Permaisuri Idaman

Permaisuri Idaman
106


__ADS_3

Selir Rene membawa ketiga orang itu masuk aula istana dimana semua pejabat istana sedang berkumpul. Diatas singgasana raja duduklah seorang pria dengan wajah garangnya.


Siapa lagi kalau bukan Raja Hun yang sudah mengganti namanya menjadi Raja Josep. Dengan angkuh dan sombongnya Raja Josep duduk memandang rendah pada orang-orang dibawahnya.


"Raja, ketiga orang itu sudah membuatku malu ketika diluar tadi" adu Selir Rene dengan manjanya.


"Apa yang mereka lakukan?" tanya Raja Josep datar.


"Saat aku sedang menghukum seorang pedagang yang sudah merusak gaunku tiba-tiba mereka mengatakan hal yang sangat memalukan aku dan Raja didepan umum" ucap Selir Rene berbohong.


"Apa alasana kalian melakukan itu?" tanya Raja Josep pada ketiga orang yang jadi permasalahan Selir Rene.


"Kami hanyalah pengembara yang sering dibayar orang-orang untuk membunuh atau hal lainnya yang berhubungan dengan masalah mereka asal dibayar dengan uang yang besar, awalnya kami tidak perduli dengan apa yang dilakukan oleh wanita itu tapi saat kami akan pergi seorang berbaju hitam datang menyerangnya jadi dengan malas kami menolongnya" ucap Pangeran Jun.


"Kenapa kau menolongnnya kalau malas?" tanyanya lagi.


"Karena kami tidak akan membiarkan kejahatan terjadi pada wanita, apa lagi wanita lemah yang hanya berani pada orang-orang lemah" ejek Putri Lie terang-terangan.


"Kurang ajar sekali kau ini! pengawal bunuh dia" marah Selir Rene


"Kurung Wanita tidak berguna ini yang hanya bisa membuat malu saja, pastikan dia tidak keluar sebelum menyadari kesalahannya" ucap Raja Josep.


Semua orang yang mendengar ucapan Raja Josep jadi kaget karena biasanya raja mereka itu sangat memanjakan Selir Rene. Tapi kali ini kenapa jadi menghukumnya sangat aneh pikir mereka.


Sedangkan Pangeran Jun, Putri Lie dan Wuse hanya tersenyum dalam hati saja mendengar apa yang dikatakan raja itu. Permainan dimulai gumam Putri Lie dalam hati.


"Berapa bayaran yang kalian inginkan untuk mengerjakan sesuatu?" tanya Raja Josep.


"Tergantung pekerjaan kami seperti apa" jawab Putri Lie sedikit menyerakkan suaranya agar tidak kentara jika ia seorang wanita.


"Aku akan membayar kalian dengan seribu tael emas jika kalian mampu melakukan sesuatu untukku" ucapnya.


"Katakan saja apa yang harus kami lakukan!" ucap Wuse.


"Jika kalian mampu membawakanku Permaisuri Jun dari kediaman Pangeran Jun dikerajaan Xiao dengan keadaan tanpa lecet sedikitpun, maka semua uang itu akan aku berikan pada kalian" tawar Raja Josep.


"Itu pekerjaan yang sangat mudah bagi kami" ucap Putri Lie dengan seringai jahatnya.


"Baik tapi jika kalian tidak bisa melakukannya maka kalian akan mendapatkan ganjarannya" kata Raja Josep.


"Jika kami bisa membawanya dengan waktu satu hari saja, maka kau harus mengabulkan tiga permintaan kami Raja Josep, bagaimana?" tawar Putri Lie.


"Jangan mencoba tawar menawar denganku" ucap Raja Josep dingin.


"Anda seorang Raja dari kerajaan yang cukup besar kalau hanya tiga permintaan saja aku itu bukan masalah bagi anda bukan!" ucap Putri Lie meremehkan.


"Heh kau meremehkan ku! baiklah aku akan kabulkan tiga permintaan kalian asal kalian mampu membawanya dalam waktu dua hari dari sekarang" setuju Raja Josep.

__ADS_1


"Baiklah kami akan pergi sekarang juga" ucap Pangeran Jun lalu mereka bertiga undur diri.


Diluar istana mereka segera menuju suatu tempat untuk melakukan sesuatu.


Di lain tempat


Selir Nan, Jei, kedua pengawal pribadinya juga lima orang prajurit bayangan Pangeran Jun sedang menuju hutan tempat dimana Putra Mahkota Yun dikurung bersama ayahnya.


Setibanya disana, suasananya terlihat lebih ketat penjagaannya dari sebelumnya. Mereka semua berhenti diatas pohon rindang yang sedikit jauh dari tempat itu namun masih dapat dilihat.


"Penjagaannya lebih ketat dari terakhir kali kami lihat" ucap Ry ketua prajurit bayangan.


"Sudah pasti mereka memperketat keamanan disini setelah kejadian itu karen tidak ingin kejadian seperti itu terulang lagi" kata Jei.


"Kita harus mengalihkan perhatian mereka dulu jika ingin masuk bukan" usul Selir Nan.


"Jangan! kita hanya harus membuat mereka membuka jebakan yang dibuat sendiri" kata Jei.


"Caranya?" tanya Ry


"Kalian harus mencari hewan disekitar sini lalu melepaskannya didekat mereka, kalau bisa hewan buas agar lebih seru" sahut Putri Lie yang sudah berada didekat mereka.


Mereka yang ada disana sangat kaget mendengar suara tersebut yang tiba-tiba berada dibelakang.


"Kalian sudah tiba disini? sejak kapan? kenapa cepat sekali?" cecar Selir Nan.


"Diamlah Selir Nan, suaramu itu dapat memancing mereka datang" ucap Putri Lie.


"Diam Jei" Kata Wuse sembari melirik Pangeran Jun yang berwajah dingin, Jei diam seketika tanpa suara lagi.


"Kalau begitu tidak usah mencari binatangnya, Ry!" ucap Pangeran Jun melihat prajuritnya itu.


Ry yang paham akan maksud tuannya langsung mengangguk dengan ide dari tuannya itu. Ry meraba pergelangan tangannya lalu menyebutkan satu nama.


"Wofk habisi mereka semua tanpa tersisa dan hancurkan jebakan mereka" ucap Ry, muncullah dihadapan para penjaga pintu penjara itu seekor srigala besar yang sangat menyeramkan.


Para penjaga penjara itu berkumpul dan melakukan perlawanan dengan senjata mereka, dengan mudahnya mereka dihabisi srigala lapar itu yang sudah memakan mereka semua.


Bahkan srigalanya masuk kedalam penjara tanpa membuka pintu disana. Setelah selesai pekerjaannya Wofk kembali pada Ry yang langsung memasukkannya kedalam gelangnya lagi.


"Wah sudah berapa lama kau tidak memberinya makan hingga srigala itu begitu bernafsu menghabiskan makanannya" seru Putri Lie senang karena melihat bagaimana buasnya srigala itu tadi menghabisi dan memakan semua penjaga.


"Aku juga tidak tahu Permaisuri, tidak ku sangka dia ternyata sangat kelaparan" sahut Ry menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Wuse dan kau Ry, masuklah kedalam bersama mereka untuk membebaskan orang yang ada didalam" ucap Pangeran Jun seraya menunjuk kedua pengawal Selir Nan.


"Baiklah tuan" jawab mereka.

__ADS_1


Yang diperintahkan segera turun dan masuk kedalam penjara sementara Pangeran Jun yang lainnya masih diatas pohon untuk berjaga-jaga.


"Kalian pergilah mengawasi jalan masuk kesini, jika ada yang datang habisi saja lalu buang tubuhnya" ucap Putri Lie pada pengawal bayangan yang lain.


Segera saja mereka bubar dan berpencar melihat kondisi jalan masuk penjara.


"Biarkan aku ikut dengan mereka untuk masuk medalam, aku ingin membebaskan mereka juga" kata Selir Nan.


"Tenanglah, mereka akan segera keluar sebentar lagi" ucap Putri Lie.


Sementara didalam penjara.


Wuse dan ketiga temannya masuk menyusuri sepanjang lorong penjara bawah tanah itu. Didalam sangat pengap dan lembab bahkan banyak serangga yang beterbangan ataupun berlarian ketika mereka masuk.


"Ini lebih pantas disebut kandang hewan bukan penjara" gumam Ry


"Yah, raja busuk itu akan segera mendapatkan akibatnya nanti" ucap Bey pengawal Selir Nan dengan marah.


"Diaman mereka dikurung?" tanya Wuse yang sudah tidak tahan berada disana.


"Sepertinya diujung sana" seru Ry saat matanya tidak sengaja melihat siluet tubuh seseorang yang bergerak.


Keempatnya maju semakin kedalam apa lagi ketika mendengar suara rantai dan rintihan seseorang dari sana. Benar saja jika mereka itu adalah orang yang mereka cari.


Dengan cepat ikatan rantai itu mereka lepas lalu memapah keduanya keluar dari penjara. Saat diluar penjara mereka mendekati pohon yang ditempati Pangeran Jun yang sudah turun kebawah.


"Suamiku" jerit Selir Nan saat melihat kondisi suaminya yang sudah sangat kurus dan banyak luka ditubuhnya. Ayah mertuanya tidak mengalami luka parah hanya tubuh tuanya semakin rapuh dan lemah.


"Bru, Red, Esa keluarlah" ucap Pangeran Jun.


Ketiga binatang itupun muncul dihadapan mereka bahkan binatang pengikut milik yang lainpun ikut keluar karena raja mereka Esa keluar juga.


"Apa yang bisa kami lakukan tuan?" tanya Esa hormat.


"Bawa kami kembali ke gua persembunyia sekarang juga" ucap Pangeran Jun.


Binatang-binatang mistis itu mengangguk hormat lalu membawa semau tuan mereka kembali kegua secepat kilat. Bahkan Putri Lie baru saja memejamkan matanya karena ditutup oleh Pangeran Jun.


Tapi kini ia sudah berada di gua persembunyian mereka.


"Kembalilah kalian semua" ucap Pangeran Jun lagi.


"Tunggu Red!" cegah Putri Lie


"Aku mau kau bawa seorang wanita penghibur yang sangat cantik dan seksi kesini secepatnya, pastikan dia tidak terluka ya!" lanjutnya.


"Baik tuan putri" jawab Red yang langsung menghilang dari hadapan tuannya.

__ADS_1


"Untuk apa wanita penghibur itu?" tanya Pangeran Jun.


"Lihat saja nanti permainanku" jawab Putri Lie enteng lalu mendekati Selir Nan yang sedang membersihkan tubuh suami dan ayah mertuanya dibantu kedua prajuritnya.


__ADS_2