Permaisuri Idaman

Permaisuri Idaman
42


__ADS_3

Malam ini semua pengawal dan pelayan di buat berdecak kagum pada Pangeran Jun yang mau memegang ikan mentah dan mengolahnya bersama ketiga pengawal pribadinya itu. Sesuai dengan permintaan Putri Lie yang ingin Pangeran Jun membakar ikan untuk makan malam, maka di lakukannya dengan senang hati walaupun harus menjatuhkan imagenya di depan bawahannya.


Putri Lie yang sedang duduk memperhatikan sang suami merasa kasihan karena banyak keringat yang keluar pada wajah Pangeran Jun. Meskipun hal itu membuat Pangeran Jun terlihat sangat keren, tetapi Putri Lie merasa ia sudah jahat pada suaminya itu karena sudah membuatnya lelah.


"Capek ya!" seru Putri Lie di dekat Pangeran Jun yang sudah berkeringat


"Sweetyy kenapa di sini tunggu di sana saja ya!" uca Pangeran Jun


"Sudah letakkan saja ikannya biar pengawal lain yang menyelesaikan" Putri Lie memegang tangan Pangeran Jun agar meletakkan ikan yang di pegangnya


"Tidak apa sweetyy ini akan masak sebentar lagi, tunggu ya" Pangeran Jun memegang lagi kayu yang di gunakan untuk membakar ikan.


Setelah masak beberapa ikan bakar yang di buat oleh Pangeran Jun sendiri, Putri Lie segera membawa suaminya itu menjauh dari api namun sebelum itu.


"Kalian selesaikan sisanya kalau sudah berikan pada yang lain supaya makan juga" kata Putri Lie datar pada ketiga orang yang masih membakar sisa ikannya.


"Malang sekali nasib kita ini" ucap Tei


"Kau saja aku tidak" sangkal Jie


"Beda ya yang sudah menikah sama yang belum" gumam Jei


"Bedanya!" tanya kedua temannya


"Lihatlah tuan kita itu, berkeringat saja ada yang membersihkan, makan ada yang menemani tidur ada yang peluk, pergi ada yang ikut, kalau seperti kita ini lihatlah" kata Jei


"Apa yang mau di lihat?" tanya Jie lagi yang di angguki oleh Tei.

__ADS_1


"Kalian tahu, aku pernah di tertawakan oleh pelayan sewaktu kalian tinggal pergi bersama Yang Mulia ke tempat Panglima Min, Jendral Han datang padaku lalu pergi jadi aku bilang kenapa selalu aku yang di tinggal pergi dan mereka tertawa mengejekku" ucap Jei menceritakan kejadian di kediaman Jendral Han.


Jie dan Tei berpandangan lalu tidak lama kemudian tawa keduanya pecah tidak tertahan hingga malam itu ribut dengan tawa keduanya.


Di waktu yang bersamaan, setelah Putri Lie membawa Pangeran Jun duduk di tempatnya tadi, Putri Lie mengambil kain kecil yang ada di sampingnya lalu membersihkan keringat di wajah suaminya dengan perlahan.


Pangeran Jun tentu senang karena sudah mendapat perhaatian lagi dari Putri Lie apa lagi ia sudah tidak di acuhkan, itu adalah hal yang paling menyiksa baginya bila di dekat sang istri.


"Kamu sudah memaafkan aku!" tanya Pangeran Jun memegang tangan Putri Lie yang ada di wajahnya


"Kapan aku marah?" tanya Putri Lie balik


"Bukankah kamu marah dan mengacuhkan aku karena menertawakan kamu sore tadi" kata Pangeran Jun mengingatkan


"Aku tidak marah hanya kesal saja karena kamu terus menggodaku di depan mereka, aku kan malu" seru Putri Lie menunduk


Pangeran Jun sangat gemas dengan tingkah malu-malu dari Putri Lie, pipinya yang selalu merona jika ia goda menimbulkan keinginan Pangeran Jun untuk mengigit pipinya yang berisi itu. Sedang enaknya bermesraan tiba-tiba mereka di kagetkan dengan suara tawa dari Jie dan Tei yang sedang membakar ikan.


"Apa yang kalian tertawakan, cepatlah siapkan pekerjaan kalian kami sudah lapar" ucap Pangeran Jun, padahal di depannya ada ikan bakar yang di bawanya tadi


"Yang Mulia Pangeran ada cerita lucu" seru Tei


"Sudah selesaikan dulu bakar ikannya nanti baru cerita" sangkal Putri Lie karena memang sudah waktunya makan malam.


Tei dan Jie cemberut karena tidak di ijinkan menceritakan apa yang terjadi pada Jei dengan tuannya karena harus segera menyelesaikan pekerjaan mereka dengan para ikan dan api. Sedangkan Jei sudah menahan tawanya melihat wajah cemberut kedua temannya yang seperti anak kecil tidak dapat permen.


Akhirnya ikan bakar selesai dan sudah di siapkan oleh pelayan di tengah-tengah mereka. Menu ikan bakar kali ini buatan Pangeran Jun dan ketiga pengawalnya meskipun Pangeran Jun hanya mengerjakan sedikit dan sisanya di selesaikan trio macannya.

__ADS_1


"Sweetyy coba ini dan katakan bagaimana rasanya" ucap Pangeran Jun mengambil daging ikan dan menyuapkannya pada Putri Lie


"Wah sangat lezat, kamu belajar dari mana membuat ikan bakar seenak ini" seru Putri Lie senang


"Tentu saja enak karena yang membuatnya seorang Pangeran dan di buat dengan sepenuh hati untuk kekasih hati" gombal Pangeran Jun yang tidak di tanggapi Putri Lie karena sedang menikmati makanannya.


Meski gombalannya tidak di tanggapi tetapi Pangeran Jun tetap senang melihat Putri Lie yang lahap makan ikan bakar buatannya. Pangeran Jun terus memperhatikan Putri Lie tanpa melahap makanannya, tangannya sesekali membersihkan sisa makanan di bibir sang istri yang berantakan.


Sadar ia terus di tatap Pangeran Jun,Putri Lie menyuapi makanan untuk suaminya yang hanya diam sambil tersenyum itu.


"Jangan senyum terus nanti gigi kamu kering" kata Putri Lie setelah Pangeran Jun menerima makanannya


"Kamu tidak suka ya dengan senyumanku!" seru Pangeran Jun


"Bukan tidak suka, hanya saja kamu terlihat seperti orang gila jika terus senyum tanpa sebab" ucap Putri Lie ketus yang pada kenyataannya ia sedang berusaha menyembunyikan rona merah di pipinya


"Aku memang sudah gila sweetyy, tergila-gila padamu yang selaluku rindu" gombal Pangeran Jun mengedipkan sebelah matanya.


"Mata kamu kemasukan sesuatu ya kedip-kedip terus" kata Putri Lie


"Iya nih, mata aku kemasukan bayangan kamu sampai rasanya tidak tahan lagi ingin terus memandangi kamu sweetyy" lanjut Pangeran Jun dengan gombalannya


"Sudah cepat makan jangan bicara terus" kesal Putri Lie karena terus di gombali hingga membuat jantungnya tidak mau diam


"Aku sudah kenyang hanya dengan menatap kamu saja, jadi tidak perlu makan lagi" Pangeran Jun kembali mengedipkan matanya menggoda oada Putri Lie.


Ingin rasanya Putri Lie melayang ke awan karena gombalan suaminya yang tiada hentinya itu bahkan ketika Putri Lie menyuapinya dengan makanan, Pangeran Jun masih tetap menggodanya dengan berbagai ucapan yang membuat istrinya salah tingkah. Kenapa suamiku jadi sebucin ini bikin tambah cinta aja, tapi kenapa dia sangat romantis kan jadi baper lama-lama ikutan jadi bucin juga nih batin Putri Lie dengan wajah yang sudah memerah.

__ADS_1


Para pelayan wanita sudah baper tingkat dewa melihat keromantisan yang di tunjukkan Pangeran Jun pada Putri Lie. Mereka sangat iri dengan keromantisan itu dan berharap akan mendapatkan pasangan yang romantis juga seperti tuan mereka itu.


__ADS_2