PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Malam tertangkap nya salah satu pelaku teror..


__ADS_3

Happy reading...


Andre melanjut kan kembali pembicaraan nya setelah meneguk sirup di gelas yang di suguh kan bi Inah.


Andre :


"Oh iya Sof, aku di tugas kan mas Erik mu untuk menginap disini dirumah nya untuk menjaga kalian semua, selama Erik belum kembali dari Paris nya"


Sofi merasa terkejut dengan niat Andre. namun saat tahu itu perintah dari Kakak nya Sofi memilih diam dan menerima nya. tidak ingin mencari masalah dengan sang kakak.


Sofi :


"Jadi mas Andre mau menginap disini?"


Andre :


"Apa kamu keberatan?"


Sofi :


"Tidak mas, aku justru senang ada teman mengobrol"


Andre tersenyum lebar dan senang bukan main dalam hati nya ketika Sofi mengatakan merasa senang Andre bisa menginap dirumah nya dan Sofi jadi memiliki teman mengobrol.


Andre :


"Serius kamu senang aku disini?"


Sofi mengangguk kan kepala nya seraya tersenyum malu dan berpaling wajah nya dari Andre. untuk menutupi rasa malu nya.


Sofi :


"Mas Andre nanti tidur dikamar mana?"


"Biar bi Inah siapkan"


Andre :


"Tidak usah, aku tidur di sofa saja"


Sofi :


"Kok di sofa mas, nanti dingin loh?"


Andre :


"Terimakasih kamu sudah perhatian"


"Tapi biar aku tidur di sofa saja, karena aku harus memantau keadaan diluar"


"Aku harus segera menghentikan aksi mereka"


Sofi :


"Ya sudah terserah mas Andre saja"


"Jika butuh apapun jangan sungkan ambil sendiri di dapur ya mas, atau meminta tolong Bi Inah juga tidak apa apa mas"


Andre :


"Iya nanti aku minta tolong pada Bi Inah saja"


Sofi :


"Ayo mas diminum lagi dan dimakan juga cemilan nya, nanti kalau tidak habis Bi Inah bisa marah loh"


Goda Sofi kepada Andre..


Andre dan Sofi sama sama menikmati cemilan yang dihidangkan Bi Inah.


Sore menjelang malam, Sofi kembali ke kamar lalu memilih untuk mandi.


Sofi :


"Mas sudah sore, aku ke kamar ya mau mandi dulu"


"Kalau mas Andre mau mandi, langsung ke kamar mandi disana ya mas, atau bisa pakai kamar mandi dikamar tamu saja mas"


Andre :

__ADS_1


"Iya nanti aku kesana"


"Ya sudah sana mandi dulu, nanti kita makan bersama"


Sofi :


"Ya sudah aku naik dulu ya mas"


Andre :


"Iya"


Sofi berjalan meninggalkan Andre sendirian dan menaiki tangga masuk kedalam kamar nya untuk segera mandi karena sudah menjelang malam.


Sementara Andre memilih keluar rumah untuk menemui Joko, yang masih bergantian dengan mang Dadan yang sedang mandi juga dibelakang.


Andre :


"Gimana keadaan diluar?"


Joko :


"Sejauh ini aman bos"


"Belum ada tanda tanda mencurigakan"


Andre :


"Tingkat kan waspada, malam ini kita harus bisa menangkap salah satu dari mereka"


Joko :


"Ok bos"


Andre kembali masuk untuk membersihkan diri. sementara Bi Inah dibantu mang Dadan menyiapkan hidangan makan malam. tadi nya Andre ingin mengajak Sofi makan diluar, tapi karena sudah melihat Bi Inah masak begitu banyak, lagi pula keadaan disekitaran komplek sedang rawan jadi memutuskan untuk tetap dirumah saja.


Andre masuk kedalam kamar tamu dan meminjam kamar mandi nya untuk membersih kan diri, mumpung masih sore sekitaran pukul tujuh malam itu.


Dan Sofi yang sudah turun dari kamar nya langsung menuju meja makan dan menunggu Andre keluar dari kamar tamu..


Sofi bertanya kepada bi Inah dimanakah Andre, yang saat itu sedang menata hidangan di meja makan.


Sofi :


Bi Inah :


"Iya non, baru saja masuk"


Sofi :


"Ya sudah bi makasih"


Bi Inah :


"Sama sama non, bibi ke dapur lagi ya non"


Sofi :


"Iya bi"


Tak lama Andre pun keluar dari kamar mandi sudah bersih, wangi dan rapih, tidak pernah terlihat kusut, sekalipun hendak tertidur.


berjalan menemui Sofi di meja makan.


Sofi :


"Ayo mas kita makan malam dulu"


"Sekarang aku benar benar sudah lapar mas"


Andre :


"Ya sudah kamu makan yang banyak agar tidak mudah sakit"


Sofi :


"Aku pasti makan banyak malam ini"


Ucap Sofi kepada Andre..

__ADS_1


"Tapi memang nya mas Andre mau aku kegemukan nanti?"


Andre :


"Tidak masalah untuk ku kamu gemuk atau tidak aku tetap menyukai mu"


Sofi :


"Ih mas Andre bisa saja deh"


"Ayo makan dulu, aku laper nih mas"


Andre :


"Iya ayo"


Kedua nya makan bersama di satu meja makan. saling berhadapan dan saling tatap menatap, bibir nya mata nya saling berbicara


menunjukan respon bahwa Sofi sudah mulai menyukai Andre. makan malam pun usai bi Inah kembali membereskan nya, sedangkan Sofi dan Andre memilih untuk mengobrol di teras depan dan untuk saling mengenal lebih satu sama lain.


Andre mengungkap kan begitu mengagumi sosok Sofi, sedari dulu saat Sofi masih duduk di bangku SMA. saat Andre selalu menjemput nya.


Saat Andre dan Sofi asik mengobrol dan bercanda tawa bersama, tiba tiba Joko menghubungi Andre.


Sofi menanyakan kepada Andre siapa kah yang menelpon barusan.


Sofi :


"Siapa yang telpon mas?"


Andre :


"Si Joko, sebentar ya aku jawab dulu"


Kemudian Andre segera menjawab telpon dari Joko.


Andre :


"Kenapa?"


Joko :


"Sudah ada tanda tanda anak anak motor bos diujung jalan komplek"


Andre :


"Ingat pesan gua, kerah'in semua anak buah luh buat bantu tangkap salah satu nya".


Joko :


"Ok bos"


Joko menyuruh semua anak buah nya yang berjaga di belakang dan samping rumah untuk segera berkumpul di depan halaman rumah. untuk bisa menangkap salah satu dari mereka dan menjadikan nya sebagai tawanan


Andre meminta kepada Sofi untuk segera masuk kedalam rumah, karena diluar sedang tidak aman.


Andre :


"Sof, lebih baik kamu masuk dulu ya, nanti kita lanjutin ngobrol lagi"


"Disini tidak aman, dan aku harus segera menemui si Joko untuk bantuin dia"


"Sebentar saja ya, nanti aku temui kamu lagi"


Sofi :


"Ya sudah mas aku kedalam dulu ya"


Begitu Sofi masuk kedalam rumah, Andre langsung berlari menghampiri Joko dan anak buah nya yang lain.


Suara rusuh motor mulai terdengar semakin kencang dan mendekat. Joko dan anak buah sudah bersiap siap di balik pintu gerbang bersembunyi agar tidak ketahuan.


mulai bermunculan sekelompok motor seperti anak anak sekolah yang mau tawuran saja. mereka melintasi pagar rumah mas Erik dan salah seorang diantara mereka yang bersiap diri melemparkan bola api kearah rumah mas Erik, pertama masih di biarkan bola bola api itu menghantam tembok rumah, begitu serangan ke lima kali nya Joko dan anak buah nya langsung menghentikan motor yang digunakan nya dan saat itu juga si pelaku langsung terjatuh. Andre langsung menarik tubuh di pelaku kedalam gerbang, seolah tahu kawanan nya tertangkap mereka langsung melarikan diri kocar-kacir dan tidak peduli dengan kawan nya yang sudah tertangkap.


Bersambung..


Hai hai reader.. jangan lupa baca ya..


like, komen, rate 5, favoritkan dan vote juga boleh ditunggu ya..

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏😍


__ADS_2