Permaisuri Idaman

Permaisuri Idaman
111


__ADS_3

Dengan sekali pukulan dari wanita itu, pedang yang digunakan oleh Raja Josep jatuh menjauh darinya.


"Uh! sayang sekali Raja Josep, seranganmu tidak berarti apa-apa bagiku" ejek wanita itu.


"Siapa kau? kenapa kau berani sekali memukulku? aku ini seorang raja, kau tahu!" marah Raja Josep karena tidak dapat melukai wanita yang sudah merusak acaranya.


"Aku adalah orang yang kau inginkan, orang yang kau mau jadi ratumu, tapi kau tidak memiliki sedikitpun ketampanan dari suamiku, jadi aku tidak mau" ucap wanita yang ternyata Putri Lie yang sesungguhnya.


Mendengar ucapan wanita itu membuat Pangeran Jun tersenyum senang karena dia sempat khawatir kalau istrinya sungguh disentuh oleh pria lain.


"Apa maksudmu?" tanya Raja Josep bingung.


"Lihat baik-baik lalu bedakan yang asli dan palsu menurut versimu" Putri Lie membuka penutup wajahnya.


Raja Josep sangat terkesima melihat kalau yang asli jauh lebih cantik dan menawan dengan bibirnya yang sedikit tebal dan berisi yang memberi kesan seksi. Sedangkan pipinya juga berisi dan sedikit memerah, membuatnya benar-benar cantik.


Semua orang yang melihatnya ikut terpesona juga, tapi aura dari Putri Lie yang cukup menyeramkan membuat mereka tidak berani berkata selain memandang saja.


Pangeran Jun marah dengan tatapan semua pria pada istrinya yang begitu memuja itu. Namun karena permintaan istrinya yana ingin bermain dengan raja itu membuatnya harus menahan cemburu.


"Akulah Permaisuri Jun, dan dia.." tunjuk Putri Lie pada Pangeran Jun yang dikenal Raja Josep sebagai kepala pengawal.


"Dia suamiku, Pangeran Jun yang lebih segalanya darimu" lanjut Putri Lie.


"Karena kau sudah mengacaukan pernikahanku dan juga sudah berada disini, jadi kau akan aku jadikan pengantinku sekarang juga" kata Raja Josep dengan gerak cepatnya mendekati Putri Lie.


Tapi tetap saja Raja Josep tidak mampu menyentuh Putri Lie karena dihadang Pangeran Jun yang langsung memukul perutnya hingga jatuh.


"Sebelum kau berurusan dengan kami, selesaikan dulu masalahmu dengan pemilik sah kerajaan ini" ucap Putri Lie.


"Apa maksudmu? kerajaan ini milikku" ucapnya.


"Tidak! akulah Raja Hun yang sebenarnya karena aku masih hidup dan tidak pernah ada upacara kenaikan raja baru hingga aku turun tahta nanti" bantah Raja Sea yang datang dengan keluarganya.


"Heh, kalian hanya sekumpulan sampah tidak berguna" maki Raja Josep.


Putra Mahkota Yun tidak terima dengan makian dari pria yang sudah membuat mereka menderita. Dengan cepat dia bergerak menyerang Raja Josep yang baru berdiri.


Pertarungan antara Putra Mahkota Yun dan Raja Josep dimulai. Mereka bertarung dengan pedang, Raja Josep yang memang tidak bisa menggunakan pedang lebih memilih untuk menggunakan tangan kosong.


Tentu Putra Mahkota Yun melayaninya dengan senang hati. Raja Josep terkena pukulan pada bagian perutnya lagi tapi dia juga berhasil memukul lawannya juga dirahang.


Pertarungan terus berlanjut tidak ada yang kalah dan menang karena pukulan keduanya sama hanya saja untuk luka lebih banyak Raja Josep.


Melihat Raja Josep yang luka-luka membuat Putri Lie senang namun dia tidak ingin orang itu mati ditangan orang lain.


"Red" Ucap Putri Lie.


Seketika tubuh Raja Josep dan Putri Lie menghilang dari tempat itu tanpa jejak. Semua orang bingung mencari mereka yang tiba-tiba hilang itu.


Pangeran Jun yang ingin segera mengejar istrinya lebih dulu mengatakan sesuatu pada yang lain agat tidak panik.


"Raja Hun, kendalikan kembali kerajaanmu dna pulihkan semuanya, dan untuk kalian.." Pangeran Jun beralih menatap prajuritnya.


"Kembali keperbatasan sekarang juga karena urusan kita sudah selesai disini" lanjutnya lalu bergerak pergi tapi terhenti karena dipanggil oleh Selir Nan.

__ADS_1


"Bagaimana dengan Daren? kapan aku boleh mengambilnya?" tanya Selir Nan.


"Daren putra mu, kau bisa mengmbilnya kapan saja dan mulai hari ini juga kau bukan lagi Selir Nan, gunkanlah namamu yang sebenarnya" ucap Pangeran Jun melepaskan Selir Nan yang sudah menjadi Permaisuri Yun lagi.


"Terimakasih Jun" teriak Permaisuri Yun karena Pangeran Jun yang sudah pergi.


Sementara ditempat lain..


Putri Lie dan Raja Josep dibawa oleh Red ke gua tempat persembunyian para prajurit mata-mata Pangeran Jun.


Putri Lie yang sebelumnya sudah meminta Red untuk membawanya kesana saat dia memberi aba-aba nanti. Jadi ketika Red mendengar namanya disebut oleh sang tuan putri, secepat mungkin Red melakukan pekerjaannya.


Josep melihat sekelilingnya dengan heran karena dia merasa asing dengan tempat yang baru dilihatnya itu.


"Dimana aku?" ucapnya heran.


"Selamat datang dinerakamu Josep" sipemilik nama langsung mengalihkan pandangannya pada objek yang mendekat.


Nampaklah Putri Lie yang berhenti tidak jauh darinya sedang melipat tangan didadanya dengan pandangan menantangnya.


"Tempat apa ini? kenapa aku bisa berada disini?" tanya Josep.


"Entahlah aku juga tidak tahu ini tempat apa, yang aku tahu ini akan menjadi neraka paling menyenangkan bagimu" jawab Putri Lie.


"Kau sama dengan dirimu dimasa depan, sangat berani dan keras kepala" ucap Josep.


"Heh, lalu apa masalahmu jika aku sama dengan masa depanku?" tanya Putri Lie.


"Tidak masalah memang, hanya saja itu membuatku semakin jatuh cinta padamu" goda Josep.


"Cih, aku lebih suka membunuhmu" kata Putri Lie.


Tanpa berkata lagi Putri Lie menyerang Josep yang masih menaik turunkan alisnya. Mereka saling memukul untuk menjatuhkan musuh.


Putri Lie yang sebenarnya Lisa dari masa depan itu mampu memukul Josep dengan mudahnya karena semua gerakan serangannya yang sudah dia ketahui.


Tapat pada pukulan pada tendangan diperutnya lagi, Josep tumbang tersungkur dengan darah yang keluar dari mulutnya. Putri Lie memilih menyerang kembali perut Josep karena dia tahu jika perutnya sudah berulang kali mendapat serangan.


Josep terbatuk-batuk dengan darah yang banyak keluar dari mulutnya juga perutnya yang terasa sangat sakit.


"Sakit bukan! itu belum seberapa dengan apa yang sudah kau lakukan pada keluargaku" ucap Putri Lie tajam.


"Apa maksudmu?" tanya Josep dengan sulit membuka suaranya karena menahan sakitnya.


"Akulah Putri Lie dari masa depan" ucapnya


"Kau, kau Lisa!" mata Josep melotot tidak percaya.


"Yah, aku Lisa Rubi Robert, putri tunggal keluarga Robert yang sudah kau hianati dan juga kau bunuh" geram Lisa.


"Tidak! aku tidak berniat membunuhmu Lisa, aku hanya ingin membunuh orang tuamu saja karena papamu yang tidak mengijinkanku untuk meminangmu" ucap Josep dengan kesulitan.


"Tetap saja kau membunuhku dan kedua orang tua ku, sekalipun papa tidak memberikanku padamu tetaplah kau tidak boleh menghianati tuanmu" kata Lisa dengan suara rendah namun mengerikan.


"Tidak! Lisa dengarkan dulu penjelasanku, aku hanya akan menembak kakimu saja agar kamu tidak melawan lagi tapi siapa sangka jika aku malah membunuhmu" sesal Josep.

__ADS_1


"Apapun alasanmu tidak akan mengembalikan semuanya, aku terjebak dimasa lalu seperti ini sedangkan kedua orang tuaku tiada lagi" marahnya.


"Tidak! papa dan mamamu masih hidup, kenapa aku bisa berada ditubuh ini itu karena aku dibunuh oleh papamu yang balas dendam" Josep berusaha mencegah Lisa dengan mengatakan hal itu karena dia tahu jika hidupnya tidak akan lama lagi.


"Kau pikir aku akan percaya padamu! heh! aku bukan orang bodoh yang akan percaya dengan semua ucapan penghianat" Lisa mengeluarkan sesuatu dari balik ikatan pinggangnya.


Mata Josep kembali melotot melihat benda itu, dari mana dia mendapatkannya pikir Josep heran.


"Kau tahu ini apa bukan! aku akan membuat kau merasakan seperti apa rasanya mati segan hiduppun tidak mau" Lisa mengarahkan pistol yang dipegangnya pada Josep lalu.


Doorrr


Dooorr


Doorr


Doorrr


Kedua pergelangan kaki dan tangan Josep ditembak oleh Lisa. Senyum smirk Lisa muncul dengan seramnya.


"Nikmat bukan! mau lagi!"


Josep menggelengkan kepalanya.


"Jangan Lisa, maafkan aku, aku mengaku salah karena sudah menghianati keluargamu, tapi aku melakukan semua itu untukmu" ucap Josep.


"Apa aku memintamu untuk membunuh keluargaku? tidak bukan! jadi nikmatilah kesakitanmu"


Lisa kembali menembakkan pelurunya pada kaki dan tangan Josep lagi.


"Oh ya ampun! astaga! oh my good! wow! tubuhmu penuh dara Josep, apa itu sangat sakit?" kata Lisa dengan wajah yang dibuat sedih.


"Kau kejam" ucap Josep terbata karena sakit diseluruh tubuhnya.


"Benarkah! oh terima kasih pujiannya" sahut Lisa senang.


"Lebih baik bunuh aku saja dari pada kau siksa" pinta Josep.


"Tidak semudah itu perguso, kau harus nikmati semua rasa sakit yang masih belum bisa membayar semua yang kau lakukan pada keluargaku" Lisa menembakkan lagi pelurunya pada kedua bahu Josep.


"Kedua orang tuamu masih hidup dan mereka merindukanmu" kata Josep.


"Ah kau banyak omong sekali"


Lisa menembak perut Josep lalu memasukkan daun-daun yang sudah ia remas jadi satu kedalam mulut Josep agar diam.


"Nah beginikan kau tidak ribut lagi" ucap Lisa santai lalu duduk disalah satu batu besar.


Ia menatap Josep yang sudah terkapar bersimbah darah dan tidak berdaya lagi dengan banyak darah membasahi tubuhnya.


Tatapan Lisa beralih pada atas gua itu, ia menatap kosong dengan pikiran yang sangat kalut. Disatu sisi ia tidak percaya dengan ucapan Josep yang mengatakan jika papa dan mama nya masih hidup.


Tapi disisi lain ia sedikit mempercayainya karena sangat merindukan kedua orang tuanya.


"Papa, mama, Lisa rindu" air maatnya menetes seiring dengan ingatannya akan kenangan bersama orang tuanya.

__ADS_1


"Kemana aku bisa pergi setelah ini? aku tidak memiliki siapapun disini" ucap Lisa sendu.


Tiba-tiba sebuah sentuhan lembut ia rasakan pada kepalanya disusul dengan pelukan dan kecupan mesra yang sudah bisa ia tebak siapa orangnya.


__ADS_2