PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Tidak akan pernah..


__ADS_3

Happy reading...


Saat itu aku bertanya kepada Andre apakah aku harus meminta bercerai dari nya? rasa nya sakit dan sesak di dada ku saat melihat suami ku bersikap seperti itu terhadap mantan nya.


Andre pun menjawab dan tidak kalah menasehati ku. bahwa aku harus bersabar dan bisa lebih dewasa dari suami ku.


Andre :


"Bersabar sebentar, mungkin nanti kebahagiaan itu segera menghampiri diri mu pernikahan mu."


"Aku akan selalu mendoakan kalian, juga aku pasti kan jika Erik akan selalu setia pada mu."


"Karena aku sendiri yang akan menghakimi nya jika sekali saja aku melihat nya menyakiti mu lagi."


Tita :


"Terimakasih, kamu begitu peduli dengan ku."


"Tapi tidak dengan mas Erik?"


Andre :


"Karena aku tidak ingin sahabat ku hancur karena ulah nya sendiri!"


"Aku pastikan Erik akan baik baik saja, dia akan kembali kepada mu, mohon untuk mengalah dan bersabar dengan keadaan sekarang, saat ini yang di butuh kan adalah perhatian dan pengertian nya."


Tita :


"Aku tidak tahu bisa atau tidak."


"Kamu bicara seperti itu tentu saja bisa karena hanya bicara, tapi berbeda dengan menjalan kan nya."


"Ya sudah, aku masuk kamar dulu, aku lelah."


Berusaha meninggalkan Andre, yang ku pikir kata kata nya hanya penuh pembelaan untuk mas Erik, bukan untuk menenangkan ku. sehingga membuat ku bosan dan malas mendengar kan nya.


Tita :


"Permisi."


Andre :


"Ya sebaik nya beristirahat lah dengan cukup."


Aku beranjak pergi meninggalkan Andre diruang tengah, dan menuju kamar tamu dan segera membaringkan tubuh ku disana.


Tanpa ku pikir kan lagi mas Erik dengan botol minuman nya itu. seperti nya aku ingin meninggalkan nya secepat mungkin. tidak mau menatap wajah nya lagi. tapi sekali lagi ku tegas kan pada diri ku sendiri, aku bisa apa tanpa suami ku.


Saat aku sudah berada di kamar tamu sekitar pukul tiga dini hari, mungkin aku sudah terlelap bersama mimpi ku. ku dengar mas Erik mengetuk pintu kamar ku, namun langkah nya langsung terhenti karena Andre memanggil nya.


tok..tok..tok..


Erik :


"Sayang kamu sudah tidur kah?"


Lalu Andre yang mendengar suara ketukan pintu dan mas Erik di depan kamar ku Andre pun langsung memanggil nya..


Andre :


"Rik, istri Luh baru saja tidur, biar kan dia istirahat sebaik nya kamu jangan mengganggu nya untuk malam ini."


Lalu mas Erik berjalan mendekati posisi Andre saat itu.


Erik :


"Luh gak tidur Dre?"


Andre :


"Belum, gua bahkan gak ngantuk sama sekali jadi gua pilih minum kopi saja sambil menonton tv."


Ucap Andre kepada mas Erik..


Erik :


"Berarti Luh tahu dong Tita masuk ke kamar tamu?"


Andre :


"Jelas tahu dong, bahkan kami sempat mengobrol sebentar."


Erik :


"Cepat beritahu gua, apa yang di katakan sama Luh tadi?"


Andre :


"Ok gua kasih tahu"


"Dia mau minta pisah sama Luh karena Luh sebegitu meratapi kepergian si Sarah."


"Gua rasa setiap wanita apalagi yang sudah sah jadi seorang istri pasti bakalan ngerasain yang sama bro!"

__ADS_1


"Harus nya Luh jaga perasaan istri Luh, ya gua tahu Luh berduka karena rasa iba Luh."


"Tapi rasa iba Luh yang berlebihan itu akan sulit di terima sama istri sah Luh, yang mana dia tahu dia juga mencintai Luh Rik!"


Erik :


"Gua tahu, gua salah Dre!"


"Gua cuma gak nyangka saja hidup Sarah bakalan berakhir dengan cara seperti itu dan ditangan gua lagi!"


"Gua kasihan karena Sarah gak punya keluarga lagi!"


Andre :


"Ok gua paham maksud Luh, tapi Tita istri Luh mana bisa dia terima itu semua Rik!"


"Rasa cinta dia, membuat dia cemburu berlebihan dan rasa iba yang Luh tunjukan depan dia, itu membuat nya cemburu dan kecewa dihati nya!"


"Luh suami nya harus nya lebih menjaga perasaan nya, sebaik nya Luh minta maaf sama dia, itu sih saran gua!"


"Jangan tunggu dia tambah kecewa sama Luh dan akhir nya dia tetap meminta pisah!"


Erik :


"Gua pasti bakalan minta maaf sama dia Dre!"


"Tapi gua bingung harus mulai dari mana?"


"Gua cinta sama dia, gua takut salah bicara dan akhir nya malah bikin dia semakin marah sama gua?"


Andre :


"Ya udah Luh jelasin sama dia baik baik pelan pelan, tentang perasaan Luh sama si Sarah itu hanya iba saja tidak lebih!"


"Cinta sesungguh nya cuma sama istri sah luh gitu."


"Siapa tahu dengan begitu, dia mau dengerin Luh percaya sama Luh lagi, dan buktiin kalau memang Luh gak ada rasa cinta sama si Sarah!"


"Luh yang berumah tangga jadi gua yang ikutan pusing Rik!"


Erik :


"Luh kan udah banyak pengalaman sama cewek bro, gua kan seumur umur baru kenal Deket sama cewek itu bisa gua hitung, si Lona mantan gua kuliah dulu, Sarah dan terakhir ya Tita istri gua!"


Andre :


"Oh iya gimana kabar si Lona sekarang ya?"


"Udah lama gak nongol nongol tuh mantan Luh bro?"


Erik :


Andre :


"Ok ok."


"Luh sih terlalu cupu jadi orang!"


"Terus gimana acara pemakaman nanti pagi, apa Luh mau kasih tahu istri Luh?"


Erik :


"Gua pasti bilang, kalau dia mau ikut hadir dalam pemakaman itu lebih bagus jadi dia tahu perasaan gua seperti apa ke si Sarah, tapi kalau dia gak mau ikut ya gua gak akan paksa juga!"


"Yang pasti gua bakalan bicara pagi ini setelah dia bangun nanti!"


Andre :


"Ok deh, secepat nya Luh ngomong akan jauh lebih baik hasil nya bro dari pada Luh begini terus!"


Andre dan mas Erik masih berlanjut mengobrol di ruang tengah sambil menunggu pagi, sedang kan aku kembali terbangun sekitar hampir jam enam pagi, aku membuka pintu kamar dan berjalan menaiki tangga menuju kamar diatas, berpapasan dengan Sofi yang saat itu hendak turun karena tahu Andre menginap jadi Sofi ingin membuat kan teh atau kopi untuk Andre.


Sofi :


"Kak Tita dari mana sepagi ini kok dari bawah?"


"Mas Erik mana kak?"


Tita :


"Hmm, iya aku semalam tidur di kamar tamu sof!"


"Mas Erik ada di ruang tengah dengan Andre."


"Aku ke kamar dulu ya, mau mandi!"


Sofi :


"Ok kak!"


Aku terus berjalan dan masuk kedalam kamar lalu mandi, sedang kan Sofi tetap berjalan ke dapur dan membuat kan dua cangkir teh hangat lalu di bawa nya keruang tengah dan memberikan nya kepada mas Erik dan Andre.


Sofi :

__ADS_1


"Mas Erik, mas Andre kalian memang gak tidur ya semalaman?"


Erik :


"Enggak dek, mas gak bisa tidur!"


Andre :


"Iya aku begadang Sof, habis nya kakak mu nih bikin masalah saja!"


Sofi :


"Masalah apa sih mas?"


Andre :


"Kakak mu sedang berduka, karena si Sarah meninggal dan pagi ini pemakaman nya!"


"Tapi dia lupa menjaga perasaan istri nya, dia malah bersedih sepanjang malam memikirkan si Sarah tuh."


Sofi :


"Kok begitu, maksud mas Andre, mas Erik ini masih belum bisa melupakan Sarah begitu mas?"


Andre :


"Betul itu sayang, kamu pintar deh gak salah aku suka sama kamu!"


Sofi :


"Mas Andre pagi pagi udah gombal deh!"


Andre :


"gak apa apa dong, kan gombalin pacar sendiri yang penting aku setia kan sayang?"


Sedikit menyindir Erik dengan sikap nya yang usil itu. dan membuat Erik kesal lalu meninggal kan mereka berdua, setelah menyeruput teh nya, mas Erik memilih kembali ke kamar menyusul ku.


Erik :


"Luh Dre, ngaco aja ngomong nya!"


"Gak usah dengerin omongan playboy cap kaleng de!"


Ujar nya mas setelah menyeruput teh nya dan sambil berjalan menuju kamar kami.


Mas Erik terus berjalan menaiki tangga dan sampai di kamar lalu membuka pintu kamar. aku yang baru selesai habis mandi. masih menggunakan jubah handuk ku. dan rambut ku masih terbungkus handuk juga karena masih basah.


cekrekk..


Erik :


"Kamu sudah mandi, kenapa tidak menunggu ku sayang?"


Dengan kedua tangan nya meraih tubuh ku dan memeluk nya dari belakang, kemudian bibir merah nya mulai menelusuri leher ku dan membasahi nya. namun tampak nya kekecewaan masih menyelimuti hati ku.


Tita :


"Sudah mas geli, aku sedang tidak berselera.. lebih baik kamu mandi sana bau minuman tuh!"


Ucap ku pada nya..


Erik :


"Aku mau mandi ditemani sama kamu sayang?"


Tita :


"Mood ku jelek, aku tidak ingin bercanda mas!"


"Cepat mandi, aku mau bicara dengan mu!"


Pinta ku..


Erik :


"Katakan sekarang saja!"


"Apa kamu meminta ku mencerai kan mu?"


"Sampai kapan pun aku tidak akan pernah mencerai kan mu sayang!"


"Jadi berhenti lah berpikir untuk meminta cerai dari ku, karena itu tidak akan pernah terjadi!"


"Camkan itu baik baik sayang!"


Sambil meninggal kan tubuh ku dan berjalan memasuki kamar mandi.


Rupa nya mas Erik sudah mengetahui niat ku mungkin karena Andre yang memberitahukan nya kepada mas Erik.


Bersambung..


Hai hai sobat readers semua tetap setia ya dengan karya receh ku.

__ADS_1


Jangan lupa baca ,like, komen, rate 5, favorit kan dan vote ya.


Terimakasih 🙏🙏😍


__ADS_2