
Ivon tersengat aliran petir pada bagian perutnya, sehingga membuat tubuhnya mati rasa dalam sekejap. Selain itu, dia juga terlempar ke belakang sejauh beberapa meter sambil memuntahkan seteguk darah segar yang membuat Ivon sendiri melihat apa yang dilakukan Zeno dengan penuh rasa tidak percaya.
Tidak hanya Ivon, penduduk desa yang melihatnya sangat kaget saat Zeno melakukan tindakan seperti itu. Namun, mereka menghela napas saat sosok yang melawan kepala desa di hajar di tempat oleh orang yang sama sekali tidak memiliki peringkat elemental. Disisi lain, mereka juga merasa aneh, bagaimana bisa seseorang yang tidak memiliki peringkat elemental bisa mengeluarkan elemental? Apalagi tadi Zeno mengeluarkan elemen petir untuk memukul Ivon.
Ivon yang terlempar, dia langsung berusaha untuk berdiri sambil menatap Zeno dengan penuh kebencian. Mengusap ujung bibirnya yang basah dengan sebuah darah, Ivon mengepalkan tangan yang lainnya dengan begitu erat, sehingga, di antara kepalan itu terdapat sebuah elemen petir berwarna orange yang menyala dan mengeluarkan suara khas.
Zeno melambaikan tangannya ke atas sekali sebelum dia pergi meninggalkan Ivon. Dia tahu bahwa Ivon nanti akan menyerangnya lagi dengan menggunakan elemen petir di tangannya, namun Zeno hanya berpura-pura tak acuh agar Ivon semakin marah.
Dan yang benar saja, dengan kecepatan kilat, Ivon sudah berada di hadapan Zeno sambil menyerangnya menggunakan elemen petir di tangannya. Wajah yang sebelumnya terlihat cemberut, kini berubah menjadi sebuah senyuman jahat dan beranggapan bahwa riwayat pria di hadapannya sudah tamat. Emosinya yang tidak bisa ditahan membuat dirinya lupa, bahwa ada Azure yang memiliki peringkat di atasnya, dan merupakan teman Zeno, dia sudah tidak peduli lagi dan hatinya hanya ingin membalas Zeno.
Zeno menarik elemen petir yang ada di genggaman Ivon dengan tangan kosong, benar, dia menarik dengan sendirinya tanpa bermasalah yang membuat Ivon yang tersenyum jahat berubah menjadi senyuman pahit saat melihat petir di tangannya direbut Zeno dengan sangat mudah.
Ivon yang ada di hadapan Zeno dia terjatuh saat dirinya dipukul telak saat bersamaan dengan Zeno yang merebut elemen petirnya. Sehingga, Ivon sendiri tumbang ke bawah. Tidak hanya itu saja, elemen petir yang dia rebut, dikembalikan kepada Ivon lagi. Tentunya, dia tidak asal-asalan mengembalikannya, melainkan dia sambar ke arah tubuh Ivon yang tumbang.
“Beginikah rasanya melawan seseorang yang memiliki peringkat jauh dibawah kita?” Zeno melihat dirinya sendiri dan melihat perbedaan peringkat di antara Ivon dan dirinya. Namun sayangnya, tidak ada seorangpun yang bisa melihat dirinya berada di peringkat apa. “Disisi lain aku memiliki kemampuan sang penguasa, sehingga tampaknya aku begitu berlebihan untuk menghajarnya.” Batinnya.
__ADS_1
“A-anda!” Onard membuka mulutnya terkejut saat Zeen bisa memegang petir milik Ivon. Pasalnya, Onard sendiri juga akan tersengat hebat saat terkena elemen petir milik musuh. Namun kali ini, dia melihat dengan matanya sendiri bahwa Zeen bisa memegang elemen petir milik musuh. Tentunya yang melakukan itu bukanlah sembarang orang kecuali seseorang yang memiliki kemampuan sang penguasa. Yaa, tampaknya Onard menyadari bahwa pria di dekatnya yang tidak lain merupakan Zeen atau Zeno memiliki kemampuan sang penguasa.
Dia mengerti, mengapa Zeen bisa menghentikan pertarungan antara dirinya dan Ivon dengan sangat mudah. Dia juga mengerti bahwa Zeen bukan tidak memiliki peringkat, melainkan peringkatnya tersembunyi hingga tidak ada seorang pun yang tahu.
Untuk memastikan, Onard mencoba untuk menahan Zeno yang hendak pergi dengan bertanya sesuatu, “Tuan, apakah, apakah Anda memiliki kekuatan sang pe ....”
“Kepala desa! Ada beberapa elemental beast yang menyerang!” Salah seorang membawa tombak menghadap kepala desa dengan membawa berita buruk yang sudah umum didengar oleh Onard. Sehingga apa yang dilakukan Onard langsung bergegas untuk mengusir elemental beast tersebut.
Zeno yang hendak pergi bersama Azure kembali terhenti saat ada kabar mengenai serangan elemental beast. Mereka melihat bahwa penduduk desa benar-benar kocar-kacir dan memilih untuk masuk ke dalam rumah daripada
“Tuan, sebaiknya kita masuk ke dalam rumah.” Pinta Zera kepada Zeno dan Azure agar mereka masuk ke dalam rumah. Sedangkan serangan elemental beast agar diurus oleh ayah dan beberapa prajurit desa.
Dari atas, Zeno melihat dengan jelas ada beberapa elemental beast seperti salamander raksasa dan juga burung-burung terbang mengamuk dan memporak-porandakan wilayah selatan. Untungnya wilayah selatan ini hanya berisi reruntuhan rumah dan juga pagar tanah yang sudah tidak berfungsi.
Zeno juga melihat, elemental beast yang mungkin memiliki peringkat tertinggi adalah prajurit dewa tahap kesembilan. Sehingga hal itu kemungkinan akan membuat kepala desa Onard akan sangat kerepotan untuk menghadapinya. Zeno mengerti, tampaknya elemental beast yang membuat kerusuhan hanyalah elemental beast yang berada di peringkat bawah. Sedangkan elemental beast yang berada di peringkat atas memilih untuk bersembunyi karena rawan diburu oleh dewa lainnya untuk dijadikan sebuah partner, maka dari itu Zeno sama sekali belum menemukan beast yang memiliki peringkat tinggi.
__ADS_1
Jikapun ada dan itu menyerang desa ini, maka bisa dipastikan desa ini akan luluh lantah sejak lama karena tidak bisa menghadapinya.
Melihat kepala desa dan para prajurit desa yang kewalahan, Zeno berinisiatif untuk membantunya. Kali ini dia ingin ikut campur karena ada hubungannya dengan kemaslahatan orang banyak. Selain itu, yaa tentunya dia ingin mendapatkan elemental crystal tersebut.
Tidak, tampaknya Zeno mengurungkan niatnya untuk memungut elemental crystal. Lebih baik dia memberikannya kepada penduduk desa yang jauh lebih membutuhkan.
Sehingga, apa yang dia lakukan dari atas sana adalah mengulurkan tangannya dan membuat puluhan kristal es dengan ujung yang sangat tajam.
Beberapa detik kemudian, kristal es itu langsung jatuh dengan diatur oleh Zeno. Karena apabila tidak diatur, maka kristal es itu akan mengenai orang desa yang sedang melawan elemental beast.
“Kepala desa! Ini jauh lebih banyak dari biasanya. Bagaimana ini?” Salah seorang yang membawa perang menebaskan pedangnya ke depan, sehingga elemen api muncul dan menebas serangan dari elemental beast yang mengeluarkan angin. Tampaknya, orang tersebut juga merasa sangat kesulitan, karena tidak hanya melawan satu beast, melainkan dua beast dengan satu di sisi kanannya.
Kepala desa tidak menghiraukan, masalahnya dirinya juga sibuk terus menerus mengeluarkan elemen petir untuk menyambar beberapa beast yang merepotkan. Belum lagi ada beast terbang yang jauh sangat merepotkan dengan kuku tajamnya seolah bersiap untuk mencabik-cabik warga desa.
“Gelombang petir!” Onard mengeluarkan sebuah gelembang dari tangannya mengarah ke arah beast terbang yang sedang melesat ke arah dirinya. Namun sayangnya, burung tersebut mengepakkan sayapnya sehingga membuat elemen anginnya bisa mematahkan elemen petir Onard dengan sangat mudah.
__ADS_1
Disisi lain, dengan memperhatikan dengan seksama, Onard dapat melihat Zeno yang jauh di atas burung tersebut sambil melakukan sesuatu. Dan bersamaan dengan itu, seekor burung yang menjadi lawannya tiba-tiba terjatuh di sebelahnya, dengan sebuah kristal es yang menancap pada bagian kepala burung itu.
“Hujan kristal es?” Onard yang kembali memandang ke atas, dia begitu terkejut saat melihat pemandangan yang kemungkinan sangat merugikan.