
Putri Lie dan ketiga temannya tiba diujung lorong yang ternyata berada dipinggir kota. Secepat ini mereka sudah tiba disana dan tidak menyadari jalanan yang sudah mereka lewati.
"Dimana kita sekarang?" tanya Yuyu
"Kita sudah diperbatasan kota" jawab Jeje.
"Bagaimana Permaisuri bisa tahu jalan yang sampai sini? bukankah kemarin lorong ini tembusan dari hutan?" tanya Jeje penasaran.
"Jangan panggil aku seperti itu Je! kau mau aku pukul ya!" ucap Lili melotot galak.
"Maaf, aku lupa" Jeje menunjukkan cengirannya.
"Dasar orang tua" ejek Wuwu
"Apa maksudmu? siapa yang orang tua? aku masih muda dan sangat tampan kau tahu!" Jeje tidak terima dengan ucapan Wuwu.
"Hanya orang tua yang sering lupa, dan kau sudah sering ikut dengan kami keluar seperti ini tapi masih saja kau lupa, dasar orang tua!" tekan Wuwu pada kalimat terakhirnya.
Jeje melotot tidak suka dengan ejekan Wuwu padanya dan akan melayangkan protesnya kembali. Tapi ucapan Yuyu membungkamnya seketika.
"Sudah cukup! kalian sudah dewasa masih saja seperti anak kecil, kau juga Je, aku heran kenapa Mei sampai mau dengan lelaki cerewet sepertimu" tukas Yuyu.
Jeje dan Wuwu diam mendengar ucapan dari Yuyu yang ternyata lebih galak dari Permaisuri mereka. Sedangkan Lili yang sudah terbiasa dengan perdebatan kecil mereka hanya diam saja tanpa berkomentar lagi.
"Kemana tujuan kita sekarang?" tanya Lili akhirnya setelah keadaan hening.
"Kita akan kekuil Lowyan, disana orang-orang ku sudah menunggu kita dan dari mereka juga kita akan mendapat berita selanjutnya" ucap Yuyu.
"Baiklah kalau begitu kita pergi sekarang, apa kau bisa melompat dan berlari cepat Yu?" Lili melihat wanita disampingnya itu tersenyum manis padanya.
"Ayo kita mulai" Yuyu melompat dan langsung melesat begitu saja keatas pohon dihadapan mereka.
"Lumayan juga" gumam Lili tersenyum miring.
Dengan cepat Lili, Jeje dan Wuwu melesat juga menyusul Yuyu yang sudah jauh didepan mereka. Tapi dengan mudahnya mereka mengimbangi kecepatan Yuyu.
Ditengah perjalanan, mereka tiba-tiba berheti disalah satu pohon yang lumayan lebat daunnya hingga tidak mudah melihat apa yang ada diatasnya. Tidak jauh dari pohon tempat mereka berpijak, ada beberapa orang pria yang tampak sedang berdiskusi.
__ADS_1
Nampaknya mereka merencanakan sesuatu hingga harus menggunakan penyamaran dengan pakaian wanita yang mereka bawa.
"Wu, mendekatlah kesana tanpa diketahui dna cari tahu apa yang mereka lakukan" ucap Lili.
"Iya" Wuwu langsung mendekat dengan ilmu bayangannya agar lebih mudah dan tidak diketahui musuh.
"Kira-kira siapa mereka? aku yakin itu bukan perampok atau kelompok penjahat lainnya" ucap Yuyu.
"Dari cara mereka memberi hormat sepertinya itu prajurit kerajaan!" sahut Jeje.
Tanpa sengaja mata Yuyu melihat pakaian jatuh dibawah salah satu orang itu. Dan alangkah terkejutnya ia saat melihat pakaian seragam yang tentunya sangat ia tahu milik siapa.
"Bukankah itu pakaian prajurit dari kerajaan Hun?" serunya spontan.
Lili dengan yang disampingnya dengan cepat membungkam mulut Yuyu yang berbicara sedikit keras hingga para pria itu menghentikan aktifitas mereka yang sedanf berdiskusi.
"Jangan berisik, tunggu Wuwu datng saja untuk memastikannya" ucap Lili melepas tangannya dari mulut Yuyu yang mengangguk padanya. Tapi aku yakin itu milik kerajaan Hun pikirnya.
Wuwu muncul tiba-tiba didekat mereka dan membuat ketiga orang yang sedang serius mengamati setiap pergerakan dibawah menjadi kaget. Bahkan Jeje hampir terjungkal jatuh dan Yuyu hampir berteriak jika Lili tidak membungkamnya lagi.
"Mengagetkan saja" gerutu Jeje namun tidak ada yang menanggapinya.
"Mereka mata-mata yang akan dikirim kekediaman kita dan juga istanan sebagai melalui seorang selir diharem yang bernama Xin" ucap Wuwu.
"Oh jadi begitu ya, Selir ini bernyalu juga untuk menghianati raja" senyum miring Lili terlihat semakin menyeramkan saja.
"Apa yang akan kita lakukan pada mereka? aku tidak ingin jika mereka sampai masuk keistana putraku akan dalam bahaya karena mereka pasti akan menjadikan orang-orang terdekat raja sebagai sasaran dan putraku akan jadi yang pertama bagi mereka" ucap Yuyu terlihat cemas.
"Tenangkan dirimu Yu, kita akan tetap mengirim mereka keistana tapi bukan untuk melukai siapapun melainkan menjadi senjata paling tajam bagi seseorang" Lili mengeluarkan beberapa jarum dan melemparkannya pada orang-orang dibawah sana.
Semua orang itu berteriak kesakitan dan bahkan ada yang tumbang karena tidak tahan dengan sakitnya, tapi segera bangun kembali setelahnya.
"Apa yang kamu lemparkan Lili?" tanya Yuyu penasaran.
"Nanti kalian akan tahu, sekarang ayo kita turun dan bermain dengan mereka" ucap Lili mendapat anggukan ketiga temannya.
Sedangkan dibawah ada 5 orang yang sedang kebingungan dengan apa yang terjadi pada mereka dan teman-temannya yang justru menutup mata.
__ADS_1
"Hei bangun kenapa kalian tertidur, kitakan diminta Jendral untuk.. Untuk apa ya?" tanya seorang dari mereka bingung.
"Aku juga tidak tahu Jendral memerintahkan apa pada kita" jawab temannya.
"Ah kepalaku pusing" ucap pria yang baru membuka matanya
"Kenapa kalian tidur disini! semalam Jendral memerintahkan apa pada kita!" kata yang lain
"Kenapa tanya aku? mana aku tahulah kita disuruh apa, tanya saja pada ketua mungkin dia tahu" jawab orang yang pusing tadi cuek.
Sedang mereka sibuk dan berdiskusi tentang apa yang diperintahkan atasannya. Mereka dikejutkan dengan datangnya empat orang berpenutup wajah dihadapan mereka, dua pria dan dua wanita.
"Maaf kami numpamg tanya, jalan menuju kerajaan Hun kemana ya?" tanya siwanita berpenutup hitam dengan suara tegasnya.
"Kalian siapa dan ada perlu apa kesana?" tanya mereka.
Senyum licik muncul dibalik penutup hitam itu yang jika dilihat langsung akan terasa sangat menyeramkan.
"Kami hanya pengembara yang ingin menjelajahi setiap negara dengan menyelidiki banyak kasus, selain itu kami juga pembunuh bayaran untuk orang yang bisa membayar tinggi pada kami" ucap wanita penutup hitam itu.
"Kalau begitu ikutlah denganku karena kalian pasti akan mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan bayaran yang lebih tinggi nanti" seru yang lain dengan senang.
"Apa maksudmu? kau akan bawa mereka kemana? bagaimana kalau mereka berbohong?" bisik temannya yang lain.
"Diamlah Raja kita sangat membutuhkan orang seperti mereka ini untuk masalahnya" sahut yang lain lagi.
"Kalau begitu ayo kita pergi sekarang" pria yang tadi menawarkan diri untuk membawa merekapun berjalan didepan tanpa memperdulikan teman-temannya yang berisik disana.
Setelah cukup jauh dari teman-teman pria yang didepan mereka, barulah Lili memberi kode dengan tangannya yang mengibas kebelakang pada ketiga temannya.
Ketiganya yang menyadari hal itu langsung bergerak kembali pada orang-orang yang akan menjadi mata-mata itu. Tanpa banyak tanya dan bicara lebih dulu mereka langsung menghabisi semaunya tanpa sisa disana.
Hanya tinggal satu orang yang terus diikuti Lili saja yanh tersisa dari 20 orang tadi. Jeje, Wuwu dan Yuyu sudah kembali kesamping Lili yang mengikuti orang didepan mereka sekarang.
Tidak lama tibalah mereka disebuah tenda yang cukup mewah dengan banyak prajurit yang menjaga disekitarnya.
Melihat temannya kembali dengan membawa orang asing bersamanya, segera saja mereka melapor pada atasan mereka yang ada didalam tenda.
__ADS_1
Lalu keluarlah seorang pria tinggi dengan jambang yang tebal dna kumis tebal. Sangat menyeramkan untuk Lili dan Yuyu melihatnya yang tidak mengenakan sama sekali walau untuk sekedar dilirik saja.