
Happy reading..
******
Aku membaca pesan dari mas Erik jujur saja aku merasa senang saat mengetahui bahwa suami ku ternyata merindukan ku. tapi jauh dalam hati ku merasa sakit luka yang ditoreh kan kemarin masih belum sembuh.
bagaimana aku bisa bersama dengan nya lagi kejadian itu selalu membayangi pikiran ku..?
Aku membalas pesan dari mas Erik..
"hmmm.. ada apa mas..?"
pesan sudah terkirim..
"aku baru saja terbangun karna mendengar ponsel ku terus berdering.."
pesan sudah terkirim..
"terimakasih makanan nya mas.."
"kalo mas Erik ingin bertemu dengan ku mas Erik ke balkon kamar saja kita mengobrol disana mas.."
pesan terkirim..
dan pesan telah dibaca oleh mas Erik..
Aku mengajak nya hanya mengobrol dibalkon saja, belum siap jika harus sering bertemu..
"maafkan aku mas.."
Aku bangun dan beranjak berjalan membuka pintu balkon kamar ku, kebetulan kamar kami hanya bersebalahan jadi bisa bertatap muka meski hanya lewat balkon kamar.
rupa nya disana sudah berdiri dengan perasaan tidak tenang nya, ya sosok laki laki gagah yang sudah membiusku membuncah kan rasa cinta di hatiku. dia suami tercinta ku sekaligus yang sudah menorehkan luka dihati ku.
Teramat aku mengasihi dirinya, aku sedih melihat nya seperti itu tapi berat hati ku untuk mengatakan..
"iya mas aku mau tidur dengan mu lagi, memeluk mu lagi, hidup serumah dengan mu lagi, arg...tidak mungkin rasa nya aku mengucapkan itu dihadapan nya..?" dengan melihat nya seperti itu, dia sangat tersiksa
karna secara tidak langsung aku memberikan hukuman ini padanya, aku juga merasakan hal yang sama dengan nya aku rindu dia, aku rindu aroma nafas nya setiap hari tidur bersama aku selalu menghirup aroma nafas nya.
***
Aku menyapa mas Erik lebih dulu..
Tita :
"hai.. mas"
"kamu udah makan?"
Erik :
"hai.."
terlihat canggung kembali padahal tadi pagi kami sudah banyak mengobrol..
"hmm.. aku sudah makan tadi.."
"bagaimana, apakah makanan nya kamu suka?"
"maaf jika aku mengganggu istirahat mu.."
Tita :
"tidak apa mas.."
"sudah lumayan cukup tidur ku.."
"aku kenyang sekali mas, makasih mas.."
Erik :
"sama sama.."
"aku ingin bicara.."
Tita :
"katakan saja mas.."
Erik :
"sayang, apakah kamu masih belum bisa membuka hati mu untuk ku..?"
Tita :
"bukan seperti itu mas.."
"aku hanya masih takut dan trauma jika suatu saat nanti aku merasakan sakit yang sama, mas Erik mengulangi nya lagi.."
Erik :
"sudah ku katakan, itu tidak akan pernah terjadi lagi.."
"bukan kah aku sudah berjanji padamu?"
__ADS_1
Tita :
"iya mas, aku tahu mas Erik sudah mengatakan nya dan berjanji, tapi hati ku benar benar takut mas.."
"wanita mana yang mau diperlakukan seperti itu? apalagi sampai berulang kali mas.."
"tolong mas Erik mengerti keadaan ku.."
Erik :
"tapi aku rindu kamu.."
"aku ingin memeluk mu sayang.."
Tita :
"kalau hanya ingin melihat dan memeluk ku saja, mas Erik boleh kok, yang aku belum siap jika mas Erik meminta tidur dengan ku, aku masih terbayang kejadian kemarin mas.."
Lalu mas Erik berjalan mendekati ku hanya ada pembatas pagar besi di balkon sehingga tangan kami bisa bersentuhan.
Erik :
"sayang kemarilah sebentar.."
Mas Erik meraih tangan ku dan aku memberikan pada nya..
mas Erik mengelus halus kedua pipi ku dan mengecup nya berkali kali.
"apakah kamu tidak rindu padaku ?"
"aku ingin menyentuh tubuh istriku tubuh dan nyawa nya sudah menjadi milik ku seharusnya aku bisa merasakan nya.."
Tita :
"euhh.. aku rindu juga sama kamu mas.."
"tapi aku tidak tahu bagaimana cara nya melupakan kejadian itu mas.."
"aku tahu aku ini adalah milik mu.."
"tapi tidak dengan mu mas..?"
Erik :
"apa maksud mu..?"
Tita :
"kamu masih milik Sarah mas.."
Erik :
"aku benci mendengar nya.."
Tita :
"tapi bukan kah itu kenyataan nya mas?"
Erik :
"sayang dengar kan aku, aku meminta mu bertemu karna aku sangat rindu pada mu bukan untuk membahas wanita itu.."
"hmm.. aku tahu, apakah kamu cemburu?"
"itu tanda nya kamu sangat mencintaiku.."
Tita :
"iya aku cemburu mas.."
"aku memang mencintai mu mas apakah salah?"
Erik :
"tidak salah sayang.."
"justru aku bahagia mengetahui bahwa istri ku sudah benar benar jatuh cinta pada ku.."
diluar dugaan ku, mas Erik se'nekad itu kah dia berani melompati pagar balkon demi rindu nya pada ku..
Erik :
"sayang menepi lah, aku akan melompat.."
aku sedikit berteriak karna tidak menyangka mas Erik melakukan nya, sambil aku menggeser tubuhku ke tepi jendela kamar, Karna tidak ingin tertubruk tubuh kekar nya.
Tita :
"mas.. apa yang mau kamu lakukan?"
"bahaya mas, kamu bisa jatuh dan terluka nanti.."
"baiklah jika kamu ingin bertemu dan memeluk ku, aku akan bukakan pintu kamar ku, mas Erik boleh masuk ke kamar ku bahkan mas Erik boleh menginap disini.. ohhh tidak tidak mas Erik boleh lakukan apapun yang mas Erik mau terhadap ku.. asalkan jangan melompati balkon mas.."
Erik :
__ADS_1
"tidak perlu, sudah terlanjur.."
"kamu percaya saja, aku pasti bisa melompati nya.."
"terimakasih atas kejujuran mu barusan sayang, dan itu cukup membuktikan pada ku bahwa kamu masih ingin bersama ku.."
pikir ku.. "Ahhh, apa yang barusan aku katakan pada nya ya tuhan, tolong aku pasti mas Erik GR dan besar kepala nanti, sebegitu mudah nya hati ku luluh dihadapan nya? dasar budak cinta, Karna mencintai nya aku bisa mengucapkan itu dan melupakan kejadian kemarin, ahhrg ya tuhan, bagaimana ini?"
apa yang harus aku lakukan sekarang, tapi jika aku tidak mengatakan nya bagaimana jika mas Erik nekad dan terjatuh?"
Ahh sudah lah lupakan saja..
Akhir nya mas Erik berhasil melompati pagar balkon yang menurut ku cukup tinggi untuk ukuran tubuhku. tapi tidak bagi nya, mas Erik mampu melompati nya demi diriku..
arhgg..
Mas Erik tiba dibalkon kamar ku dan terjatuh tepat dihadapan ku. dia sedikit kesakitan seperti nya.
Erik :
"Aww.."
sambil meringis sedikit sakit dan memegang kedua lutut nya.
Tita :
"mas.. mas Erik gak apa apa kan?
"ada yang luka tidak?
"bagian mana yang sakit mas..?"
"biar aku bantu kamu berdiri ya"
Mas Erik hanya tersenyum di wajah nya..
"kok mas Erik malah ketawa sih.."
"mas Erik jahat.."
Mas Erik hanya tersenyum pada ku dan diakhir senyum nya berubah menjadi tertawa meledek ku, seperti nya dia berhasil meluluhkan hati ku, itu cara yang dia lakukan agar mengetahui isi hati ku dan mudah untuk meluluhkan nya..
Aku memaki diriku sendiri..
dasar bodoh nya aku...
Lalu mas Erik berdiri dari jatuh pura pura nya dan sambil memegang kedua tangan ku sebagai penopang nya.
Maka terjadi lah apa yang harus nya terjadi tak terelakkan lagi, diatas balkon kamar, kami bercumbu mesra meluapkan kerinduan.
Mas Erik memeluk ku dengan erat tiba tiba tangan kiri nya memeluk pinggang ku dan kemudian tangan kanan nya memegang leher ku dan menariknya, kemudian mendaratkan ciuman yang sudah sangat aku rindukan, tepat nya sangat kami rindukan momen ini.
Tita :
"mas, aku gak bisa nafas nih?"
Erik :
"aku tidak akan melepaskan mu"
"sungguh sulit bagiku untuk mendapat kan mu, tidak mudah bagi ku melepaskan mu lagi.."
Tita :
"tapi mas, kita bisa lakukan lagi nanti?"
Erik :
"kita nikmati saat ini, jika nanti itu lain lagi sayang, anggap saja ini bonus nya.."
Berkali kali mas Erik mencumbu ku, pelukan nya semakin erat, hampir terasa sesak dada ku menerima serangan ini, nafas ku tereungah-eungah mas Erik tidak memberi jeda sedikit pun, dia terus saja menyerang ku. tidak ada penolakan sama sekali dari ku, meskipun aku berusaha menolak nya tetap tidak akan bisa.
aku pun sama merindukan nya.
Dalam hati kecil ku aku bahagia meskipun aku harus sakit terlebih dahulu untuk bisa mendapat kan kebahagian itu.
Aku mencintai nya setengah mati..
terkadang ingin nya dicintai sepenuh hati namun diri ini masih sulit untuk bisa menerima nya dengan sepenuh hati jangan lakukan jika masih setengah hati , aku pernah mencintai nya lebih dalam dan semua sudah dipatah kan oleh nya, namun pengorbanan ku tidak lah menjadi sia sia, kini aku bisa memiliki nya sepenuh hati ku, dia suami ku tidak akan ku biarkan siapapun mengambil nya lagi dari tangan ku.
apapun akan aku lakukan untuk bisa mempertahan kan nya.
Aku mencintai nya suami ku setengah mati dan sepenuh hati ku..
Bersambung..
*******
Hai hai hai ketemu lagi sama author yang males up nih, mudah mudahan tidak ada halangan agar author bisa up setiap hari.
terimakasih atas dukungan nya dan terimakasih sudah mau meluangkan waktu untuk singgah di novel receh ku ini
Jangan lupa tekan tanda πlike ya, komen, rate 5, favoritkan dan vote ya..
Terimakasih salam hangat author ππ
__ADS_1