Permaisuri Idaman

Permaisuri Idaman
36


__ADS_3

Jendral Han tidak sengaja melihat pada leher sang putri yang terdapat kalung yang pernah di berikan Pangeran Jun padanya sewaktu kecil dulu. Kalung itu sudah lama tidak pernah di lihat hingga ia berpikir mungkin kalung itu simpan, tetapi ketika di hari pernikahan juga tidak di pakai Jendral Han sempat ingin bertanya namun waktunya tudaj tepat.


"Menurut kamu, kalung yang sedang kamu pakai itu bagimana nak?" tanya Jedral Han pada putrinya


"Kalung ini maksud ayah" seru Putri Lie menyentuh kalungnya


"Iya, kamu suka tidak!" tanyanya lagi


"Suka yah, kalungnya cantik bahkan ukirannya terlihat indah" jawab Putri Lie


"Lalu bagaimana dengan orang yang memberi kalung, apa kamu juga suka?" sambung Min melirik adik iparnya.


"Tidak" jawab Putri Lie jujur namun menohok hati Pangeran Jun yang mendengar


"Kenapa?" tanya Jendral Han penasaran


"Aku sudah punya suami kalau ayah lupa, dan tidak pantas bagiku untuk menyukai pemuda lain selain suamiku ini" kata Putri Lie memegang tangan Pangeran Jun lembut


"Lalu kenapa kamu memakainya jika tidak menyukai orangnya!" cecar Min pada adiknya karena melihat wajah iparnya yang sudah lebih baik dari sebelumnya.


"Aku juga tidak tahu kak, entah kenapa aku tiba-tiba ingat dan ingin selalu memakainya" ucap Putri Lie seraya menyentuh kalungngya lagi


"Coba lihat di balik bandul kalung itu ada apanya!" kata Pangeran Jun cuek.


Putri Lie menuruti kata-kata suaminya meski ia tidak paham dengan maksud sang suami. Di balik bandul itu ternyata terdapat sebuah ukiran nama yang merupakan nama dari suaminya sendiri.


Hal itu membuat Putri Lie kaget dan langsung melihat ke arah sang suami yang terlihat sangat cuek bebek. Putri Lie tidak bodoh untuk mengetahui makna dari semua ucapan suaminya itu jadi dia tersenyum manis pada sang suami yang masih tetap cuek dan tidak melihatnya.


Segera saja Putri Lie mengecup pipi suaminya mesra untuk meluluhkannya dan berhasil. Cara itu memang ampuh untuk meluluhkan hati suaminya yang sedang dalam keadaan mood yang buruk, apa lagi jika di tambah kalimat manis maka ia akan diabetes di buatnya.


"Terima kasih honey, ternyata kamu yang dulu melamarku ketika aku masih kecil ya. Kamu berani sekali ternyata" kata Putri Lie memeluk suaminya dari samping tanpa memperdulikan ayah dan kakaknya yang masih di sana.

__ADS_1


"Jadi kamu sudah tahu sekarangkan siapa pemuda tampan yang kamu bilang tadi denganku di kamar, apa sekarang aku masih tampan atau jauh lebih tampan!" ucap Pangeran Jun dengan pedenya


"Sekarang jauh lebih tampan tapi yang dulu lebih imut" seru Putri Lie mencubit sayang pipi suaminya.


Jendral Han dan Min memilih pergi agar tidak mengganggu mereka yang sedang kasmaran itu, bahkan tidak hanya mereka berdua saja yang melihat kemearaan keduanya. Hampir seluruh tamu yang ada di aula melihat kearah mereka dengan tatapan kagum dan bahagia meski ada juga yang tidak suka dengan hal tersebutA.


Putri Lie yang menyadari mereka menjadi pusat perhatian pun menjadi malu dan membawa suaminya pergi dari aula setelah meminta pelayan memindahkan makannya. Putri Lie membawa suaminya ke sebuah gazebo yang berada di atas kolam ikan yang mengelilinginya.


Tempat itu sangat sejuk dan menenangkan bagi siapa saja yang menempatinya. Apa lagi suasananya yang sedikit berangin menambah kesejukan bagi mereka. Pelayan membawakan makanan ke gazebo itu sesuai permintaan Putri Lie yang ternyata masih lapar katanya.


"Sweetyy bukankah tadi kamu sudah banyak makan ya!" seru Pangeran Jun heran dengan nafsu makan istrinya yang luar dari biasa


"Iya tapi masih lapar honey, tidak boleh makan lagi ya!" suara Putri Lie di buat sendu agar suaminya mengijinkannya makan lagi


"Boleh sweetyy tidak akan ada yang melarang kamu makan sebanyak apa pun yang kamu mau, asal kamu tahu batasan makan supaya perut kamu tidak sakit karena terlalu kenyang ya" Pangeran Jun membelai rambut Putri Lie dengan lembut karena tidak ingin istrinya itu sedih


Dengan penuh semangat Putri Lie makan lagi bahkan sangat lahap meski sesekali ia menyuapi makanannya pada sang suami yang menemaninya. Pangeran Jun sangat memperhatikan istrinya dengan teliti hingga sisa makanan yang masih menempel di bibir istrinya selalu ia bersihkan dengan senang hati.


Namun apa pun itu Putri Lie tetap yakin jika Pangeran Jun pasti akan setia padanya dan mereka akan bersama-sama selamanya, itulah selalu ia mantapkan dalam hatinya dan menanam kepercayaan untuk sang suami agar rumah tangganya tetap utuh.


Tanpa sadar Putri Lie sudah menghentika makannya sejak tadi dan terus menatap Pangeran Jun yang baru saja selesai membersihkan bibirnya yang belepotan makanan. Ia masih tidak percaya akan berpindah waktu pada masa ini dan di pertemukan dengan sosol yang sangat mengagumkan seperti suaminya.


"Sweetyy ada apa, kenapa diam saja?" tanya Pangeran Jun menepuk lembut pipi sang istri yang sedang melamun


"I LOVE YOU" kata Putri Lie spontan karena kaget dengan tepukan suaminya


"Apa itu I LOVE YOU?" tanyanya lagi


"Eh, ah itu hm anu" Putri Lie terlihat salah tingkah sendiri dengan apa yang baru saja ia ucapkan meskipun suaminya tidak mengerti tapi ia pasti akan mendesak untuk memberi tahukannya.


"Ayo sweetyy beri tahu aku apa itu!" desak Pangeran Jun, sedangkan Putri Lie menghembuskan nafasnya kemudian beranjak dari duduknya menuju pinggir gazebo dan melihat ikan-ikan yang sedang berenang ria.

__ADS_1


Pangeran Jun yang tidak di beri jawaban pun menghampiri Putri Lie dan memeluknya dari belakang dan mencium wangi rambut istrinya yang sangat ia sukai.


"Bagaimana perasaan kamu padaku?" tanya Putri Lie


"Perasaan maksud kamu!" tanyanya balik


"Apa kamu tidak mempunyai perasaan padaku sebagai seorang istri atau seorang wanita yang selalu bersamamu" ucapan Putri Lie segera di mengerti oleh Pangeran Jun, namun ia tetap ingin mengerjai istrinya itu.


"Aku menghargai kamu sebagai istriku apa itu tidak cukup" seru Pangeran Jun


"Hanya sebatas itu!" tanya Putri Lie sedikit kecewa dan di angguki oleh Pangeran Jun.


Hancur dan sakit begitulah perasaan Putri Lie saat ini, ia yang sudah terlalu jatuh hati pada suaminya namun sang suami justru hanya menghargainya saja sebagai istri tetapi hatinya masih tidak di ketahui itulah yang ada di pikiran Putri Lie karena jawaban suaminya. Ternyata begini sakitnya jatuh cinta tanpa balasan batin Putri Lie dengan kepala menunduk.


Lama mereka terdiam dengan posisi Pangeran Jun yang masih memeluk Putri Lie dari belakang, dan Pangeran Jun yang merasakan tetesan air pada tangannya langsung membalikkan tubuh istrinya.


Pangeran Jun mengangkat wajah istrinya yang menunduk dan terlihatlah wajah cantik itu yang sudah basah dengan air mata. Segera saja Pangeran Jun menghapus air mata itu hingga bersih lalu mengecupi seluruh bagian wajah istrinya dengan lembut


"Maaf karena sudah membuatmu menangis istriku, maaf" ucap Pangeran Jun dengan menyatukan kening mereka


"Jika aku tidak mencintaimu, aku tidak akan membawa memperlakukanmu dengan lembut bahkan aku juga tidak akan menyentuhmu sweetyy, aku akan memperlakukanmu seperti selir-selir itu. Jika aku tidak mencintai dan menyayangimu, aku tidak akan melindungimu dan membawamu hanya karena ada orang yang pernah memata-mataimu. Percayalah aku sangat mencintaimu istriku" lanjut Pangeran Jun dengan tulus dan sepenuh hati.


Putri Lie sangat terharu dengan apa yang ia dengar lansung dari mulut suaminya, ternyat apa yang di pikirkannya tadi salah. Suaminya ini sangat mencintai dan menginginkannya hingga rela melakukan apa pun untuk melindunginya. Putri Lie menatap wajah Pangeran Jun yang matanya terlihat memerah karena menahan air mata.


Putri Lie tersenyum sangat manis pada suaminya yang sudah pasti di balas dengan tidak kalah manisnya oleh Pangeran Jun. Putri Lie menjinjitkan kakinya dan mengecup mesra tepat di bibir sang suami sebagai tanda bahwa ia sangat mempercayai suaminya.


Pangeran Jun tentu sangat terkejut dengan apa yang di lakukan oleh Putri Lie karena biasanya ia hanya akan mendapat kecupan di pipi namun kali ini sungguh kejutan tidak terduga untuknya. Tentunya Pangeran Jun menyambutnya dengan senang hati bahkan ia sedikit mengangkat tubuh kecil Putri Lie dan menahannumya dengan kedua lengan kokohnya agar sang istri dapat melakukan apa yang ia inginkan.


Pengawal dan pelayan yang melihat aksi nekat Permaisuri mereka jadi tercengang tidak percaya, apalagi saat tuan mereka membalas hal tersebut dengan sangat mesranya. Mereka jadi malu melihatnya dan memilih untuk mengalihkan pandangan pada objek lainnya karena jika terus memandangi kedua orangbitu yang ada jiwa jomblo mereka akan meronta-ronta.


Sedangkan dari kejauhan tampaklah seorang wanita yang sudah mengepalkan tangannya dengan kuat hingga kukunya melukai kulit telapak tangannya, namun ia tidak perduli karena hatinya yang terlalu panas melihat adegan di depan matanya yang sangat menyakitkan hatinya tersebut. Dasar wanita penggoda lihat saja nanti pembalasanku batin wanita itu yang tidak lain adalah Putri Eun.

__ADS_1


__ADS_2