Permaisuri Idaman

Permaisuri Idaman
40


__ADS_3

Perjalanan kali ini terasa menyenangkan bagi Putri Lie karena ia memiliki banyak waktu untuk bermesraan dengan sang suami. Apa lagi Pangeran Jun yang sangat perhatian padanya, semua keinginannya pasti di penuhi oleh Pangeran Jun meski mereka sedang di jalan.


Seperti kali ini Putri Lie sedang memakan kue bunga persik kesukaannya, entah kenapa ia tiba-tiba ingin makan kue itu padahal jalanan yang sedang mereka lalui adalah hutan. Meski sempat bingung akan mendapatkan kue itu dimana, tetapi syukurnya Mei membawa kue yang sedang di inginkan oleh Putri Lie itu.


"Sweetyy kamu belum kenyang ya! padahal kamu sudah makan dari tadi loh" ucap Pangeran Jun bingung dengan nafsu makan sang istri yang lebih banyak dari biasanya


"Apa aku menghabiskan semua stok makanan kita?" tanya Putri Lie sedikit cemas karena rakut ia sudah menghabiskan semua makanan mereka.


"Tidak, hanya saja kamu terlihat lebih banyak makan dari kemarin tidak takut gemuk" seru Pangeran Jun yang justru mendapat wajah sedih dari Putri Lie


"Jadi maksud kamu aku gemuk gitu! terus kamu mau cari yang lain gitu!" ucap Putri Lie galak


"Bukan begitu sweetyy, bagaimana pun keadaan kamu, aku akan terima apa adanya dirimu karena aku mencintai kamu bukan dari bentuk tubuh tetapi sikap dan kepribadian kamu. Bentuk tubuh indah dan seksi itu tambahan yang aku dapatkan dari kamu yang paket komplit ini" Pangeran Jun mencubit kecil ujung hidung istrinya dan tersenyum manis agar sang istri tidak marah.


"Bener ya kamu terima aku apa adanya, kalau nanti aku hamil terus perut aku besar kamu jangan cari wanita lain ya" goda Putri Lie


"Kamu hamil benarkah! sejak kapan sweetyy kenapa tidak memberi tahuku?" ucap Pangeran Jun antusias karena menganggap serius ucapan sang istri


"Aku bilangkan kalau honey, bukan beneran jadi ya belum pasti" kata Putri Lie menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Memangnya kamu tidak mau hamil, aku ingin segera punya anak sweetyy" Pangeran Jun membenamkan wajahnya pada ceruk leher Putri Lie sambil memeluknya


"Aku juga ingin tapi mungkin tuhan belum memberi kita kepercayaan mengurus seorang anak, jadi bersabar ya" Putri Lie membelai kepala sang suami lembut


"Sepertinya kita harus berusaha lebih keras lagi setelah pulang nanti supaya dia cepat hadir di sini" kata Pangeran Jun sembari mengelus perut rata Putri Lie.

__ADS_1


Di balik senyum dan tawa yang di tunjukkan Pangeran Jun pada Putri Lie tersimpan sebuah kekhawatiran besar akan kehilangan sang istri. Namun ia percaya akan cinta mereka yang sudah kuat seiring berjalannya waktu dan ia juga akan melakukan berbagai cara untuk melindungi wanita yang sangat di cintainya ini selain sang ibu.


Matahari sudah berada tepat di atas kepala dan sinarnya sudah menyengat bumi dengan panasnya. Rombongan Pangeran Jun berhenti sejenak untuk beristirahat karena mereka juga sudah lapar.


Para pelayan menyiapkan makanan seperlunya untuk di santap siang ini. Mereka makan bersama beralaskan daun-daun kering yang jatuh dari pohon, dengan posisi mengelilingi kedua tuan mereka atas permintaan Pangeran Jun.


Pangeran Jun merasa seperti ada yang sedang mengawasi mereka sejak masuk hutan dan hal yang sama di rasakan pula oleh ketiga pengawalnya yang langsung mengambil posisi di dekat tuan mereka.


Sedangkan pengawal lain sudah bersiap dengan kemungkinan terjadi serangan tiba-tiba. Gerakan siaga mereka yang perlahan dan bahkan tidak di sadari oleh Putri Lie dan pelayan wanita itu berhasil mengecoh orang-orang yang mengintai mereka.


Orang-orang berbaju hitam muncul dan mengelilingi rombongan Pangeran Jun yang memang melingkari tuan mereka. Pelayan wanita segera menepi ketengah bersama Putri Lie dan Pangeran Jun yang melindungi istrinya.


"Serahkan wanita itu pada kami segera" ucap salah satu dari mereka


"Siapa yang kau maksud banyak wanita di sini?" seru Tei


"Memangnya kau siapa hingga menginginkan Permaisuri kami, bukan orang penting juga" kata Jei


"Penting atau tidak itu bukan urusan kalian yang penting berikan wanita itu secepatnya" bentak lainnya dengan geram.


"Katakan siapa kalian jika memang menginginkan istriku, agar aku tenang menyerahkannya pada kalian" ucap Pangeran Jun mengagetkan semua orang termasuk Putri Lie yang sudah melotot padanya.


"Kau pikir kami akan memberi tahukannya padamu jangan berharap" kata orang itu


"Kalau begitu jangan harap juga mendapatkan apa yang kalian inginkan" sambung Jie yang sudah tahu tujuan sang tuan

__ADS_1


"Kami orang-orang dari kerajaan di daerah Timur" seru suara dari belakang orang-orang itu dan mengagetkan teman-temannya.


Pangeran Jun tersenyum sinis karena tebakannya sejak awal ternyata benar adanya dan tidak meleset.


"Katakan pada Raja mu kalau keinginannya itu tidak akan pernah tercapai karena aku Pangeran Jun Xiao tidak akan membiarkan siapa pun menyentuh istriku" ucap Pangeran Jun lantang dan tegas.


"Kurang ajar, serang mereka dan bawa wanita yang paling cantik itu tanpa terluka sedikitpun" seru salah satunya memberi komando pada yang lainnya.


Pertempuran pun terjadi lagi dan ini yang kedua kalinya bagi Pangeran Jun dan orang-orangnya dalam dua kali perjalanan pula. Namun kali ini lawan mereka tidak bisa di anggap remeh karena merupakan orang yang terlatih juga.


Tetapi bagaimanpun kemuatan lawan mereka tidak gentar untuk terus melawan, Jei menjaga pelayan dan mengawasi pergerakan lawan sedangkan Tei dan Jie maju untuk ikut berperang dengan beberapa orang yang memiliki kekuatan di atas para pengawal mereka.


Pangeran Jun merengkuh pinggang Putri Lie posesive dan meningkatkan kewaspadaannya agar tidak terjadi hal yang membahayakan Putri atau pelayan wanita.


Tanpa di ketahui Pangeran Jun ternyata ada seorang dari lawannya yang bersembunyi di antara pelayan, namun Mei yang merasakan sesuatu yang tajam menyentuh kakinya segera mengalihkan pandangannya dan alangkah terkejutnya ia melihat orang berbaju hitam sedang berusaha menyelinap di antara mereka.


Tanpa sadar Mei memukul-mukul pundak Putri Lie dengan cepat karena sudah panik namun tidak dapat berkata atau menggerakkan kakinya untuk lari. Putri Lie melihat Mei yang ketakutan melihat sesuatu dan mencari tahu apa penyebabnya.


Mata Putri Lie melotot ketika melihat ada yang ingin menyentuh pelayannya untuk di sandera, segera saja Putri Lie bergerak dan melayangkan tinjunya pada orang tersebut hingga terjatuh.


Para pelayan menyingkir karena takut hingga tampaklah orang berbaju hitam itu berusaha berdiri dan langsung menyerang Putri Lie tetapi segera di hadang Pangeran Jun.


Tidak butuh banyak tenaga dan jurus untuk melumpuhkannya, hanya beberapa kali pukulan saja sudah menumbangkan orang itu hingga tidak berdaya lagi. Putri Lie yang baru pertama kali melihat Pangeran Jun melawan musuh di buat sangat takjub dengan kemampuan sang suami.


"Wow! my husband is so cool" gumam Putri Lie menggunakan bahasa yang membuat bingung pelayan yang mendengarnya. Pangeran Jun terlihat sangat tampan dan gagah ketika melawan orang tersebut hingga membuat Putri Lie tidak berkedip melihat aksi sang suami.

__ADS_1


Perlawanan hampir seimbang jika saja mereka tidak segera menggunakan formasi rahasia yang di buat oleh Pangeran Jun untuk menyerang lawan yang kuat. Hanya formasi sederhana yang mereka gunakan namun sudah berhasil melumpuhkan musuh dan meminimalisir korban luka dari pihak mereka.


__ADS_2