Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God

Penguasa 5 Elemental 2 : To The Throne Of God
Istana Nirwana


__ADS_3

Esok pagi, Zeno dan Turse dan bersiap untuk kembali ke desa Neo Mazzarri. Karena dirinya tidak mungkin terus tinggal di kerajaan karena apabila dirinya di teror oleh dua kaisar itu, itu akan membuat kerajaan Fang terlibat.


“Zeno, ada yang mencarimu.” El datang ke kamar Zeno dengan sedikit panik, wajahnya yang cemas membuat Zeno dan Turse benar-benar mengerutkan dahinya karena penasaran.


“Ada suruhan dari 7 pilar besar datang mencarimu. Aku harap kau lari saja dari kerajaan ini, karena apa yang ku takutkan, para pilar besar memberimu sanksi yang begitu berat.” Kata El menjelaskan.


“Tidak, tampaknya ini tidak ada hubungannya dengan sanksi karena aku hampir membunuh tangan kanan para kaisar itu.” Zeno menjelaskan sambil menarik Turse dan ingin menemui utusan 7 pilar besar yang tampaknya sangat penting baginya.


Dan yang benar saja, di aula ruang pertemuan istana, Zeno dan Turse dikejutkan oleh sosok wanita yang begitu cantik dengan rambutnya yang berwarna emas. Wanita yang datang melihat Zeno itu langsung tersenyum tipis seolah senang dengan kedatangan Zeno dan juga istrinya.


Tidak hanya itu saja, wanita yang duduk itu itu juga ditemani oleh raja dan ratu yang tampaknya menyambut utusan tersebut. Karena tidak mungkin mereka berdua mengabaikan tamu istimewa yang merupakan utusan dari 7 pilar besar. Meskipun begitu, Fang An tampaknya berdebar kencang karena apa yang dia takutkan adalah 7 pilar besar memberikan sanksi kepada Zeno, dan hal tersebut keluarga Fang akan terseret juga.


“Tuan Zeno, aku Viona, utusan dari nona Leght diperintahkan untuk menjemput Anda. Karena ada masalah genting yang harus segera dibicarakan dan diselesaikan. Tuan tenang saja, ini tidak ada hubungannya dengan masalah Anda kepada tangan kanan dua kaisar itu seperti raja Fang An bicarakan.” Kata utusan itu menatap aneh Fang An.


Mendengar apa yang dikatakan oleh sang utusan, itu membuat seluruh keluarga Fang yang ada di tempat tersebut seketika terdiam. Masalahnya, mereka mendengar secara langsung bahwa dia memanggil Zeno dengan sebutan tuan, yang mana itu menunjukkan bahwa utusan tersebut benar-benar menghormati Zeno.


“Ada masalah apa? Kenapa bibi Leght memanggilku sepagi ini?” Tanya Zeno penasaran.


Lagi-lagi terkejut, semua keluarga Fang langsung menatap Zeno karena dia menyebut Leght yang merupakan anggota 7 pilar besar dengan sebutan bibi. Padahal, Zeno sendiri hanya suka saja memanggil Leght dengan nama bibi, dan Leght sendiri juga tidak masalah dulu.

__ADS_1


“Une, siapa itu bibi Leght?” Tanya Turse yang tampaknya takut, karena suaminya berurusan dengan 7 pilar besar. Selain itu wajahnya juga masih terlihat begitu sedih atas insiden kemarin.


“Kau akan tahu nanti.” Zeno tersenyum ke arah Turse, kemudian dia menatap utusan itu sambil menganggukkan kepalanya. “Jika memang ada masalah serius, kami bersedia untuk datang.”


“Baiklah tuan, jangan berpikir kami tidak mengundang nyonya juga, maka dari itu, nyonya Turse juga diharapkan untuk ikut. Tuan, Anda bisa bergerak secepat cahaya?” Kata utusan itu sembari bertanya.


“Meskipun kalian tidak mengundang istriku, maka aku akan tetap membawa istriku. Selain itu, aku pastinya bisa bergerak secepat cahaya.” Ujar Zeno sambil memegang erat tangan istrinya, karena dia tahu apa yang terjadi setelah ini.


“Raja Fang An, aku akan membawa dua anggota keluargamu terlebih dahulu. Tuan, ikuti aku!” Ucap utusan itu yang kemudian seketika menghilang dan bergerak secepat cahaya melewati pintu keluar yang terbuka.


Begitupun dengan Zeno, tidak ingin tertinggal jejak utusan dari 7 pilar itu, dirinya langsung bergerak secepat cahaya dan langsung meninggalkan tempat. Meskipun begitu, dia masih mengucapkan kata pamitan kepada para keluarganya yang mana terdengar saat Zeno benar-benar pergi.


Saat ini, Zeno dan Turse berdiri di atas awan tanpa masalah. Tidak hanya itu saja, di hadapannya ada sebuah istana besar yang berdiri seolah istana tersebut melayang di atas awan.


Viona yang berdiri di atas awan juga mempersilahkan Zeno untuk masuk ke dalam istana kekaisaran tersebut. Tak disangka, apa yang membuat Zeno terkejut, Zeno benar-benar disambut dengan sangat baik oleh wanita yang mengenakan gaun emas dan tampak terlihat begitu cantik yang tidak lain merupakan Leght.


Tidak hanya Leght saja, Winder, Watur, Ert, dan juga Eghtner menyambut Zeno dengan senyuman hangat mereka. Bahkan Zeno bisa melihat dengan jelas bahwa Winder dan Eghtner yang sebelumnya bersikap dingin dan berwajah datar, kini justru berubah sebaliknya dan lebih berekspresi, berbeda dengan Watur yang tampaknya masih terlihat begitu malas.


Mungkin ada yang asing menurut Zeno, dirinya jua melihat sosok cantik dengan rambut warna merah yang mungkin terlihat mirip dengan Flamon, hanya saja orang tersebut merupakan wanita. Yang memiliki bola mata berwarna merah sambil tersenyum ceria kepada Zeno juga Turse. Selain itu, di sebelah penguasa api yang bernama Fore, terdapat sosok pria dengan aura yang sedikit gelap, walaupun wajahnya tidak terlalu mengerikan.

__ADS_1


“Tuan, selamat datang di istana utama 7 pilar, dan juga singgasana yang sebelumnya ditempati dewi Luna berada.” Leght menyambut Zeno dengan penuh hormat.


Zeno yang mendengarnya saja begitu terkejut saat Leght memanggilnya dengan sebutan tuan. Bahkan Turse sekalipun yang memandang mereka bertujuh memiliki peringkat dewa abadi tingkat kesembilan yang tampaknya itu merupakan tingkatan paling akhir menghormati Zeno yang secara harfiah memiliki peringkat kaisar dewa tingkat kesembilan.


“Bibi Leght, kenapa Anda memanggilku dengan sangat formal seperti itu?” Tanya Zeno begitu penasaran.


“Bibi Leght? Kau setua itu?” Fore menutup mulutnya karena dia tidak ingin tertawa begitu keras. Tampaknya sangat lucu saat temannya dipanggil seorang bibi.


Mendengar hal itu, Leght hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya sambil menyentuh kedua pelipisnya. “Maafkan aku tuan, sebaiknya Anda memanggilku dengan namaku secara langsung.”


“Aku belum memperkenalkan dua penguasa ini kepada Anda, dan nyonya.” Kata Ert langsung angkat suara karena Leght terlalu lama untuk menjelaskan. “Sang penguasa api itu bernama Fore, sedangkan sang penguasa kegelapan, dia bernama Drake.”


Zeno menatap mereka berdua, tampaknya mereka memang sang penguasa api dan kegelapan yang mana Zeno sendiri baru menemuinya kali ini. Dengan mereka yang memiliki peringkat dewa abadi, membuat Zeno membayangkan pasti dirinya kalah telak dengan mereka berdua, secara, Zeno masih memiliki peringkat yang rendah dibandingkan mereka berdua.


Sedangkan Turse, dia masih tidak menutup mulutnya karena dia tidak percaya dengan apa yang dia dengar. Masalahnya, dirinya dipanggil Nyonya oleh salah satu 7 pilar besar yang merupakan pangkat tertinggi setelah para kaisar dewa?


“Mari tuan, nyonya, Anda dipersilahkan masuk kedalam istana Nirwana ini. Karena kita juga mempunyai tamu yang datang dengan membawa sebuah pesan yang sangat penting.” Eghtner dengan perkataan sopannya langsung membuka jalan bagi Zeno dan Turse, mempersilahkan masuk mereka berdua.


Zeno dan Turse, keduanya masuk ke istana yang katanya adalah Nirwana tanpa masalah, meskipun keduanya benar-benar ragu dan grogi karena baru kali ini dihormati oleh sosok penguasa elemen. Selain itu, Zeno juga bertanya-tanya, siapa yang membawa pesan penting itu sehingga dirinya dipanggil menuju istana Nirwana ini?

__ADS_1


__ADS_2