
Happy reading...
Pertengkaran sudah mulai surut dan berhasil.
Sofi yang mendengar pertengkaran itu, setelah kepulangan Reza, tidak mengira bahwa semua akan seperti itu, Sofi merasa tidak enak hati padaku. Sofi berpikir gara gara diri nya membawa Reza kerumah dan tanpa disengaja aku bisa bertemu dengan Reza. membuat aku dan mas Erik jadi bertengkar.
aku tetap tidak marah kepada Sofi karena baik Sofi maupun Reza mereka tidak bersalah sedikit pun, yang salah adalah suami ku sendiri yang terlalu cemburu buta. tidak bisa mengendalikan hati dan pikiran nya.
Malam pun menjelang, setelah makan malam berlalu aku memilih untuk kembali ke kamar ku dan mas Erik masih menghabiskan kopi nya di meja makan, Sofi pun memilih kembali ke kamar nya. seperti nya mas Erik sengaja menunjukan sikap dingin nya baik kepada ku maupun kepada Sofi.
Sofi seperti sedang asik mengutak-ngatik ponsel nya dan beberapa kali mencoba mengirim pesan kepada Reza. namun Reza sendiri untuk malam sudah memiliki janji makan malam dengan Sandra.
Seperti nya pesan yang di kirim Sofi di abaikan oleh Reza.
Reza menjemput Sandra dirumah nya dan kemudian mereka pergi menuju sebuah cafe dan memesan meja juga memesan hidangan makan malam dan beberapa minuman serta cemilan untuk menemani kencan mereka.
Saat dimana Reza makan malam dengan Sandra.
Reza :
"Kamu suka tempat nya?"
Sandra :
"Iya aku suka Za"
"Indah banget pemandangan disini"
Cafe bernuansa romantis penuh keindahan.
Reza memilih meja di lantai atas dengan sebuah taman kecil bertaburkan kerlap kerlip lampu disebuah taman, bagaikan kembang api. entah sebenar nya apa tujuan Reza.
Reza masih berusaha keras memikirkan apa yang harus nya dia lakukan dengan latar seindah itu.
Rupa nya Reza kalah cepat dengan Sandra, Sandra yang sudah tidak sabar dan takut kehilangan Reza, memilih untuk mengatakan perasaan nya lebih dulu. terserah nanti di terima atau tidak oleh Reza pikir nya.
Sandra :
"Za boleh aku bicara?"
Reza :
"Bicara lah?"
Sandra :
"Sebelum nya aku minta maaf Za jika nanti ucapan ku tidak membuat mu nyaman"
Reza :
"Maksud kamu apa?"
Ungkapan perasaan..
Sandra :
"A-aku menyukai mu Za"
"Sejak kita bertemu saat aku memindahkan mu ke Balikpapan"
__ADS_1
"Aku mengagumi mu sudah lama semenjak kamu bekerja di perusahaan pak Erik"
Reza terdiam karena terkejut ada seorang wanita yang menembak diri nya, biasa nya selama ini pria lah yang patut menembak wanita lebih dulu. namun seperti nya jaman sudah berbeda.
Reza masih diam tidak tahu harus menjawab apa.
Sandra :
"Aku tidak memaksa mu untuk menerima ku atau membalas cinta ku sekarang Za"
"Yang terpenting aku sudah berusaha mengungkap kan isi hati ku kepada mu"
"Dari pada aku menahan nya dalam hati"
"Kalau belum di coba mana tahu hasil nya akan baik atau tidak"
Reza :
"Terimakasih atas kekaguman diri mu padaku"
"Terimakasih atas ungkapan perasaan mu padaku"
"Tapi jujur saja aku masih belum mengerti dengan perasaan ku sendiri terhadap mu apakah rasa yang aku miliki saat ini terhadap mu adalah rasa cinta atau kasih sayang sebagai teman"
"Aku masih bingung San"
Sandra :
"Tidak apa apa Za aku paham maksud kamu"
"Aku akan beri kamu waktu secukupnya bagi diri mu untuk memikirkan semua itu, aku tidak akan memaksakan diri Za"
Reza :
Sandra :
"Iya Za sama sama"
Mereka melanjut kan makan malam dengan suasana romantis meskipun belum menjadi pasangan kekasih, semoga saja kelak sudah menjadi pasangan yang sah bukan sekedar pasangan kekasih saja.
Reza mulai menyesap kopi nya dan Sandra menyuap ice cake nya kedalam mulut nya dengan sendok. tiba tiba terdengar suara notif ponsel seperti nya notif sebuah pesan.
Rupa nya itu ponsel Reza yang berdering. segera Reza membuka ponsel nya dan melihat siapa yang mengirimi nya pesan.
Ternyata itu pesan dari Sofi tadi dan masih berlanjut. karena Reza lupa untuk membalas nya. Reza sekilas membaca pesan dari Sofi itu.
Pesan dari Sofi :
"Mas Reza dimana?"
"Aku gak tahu kenapa teringat terus mas Reza?"
"Mas Reza marah ya sama aku?"
"Maafin aku mas"
"Aku tidak bisa mengendalikan perasaan ku sendiri"
Sofi tidak begitu jelas dalam mengutarakan isi hati nya apakah dia mengungkapkan perasaan nya atau bukan, yang pasti Sofi masih belum berani, tapi jika dilihat dan diperhatikan dari kata kata nya atau sikap nya seperti nya Sofi menyukai Reza namun takut jika mas Erik sebagai kakak nya pasti tidak akan suka dan tidak akan setuju.
__ADS_1
Setelah Reza membaca nya dengan sekilas kemudian bermaksud untuk menyimpan kembali ponsel nya kedalam saku.
Sandra mulai bertanya..
Sandra :
"Siapa za?"
Reza :
"Hanya teman"
Sandra :
"Oh kirain dari orang tua mu"
"Maaf ya Za sudah malam begini kamu masih bersama dengan ku, seharusnya kamu bersama dengan kedua orang tua mu"
Reza :
"Tidak apa apa"
"Setelah mengantar mu pulang aku langsung pulang juga"
"Lagi pula besok aku kembali ke Balikpapan kan sore keberangkatan nya"
"Lebih baik segera habis kan makanan nya agar lebih cepat kita pulang"
Sandra :
"Iya Za"
Reza :
"Terimakasih san sudah mau menemani ku makan malam"
Sandra :
"Sama sama Za, aku senang bisa makan. malam bersama dengan mu"
Reza dan Sandra saling melemparkan senyuman. dan Reza masih berpikir dalam hati nya, apakah sudah bisa melupakan aku mantan nya sepenuh nya atau belum? dan juga tentang perasaan nya terhadap Sandra apakah rasa sayang nya sebagai teman atau justru menganggapnya seperti kekasih? juga Sofi yang mengirimi nya pesan dengan ungkapan perasaan nya. Reza semakin dilema dengan dua wanita yang mungkin saat itu sudah menyukai nya. tidak tahu apa yang harus diperbuat nya saat itu.
Akhir nya Reza dan Sandra selesai makan malam dan Reza kembali mengantar kan Sandra pulang kerumah nya. dilihat nya arloji ditangan nya sudah menunjukan pukul sepuluh lebih tiga puluh menit malam itu. dia langsung bergegas untuk pulang melanjut kan melepas rindu dengan orang tua nya. tak lupa dalam perjalanan pulang Reza membelikan beberapa cemilan di pedagang pangkalan untuk sekedar buah tangan jalan jalan dari luar untuk orang tua nya.
Sedang kan Sofi masih didalam kamar nya mengharap pesan nya dibalas oleh Reza, hingga membuat nya tertidur malam itu.
Aku masih dikamar sambil menunggu mas Erik kembali dari dapur aku mencoba menonton televisi, tidak terasa mata ku mulai mengantuk dan mulut ku terus menguap seperti nya tidak lama lagi akan tumbang.
Begitu aku sudah tertidur dan jatuh dalam empuk nya kasur, mas Erik sudah berada disamping ku dan menyelimuti kemudian dirinya masih menatapku lekat dan memperhatikan ku. entah apa yang ada dalam pikiran nya saat itu hanya dia yang tahu. aku berharap suatu saat nanti mas Erik menyadari kesalahan nya, dan tidak membenci lagi Reza karena pada dasar nya Reza memang tidak lah bersalah.
Ku jadi kan ini sebagai pelajaran hidup.
Mensyukuri hari ini dan mengikhlaskan yang telah berlalu.
sengaja aku menutup jalan menuju mu beberapa kalimat aku bekap agar tak terucap langkah kaki ku jerat agar tak pernah mendekat karena ku sadar meski semua jalan terbentang lebar kita tetap lah dua insan yang sama sama ingin bahagia dan tidak ingin terluka. Tuhan tahu bagaimana mengajarkan kita cara nya merelakan tanpa harus membenci. berusaha lah dengan baik dan jangan menyerah perlahan akan bisa melupakan kebencian dalam hati mu.
Harapan untuk suami ku mas Erik. dan sebuah ungkapan perasaan dari dua wanita untuk seorang Reza mantan ku.
Bersambung..
__ADS_1
Halo readers semua jangan lupa baca ya, like, komen, rate 5, favorit kan dan vote ya Terimakasih 🙏😍