Permaisuri Idaman

Permaisuri Idaman
41


__ADS_3

Pertempuran yang terjadi antara pengawal Pangeran Jun dan orang-orang berbaju hitam itu mengakibatkan banyak yang terluka dari pihak Pangeran Jun, meski tidak sampai separuh tetapi hal itu menyebabkan mereka harus menghentikan perjalanan lebih dulu.


Pengawal yang tidak terluka segera mendirikan tenda di tempat yang jauh dari lokasi pertempuran mereka tadi dan lebih dekat dengan pinggir hutan. Untungnya mereka membawa persediaan ibat yang banyak jadi jika ada kejadian seperti itu mereka sudah siap dengan segala kemungkinannya.


Pangeran Jun memegang tangan Putri Lie dengan lembut seraya membolak-balikkan tangannya berulang kali entah apa yang ingin di lakukan oleh suami tampan Putri Lie itu.


"Honey apa yang kamu lakukan sedari tadi hanya melakukan itu saja, tidak lelah!" seru Putri Lie


"Aku sedang memastikan apakah tangan kamu terluka atau tidak" jawab Pangeran Jun


"Aku tidak baik-baik saja honey, jangan khawatir" ucap Putri Lie


"Bagaimana aku tidak khawatir sweetyy, kamu memukul orang itu dengan keras hingga dia terpental" kata Pangeran Jun dramatis


"Sudahlah honey sungguh aku baik-baik saja" Putri Lie mencoba menenangkan Pangeran Jun yang mulai posesive


"Tidak bisa, aku harus memastikannya dengan benar baru tenang, tangan kamu pasti sakitkan sweetyy!" seru Pangeran Jun mengelus lembut tangan istrinya.


Meski tingkah sang suami berlebihan dan lebay menurut Putri Lie, tetapi ia tetap menikmati hal tersebut. Pangeran Jun dengan wajah khawatirnya itu sangat lucu bagi Putri Lie jadi ia memilih tetap diam dan membiarkan sang suami melakukan apa yang di ingikannya.


"Lapor Yang Mulia Pangeran, tendanya sudah siap dan pengawal yang terluka juga sedang di obati" ucap Jie yang datang dengan kedua temannya Jei dan Tei


"Yah lakukan saja yang terbaik untuk mereka dan jangan lupa untuk memprketat keamanan dan pengawasan kalian, kita harus selalu bersiap untuk segala situasi" kata Pangeran Jun cuek, namun tangan dan matanya tetap fokus pada sang istri.


Putri Lie tersenyum geli melihat tingkah tuan dan anggotanya itu, apa lagi ketiga pelayan sang suami yang terkadang bertingkah konyol dan ucapan mereka yang sering menjadi bahan ejekan bagi mereka sendiri juga. Walaupun demikian sikap mereka tetapi kalau masalah berperang, mereka yang memang dapat di andalkan karena keahlian dan keterampilan yang sudah teruji.


"Kenapa kamu tersenyum seperti itu sweetyy? nanti mereka tidak bisa tidur karena teringan senyumanmu" kata Pangeran Jun tidak suka

__ADS_1


"Aku hanya senang karena mereka semua sudah melakukan tugas dengan sangat baik dan juga saling melindungi" ucap Putri Lie dengan yang manis


"Terima kasih Permaisuri" jawab ketiganya bersamaan dengan ekspresi yang lucu.


Tawa Putri Lie pecah di antara keheningan yang sibuk itu hingga menarik perhatian seluruh pengawal dan pelayan mereka. Pangeran Jun langsung mencium ujung bibir istrinya cepat agar ia terdiam dan hasilnya sesuai harapan karena Putri Lie terdiam tanpa kata dengan wajah malu bercampur kagetnya.


Kini gantian Pangeran Jun dan ketiga pengawalnya yang tertawa karena Putri Lie, apa lagi wajah meronanya yang sangat menggemaskan. Sungguh memancing orang untuk menyentuhnya, namun tidak ada yang berani melakukannya selain Pangeran Jun tentunya.


Karena malu jadi bahan tertawaan, Putri Lie berlalu ingin pergi tetapi segera di tahan dengan pelukan oleh Pangeran Jun yang sedang menahan tawanya.


"Mau kemana sweetyy? jangan pergi sendiri di sini berbahaya" seru Pangeran Jun


"Jika ingin tertawa ya tertawa saja jangan di tahan, nanti jadi bisul" ucap Putri Lie yang kembali mengundang tawa ke empat orang itu


"Ih, honey sudahlah jangan membuatku semakin malu" lanjut Putri Lie sembari menutupi wajahnya yang sudah memerah.


Bukannya berhenti tertawa keempat orang itu justru semakin tertawa keras hingga menimbulkan tanya yang lainnya, apa yang lucu hingga Yang Mulia juga ikut tertawa begitu batin mereja keheranan.


"Permaisuri maafkan kami, kami tahu salah maafkaan kami Permaisuri" ucap ketiganya


"Aku akan memaafkan kalian tapi ada syaratnya" kata Putri Lie dingin hingga membuat ketiganya sedikit takut


"Kami akan lakukan syaratnya Permaisuri" lanjut ketiganya


"Baik kalau begitu, kalian pergi cari ikan yang banyak dan masih segar setelah itu panggang semuanya dan harus kalian yang mengerjakan semuanya" mendengar ucapan Putri Lie membuat ketiganya saling pandang dan langsung berdiri.


"Baik Permaisuri kami akan segera lakukan, kami juga akan cepat kembali" mereka bertiga pergi menuju sungai yang tidak jauh dari tempat mereka dengan semangat.

__ADS_1


"Sweetyy bagaimana denganku?" tanya Pangeran Jun memelas.


Putri Lie mengabaikan ucapan suaminya bahkan tidak melihatnya sama sekali, Pangeran Jun menjadi lemas karena masih tetap di abaikan namun ia tidak patah semangat untuk terus meluluhkan istrinya itu.


Ketika Pangeran Jun sedang memikirkan berbagai cara untuk mendapatkan maaf istrinya,tanpa sengaja matanya melihat sesuatu yang sangat cantik. Sekuntum bunga yang tumbuh tidak jauh dari tempat duduknya itu terlihat sangat indah, Pangeran Jun mendekati bunga itu dan memetiknya.


Harum dari bunga itu sangat menenangkan, Pangeran Jun pun akhirnya memiliki ide menggunakan bunga tersebut untuk membujuk sang istri agar memaafkannya.


" Semoga ia suka dan tidak mengacuhkanku lagi" gumam Pangeran Jun mendekati Putri Lie yang sedang istirahat dengan Mei dan pelayan lainnya.


Pelayan yang melihat kedatangan tuannya segera undur diri dan mencari kesibukan masing-masing. Putri Lie tetap acuh pada Pangeran Jun meskipun ia penasaran dengan apa yang ada di balik tangan sang suami.


"Sweetyy boleh aku duduk!" tanya Pangeran Jun hati-hati, Putri Lie hanya menggeser duduknya saja tanpa memandangnya.


"Ini untuk istriku yang paling aku cintai dan sayangi" lanjut Pangeran Jun menunjukkan bunga yang ia pegang sejak tadi. Senyum Putri Lie mengembang melihat bunga cantik di hadapannya.


"Terima kasih" ucapnya singkat dan mengambil bunganya


"Apa aku di maafkan?" tanyanya lagi


"Tidak tahu" jawab Putri Lie ketus


"Sweetyy ayolah maafkan suamimu ini, aku janji tidak akan mengulanginya lagi" Pangeran Jun memasang wajah imutnya untuk membujuk Putri Lie


"Asal kamu mau ikut ketiga pengawalmu itu mencari dan membakar ikan" kata Putri Lie


"Kalau aku pergi juga siapa yang akan memantau keadaan di sini sweetyy!" alibi Pangeran Jun agar tidak pergi.

__ADS_1


"Ya sudah nanti kamu yang bakar ikannya untukku dan harus enak jika tidak jangan dekat-dekat padaku" seru Putri Lie cuek


"Baiklah aku akan bakarkan ikan yang paling enak untuk kamu nanti setelah mereka kembali" kata Pangeran Jun senang karena akhirnya sang istri mau memberinya maaf, walau masih harus melihat hasilnya nanti malam.


__ADS_2