Permaisuri Idaman

Permaisuri Idaman
85


__ADS_3

Raja dan Ratu Xiao terus saja melemparkan guyonan mereka untuk menggoda anak dan menantu yang sedang berpelukan mesra itu. Namun saat Ratu Xiao memanggil menantunya berulang kali tidak ada jawaban apapun.


Pangeran Jun sedikit menggerakkan tangannya untuk melihat istrinya yang ternyata sudah terlelap dalam pelukannya.


Senyum manis Pangeran Jun muncul seiringan dengan kecupan mesranya di kening sang istri agar tidurnya semakin nyaman dan nyenyak.


"Sudah tidur bu" Pangeran Jun melihat ibunya yang ternyum juga melihat istrinya.


"Karena menahan malu sampai tertidur begitu" ucap Ratu Xiao


"Atau istrimu itu kelelahan karena kamu hajar habis kemarin malam hingga waktu istirahatnya berkurang!" ucap Raja Xiao dengan nada menggoda putranya.


"Tidak sampai seperti itu ayah, sudahlah ayah dan ibu juga harus istirahat, pakai kamar yang sudah disiapkan pelayan" Pangeran Jun memperbaiki posisi istrinya lalu mengangkatnya dalam gendongan.


"Mei, antar Raja dan Ratu kelamar yang sudah disiapkan" ucap Pangeran Jun kemudian berlalu bersama dengan Raja dan Ratu Xiao yang mengikuti Mei kekamar mereka.


Setibanya dikamar mereka, Pangeran Jun meletakkan Putri Lie keatas ranjang dengan perlahan agar tidak membangunkan istrinya itu. Setelah mengganti pakaian mereka barulah Pangeran Jun ikut berbaring disamping istrinya.


Pandangan Pangeran Jun tidak lepas dari wajah cantik sang istri yang nampak tenang, tapi tunggu dulu, sepertinya Pangeran Jun menyadari sesuatu.


Dengan jahilnya Pangeran Jun mencium bibir manis Putri Lie lembut namun lama sembari terus menatap mata yang terpejam dihadapannya.


Pangeran Jun melepas ciumannya tapi tidak beranjak dari tempatnya yang masih berada didepan wajah Putri Lie hingga posisi mereka saling berhadapan.


"Buka matamu atau aku akan melakukan seauatu untuk membukanya" ucap Pangeran Jun setelah mengecup kedua mta istrinya.


Perlahan kedua mata itu terbuka dan menampakkan iris cokelat terang milik Putri Lie yang menyejukkan bagi siapapun yang melihatnya bahkan mampu menghipnotis setiap orang dengan pesonanya yang kuat dan tajam namun menggoda.


Mata keduanya saling pandang dengan jarak dekat hingga Putri Lie sedikit mendorong tubuh Pangeran Jun agar menjauh.


"Kenapa berpura-pura tidur? kalau tidak suka mendengar godaan dari ayah dan ibu kamu abaikan saja atau alihkan dengan topik yang lainnya" kata Pangeran Jun kembali menatap istrinya dari samping.


"Aku memang sudah tertidur tadi tapi sewaktu kamu akan menggendongku baru aku terbangun" jelas Putri Lie.


"Ya baiklah kalau begitu, sekarang tidur lagi maaih malam" Pangeran Jun kembali menarik tubuh istrinya kedalam pelukan nyaman dan hangat miliknya.

__ADS_1


Tentu tidak ada penolakan dari Putri Lie yang sangat menyukai pelukan itu, tapi ada yang harus ditanyakannya lebih dulu.


"Sewaktu kita masih ditempat eksekusi, aku sempat mendengar ibu mengatakan jika kamu akan pergi, ada sesuatu yang ingin kamu sampaikan padaku?" ucap Putri Lie dengan tangan yang menari-nari di dada bidang suaminya seperti sedang menulis sesuatu.


Mungkin sekarang saatnya Pangeran Jun mengatakan tentang kepergiannya bertugas seminggu lagi. Jika tidak mengatakannya sekarang bisa dipastika jika dadanya akan memerah karena cubitan nakal dari istri cantiknya.


"Sewaktu pulang dari Selatan tempo hari aku dan yang lainnya melapor pada ayah tentang apa yang terjadi sebenarnya disana bersama ayah mertua dan kakak ipar" ucap Pangeran Jun menjeda ucapannya.


"Lalu!" Putri Lie mulai sedikit mencubit manja meski tidak terasa sedikitpun bagi Pangeran Jun.


"Ayah senang sekaligus marah, senang karena masalah sudah selesai dan marah karena sudah disalah gunakan kekuasaan yang diberikan pada mereka"


"Kekuasaan apa? siapa yang berkuasa? sepertinya disana hanya ada para pemberontak yang sudah di habisi" cecar Putri Lie


"Kepala desa Mino dan pejabat desa lainnya serta tabib Ode, semua kena imbas dari masalah itu" ucap Pangeran Jun.


"Lalu apa yang dilakukan ayah pada mereka?" tanya Putri Lie lagi


"Ayah meminta Hakim Zhang untuk mengurusnya karena semua yang pejabat yang ada didesa itu pilihan dari Hakim Zhang"


"Ayah yang memintanya dan mereka bukan saudara Hakim Zhang, karena semua berasal dari desa itu sendiri dalam arti lain semua pejabat penduduk asli desa Ruhai" ucap Pangeran Jun dengan tangannya yang mulai nakal pada tubuh istrinya.


Karena belum mendapatkan jawaban yang diinginkan, Putri Lie terus saja bertanya.


"Jadi kapan ayah memintamu pergi ke Utara Yang Mulia Pangeran Jun Xiao?" tanyanya geram.


Senyum Pangeran Jun mengembang sempurna hingga dapat melelehkan siapapun wanita yang melihat, tapi tidak bagi Putri Lie yang kesal dengan pria yang sudah menjadi suaminya itu.


"Sebelum ayah meminta Hakim Zhang pergi kedesa Ruhai kami lebih dulu mendapat perintah pergi, ayah mertua tiga hari lagi kalau kakak ipar dua hari lagi" jawab Pangeran Jun.


"Kakak pergi kemana?"


"Ke Utara juga hanya saja ia harus memeriksa pasukannya lebih dulu dan memantau keadaan disana dengan Tei"


"Tei ikut dengan kakak! tumben kalian berpisah biasanya selalu bersama!" bingung Putri Lie.

__ADS_1


"Tidak selamanya kami bisa selalu bersama Sweetyy, seperti kita yang akan terpisah karena pekerjaanku begitulah seorang tuan dengan bawahannya yang pasti akan mendapat tugas lebih dulu" jelas Pangeran Jun.


"Aku tahu" ucap Putri Lie laku kembali meletakkan kepalanya didada bidang sang suami dengan nyaman.


"Hah, sepertinya ucapan ayah dan ibu tadi perlu dilakukan!" ucap Pangeran Jun menggoda dengan tangannya yang sudah lebih nakal lagi menyentuh setiap inci kulit istrinya.


"Maksud kamu!" Putri Lie pura-pura tidak tahu


"Aku akan membuktikan keperkasaanku juga kekuatanku yang sama seperti tubuhku yang gagah ini" Pangeran Jun mengedipkan matanya lalu memulai apa yang ia inginkan.


Meski masih malu-malu tapi Putri Lie selalu menikmati setiap belaian suaminya yang sangat lembut itu dan perlakuan lembut dari Pangeran Jun selalu sukses membuat mereka sama-sama melayang karena kenikmatan.


Pangeran Jun menatap wajah istrinya yang masih berkeringan karena aktifitas mereka barusan, senyumnya selalu mengembang jika bersama dengan istrinya yang cantik ini.


"Aku akan meninggalkanmu sementara untuk bertugas Sweetyy, setelah selesai masalah yang sesungguhnya baru kita akan meraih kebahagiaan dan selalu bersama setiap saat" Pangeran Jun mengecup kening istrinya lembut lalu ikut memjamkan matanya.


Putri Lie yang belum tertidur sepenuhnya masih dapat mendengar apa yang diucapkan oleh suaminya itu. Putri Lie ingat jika perbatasan Utara berbatasan langsung dengan negara asal Selir Nan.


Mungkinkah suaminya itu akan menjalankan tugas negara sekaligus menyelamatkan suami dan mertua dari Selir Nan. Tidak bisa dibiarkan, Putri Lie bertekat akan menyusul sang suami nanti.


Putri Lie sudah berencana banyak hal untuk dapat melihat bagaimana keadaan disana juga bahaya yang mungkin mengintai suami juga kakaknya yang akan bertugas disana. Aku akan ikut tapi tanpa kamu tahu Honey batin Putri Lie lalu mengeratkan pelukannya pada sang suami.


Sementara dikamar lain...


Raja Xiao belum tertidur karena masih memikirkan strategi perang untuk kemungkinan yang akan dilakukan oleh negara Hun padanya. Meski mereka memiliki hubungan kerja sama perdangangan tapi Raja Xiao akan tetap waspada.


Awal kedatangan Raja Hun waktu pesta panen itu sangat mengejutkan baginya karena Raja Hun yang ia kenal bukan orang yang datang pada pesta itu.


Raja Xiao yakin pasti ada sesuatu yang sudah terjadi disana, jadi ia akan mengirim banyak tentaranya diam-diam keperbatasan setelah kepergian Pangeran Jun nanti.


"Mata-mata pasti akan dikirimkannya kedalam istanan, aku harus memastikan tidak ada yang lolos dari pengawasan juga pemeriksaan bagi siapapun yang masuk kekota apa lagi istana ini" gumam Raja Xiao.


Akan banyak kejadian kedepannya yang akan dapat menjatuhkanmya ataupun kerajaannya bisa juga istri dan anaknya. Tapi Raja Xiao sudah menyiapman segalanya untuk setiap kemungkinan yang dapat terjadi tanpa bisa dicegah.


Semoga firasatku tidak meleset dan bisa melindungi negara ini sebelum perang terjadi gumamnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2