah lebih tepatnya dia langsung menuju ke tempat di antara empat arah mata angin.