
"Apa yang sebenarnya terjadi hingga kalian cepat kembali? apa tidak berhasil masuk istana?" tanya Jei penasaran.
"Karena sudah masuk istana makanya kami bisa datang cepat mencari kalian" jawab Wuse.
"Dari mana kalian tahu pasti dimana tempat kami berada?" tanyanya lagi.
"Apa kau meragukan Esa?" tanya Wuse balik.
Jei hanya menganggukkan kepalanya dengan bibir yang dibulatkan membentuk huruf O. Jelas saja ketiga orang itu bisa tiba dengan cepat jika Esa sudah turun tangan, binatang spiritual yang sangat mistis itu memang dapat melacak apapun dengan cepat.
"Bagaimana caranya kalian bisa masuk keistana?" tanya Jei lagi.
"Yang penting sudah bisa masuk dan pasti akan kembali lagi" kesal Wuse.
Jei mengalihkan pandangannya dengan cemberut karena ucapan Wuse itu.
"Lalu kapan kalian akan kembali lagi keistana?" tanya Selir Nan.
"Secepatnya" jawab Putri Lie singkat sembari membantu mengobati luka-luka kedua orang yang baru mereka selamatkan.
"Wuse dan Ry, kalian pergilah keistana dan lihat bagaimana keadaan disana, apakah sudah ada perkembangan dari semua masalah yang kita buat" ucap Pangeran Jun.
"Baik tuan kami pergi sekarang juga" sahut keduanya yang segera pergi.
Red datang dengan seorang wanita yang sangat familiar bagi mereka.
"Tuan putri, ini wanita yang anda inginkan" ucap Red.
"Kembalilah ketempatmu" ucap Pangeran Jun.
"Bukankah dia wanita yang waktu itu menggodamu Permaisuri?" tanya Selir Nan.
"Ya, simerah yang sangat agresif" jawab Putri Lie.
"Apa yang akan kita lakukan padanya?" tanyanya lagi.
"Untuk hadiah" jawab Putri Lie santai.
Pangeran Jun hanya geleng-geleng kepala dengan apa yang akan dilakukan oleh istrinya yang misterius itu. Banyak hal yang tidak ia ketahui tentang Putri Lie yang justru semakin membuatnya jatuh cinta pada wanita cantik yang menjadi incaran banyak pria itu.
"Besok pagi kamu dengan Wuse yang akan menghadap raja itu" ucap Putri Lie pada Pangeran Jun.
"Kamu tidak ikut! kenapa?" tanya Pangeran Jun heran padahal dari kemarin istrinya itulah yang paling semangat untuk datang kesana.
__ADS_1
"Aku malas, kalian saja yang kesana dengan Selir Nan sebagai gantinya" jawab Putri Lie.
"Lalu bagaimana dengan syarat yang kamu ajukan pada raja itu?" tanya lagi.
"Selir Nan tahu apa yang akan dia minta, tapi jangan sampai memancing kecurigaan mereka" jawab Putri Lie lagi.
"Yah aku mengerti sekarang" ucap Pangeran Jun
"Lalu apa yang akan kamu lakukan besok?" lanjutnya.
"Entahlah lihat besok saja" sahut Putri Lie dengan malas.
Pangeran Jun mulai menebak-nebak apa yang ada dipikiran istrinya itu. Namun ia tetap mencoba percaya pada Putri Lie dan tidak ingin mengekangnya meski harus menahan cemburunya.
"Ya sudah jika kamu memang tidak ikut denganku maka jaga diri baik-baik selama aku pergi ya" Pangeran Jun mengecup kening Putri Lie lembut untuk meyakinkan istrinya jika ia akan selalu mendukung apapun pilihannya.
Menjelang malam Wuse dan Ry tiba di gua persembunyian mereka dengan wajah yang terlihat puas dan senyum yang nampak senang.
"Apa yang terjadi?" tanya Pangeran Jun.
"Semuanya sesuai rencana tuan, mereka sudah menerima laporan tentang penyerangan pada perbatasan setiap negara, amarah rajanya sangat menggelikan karena dia nampak kelimpungan memikirkan semua penyerangan yang diterima mereka, bahkan pembakaran gudang makanan dikota dekat perbatasan itupun membuat rajanya marah ditambah lagi masalah lainnya" ucap Wuse.
"Tapi sepertinya masalah tawanan mereka yang hilang belum diketahui karena gejolak saat ini hanya tentang penyerangan perbatasan dan kota yang kita bakar semalam saja" lanjut Ry.
"Mereka mulai melakukan penyelidikan" jawab Wuse.
"Kalian pergilah dan tangkap semua pejabat yang bertugas itu lalu gantikan mereka, balikkan semuanya pada mereka yang berada diperbatasan maka kekacauan akan terjadi diistana akibat kesalahan mereka sendiri, dengan kekacauan itu kita bisa mengambil kesempatan untuk menyerang pada titik pusatnya" ucap Putri Lie dengan mata yang sedikit dipejamkan dan ekpresi yang dibuat galak.
"Baik Permaisuri kami akan segera pergi" jawab mereka yang diangguki oleh Putri Lie.
"Beri tahu juga pada yang lain untuk melakukan hal yang sama dan segera kembali keistana untuk melaporkan hasil penyelidikan kalian pada Raja Josep yang sedang bertahta dan berjaya" ucap Pangeran Jun sembari mengejek.
"Kalau begitu kami permisi tuan dan tuan putri" semua prajurit bayangan itu pergi setelah mendapatkan perintah.
"Tidurlah sudah malam" ucap Pangeran Jun menarik Putri Lie kedalam pelukannya agar beristirahat.
Keesokan paginya Pangeran Jun, Wuse dan Selir Nan pergi menuju istana dengan membawa seorang wanita yang inginkan oleh Raja Josep itu. Selir Nan menggunakan pakaian dan kumis palsu yang semalam dipakai oleh Putri Lie, untungnya tinggi mereka hanya selisih sedikit dengan Selir Nan yang lebih satu centi dari Putri Lie.
Setibanya diistana mereka langsung diminta menuju aula untum menghadap pada raja yang sedang rapat dengan para pejabatnya.
"Salam Raja Josep kami datang menghadap" ucap Pangeran Jun yang masih memanggul seorang wanita cantik.
"Apa kalian berhasil membawanya kesini?" tanya Raja Josep yang terlihat sangat senang.
__ADS_1
Tanpa Menjawab Pangeran Jun meletakkan wanita itu secara perlaha kelantai dan menampakkan wajah cantik yang nampak damai dalam lelapnya.
Dengan cepat Raja Josep melompat turun mendekati wanita cantik yang menjadi impiannya.
"Kalian mendapatkannya? bagaimana bisa secepat ini?" tanyanya heran namun tidak dapat menutupi rasa senangnya.
"Suami wanita ini tidak ada ditempat dan kediamannya pun terlihat lenggang ketika kami datang" jawab Pangeran Jun.
"Lagi pula tidak ada yang tidak bisa kami lakukan untuk mendapatkan sesuatu, sekalipun itu nyawa rajanya kami pasti akan mendapatkannya" sambung Wuse.
"Pelayan! bawa ratu kalian ini kepaviliunku cepat!" teriak Raja Josep.
"Tidak secepat itu Raja, apa anda lupa dengan permintaan kami yang sudah anda setujui semalam?" kata Wuse mengingatkan Raja Josep yang sudah akan mengangkat Permaisuri Jun.
"Ah iya aku ingat, kalian ingin apa dariku dan pengawal cepat ambilakan uang seribu tael emas kesini" ucap Raja Josep, pengawalnya langsung lari cepat untuk mengambil apa yang diinginkan rajanya itu.
"Lalu apa permintaan kalian?" lanjutnya dengan menatap tajam Pangeran Jun yang sedang menatap Permaisuri Jun.
"Biasanya setelah kami beraksi akan mengorbankan seorang tumbal wanita bangsawan yang menjadi pokok kekuatan kami, jadi sebagai permintaan pertama kamo ingin anda memberikan seorang wanita bangsawan pada kami sebagai tumbal, lebih tinggi statusnya maka lebih bagus lagi bagi kami yang akan memiliki banyak perkerjaan" ucap Selir Nan.
"Wanita bangsawan! baiklah aku akan memberikannya apda kalian" sanggup Raja Josep.
"Pengawal bawa Selir Rene kemari dan berikan pada mereka" lanjutnya.
"Maaf Raja! kami tidak akan menerima wanita yang sudah melakukan kejahatan pada orang kecil seperti Selirmu yang tidak berguna itu, lagi pula kami biasa mendapatkan seorang wanita bangsawan yang sudah tidak dibutuhkan lagi diistana dan tentunya lebih berpengalaman dalam segala hal, tidak seperti selirmu yang dangkal itu" ucap Pangeran Jun dengan nada yang nampak sangat mengejek.
Raja Josep diam memikirkan permintaan ketiga orang itu yang tidak mungkin dia punya selain Selir Rene yang tidak berguna baginya tapi dia sudah ditolak mentah-mentah, lalu siapa pikirnya.
"Jika anda tidak bisa memberikan wanita itu maka kami akan membawa Permaisuri Jun ini saja untuk dijadikan tumbalnya" ucap Selir Nan mendapat tatapan tajam dari Pangeran Jun dna Raja Josep.
Tiba-tiba seorang pejabat istana mendekati Raja Josep dan membisikkan sesuatu padanya yang membuat sang raja tersenyum setuju dengan apa yang dikatakan pejabatnya itu.
"Bawa wanita itu kesini secepatnya" ucap Raja Josep kesal karena Pangeran Jun yang masih saja memandangi Permaisuri Jun.
Pengawal datang dengan seorang wanita paruh baya yang sangat kurus dan lemah dipapah mereka menghadap raja.
Setelahnya wanita itu diletakkan begitu saja hingga dia terduduk lemah karena tubuhnya yang memang sudah tidka kuat lagi.
"Wanita ini adalah permaisuri raja sebelumnya, dia tidak berguna sama sekali bagiku tapi lebih berpengalaman dari selirku jadi kalian bawa saja dia, bagaimana?" tawar Raja Josep.
Selir Nan mendekati wanita itu dna melihat seluruh tubuhnya dan memastikan orangnya benar atau tidak laku mengangguk pada kedua temannya.
"Baikalah kami ambil dia saja dari pada Selirmu yang maja itu, sangat merepotkan!" ejek Pangeran Jun lagi, namun tidak ditanggapi oleh Raja Josep yang sudah pergi membawa Permaisuri Jun bersamanya.
__ADS_1
Semoga kamu baik-baik saja sweetyy gumam Pangeran Jun dalam hati menatap sendu wajah Permaisuri Jun yang masih terlihat oleh pandangannya. Pangeran Jun meminta Wuse membawa wanita itu untuk kembali ketempat mereka lagi.