PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Perasaan Sandra..


__ADS_3

Happy reading..


***


Aku harus membuat mas Erik yakin pada ku bahwa aku sudah putuskan dengan hati dan perasaan ku, aku tidak akan kembali pada Reza, aku sdh jatuh cinta dan mencintai sepenuh hati untuk mas Erik, aku bahkan rela merasakan sakit untuk mas Erik. aku tidak ingin apa yang sudah ku lakukan menjadi sia sia.


Gambaran hati ku saat ini..


Sama hal nya dengan mbak Sandra sekretaris mas Erik yang mulai menyukai seseorang. saat menghubungi mas Erik bahwa diri nya akan berangkat keluar kota untuk membantu menyelesaikan proyek hotel, sudah terlihat wajah nya berseri seri dan sangat bersemangat.


Tentu itu membuat hati Sandra setiap hari bahagia karena membayangkan orang yang disukai nya, tapi entah dengan pria yang disukai nya, apa bisa membuka hati nya untuk orang lain, setelah terluka?


Sandra menyukai Reza mantan kekasih ku dulu. tentu itu membuat ku bahagia akhir nya ada seseorang yang siap mengisi hati Reza dan membahagiakan Reza, anggap saja pengganti diriku. semoga Reza bisa membuka hati nya untuk Sandra.


Akhir nya Sandra berangkat keluar kota di Balikpapan, untuk menemui Reza yang mengerjakan proyek hotel disana, Sandra berniat membantu Reza sang pujaan hati nya karena Reza belum memiliki pengalaman dalam proyek hotel ini.


Setelah memberitahukan keberangkatan nya pada mas Erik, Sandra langsung terbang ke Balikpapan. sore hari tiba di proyek hotel dan langsung mencari sosok pria yang disukai nya. Sandra mencari Reza ke sebuah ruangan dimana Reza mendesain proyek hotel itu.


Sandra menyapa Reza lebih dulu, dan Reza merasa terkejut dengan kedatangan Sandra yang tiba tiba tanpa memberitahu lebih dahulu. mungkin setidak nya Reza bisa menjemput Sandra saat tiba.


Sandra


"Hai Za"


"Apa kabar?"


Reza yang terkejut sambil wajah nya melongo melihat Sandra yang tiba tiba muncul dihadapan nya.


Reza


"Loh mbak Sandra"


"Kok bisa disini?"


"Kenapa tidak memberitahu kalau mau datang"


"Kan bisa aku jemput mbak"


Sandra


"Iya Za, aku dadakan maaf gak sempet kasih tahu kamu"


"Gimana proyek nya Za?"


"Bos Erik menanyakan hasil kerja mu"


"Apa ada kendala?"


Reza


"Oh iya mbak, memang aku ada sedikit masalah sih, karena aku belum begitu paham soal proyek ini"


"Mbak Sandra di utus pak Erik ya datang kesini?"


Sandra


"Iya Za.. kemarin si bos minta aku buat bantuin kamu disini sampai kamu bisa, baru aku balik ke Jakarta lagi"


Reza


"Terus yang handel semua kerjaan kantor dijakarta siapa mbak?"


Sandra


"Ada mas Andre yang handel, selama ini juga kan memang mas Andre yang gantikan posisi nya si bos besar"


Reza


"Oh gitu"


Sandra


"Ya udah, coba aku lihat desain hotel nya dulu Za"


Reza


"Mbak Sandra gak capek?"


"Gak mau istirahat dulu?"


Sandra


"Gak usah Za"


"Kita langsung kerjain aja biar cepet beres"


Reza


"Ya udah terserah mbak Sandra saja"


"Hmmm.. kalau begitu aku ambil kan minum dulu ya"


"Pasti mbak Sandra haus kan?"


Sandra


"Boleh deh"


"Oh iya Za"


Reza


"Kenapa mbak?"


Sandra


"Jangan panggil aku mbak dong"


"Umur kita gak beda jauh kan, paling seumuran mungkin kan kita belum saling tahu"


Reza


"Oh iya mbak boleh"

__ADS_1


Sandra


"Tuh kan mbak lagi"


Reza


"Maaf mbak, sudah terbiasa memanggil dengan sebutan mbak jadi agak susah"


Sandra


"Harus dibiasakan Za"


Reza


"Ok mbak.. Ups maaf salah lagi"


Reza dan Sandra saling melempar kan senyuman.


Reza yang masih belum terbiasa memanggil Sandra dengan sebutan nama saja, merasa canggung, tapi Reza tidak curiga dengan Sandra yang tengah memburu cinta nya.


Reza tetap bersikap cuek.


Reza membawakan dua gelas kopi satu untuk Sandra dan satu lagi untuk diri nya.


Reza


"Ini san kopi nya"


Sandra


"Makasih Za"


Reza


"Sama sama"


Reza dan Sandra melanjut kan pekerjaan nya menyelesaikan desain proyek hotel yang sudah berjalan, agar secepat nya bisa melanjutkan pembangunan hotel nya.


Sandra yang jarak nya berada dekat dengan Reza merasakan perasaan nya yang berdebar tak menentu, sesekali mata nya melirik ke arah Reza dan mengagumi ketampanan Reza sambil menelan ludah nya, berhasil dikejut kan oleh Reza.


Reza


"Sand.. kamu kenapa kok bengong saja?"


Sandra


"Hahhh.. enggak apa apa kok Za"


Sambil tangan kanan nya mengusap helai rambut nya yang menutup sebagian mata nya, berusaha menutupi rasa malu nya karena dipergoki Reza.


"Lanjut yuk"


Sandra mengajak Reza melanjut kan pekerjaan nya sambil sesekali menyeruput kopi nya. dan saling melemparkan senyuman saat hasil desain nya selesai dan memuaskan.


***


Sementara aku dan mas Erik menunggu dokter datang untuk memeriksa keadaan ku.


Tita


"Mas bisa tidak aku pulang hari ini?"


"Aku sudah bosan dirumah sakit"


Erik


"Ok kita tunggu dokter dulu ya"


"Nanti kita tanyakan sama dokter apakah sudah bisa pulang atau tidak"


Tita


"Usahakan mas Erik bicara pada dokter agar aku bisa pulang, dan dirawat dirumah saja mas"


"Lagi pula, aku sudah sembuh aku sudah bangun"


"Hanya menunggu luka nya kering saja mas"


Erik


"Iya iya nanti aku bicarakan dengan dokter"


"Sabar ya"


Tita


"Hmmm, baiklah"


Dengan mengusap lembut rambut ku berkali kali mas Erik berusaha membuat ku lebih tenang.


Akhir nya dokter pun tiba bersama suster dan membawa hasil tes beberapa hari yang lalu..


Dokter Yudi


"Selamat sore"


Erik


"Selamat sore dok"


Dokter Yudi


"Bagaimana keadaan nya Bu?"


"Apa yang dirasakan saat ini?"


Tita


"Sudah lumayan baik dok"


"Hanya luka nya saja yang masih terasa perih"


Dokter Yudi

__ADS_1


"Iya karena luka nya belum kering"


"Nanti setelah kering luka nya, tidak akan perih lagi"


Saat dokter mulai memeriksa ku, Aku memberanikan diri bicara pada dokter mengenai keinginan ku untuk bisa pulang kerumah.


Tita


"Dokter apakah saya sudah boleh pulang?"


"Saya sudah bosan dok dirumah sakit"


Dokter Yudi


"Jika hasil pemeriksaan nya sudah bagus tentu ibu boleh pulang"


Tita


"Saya mohon dok ijin kan saya pulang"


"Dan dirawat dirumah saja dok"


Mas Erik menahan ku agar lebih bersabar dan biar kan dokter memeriksa ku lebih dulu.


Erik


"Sayang sabar dulu ya"


"Biarkan dokter selesai kan dulu pemeriksaan nya"


Aku hanya diam menuruti perintah mas Erik.


Begitu dokter selesai memeriksa ku dan memberitahu kan hasil pemeriksaan barusan yang dilakukan nya, mengatakan bahwa hasil nya cukup baik, dan dokter meminta suster untuk memberikan surat hasil pemeriksaan beberapa hari lalu.


Dokter Yudi


"Suster mana hasil pemeriksaan hasil beberapa hari lalu?"


Suster memberikan nya pada dokter Yudi.


"Hasil nya cukup baik Bu"


"Dan hasil pemeriksaan hari ini juga cukup baik, tensi darah nya stabil dan semua nya baik baik saja"


"Begitu juga dengan luka nya sudah 90% mengering"


"Tinggal diganti saja perban nya"


Lalu dokter Yudi menyuruh suster untuk mengganti perban di luka ku.


"Suster segera ganti perban nya ya"


Suster segera mengganti perban diluka ku dengan hati hati.


Akhir nya Dokter memberikan surat mengijin kan aku pulang dan dirawat dirumah.


Dokter Yudi


"Saya buat kan surat mengijinkan pulang dan dirawat dirumah saja, tapi dengan catatan bahwa ibu harus Jaga baik baik luka nya"


"Jangan melakukan hal yang berat dan melelahkan"


"Sebaik nya perbanyak istirahat saja sampai luka nya kering, sampai waktu nya tiba untuk melakukan kontrol kerumah sakit"


Tita


"Terimakasih dokter"


Erik


"Terimakasih dok"


Dokter memberikan ijin untuk pulang dan sambil pamit meninggal kami untuk memeriksa pasien lain nya.


Dokter Yudi


"Sama sama pak Bu"


"Semoga lekas sembuh ya"


"Saya permisi dulu"


Erik


"Iya dok terimakasih"


"Mari silahkan dok"


Akhir nya dokter dan suster meninggal kami dan memberikan ijin untuk pulang.


Aku menyuruh mas Erik untuk membereskan semua barang barang karena sore ini juga aku ingin segera pulang kerumah.


Aku sudah baik baik saja, aku bukan wanita manja meski pun aku masih sangat muda dan tubuh ku kecil mungil, tapi luka seperti ini tidak lah membuat ku sakit, aku bahkan sudah merasakan rasa sakit yang lebih sakit dari ini, jauh sewaktu aku kecil dulu mendapat kan perlakuan yang tidak mengenakan dari ibu tiri ku Bu Santi.


Mas Erik membantu ku mengganti pakaian ku dan menyisir rambut ku, semua dilakukan nya dengan lembut dan hati hati oleh mas Erik.


Aku senang akhir nya bisa pulang kerumah.


Tiba tiba mertua ku menelpon dan memberitahukan bahwa mereka akan datang ke Jakarta.


Bersambung...


***


Halo maaf ya author baru bisa up sekarang dikarna kan ada sesuatu dan tidak bisa ditinggalkan..


Setelah up ini author bakalan mampir ke novel teman teman author semua tunggu aja jempol author bakalan mampir lagi.


Untuk reader dirumah semua jangan lupa untuk selalu setia dan dukung novel receh author ini ya.


LIKE, VOTE SEBANYAK BANYAK NYA, RATE 5 ATAU BINTANG 5 , KOMEN, DAN FAVORIT KAN.


TERIMAKASIH 🙏😍

__ADS_1


__ADS_2