Permaisuri Idaman

Permaisuri Idaman
109


__ADS_3

Mendengar hal itu tentu Pangerna Jun tidak setuju jika istrinya harus menikah lagi dengan yang lain. Bahkan dirinya sendiri masih hidup tetapi istrinya sudah ingin bersuami lagi.


Dengan penuh marah Pangeran Jun berjalan lagi mendekati pintu besar dihadapannya untuk langsung menghabisi raja itu dna membawa istrinya.


Namun lagi-lagi langkahnya terhenti karena seseorang melemparnya dengan kertas yang tepat mengenai pundaknya. Pangeran Jun melihat sekelilingnya tapi tidak melihat siapapun dan hanya dirinya sendiri yang disana.


Kertas itu diambil oleh Pangeran Jun dan dibacanya, keningnya mengkerut tidak mengerti dengan apa maksud dari kertas itu tapi dia pikir tidak ada salahnya kalau mencoba apa yang ada ditulisan itu.


Dengan segera Pangeran Jun pergi untuk mengatur pasukannya kembali. Sedangkan didalam kamar Raja Josep sedang mencumbu Putri Lie dengan mesranya.


"Kamu benar-benar cantik dan mempesona sayang" pujinya


"Kamu juga sangat tampan" sahut Putri Lie.


Raja Josep mendekatkan wajahnya pada Putri Lie lalu mencium bibir tipis yang sudah menggodanya sejak tadi.


"Aku menginginkanmu sayang" ujar Raja Josep mendapatkan anggukan dari Putri Lie yang langsung mendapat serangan nikmat dari Raja Josep.


Keesokan paginya kerajaan Hun sudah sangat disibukkan dengan persiapan pesta pernikahan untuk raja mereka. Semua orang sibuk kesana-kemari untuk menghiasi istana agar jadi lebih indah sesuai dengan keinginan rajanya.


Berita tentang pernikahan Raja Josep itupun segera tersebar luas keseluruh penjuru negara Hun. Kebahagiaannya dia bagikan dengan semua ornag dengan cara meminta hadiah yang diambil paksa oleh pejabat suruhannya.


Hal itu malah menjadi kabar buruk bagi rakyat yang harus kehilangan banyak persediaan makanan dan barang-barang berharga karena diambil paksa oleh pihak istana dengan dalih raja meminta hadiah.


Sedangkan disebuah kamar dan ruangan dimana terdapat banyak wanita yang sedang uring-uringan karena raja yang mereka sanjung-sanjung akan menikah secara resmi dan menjadikan orang itu ratu.


"Ini tidka bisa dibiarkan! kita harus bertindak secepatnya" geram seorang wanita.


"Tapi apa yang bisa kita lakukan? sedangkan wanita itu berada dikamar Raja dan tidak seorangpun boleh kesana" sambung yang lain.


"Benar-benar wanita yang kurang ajar! baru datang saja sudah mau dijadikan ratu, kita yang sudah lama disini hanya sebagai selir dan gundik saja" gerutu yang lainnya.


"Aku akan menghabisinya" timpal yang lain.


"Bagaimana caranya?" tanya temannya


"Selir Rene, aku yakin dia akan melakukan sesuatu jika mendengar berita ini" wanita itu segera pergi menuju kamar Selir Rene bersama teman-temannya.


Setibanya dikamar Selir Rene, mereka semua masuk setelah diijinkan si pemilik kamar.


"Kenapa kalian datang semua beramai-ramai kesini? tidak ada kenaikan uang lagi untuk saat ini jadi pergilah!" usir Selir Rene.

__ADS_1


"Kami kesini bukan untuk itu tapi ingin menyampaikan berita buruk!" ucap satu dari mereka.


"Berita buruk apa? jangan bilang kalau kalian tidak suka juga dengan pernikahan raja?" tebak Selir Rene.


"Iya memang kami tidak suka, kita harus melakukan sesuatu agar wanita itu tidak jadi ratu" ucap yang lain.


"Kalau kita tidak bisa jadi ratu maka dia juga tidak boleh jadi ratu!" sahut lainnya.


"Aku setuju, kalau begitu ayo ikut aku!" ucap Selir Rene membawa semua wanita itu keluar kamarnya.


Sementara dikamar Raja Josep, wanita yang akanenjadi pengantin baru itu sedang berkaca mengagumi wajahnya sendiri ditemani beberapa pelayan yang diberikan Raja Josep.


"Wajahku begitu cantik hingga mampu memikat seorang raja, aku akan hidup bahagia dengan menjadi ratu disini, tidak ku sangka keberuntungan besar akan menimpaku secepat ini" ucap Putri Lie dengan senyum bahagianya.


Wajahnya ia poles dengan bedak dan riasan lainnya yang membuatnya terlihat semakin cantik. Tapi saat masih asik mengagumi kecantikannya sendiri, tiba-tiba pintu terbuka lebar dengan kerasnya hingga mengagetkan orang yang ada didalamnya.


"Siapa kalian? tidak punya sopan santun masuk kamar orang lain!" bentak Putri Lie marah.


"Kami hanya terburu-buru saja ingin melihat seperti apa wajah calon ratu kami ini" ucap Selir Rene melihat penampilan Putri Lie dari bawah hingga atas.


"Biasa saja, jika bukan karena hiasan dan pakaian mahal yang kau pakai, kau tidak lebih dari seorang gembel" lanjut Selir Rene.


"Siapa kau berani kurang ajar padaku?" ucap Putri Lie mendekat pada Selir Rene.


"Selir kesayangan ya! kalau begitu" Putri Lie menampar wajah Selir Rene sangat kuat hingga menimbulkan bekas merah yang sangat jelas dipipinya.


"Kurang ajar! kalian! habisi dia juga" kata Selir Rene memerintah temannya yang lain.


Mereka maju mendekati Putri Lie untuk disiksa tapi langkah mereka terhenti karena pengawal sudah menangkap mereka semua.


"Berani sekali kalian menyakiti ratuku" ucap Raja Josep datar.


"Dia yang mulai Raja, kami hanya datang untuk mengucapkan selamat tapi dia marah dan menamparku" sangkal Selir Rene.


"Aku tidak akan percaya dengan apa yang kau katakan, siapapun yang berani menyentuh wanitaku maka akan menerima akibat yang besar" ucap Raja Josep.


"Buang mereka semua kepenjara bawah tanah dihutan dan pastikan mereka mendapat siksaan yang sangat pedih" lanjutnya.


Pengawal langsung menyeret semua wanita itu termasuk Selir Rene yang sudah meronta-ronta minta dilepas.


"Lepaskan aku! Raja aku cinta pertamamu bukan! aku lah yang sudah membantumu mendapatkan tahta itu apa kau lupaa! jangan lakukan aku seperti ini" teriak Selir Rene yang sudah ditarik keluar tapi tidak diperdulikan oleh Raja Josep.

__ADS_1


Setelah kepergian mereka, Raja Josep mendekati Putri Lie dan memeluknya untuk menenangkannya.


"Kamu baik-baik saja bukan?" tanya Raja Josep meyakinkan


"Aku baik-baik saja, terima kasih sudah menolongku" jawab Putri Lie manja.


"Apa pun untukmu sayang" ucapnya.


Sesaat kemudian datanglah seorang pengawal menemui Raja Josep untuk melapor.


"Ampun Raja, para penyidik sudah kembali dan ingin melapor" ucapnya.


"Pergilah, aku akan menemui mereka di aula istana kumpulkan juga pejabat lainnya" marahnya karena kemesraannya diganggu.


Pengawal itu menunduk hormat lalu pergi meninggalkan tuannya.


"Sebentar ya sayang aku pergi dulu, makanlah yang banyak agar besok kamu kuat untuk acara pernikahan kita" ucapnya lalu mengecup kening Putri Lie sebelum pergi.


Di aula istana kerajaan Hun semua orang sudah berkumpul untuk melapor dan mendengarkan hasil laporan penyidik.


"Katakan" ucap Raja Josep angkuh.


"Raja, telah banyak terjadi kesalahan dalam pemilihan semua kepala militer dan pejabat perbatasan" ucapnya.


"Apa maksudmu? coba jelaskan!" marahnya.


"Kota dekat perbatasan dengan kerajaan Xiao itu terbakar karena ulah dua pengawalnya yang membakar gudang lalu sumber api yang membakar semua tempat itu adalah kamar Jendral sendiri yang tidak menyadari apinya karena sedang bersenang-senang dengan wanita penghibur. Kami menemukan banyak bukti yang mengarah pada Jendral itu" ucap yang satu.


"Lalu bagaimana dengan perbatasan disana?" tanya Raja Josep.


"Perbatasan disana juga sudah terbakar gudangnya mereka sedang memperbaiki ulang gudang itu, tapi itu akan memakan banyak uang lagi untuk mengganti semuanya. Orang yang melakukanny sama dengan kejadian dikota dekat sana, Jedral itu tidak senang dengan anda dan berencana melakukan pemberontakan dengan membakar semua gudang disana dan perbatasan lainnya dia berharap agar anda mengeluarkan uang banyak lagi untuk perbaikan yang mana uang itu hanya akan digunakannya untuk membayar semua prajurit agar menyerang kita" jelas oenyidik itu lagi.


"Kurang ajar semuanya! kalian juga sama saja dengan mereka bukan! tidak berguna kalian semua! pengawal bawa semua pejabat ini dan kurung dipenjara bawah tanah hutan siksa dan bunuh saja mereka semua" marahnya tidka terkendali.


"Raja kami tidak melakukan semaunya itu, mereka hanya mengarang untuk menjatuhkan kami" tunjuk pejabat itu pada para penyidik.


Tanpa berkata apapun lagi penyidik itu melemparkan semua bukti surat-surat yang mengarah pada seluruh pejabat yang ada dengan tulisan tangan yang berupa perintah dari Jendral yang sudah mati.


Melihat itu semua membuat emosi Raja Josep semakin memuncak.


"Bunuh semua pejabat ini!" teriaknya.

__ADS_1


Pengawal-pengawal itu langsung menahan dna membawa semua pejabat untuk di bunuh sesuai perintah sang raja.


"Kepala pengawal, siagakan semua pasukanmu untuk menjaga istana, aku tidak mau ada kesalahan menjelang pernikahan ku besok, setelah acara besok baru aku akan memilih kembali pejabat baru, kalian akan naik jabatan juga karena sudah mengungkap semua kejahatan mereka, sekarang pergilah" kata Raja Josep yang langsung meninggalkan aula.


__ADS_2