
Malam ini Pangeran Jun, Putri Lie, Jei, Wuse, Selir Nan dan kedua pengawalnya akan pergi kekerajaan Hun sesuai rencana mereka. Dengan penyamaran mereka menyelinap dengan mudahnya tanpa diketahui oleh prajurit lawan.
Putri Lie dan Selir Nan menyamar jadi seperti seorang pria dengan memakai kumis palsu buatan Putri Lie sore tadi yang ia ambil dari ujung rambutnya sedikit. Jika Putri Lie disandingkan dengan Pangeran Jun maka orang-orang pasti akan mengira keduanya adalah pendekar tertampan yang pernah ada.
Penyamaran sebagai laki-laki merupakan ide dari Pangeran Jun yang tidak ingin Putri Lie mengalami kendala lagi dari para pria hidung belang yang akan menggodanya meski istrinya ini mampu melawan tapi pencegahan dini lebih baik. Selain itu mereka juga tidak perlu menggunakan penutup wajah yang dapat menimbulkan kecurigaan orang-orang.
Saat ini mereka sedang memasuki kota yang masih sangat ramai meski sudah tengah malam.
"Apa kota ini tidak pernah sunyi meski malam hari?" tanya Lili alias Putri Lie heran.
"Entahlah, setahuku dulu jika malam hari hanya tinggal para pedagang yang akan pulang dan para pengawal yang sedang patroli" jawab Selir Nan alias Yuyu.
"Kota ini tidak jauh dari perbatasan jadi kemungkinan mereka orang-orang yang hanya mencari kesenangan saja" sahut Jeje.
"Berapa kota yang ada dinegara ini?" tanya Lili lagi.
"Ada Lima, yang paling ramai kota pusat lingkungan dekat diistana" jawab Yuyu
"Ayo kita cari penginapan dulu untuk malam ini" ucap Lili
"Tidak! setelah keluar dari kota ini kita akan melewati hutan lagi, disana ada beberapa anak buah yang sudah menunggu kita jadi harus cepat" tolak Juju alias Pangeran Jun.
Akhirnya mereka pergi dengan cepat menuju pinggir kota dengan berjalan kaki, namun ketika masih setengah jalan mereka sudah dihadang oleh beberapa wanita dengan pakaian seksi yang berlenggak-lenggok didepan mereka.
"Aiyo, banyak pria tampan disini" ucap wanita berbaju merah mendekati rombongan Juju.
"Mau kemana tuan-tuan? boleh kami menemani tuan-tuan sekalian?" ucap yang berbaju hijau
"Tuan sangat tampan hingga aku tidak mampu memandang yang lainnya" kagum seorang berbaju merah tadi pada Lili
Jelas saja Lili kaget dengan wanita itu yang tiba-tiba menyentuhnya wajahnya hingga langsung menepiskan tangan wanita itu dengan kasar.
"Jangan sentuh aku dengan tanganmu yang genit itu" ucap Lili dingin.
Bukannya takut wanita itu malah semakin mendekati Lili dan ingin meraba-raba tubuhnya. Dengan cepat Juju menepis tangan wanita itu yang mengarah pada dada istrinya.
"Jangan menyentuh adikku sembarangan jika masih ingin hidup" tukas Juju dingin dan datar.
Teman-teman wanita berbaju merah itu sudah mundur sejak Lili berucap dengan dingin tadi ditambah lagi Juju yang sama menyeramkannya. Tapi tidak bagi sibaju merah yang tetap maju tanpa perduli dengan tatapan dingin dan tajam yang ia dapatkan.
"Ah tuan, anda juga tampan, kalau begitu biar aku melayani kalian berdua saja" ucapnya.
Lili bergidik ngeri mendengar ucapan wanita itu yang ingin melayaninya.
__ADS_1
"Aku tidak tertarik dengan wanita sepertimu, jadi pergilah!" ucap Lili dengan tangannya yang menekan titik akupuntur wanita itu hingga ia tidak bisa bergerak lagi bahkan suaranyapun tidak dapat keluar.
Wanita berbaju merah itu mencoba berontak tapi tidak bisa.
"Itulah akibat suka mengganggu orang lain yang sudah menolakmu, jadilah wanita baik-baik selagi kamu punya kesempatan agar lebih dihargai lagi" kata Lili yang kemudian bergerak pergi bersama yang lainnya.
Susah payah aku menyembunyikan dadaku dan kau mau merusaknya dengan tangan kotormu, enak saja gumam Lili dalam hati dengan kesalnya.
Sementara Juju, Lili dan yang lainnya pergi dari sana, teman-teman wanita tadi mendekatinya dan mencoba untuk membantunya bergerak tapi tidak bisa.
Tiba-tiba ada sesuatu yang mengenai kepala wanita berbaju merah tadi hingga menyebabkan tubuhnya ambruk seketika dan ia pingsan disana. Itu adalah ulah Lili yang melemparkan batu kecil padanya untuk membuka serangannya tadi yang menyebabkan wanita itu tidak bisa bergerak.
Dengan puas Lili dan Yuyu tertawa karena sudah mengerjai wanita penggoda itu hingga pingsan hanya dengan batu kecil saja.
"Itu baru batu kecil bagaimana kalau batu besar? apa dia akan langsung mati?" seru Yuyu yang masih tertawa.
"Bisa jadi seperti itu atau mungkin tubuhnya akan hancur" seru Lili tertawa juga.
Para pria dibelakang mereka juga ada yang tertawa ada yang hanya diam saja dengan muka dinginnya, siapa lagi kalau bukan Juju. Tawa mereka langsung berhenti saat ada beberapa pengawal yang melintas disamping mereka.
Para pengawal itu membawa banyak kotak dalam gerobak yang ditarik oleh kuda. Dengan cuek mereka melewati saja pengawal-pengawal itu yang juga berjalan dengan sombongnya.
Namun mata Juju dan Lili melirik tajam pada isi kotak yang mereka yakini akan dibawa menuju perbatasan. Namun mereka terus berjalan saja agar cepat menemui yang lain dihutan.
Didalam baru mereka dapat melihat semua prajurit yang lain berjumlah hanya 20 orang saja.
"Kabar apa yang kalian dapatkan?" tanya Juju langsung.
"Sebenarnya kami pernah menyerang penjara bawah tanah dihutan, kami juga berhasil melukai Raja Hun yang kebetulan ada disana dan akan kembali, tapi sayang beliau sudah lebih dulu ditolong oleh pengawalnya yang langsung mencari kami" ucap ketua prajurit disitu
"Kami juga sudah mencoba untuk masuk kedalam penjara itu tapi penjagaannya sangat ketat dan banyak perangkap disana sedang kami hanya lima orang yang ada disana, akhirnya kami pergi" ucap yang lain.
"Lalu bagaimana dengan Raja Hun itu sekarang?" tanya Juju.
"Dia sudah sembuh tuan, padahal aku ingat betul ia terluka dibagian perut dan panah itu cukup dalam mengenainya, bagaimana mungkin bisa sembuh dan pulih secepat itu"
"Bahkan yang lebih mengherankan lagi ia tidak mau dipanggil Raja Hun melainkan Raja Josep dan dia sudah menyebarkan banyak prajurit untuk menyerang kerajaan Xiao kita" ucap yang lain.
Mendengar nama Josep disebut membuat fokus dan tatapan Lili menjadi tajam dan ingin mengetahui lebih banyak lagi. Mungkinkah ia mati dan reinkarnasi juga kalau iya aku sendiri yang akan membunuhnya geram Lili dalam hatinya.
"Apa lagi keanehannya yang lain?" tanya Lili mencoba senatural mungkin agar tidak ada yang curiga.
"Dia meminta seluruh prajuritnya untuk mencari senjata paling hebat yang ada hingga akhirnya seorang penasehatnya memberitahukan tentang senjata yang ada dihutan larangan yang dapat meledakkan dan menghancurkan satu kerajaan sekaligus"
__ADS_1
"Raja Hun meminta ayahnya Jendral Ace untuk pergi kesana mencari senjata itu yang katanya akan dia buat menjadi pis..Pistol, ya pistol, katanya juga senjata itu lebih berguna dari pada senjata yang dimiliki semua prajuritnya" jelas yang lain.
"Lalu?" tanya Juju
"Dia juga mengatakan akan merebut Permaisuri Jun yang katanya mirip dengan seseorang yang bernama Lisa".
Mata Lili melotot dalam tunduknya yang sedang meredam amarah dan gejolak dihatinya ingin segera menghabisi Josep secepatnya.
"Dari mana kalian mendapatkan semua kabar itu?" tanya Lili memastikan sekali lagi.
"Hey kami ini prajurit bayangan kau tahu, jadi mudah saja bagi kami mengetahui semuanya tanpa diketahui oleh musuh keberadaan kami" ucap ketua prajurit itu.
"Jika kami tenang dalam mengawasi maka semuanya akan berjalan lancar tapi kalau kami langsung menyerang lawan saat itu juga maka posisi kami akan diketahui dengan cepat ketika bergerak pergi" lanjutnya.
Wuwu yang mendengar temannya berkata seperti itu pada Lili langsung menjitak kepalanya cukup keras hingga siempunya kepala mengaduh.
"Apa yang kau lakukan? kepalaku sakit kau tahu!" ucapnya tidak terima.
"Apa kau tahu jika orang yang kau ajak bicara tadi itu Permaisuri? kenapa kau jadi bodoh sih?" kesal Wuwu.
"Tidak mungkin! Permaisuri itu sangat cantik dan anggun mana mungkin mau datang ketempat seperti ini" sangkalnya tidak percaya.
"Tanya saja pada tuan kalau begitu" ucap Wuwu.
Ketua prajurit bayangan itu melihat tuannya yang sudah menatapnya garang seakan ingin menerkam. Tanpa bertanya iya sudah tahu jawabannya dan memilih diam saja.
"Tuan, ada yang harus anda katahui selain itu" ucap yang lainnya.
"Apa?" tanya Juju singkat.
"Dikota dekat perbatasan yang tuan lewati tadi ada beberapa pengawal yang membawa kotak dalam gerobak bukan..!" ujar seorang lagi mendapat anggukan dari tuannya.
"Gerobak itu berisi senjata dan bahan makanan yang akan mereka simpan digudang yang ada dikota itu untuk menjadi cadangan makanan ketika merekamenyerang nanti" lanjutnya.
"Kita ledakkan malam ini juga" ucap Lili mendahului Juju yang akan bicara.
Semua orang yang ada didalam sana kaget mendengar ucapan Lili.
"Tidak mungkin kita bisa mengganggu gudang itu karena tempat itu dijaga langsung oleh Jendral Leng, orang terkuat dikerajaan Hun" ucap ketua pengawal bayangan itu.
"Aku yang akan pergi menghancurkannya" ucapnya mantap, Juju yang sepemikiran dengan Lili juga setuju.
"Kami akan pergi berdua kalian tetap disini awasi sekitar yang mencurigakan" sambung Juju.
__ADS_1