Permaisuri Idaman

Permaisuri Idaman
97


__ADS_3

Selir Nan dan Putri Lie masuk kedalam dan menuju ruang tengah paviliun itu. Disana mereka duduk berhadapan dengan Daren yang sudah terlelap dalam pelukan Putri Lie.


"Yah dia bahkan tertidur dipelukanmu Permaisuri, tadi dia sangat tidak ingin tidur bahkan ketika aku membujuknya tetap tidak mau" ucap Selir Nan sembari tertawa kecil.


"Mungkin dia hanya sudah lelah bermain saja Selir Nan" ucap Putri Lie, hatinya menghangat saat melihat bagaimana polosnya wajah Daren yang tertidur itu.


Ingin rasanya ia segera ounya anak tapi tidak mungkin secepat itu karena masih banyak hal yang harus mereka selesaikan.


"Selir Nan, putramu ini benar-benar tampan, aku sampai jatuh hati padanya" ucap Putri Lie menatap lekat Daren.


"Mintalah pada Yang Mulia, beliau pasti akan menurutimu nanti" goda Selir Nan.


"Sepertinya tidak sekarang, masih banyak hal yang harus diselesaikan, aku merasa akan ada peperangan antar negara tapi entah siapa yang akan memulainya lebih dulu" ucap Putri Lie.


"Sebaiknya letakkan Daren dikamar lebih dulu Permaisuri" kata Selir Nan diangguki oleh Putri Lie.


Setelah meletakkan Daren dikamar Selir Nan, kedua wanita itu menuju halaman belakang. Keduanya duduk dikursi yang saling berhadapan.


"Permaisuri, kamu tahu bukan jika beberapa hari lagi Yang Mulia akan pergi ke Utara untuk mengamankan perbatasan!" kata Selir Nan membuka pembicaraan mereka.


"Ya aku tahu lalu! bukankah kau juga akan pergi kekuil setelahnya?" tanya Putri Lie


"Sebenarnya itu hanya alasan saja agar aku bisa keluar untuk menyelamatkan suami dan mertuaku, rencananya kami akan menyusul kesana dengan penyamaran agar tidak ada orang dikediaman atau pun di kerajaan ini yang curiga" jawab Selir Nan.


"Benarkah begitu? lalu bagaimana dengan putramu Daren? apa dia akan ditinggal sendiri disini?" cecar Putri Lie.


"Tidak! Daren akan dititipkan pada Raja dan Ratu untuk sementara dikerajaan, setelah urusan selesai baru kami akan menjemputnya" jawab Selir Nan.


"Apa itu tidak akan mengundang kecurigaan orang-orang nantinya jika Daren diistana?" tanyanya lagi.


"Semua orang tahunya jika Daren cucu Yang Mulia Raja dan Ratu, mereka juga sangat menyayangi Daren, bahkan Raja tahu siapa kami sebenarnya" ucapan Selir Nan sungguh membuat kaget Putri Lie.

__ADS_1


"Yang Mulia Raja tahu jika kau dan Daren berasal dari kerajaan Hun? lalu apa tanggapan beliau?" penasaran Putri Lie.


"Yang Mulia Raja belum tahu jika kami dari kerajaan Hun tapi yang mulia hanya tahu jika aku seorang permaisuri yang sedang bersembunyi dari musuh, meski awalnya beliau tidak setuju Yang Mulia Pangeran mangangkatku jadi selir tapi setelah aku memohon padanya dan mengatakan tentang kehamilanku, Yang Mulia Raja mengijinkan atas permintaan Ratu dan menganggapku sebagai anak juga lalu Daren cucu mereka, Yang Mulia Pangeran masih menyembunyikan jati diriku yang sebenarnya dan aku menyetujuinya untuk melancarkan niat kami" jelas Selir Nan.


Putri Lie terdiam setelah mendengar apa yang diutarakan oleh Selir Nan. Tidak mengajakku ya! dasar Jun kurang ajar tunggu saja kejutan dariku gumam Putri Lie dalam hati.


"Apa Permaisuri ingin ikut denganku nanti? kalau tidak juga tidak masalah" tawar Selir Nan saat melihat keterdiaman Putri Lie.


Senyum miring Putri Lie keluar meski tipis, ketika mendengar tawaran dari Selir Nan yang seakan memberinya jalan untuk mendapatkan kesenangan sendiri.


"Dengan senang hati Selir Nan tapi aku harap kau tidak memberitahukan suamiku tentang aku yang ikut denganmu" ucap Putri Lie.


"Tenang saja, kita juga akan mencari jalan kita sendiri nanti dan akan berusaha sendiri semampu kita sebelum menemui mereka diperbatasan" ucap Selir Nan penuh semangat.


"Aku suka semangatmu Selir Nan, apa kau akan membawa banyak pengawal untuk itu?" tanya Putri Lie memastikan.


"Aku rasa itu tidak perlu, kita berdua bisa mengatasinya bukan!" jawab Selir Nan yakin.


"Siapa?" tanya Selir Nan


"Jei dan Wuse, mereka selalu bersamaku setiap kali aku keluar dari kediaman untuk melakukan semua yang aku inginkan" jawab Putri Lie.


"Baiklah dengan begitu kita akan lebih mudah lagi menjalankan rencana nantinya, tapi apa kamu yakin akan membantuku? maksudku suamimu tidak akan marah kalau kamu ikut membantuku" kata Selir Nan hati-hati.


"Santai saja, jika dia marah aaaku yang akan menghadapinya" ucap Putri Lie santai.


"Baiklah kalau begitu" kata Selir Nan.


"Oh iya, berapa umur Daren saat ini? dia sudah belajar berjalan dan sepertinya sebentar lagi akan berlari" canda Putri Lie mengakhiri keseriuasan mereka.


"Daren baru berumur satu tahun lebih, hah, sudah selama itu aku baru bisa bergerak untuk menolong keluargaku" desah Selir Nan.

__ADS_1


"Maksudmu?" tanya Putri Lie meminta penjelasan lebih.


"Saat kejadian itu aku sedang mengandung enam bulan, suamiku meminta kedua pengawal pribadinya membawaku pergi lewat jalan rahasia mereka, setelah kami lolos aku meminta mereka menyelamatkan suamiku tapi mereka menolak dengan alasan harus memastikan aku mendapatkan tempat berlindung dulu. Ketika bertemu dengan suamimu mereka langsung mengenalinya dan meminta bantuan, untungnya suamimu mau membantu kami dan membawa kami kesini, setelah disini aku meminta kedua pengawal suamiku menyelamatkannya tapi.." Selir Nan menghentikan ucapannya dan menarik napas sejenak lalu menghembuskannya.


"Tapi..?" ucap Putri Lie mengikuti kata terakhir dari Selir Nan karena penasaran.


"Tapi suamimu melarang mereka, karena akan sulit menyelamatkan keluargaku jika musuh sudah lebih mendominasi yang ada mereka hanya akan mengantarkan nyawa saja. Jadi suamimu hanya meminta mereka mengintai saja dan mencari tahu dimana semua keluarga disembunyikan serta apa yang dilakukan pada semua anggota keluarga kerajaan. Ibu mertuaku dikurung dipenjara istana sendiri karena selir-selir lain memilih menjadi gundik dan pelayan dari pada dipenjara, sedang ayah mertua dan suamiku dikurung dipenjara bawah tanah dalam hutan belakang kerajaan. Cukup sulit masuk kesana meski kedua pengawal suamiku tahu tempat dan jalannya, karena pengawalan yang sangat ketat juga banyak dipasang jebakan" jelas Selir Nan.


"Apa belum pernah kalian melakukan penyerangan sekalipun pada mereka untuk membebaskan keluargamu?" tanya Putri Lie.


"Pernah, saat itu kandunganku sudah tujuh bulan, waktu kami sudah tahu dimana posisi suami dan ayah mertuaku, aku meminta mereka untuk ikut denganku melakukan penyerangan atau hanya menyelamatkan mereka tapi lagi-lagi suamimu melarangku dan meminta kami menunggu hingga bayiku lahir dan bisa ditinggal sementara waktu selagi kami menyelamatkan yang lainnya nanti. Aku setuju begitupun kedua pengawalku, kami hanya merencanakan pembebasan tentara milik suamiku yang dikurung digunung tempat markas mereka. Di sana pengawalannya tidak seketat penjara dihutan jadi mudah untuk menyelamatkan mereka, dan saat ini mereka sudah menyusun siasat untuk peyerangan, setelah kita datang nanti baru permainan akan dimulai" kata Selir Nan dengan wajah garangnya.


Senyum tipis Putri Lie timbul lagi dan kali ini terlihat jauh lebih mengerikan dari sebelumnya. Ia sangat senang karena memiliki teman yang berambisi dan tekat kuat seperti Selir Nan ini untuk menyelamatkan keluarganya.


Tapi ada satu pertanyaan lagi yang harus dipastikan langsung oleh Putri Lie karena ia tidak suka menunggu untuk melihat sendiri walaupun itu adalah pembuktian nyata.


"Dengan semangat sebesar itu, berarti kau mampu bertarung bukan Permaisuri Yun!" ucap Putri Lie.


Senyum Selir Nan muncul dibibirnya mendengar ucapan Putri Lie yang ia tahu maksudnya.


"Tentu saja, Permaisuri bisa lihat nanti saat tiba waktunya" ucap Selir Nan yakin.


"Baiklah kalau begitu" sahut Putri Lie mengangguk.


Sepertinya pertarungan kali ini akan lebih seru dari sebelumnya gumam Putri Lie dalam hati.


"Kalau begitu aku permisi dulu Selir Nan, sudah hampir sore" pamit Putri Lie.


"Ya terimakasih sudah berkunjung dan mau mendengarkan ceritaku ya" ucap Selir Nan


"Tidak masalah aku senang berbagi cerita dan pengalaman" ucap Putri Lie.

__ADS_1


Setelah saling memberi hormat barulah Putri Lie pergi dengan Tei dan Mei juga pelayannya yang lain.


__ADS_2