PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
terimakasih untuk hidup yang indah ini..


__ADS_3

*****


Happy reading..


*************


Malam semakin larut, mata sudah mulai terasa berat hampir terpejam menunggu mas Erik yang masih mandi, tubuh ku yang sudah terasa lelah memaksa ku untuk membaringkan tubuh diatas kasur memejam kan mata dan aku pun mulai tertidur serasa sudah berada dalam kolam mimpi, tanpa terpikir untuk menunggu mas Erik.


selesai sudah mas Erik mandi, dan melihat ku tertidur, tapi tidak berani membangun kan ku yang sudah tertidur, dengan wajah yang tertunduk sedikit kecewa tapi tetap merasa kasihan pada ku mas Erik menutupi tubuh ku dengan selimut, mata nya menatap wajah ku dan mengecup kening ku seolah menunjukan bahwa diri nya mulai menyayangi ku, meskipun saat ini perasaan nya kecewa karna harus meredamkan niat nya malam ini untuk bisa bercengkrama dengan ku.


"Aku minta maaf mas"..


Kemudian mas Erik duduk di sofa dekat tempat tidur, dan mengambil ponsel nya untuk memeriksa beberapa pesan dari mbak Sandra sekretaris nya, mungkin berkaitan dengan pekerjaan nya dikantor.


Setelah mengecek semua isi ponsel nya lalu mas Erik meletakan ponsel nya dimeja, dan akhirnya mas Erik pun ikut berbaring disamping ku, memeluk erat tubuh ku seperti biasa, dan tidur bersama ku hingga pagi menjelang..


***


Pagi yang cerah bias cahaya mulai merasuki keseluruhan ruangan ketika aku buka jendela kamar, mulai memberikan kehangatan dipagi hari, udara yang sejuk sesejuk embun dipagi hari, menandakan bahwa hari terus berganti begitu pun dengan kehidupan yang akan terus berputar setiap harinya, untuk selalu semangat menjalani hidup.


Seperti biasa pagi yang cerah dihari ini hari minggu..


tak terasa setelah melewati hari yang berat kemarin dan penuh ketegangan akhirnya bisa kembali merasakan kelegaan dihati meskipun rasa was-was masih ada tapi setidak nya untuk hari ini lupakan sejenak, karna Sarah sudah pergi.


Pagi ini aku bangun lebih awal dan bergegas membersihkan diri, aku memilih pakaian casual kaos berwarna pink dan celana jeans berwarna hitam dengan sendal jepit. bergegas menuruni tangga menuju dapur.


kali ini aku ingin memasakkan sesuatu untuk mas Erik dan keluarga mas Erik kebetulan saat ini masih berlibur dirumah mertua di Singapura.


Aku bertemu dengan seorang asisten rumah tangga yang bekerja dirumah mertua ku. kebetulan dia bagian memasak di dapur.


dia bernama Bu Saras berasal dari Indonesia tepat nya Jawa tengah, Bu Saras dibawa ke Singapura dan sudah lama ikut dengan mertua ku.


Tita.. " pagi bu.." ucap ku pada Bu Saras..


Bu Saras.. " pagi non.."


Bu Saras.. " kok sudah bangun sepagi ini non.."


Tita.. " iya Bu.. boleh aku bantu Bu..?


Tita.. " kebetulan aku ingin memasakkan sesuatu untuk mas Erik dan keluarga nya.."

__ADS_1


pinta ku pada Bu Saras agar diperbolehkan memasak..


Bu Saras.. " boleh non, jika non mau.."


Bu Saras.. " tapi non ibu takut nanti dimarahin sama tuan, kalo non ikut masak..? kan ini sudah tugas ibu non..


Tita.. " tidak apa apa bu, tidak akan ada yang marah, ini kemauan ku sendiri.."


Bu Saras.. " ya sudah silahkan non.."


Aku bergegas mengambil bahan makanan didalam lemari es, mengambil sayuran telur dan daging sapi juga tulang iga yang terdapat di lemari es saja aku buat menu sarapan.


aku berpikir untuk menumis sayur capcai kesukaan ku, membuat rolade telur gulung dan daging sapi lada hitam, iga bakar saos barbeque.


bergelut dengan semua bahan dan bumbu diatas kompor meskipun terasa panas dan sedikit lelah berkeringat tapi hati ku merasa senang karena sudah berusaha melakukan tugas ku sebagai seorang istri.


hingga semua menu tercipta dan siap dihidangkan, aku dibantu Bu Saras menata semua masakan yang aku buat tadi dimeja makan.


saat semua masakan telah siap, tak berselang lama papah dan mamah mertua ku papah David dan mamah Ratih, juga adik ipar ku Sofi, sudah siap untuk sarapan bersama, hanya tinggal menunggu mas Erik yang belum turun.


Saat aku hendak berjalan untuk membangun kan mas Erik, dikamar tamu, tiba tiba mas Erik sudah berjalan menuju meja makan..


Erik.. " pagi istriku sayang.."


Tita.. " pagi mas.."


Aku terkagum memandang mas Erik yang sangat tampan dan aroma parfum yang Woody yang lebih enak untuk selalu dihirup Aroma nya.. tak luput dari mas Erik yang kemudian ikut memuji ku.


Erik.. " pagi pagi aku sudah disuguhkan dengan pemandangan yang indah didepan mata, melihat istri ku yang cantik dan menawan, sungguh sempurna hidup ku ini. rasanya seperti ingin aku menarik tubuh mu dan memeluk nya sayang.."


Tita.. " terimakasih mas.."


Kemudian tangan nya pun ikut meraih tangan ku dan menggenggam nya hingga berjalan bersama menuju meja makan.


dan menyapa semua anggota keluarga nya.


Erik.. " pagi mah, pah.."


papah mamah.. " pagi Rik.." ( bersamaan )


tak lupa menyapa adik satu satunya, " hai dek kapan kamu balik ke Jakarta..?

__ADS_1


Sofi.. " hmmmm.. masih lama kak.. aku masih betah disini.."


dengan sedikit tertawa kecil dibibir nya Sofi menjawab. 😚


Aku duduk bersebelahan dengan mas Erik.


lalu datang Bu Saras menyiapkan beberapa minuman dan buah buahan untuk pencuci mulut nya.


dengan penuh kebanggaan Bu Saras mempromosikan bahwa yang memasak menu sarapan adalah diriku..


Bu Saras.. " pagi tuan, nyonya.. den.. non.. "


Bu Saras.. " silahkan dicicipi, ini semua yang masak non Tita.. "


dengan senyuman dibibir nya Bu Saras pun segera pamit kembali ke dapur.. 😊


Mas Erik tersenyum gembira begitu melihat hidangan yang aku masak sendiri dan segera mencicipi nya, rasa nya memang berbeda jika sarapan dirumah dan diluar rumah, masakan rumahan memang selalu lebih enak dan selalu jadi juara. kemudian aku mas Erik dan semua anggota keluarga, menyantap sarapan bersama.


Mas Erik terseyum dan memuji masakan ku..


Erik.. " sayang masakan mu sungguh luar biasa enak nya.."


Erik.. " apakah sudah lama kamu bisa masak?


Tita.. " terimakasih mas.. ya sudah lama mas.. ketika aku masih sekolah di asrama.."


Papah dan mamah mertua ku juga Sofi pun ikut memuji masakan ku yang sederhana ini menurut ku. tidak seperti masakan atau makanan yang biasa mereka makan pesan dari restoran.


Terimakasih semua nya..


aku bahagia bisa memasakkan makanan untuk suami ku juga kedua mertua ku.


aku serasa sudah menjalankan kewajiban ku sebagai seorang istri dan menantu yang baik ya walaupun masih belum sempurna. tapi setidak nya ini awal yang baik untuk ku, mas Erik dan keluarga nya bisa menerima ku dengan baik.


terimakasih tuhan telah berikan hidup yang indah ini kepada ku.


Bersambung..


******


Hallo readers semua, jangan lupa untuk tekan tombol 👍 like ya.. jika berkenan berikan juga komen, saran, vote, ⭐5 dan favorit kan juga ya.. terimakasih 🙏🙏😍

__ADS_1


__ADS_2