
Happy reading...
Terkadang tidak ada pilihan lain, dan saat itulah aku mencoba tetap ikhlas menjalani nya dan berusaha menerima setiap detik nya semua permasalahan yang ada. setidak nya aku bisa berjuang untuk kebahagian ku sendiri setelah menikah dan memiliki seorang suami. yang dulu dimana aku sendiri tidak pernah tahu bagaimana kehidupan ku nanti setelah menikah. bersyukur selalu untuk setiap yang waktu nya. meski hati ini pernah terluka.
***
Setelah aku mandi, bergantian dengan mas Erik dan kami sudah siap dengan pakaian rapih, aku melihat suami ku mas Erik sangat lebih tampan hari itu, hanya dengan menggunakan kemeja putih dan celana hitam kerja, meski tanpa jas nya, rambut nya yang di tata rapih, wajah nya yang putih dan bibir nya yang merah, membuat aku terkagum kagum ingin selalu bersama nya, tidak rela jika orang lain mengambil nya dari ku.
Kami pun turun bersama untuk sarapan, mas Erik selalu menggenggam erat tangan ku.
saat tiba di meja makan, Sofi tampak sudah duduk disana dan terlihat sangat murung dan sedih entah apa yang membuat nya murung dan sedih itu, mungkin kah karena Reza?
Aku tidak ingin mencari tahu jika berhubungan dengan Reza, takut suami ku akan marah. tapi mas Erik sebagai kakak nya tetap memberikan perhatian kepada Sofi.
Erik :
"Kenapa kamu diam saja dek?"
Sofi :
"Tidak mas"
"Hanya tidak selera untuk sarapan"
Erik :
"Kalau tidak selera kenapa tetap kesini"
"Apa kamu sakit?"
Sofi :
"Tidak mas"
Erik :
"Lalu kenapa masih diam saja?"
"Katakan lah apa yang membuat mu murung dan sedih seperti itu?"
Sofi :
"Tidak ada mas"
"Oh iya, mas Erik dan kak Tita mau kemana sudah rapih dan cantik begitu?"
Erik :
"Mas mau mengajak kakak mu berlibur sekalian bulan madu"
Sofi :
"Huhhh enak nya jadi kak Tita bisa dapetin suami sebaik mas Erik"
"Coba aku"
Erik :
"Sudah lah, lebih baik kamu sarapan dulu setelah itu kembali ke kamar mu, dan istirahat lah dengan baik"
Sofi :
"Iya mas"
Aku, mas Erik dan Sofi sarapan bersama saat itu, setelah sarapan Sofi menuruti nasihat mas Erik untuk beristirahat di kamar saja. aku dan mas Erik bersiap diri untuk pergi berbulan madu.
Erik :
"Bi.. Bi Inah"
Bi Inah :
"Iya tuan"
Bi Inah lalu mendekati mas Erik.
Erik :
"Tolong jaga rumah dengan baik ya bi"
"Dan saya titip Sofi jika terjadi sesuatu segera hubungi saya seperti nya dia sedang ada masalah bi"
__ADS_1
Bi Inah :
"Oh iya baik tuan"
"Maaf kalau boleh tahu, tuan sama non teh mau kemana sudah rapih begini?"
Erik :
"Saya mau mengajak Tita berlibur Bi"
Bi Inah :
"Oh iya tuan, bibi ikut senang mendengar nya semoga non teh bisa bahagia ya"
Erik :
"Iya bi terimakasih"
Bi Inah :
"Sama sama tuan"
Lalu bi Inah membawakan koper kami ke teras dan kali ini Joko lah yang mengantar kan kami ke bandara. Sandra dan Andre sudah menunggu di bandara.
Aku dan mas Erik sudah naik kedalam mobil begitu juga dengan Joko duduk di kursi kemudi, dan siap mengantar kami ke bandara.
dalam perjalanan, mas Erik meminta Joko untuk selalu waspada dengan keadaan rumah dari gangguan si peneror itu, dan mas Erik meminta Joko juga untuk mengawasi Sofi yang sedang murung entah karena apa.
Erik :
"Joko, tolong tetap waspada ya, jaga rumah dengan baik"
Joko :
"Baik tuan"
Erik :
"Satu hal lagi, aku titip Sofi jaga dan awasi dia dengan baik, seperti nya sedang ada masalah"
"Entah lah, karena dia tidak mau mengatakan nya"
"Segera hubungi saya, jika terjadi sesuatu"
Joko :
"Baik tuan"
akhir nya kami tiba di bandara, dan bertemu dengan Sandra juga Andre yang mengantar ke berangkatkan kami bulan madu. karena masih ada beberapa yang belum tersampaikan oleh mereka.
Sandra memberikan beberapa tiket bandara kepada mas Erik, juga hotel untuk kami menginap sudah dipesan kan oleh Sandra. dan Andre datang untuk mengantar kami dan juga mas Erik memang meminta Andre datang karena ingin menitip kan Sofi pada nya.
Sandra :
"Ini pak, tiket pesawat dan hotel nya"
Erik :
"Ok san, terimakasih"
Sandra :
"Sama sama pak"
Erik :
"Dan tolong handel semua pekerjaan dengan baik bersama Andre"
"Selalu berikan laporan setiap hari"
Sandra :
"Iya pak"
Erik :
"Dan tugas buat Luh bro"
"Selain gua titip kerjaan, gua titip Sofi juga ya"
"Dia lagi murung seperti nya ada masalah"
__ADS_1
Andre :
"Siap bro Luh tenang aja itu mah soal kecil buat gua mah"
"Gua paling bisa diandelin bro"
"Apalagi soal Sofi"
"Gua bakalan jaga dia dengan baik"
Erik :
"Ok bro makasih gua tenang ninggalin Sofi sendirian dirumah"
"Gua berangkat sekarang"
Andre :
"Ok bro hati hati disana"
Sandra :
"Hati hati pak, mbak"
Erik :
"Makasih San"
Aku hanya menganggukkan wajah ku dan melemparkan senyuman kepada mereka. sambil berjalan mengikuti langkah mas Erik. aku dan mas Erik berjalan sampai kami masuk kedalam pesawat dan siap berangkat. kemudian Sandra dan Andre kembali kekantor untuk melanjut kan pekerjaan yang ditinggalkan mas Erik. setelah selesai pekerjaan beres semua Andre lebih memilih untuk menemui Sofi dirumah. karena khawatir dengan keadaan sang pujaan hati nya setelah mendengar kabar dari mas Erik tadi.
Andre memutar mobil nya di jam makan siang untuk menuju rumah mas Erik. tidak lupa Andre berhenti di jalan disebuah toko eskrim membelikan beberapa eskrim untuk Sofi karena dia tahu, Sofi sangat menyukai eskrim sedari kecil saat Andre sering menjemput Sofi di sekolahan dulu. lengkap dengan aneka rasa dan toping lalu Andre bergegas menuju rumah mas Erik untuk menemui Sofi.
Sampai di gerbang rumah, Joko tahu kedatangan mobil bos nya, dan langsung membukakan gerbang nya mempersilahkan masuk. Andre pun masuk membawa mobil nya kedepan halaman rumah, dan disambut oleh mang Dadan kemudian dipersilahkan masuk dan duduk, mang Dadan segera memberitahu kan bi Inah kedatangan Andre agar bi Inah memberitahukan nya kepada Sofi.
Mang Dadan :
"Silahkan masuk dan duduk atuh"
"Saya panggilkan dulu non Sofi nya"
Andre :
"Iya terimakasih mang"
Mang Dadan berjalan ke dapur dan memanggil Bi Inah.
Mang Dadan :
"Bu, ibu"
Bi Inah :
"Iya pak, ada apa?"
Mang Dadan :
"Itu di ruang tamu ada mas Andre"
"Mau ketemu non Sofi"
"Sok atuh cepetan panggil'in non Sofi nya"
Bi Inah :
"Iya pak sebentar atuh"
Mang Dadan :
"Ya sudah bapak teh kedepan lagi ya Bu"
"Jangan lupa buat kan minuman juga"
Bi Inah :
"Iya bapak, nanti ibu buatin minuman setelah ibu panggil non Sofi nya"
Mang Dadan berlalu meninggalkan bi Inah kedepan, sedangkan Bi Inah memanggil Sofi untuk memberitahukan bahwa ada Andre menunggu nya.
Bersambung..
Hai readers semua jangan pernah bosan ya mohon dukungan nya, Jangan lupa di baca ya, di like, komen, rate 5, favorit kan dan juga VOTE ya yang banyak.
__ADS_1
Terimakasih 🙏🙏😍