
Mendengar ucapan dari Hasim membuat emosi Putri Lie kembali memuncak.Dengan cepat ia mencekik leher Hasim hinga kesulitan bernapas.
"Jangan coba-coba menipuku jika tidak ingin lehermu patah saat ini juga" ancam Putri Lie.
"Saya berkata yang sebenarnya Permaisuri, mereka yang memberikan itu semua pada saya sejak anda juga Yang Mulia pergi bahkan mereka keluar dari paviliun sebelum hukumannya selesai" suara Hasim putus-putus karena tangan Putri Lie tidak main-main mencekiknya.
"Panggil kedua orang itu kesini juga Selir Nan" kata Pangeran Jun
"Jika kau tidak bisa membuktikan mereka bersalah dan terlibat maka detik ini itu juga kau akan habis" lanjutnya tajam.
Hari yang sial bagi Hasim karena ucapannya tadi pagi di tangkap cepat oleh Putri Lie sampai ia jadi seperti ini.
"Saya bisa menjelaskannya Permaisuri" kata Hasim dengan kesulitan.
Putri Lie menghempaskan tubuh Hasim hingga terjungkal. Hasim bangkit lalu berlutut.
"Selir Rou dan Selir Ming tidak terima dengan hukuman yang mereka dapatkan sedangkan Pernaisuri bersenang-senang dengan Yang Mulia Panageran, jadi ketika Yang Mulia dan Permaisuri pergi ke Selatan mereka keluar dari kamar lalu mengatur semua pembukuan juga mengubah peraturan yang ada. Semua ini saya dapatkan dari mereka sebagai upah karena sudah menjalankan perintah mereka" jelas Hasim.
"Benarkah yang dikatakan Hasim tadi kalau Selir Ming dan Selir Rou keluar dari kamar mereka selama aku tidak ada" tanya Pangeran Jun pada yang lainnya.
Mereka saling pandang karena tidak merasa melihat kedua selir itu selain Selir Nan.
"Tidak Yang Mulia! kami hanya melihat Selir Nan saja, beliaupun jarang keluar dari paviliunnya" ucap seorang pelayan.
Seringai tajam muncul di wajah Putri Lie.
"Panggil Selir Nan dan bawa kedua selir lainnya kemari secepatnya" ucap Putri Lie dingin.
Setelah pengawal pergi, Pangeran Jun membawa Putri Lie untuk kembali duduk di tempat mereka tadi. Selir Nan datang bersama beberapa pelayannya disusul dengan kedua selir yang masih dihukum.
Para selir berdiri di hadapan semua pengawal dan pelayan menghadap Pangeran Jun dan Putri Lie. Pemandangan yang sangat tidak mengenakkan bagi Selir Ming dan Selir Rou jika harus melihat kemesraan Putri Lie juga Pangeran Jun.
"Bisa jelaskan ini" Pangeran Jun melemparkan buku keuangan tepat dihadapan Selir Ming dan Selir Rou yang memasang wajah malas.
Ketiga selir itu berlutut lalu dua lainnya mengambil buku yang di lemparkan Pangeran Jun dan melihat isinya. Mereka sedikit kaget tapi berusaha menetralkan ekspresi wajah agar tidak ketahuan kalau sedikit pucat.
__ADS_1
"Maaf Yang Mulia Pangeran, kami tidak tahu apa-apa tentang buku ini juga tulisan didalamnya" ucap Selir Rou sehalus mungkin
"Benar Yang Mulia, bukankah kami sedang di hukum dalam kamar dan tidak diijinkan pergi sebelum enam bulan" sambung Selir Ming manja.
Bolehkah Putri Lie mengeluarkan isi perutnya sekarang juga karena terlalu mual melihat sikap mereka yang sangat dibuat-buat.
"Hasim bilang kalian mengendalikan keuangan dan melakukan korupsi uang untuk gaji pelayan juga pengawal, kalian berdua juga mengubah peraturan yang sudah ada di kediaman ini" kata Putri Lie memandang tajam kedua selir itu.
Tubuh Selir Rou dan Selir Ming bergetar dan wajah mereka pucat. Bagaimana bisa ketahuan dasar Hasim tidak berguna batin keduanya kesal.
"Itu tidak benar! bagaimana mungkin kami yang sedang dihukum melakukan itu semua sedangkan keluarpun tidak bisa jadi bagaimana mungkin bisa ada tuduhan seperti itu" bantah Selir Rou.
"Yang Mulia kami mohon keadilan karena sudah difitnah oleh wanita sialan itu" tunjuk Selir Ming pada Putri Lie.
Pangeran Jun memandang tajam Selir Ming yang mengatakan istrinya wanita sialan.
"Pukul tangan Selir Ming yang sudah menunjuk Permaisuri sembarangan juga mengatakan perkataan yang tidak pantas, pukul hingga tangannya benar-benar memerah" ucap Pangeran Jun dingin.
Selir Ming sangat terkejut dengan apa yang akan di dapatkannya bahkan hukuman itu dihadapan semua pelayan dan pengawal. Hancur sudah harga dirinya sebagai seorang selir.
"Pukul hingga ia tidak sanggup mengangkat tangannya lagi" ucap Pangeran Jun semakin marah.
Teriakan kesakitan dari Selir Ming menggema di aula itu, hingga para pelayan takut melihatnya karena tangan Selir Ming membengkak akibat pukulan itu.
Selesai hukuman pukul diterima Selir Ming, ia tidak terima dan mengatakan semuanya tanpa kendali akibat emosinya.
"Kau memang pembawa sial Lie, sejak kau datang kami tidak pernah hidup tenang karena Yang Mulia selalu perhatian padamu sedangkan kami tidak, bahkan Selir Yein juga tersingkir karenamu jadi kami mengambil uangmu dan semua pelayan juga lainnya untuk membayar orang agar menghabisimu, kami ingin kau mati di tangan kami" marah Selir Ming.
Tentu saja Selir Rou kaget dengan ucapan temannya itu karena semua kedok mereka yang sudah disangkal sejak tadi diucapkan sendiri oleh Selir Ming.
Tangan Selir Rou mencubit kecil lengan Selir Ming untuk mengingatkannya tapi tidak direspin apapun.
"Kau adalah wanita penggoda yang tidak tahu diri, kau itu…" kalimat Selir Ming terhenti karena mulutnya disumpal kain oleh Jie yang sejak tadi berdiri di belakang mereka.
Selir Nan menatap kedua wanita disampingnya itu dengan heran karena ia baru tahu jika mereka menjalani hukuman selama ini.
__ADS_1
"Benarkah kalian di hukum? bukankah selama Yang Mulia dan Permaisuri pergi kalian selalu berkeliaran di kediaman ini! ditempat yang jarang dilewati para pelayan dan pengawal bersamaku waktu itu kalian juga ada di sana" ucap Selir Nan semakin membuat kedua selir itu takut.
Senyum evil Pangeran Jun keluar membuat suasana aula sangat menyeramkan.
"Bawa masuk semuanya" ucap Pangeran Jun, masuklah beberapa pengawal dengan banyak kotak lalu diletak dihadapan para selir.
"Buka" kotak dibuka dan nampaklah banyaknya uang emas dan perak di setiap kotaknya.
Mata semua orang melotot melihat banyaknya uang dihadap mereka, apa lagi Selir Ming dan Selir Rou yang tidak percaya simpanan mereka sudah ketahuan dan dibongkar.
"Ini adalah uang yang disimpan Selir Rou dan Selir Ming di bawah kasur mereka Yang Mulia" lapor pengawal yang membawa semua kotak uang itu.
"Ada yang ingin kalian sampaikan sebelum hukuman?" tanya Pangeran Jun dengan dingin dan datar pada kedua selir itu.
"Yang Mulia, uang itu adalah simpanan kami selama ini yang tidak pernah kami gunakan, kami menyimpannya disana karena lebih aman dan tidak dicuri" ucap Selir Rou.
"Yang Mulia, kami menyimpan semua itu untuk diberikan pada para pengemis dan menyumbang untuk pendeta juga kuil sebagai darma bakti" lanjut Selir Ming.
Pangeran Jun mengangguk-anggukkan kepalanya mengerti akan niat baik kedua selirnya itu.
"Baiklah karena uang itu hasil simpanan kalian untuk disumbangkan jadi aku akan mengirimkannya kesetiap kuil juga pengemis dan orang yang membutuhkan uang, dengan begitu uang kalian aman dan tidak hilangkan" ucap Pangeran Jun dengan santainya meski bernada dingin.
"Jangan Yang Mulia! jangan lakukan itu!" ucap keduanya bersamaan.
"Bukankah itu tujuan kalian menyimpan semua uang itu? jadi terima saja" sahut Putri Lie.
Selir Rou yang tidak terima langsung memeluk kotak uang miliknya dan terus memohon agar tidak diambil uangnya.
"Yang Mulia Pangeran, saya mohon jangan ambil uang ini, ini milikku" ucapnya.
Pangeran Jun memerintahkan pengawalnya untuk melepaskan Selir Rou dari kotak itu dan mengambil kotaknya untuk mulia dibagikan sesuai ucapan Pangeran Jun tadi.
"Kalian sudah sangat dermawan dengan menyimpan uang itu untuk sumbangan dan iti tidak bisa diambil lagi karena kalian juga sudah tidak membutuhkannya, jadi mulai sekarang Selir Rou dan Selir Ming bukan lagi Selirku dan tidak memiliki hubungan apapun denganku. Sebagai hukuman atas kejahatan mereka juga Hasim yang sudah menyebabkan kesengsaraan dikediaman ini, maka aku menjatuhkan hukuman mati untuk mereka bertiga yang sudah menggelapkan banyak uang kediaman" putus Pangeran Jun Final.
Semua orang yang mendengarnya merasa senang karena penjahat yang mengambil uang mereka akan dihukum mati.
__ADS_1