
Halaman samping yang tadinya tidak ada apapun selain tanaman yang di tanamanya kini sudah berubah menjadi sangat indah.
Dengan banyak hiasan dari bunga-bunga yang berwarna lebih cerah dan terlihat semakin hidup dengan cahaya dari lampu-lampu kuno yang menyala disetiap sudutnya.
Yang paling menarik perhatian Putri Lie adalah bunga Lily kesukaannya yang lebih mendominasi dari semua bunga yang ada.
Diantara bunga-bunga itu duduk pula sang suami yang sedang tersenyum manis padanya dan memberi kode agar ia mendekat .
Dengan langkah yang perlahan namun pasti, Putri Lie mendekati suaminya yang masih tersenyum dengan merentangkan tangannya itu agar ia masuk kedalam pelukannya. Putri Lie berlari kecil lalu menabrakkan tubuhnya pada Pangeran Jun yang lansung memeluknya erat dan membisikkan sesuatu yang membuatnya semakin terharu meski bingung.
"Selamat ulang tahun yang ke 20 tahun sweetyy" bisik Pangeran Jun pada istrinya.
Putri Lie sempat kaget karena ia tidak pernah berpikir ini adalah hari ulang tahunnya. Ulang tahunku! benarkah! ah tidak! ini adalah ulang tahun pemilik tubuh ini bukan aku tapi kenapa masih muda sekali sih, apa semua orang dijaman ini menikah muda? pantas saja manusia masa depan cepat berkembang banyak, karena aku yang ada didalam tubuh ini jadi nikmati sajalah gumam Putri Lie dalam hati.
"Terimakasih honey, kamu tahu dari mana kalau aku ulang tahun hari ini?" tanya Putri Lie menatap Pangeran Jun setelah pelukan mereka sedikit longgar.
"Tadi siang saat kamu belum kembali, ada utusan ayah mertua dan kakak ipar yang datang membawakan surat dan hadiah ulang tahun untukmu, jadi aku juga menyiapkan sesuatu utuk istri cantikku ini" Pangeran Jun mencubit hidung Putri Lie pelan.
"Dan kamu menyiapkan semua ini? tapi kenapa aku tidak tahu jika taman ini sudah menjadi seindah ini ketika keluar tadi sore?" tanya Putri Lie.
"Karena aku baru menyiapkannya sebelum makan malam tadi" jawab Pangeran Jun santai
"Benarkah? tapi tidak mungkin bisa secepat ini jugakan?" tanyanya lagi tidak percaya jika sang suami menyiapkan semuanya sebelum makan malam, itu bahkan tidak sampai dua jam lamanya.
"Kamu lupa siapa suamimu yang tampan ini hm..." Pangeran Jun mencubit pipi istrinya gemas.
"Ini bahkan sudah selesai sebelum kamu selesai makan malam tadi" lanjutnya.
Semakin kagetlah Putri Lie mendengar penuturan suaminya yang sangat tidak terduga itu. Apa dia punya jin yang bisa segalanya dan mengabulkan permintaan orang dalam sekejap saja batinnya sembari menatap tidak percaya.
"Kamu tidak percaya! baiklah aku akan minta orang-orang yang tadi membuat semuanya ini merusakanya saja kalau begitu" ucap Pangeran Jun lalu menepukkan tangannya dua kali dan muncullah pengawal bayangan yang berjumlah dua puluh orang.
"Ada tugas lagi Yang Mulia?" tanya seorang diantara lainnya yang sedang berlutut.
__ADS_1
"Hancurkan..." ucapan Pangeran Jun berhenti karena dia dibungkam istrinya dengan tangan mungilnya yang langsung menyela.
"Kalian yang membuat semua ini ya?" tanya Putri Lie.
"Kami hanya menyiapkan bunga-bunga yang diminta Yang Mulia saja Permaisuri, selebihnya Yang Mulia lah yang menyusunnya, apa ada yang kurang lagi?" ucap kepala pengawal bayangan itu.
"Ah tidak ada, terimakasih ya kalian boleh pergi" dalam sekejap semuanya sudah menghilang dari pandangan Putri Lie setelah mereka memberi hormat.
"Suamiku tercinta maaf ya karena sempat meragukanmu" ucap Putri Lie lalu mencium pipi Pangeran Jun.
"Aku tidak terima maaf kalau hanya ciuman saja" ketus Pangeran Jun.
"Baiklah aku akan menunjukkan sesuatu besok kalau begitu sebagai permintaan maaf" ucap Putri Lie kemudian melepas pelukan mereka dan melihat kembali semua bunga-bunga yang bermekaran disekelilingnya.
"Kamu suka?" tanya Pangeran Jun dijawab anggukan oleh Putri Lie.
"Kalau yang ini suka tidak?" Pangeran Jun menunjukkan sebuah kalung dengan bandul berbentuk bulan sabit dan cincin merah delima yang sangat indah.
"Tentu ini untukmu sweetyy, berbaliklah aku akan pakaikan kalungnya dulu" tanpa menolak Putri Lie berbalik kembali memunggungi Pangeran Jun yang langsung memakaikan kalungnya pada leher jenjang Putri Lie.
Setelah kalungnya terpasang kembali Putri Lie memutar tubuhnya menghadap sang suami lagi dengan senyum manisnya. Lalu Pangeran Jun juga memakaikan cincin pada jari manis istrinya dan mengecup tangan lembut itu setelahnya.
"Ini hadiah dariku" ujar Pangeran Jun yang langsung mendapat pelukan mesra daru Putri Lie.
"Terimakasih honey, kamu sangat romantis sekali" ucap Putri Lie mengeratkan pelukannya.
"Kalau begitu kamu juga akan mendapat hadiah dariku" bisiknya lagi dengan menggoda seraya mengecup mesra pipi Pangeran Jun.
Pangeran Jun yang selalu mengerti kode dari istrinya jika menyangkut masalah yang enak itu langsung menggendonggya dan membawanya masuk kedalam kamar utama paviliun Bulan itu.
Putri Lie memainkan jari telunjuknya didada bidang suaminya yang terbuka karena mereka baru saja selesai dengan kegiatan suami istri mereka.
"Maaf karena mengabaikanmu tadi sweetyy" ucap Pangeran Jun memulai pembicaraan mereka.
__ADS_1
"Ya, aku sudah tahu kenapa kamu melakukan itu setelah melihat semua yang kamu berikan untukku malam ini" ucap Putri Lie lalu menghentika jarinya dan beralih memeluk tubuh besar sang suami.
"Sekarang ceritakan tentang Juju" tuntun Putri Lie pada suaminya agar menceritakan masa remajanya yang suka mengembara.
Pangeran Jun tersenyum lalu membelai rambut Putri Lie sayang.
"Kamu sangat penasaran sekali rupanya ya!" goda Pangeran Jun mendapat pelototan galak dari sang istri.
Hal itu semakin membuat gemas Pangeran Jun pada istrinya ini.
"Baiklah aku akan ceritakan padamu" Pangeran Jun menarik napasnya sejenak sebelum menceritakan semuanya.
"Sejak umurku 13 tahun, aku sering keluar istana dengan penyamaran sepertimu, menggunakan penyamaran agar dapat berbaur dengan rakyat biasa untuk mengetahui kehidupan mereka seperti apa juga untuk tahu apa yang lebih mereka butuhkan. Awalnya ibu Ratu tidak mengijinkan keputusanku tapi karena ayah sudah mengijinkan ditambah aku juga mendiamkan ibu, jadilah ibu juga mengijinkan aku pergi.." Putri Lie memukul dada bidang suaminya mendengar penuturan terakhir sang suami yang keterlaluan menurutnya.
"Kamu benar-benar keterlaluan, bahkan ibupun kamu acuhkan hanya demi keinginan itu" ucap Putri Lie
"Mau dengar lagi tidak!" tanya Pangeran Jun.
"Ya sudah lanjut" jawab Putri Lie
"Setelah keluar istana aku mulai perjalananku dari pasar lalu keramaian lainnya lalu tempat lain yang bisa memberiku banyak informasi, bahkan aku pernah masuk kerumah bordil(mucikari), tapi aku tidak melakukan apapun disana" sanggah Pangeran Jun cepat diakhir kalimatnya karena pelototan mengerikan dari istrinya.
"Di sana aku mengikuti seorang pedangang yang mencurigakan karena ia lebih terlihat seperti seorang mata-mata, apa lagi sebelumnya aku sempaat bertemu dengannya di jalan dan mendengar pembicaraan mereka yang menyebut nama ayah. Filingku benar soal itu, pedagang itu memang penyusup yang sengaja dikirim musuh untuk memantau keadaan dikerajaan sekaligus mencari informasi tentang ayah yang menjadi target utama mereka. Aku langsung pulang menemui ayah setelah mendapat semua informasi tentang mereka sekaligus tempat persembunyian mereka selama ini" hembusan napas Pangeran Jun terdengar.
"Ayah memerintahkan Hakim Zhang dan Panglima keamanan untuk menangkap mereka juga menutup rumah bordil itu karena sebenarnya tempat itu milik mereka yang dijadikan markas terbuka untuk menutupi semua rencana mereka"
"Apa selama di rumah bordil itu kamu yakin tidak melakukan apapun? aku tidak percaya dengan itu!" ucap Putri Lie menatap tajam suaminya.
"Yah, awalnya hampir saja aku tergoda pada wanita-wanita yang datang menggodaku, tapi untungnya aku langsung memasang wajah dingin dan datarku dengan tatapan jijik pada mereka barulah dapat mengusir mereka dengan alasan hanya ingin minum saja" jelas Pangeran Jun yakin.
"Kenapa tidak sejak awal saja kamu memasang wajah dinginmu itu agar tidak ada yang menggoda atau kamu memang senang digoda oleh mereka" cibir Putri Lie.
"Itu tidak mungkin Sweetyy, jika kita ingin mendapatkan informasi lebih jelas tentang seseorang maka kita harus mengikuti permainan mereka, apa lagi seorang penjahat yang akan selalu merasa curiga dan waspada pada orang-orang yang tidak berbaur seperti yang lainnya ditempat mereka. Jadi untuk memudahkan mencari tahu tentang siapa mereka sebenarnya aku mengikuti permainan mereka tapi tetap membatasi diri dengan alasan yang masuk akal dan tidak dicurigai, itulah strategi pertahanan diri ketika disarang musuh" jelasn Pangeran Jun lagi.
__ADS_1