PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Kedatangan mertua ku..


__ADS_3

Happy reading...


***


Saat bersiap untuk pulang. mas Erik mendapat telpon dari orang tua nya.


dan mengatakan ingin mengunjungi kami ke Jakarta karena mendengar kabar tentang diriku, Sofi pun ikut bersama papah dan mamah mertua ku.


Erik :


"Halo mah"


Mamah Ratih :


"Halo Rik"


"Kamu sudah pulang atau masih dirumah sakit?"


Erik :


"Erik sudah mau pulang mah"


"Ini sudah beres beres, karena Tita udah bosen dirumah sakit"


"Tapi dokter sudah mengijinkan untuk pulang"


"Jadi sebentar lagi Erik dan Tita pulang kerumah"


"Memang kenapa mah?"


Mamah Ratih :


"Oh begitu ya sudah hati hati ya dijalan nya"


Erik :


"Iya mah"


Mamah Ratih :


"Mamah papah dan Sofi sudah diperjalanan menuju Jakarta Rik"


"Mungkin nanti malam baru sampai dirumah mu"


Erik :


"Oh papah mamah dan Sofi akan pulang ke Jakarta"


"Ok deh Erik tunggu dirumah ya mah"


"Mamah dan semua juga hati hati dijalan ya"


Mamah Ratih :


"Iya Rik"


Erik :


"Apa perlu Erik jemput mah?"


"Atau Erik kirim supir saja untuk jemput di bandara?"


Mamah Ratih :


"Tidak usah Rik"


"Kamu pasti capek"


"Sebaik nya tunggu saja dirumah"


"Biar mamah papah dan Sofi naik taxi online saja"


Erik :


"Ok deh mah"


Mas Erik dan Mamah Ratih saling menutup telpon nya.


mas Erik melanjut kan bersiap untuk pulang.


Sore itu juga mas Erik membawa ku pulang kerumah, setelah semua administrasi selesai mas Erik membawa ku dengan kursi roda menuju parkiran dan ditemani seorang OB dirumah sakit yang membantu kami membawakan barang barang kami. tentu nya mas Erik juga memberikan tip pada OB itu karena sudah membantu kami.


Mas Erik menggendong ku kedalam mobil dan duduk dikursi depan samping mas Erik.


mas Erik memang jarang memakai supir lebih nyaman menyetir sendiri mobil nya.


Menyalakan mesin mobil dan langsung melaju menuju rumah mas Erik.


Dalam perjalanan menuju rumah kali ini mas Erik fokus untuk menyetir, tidak biasa nya selalu menggoda ku.


Tita :


"Mas tumben kok diem saja?"


"Tadi mamah bilang apa?"


Erik :


"Aku menyetir sayang"


"Aku harus hati hati"


"Iya tadi mamah bilang lagi dijalan mau datang untuk menjenguk mu"


Tita :


"Sama papah dan Sofi juga mas?"


Erik :


"Iya semua ikut dong"


"Mereka kangen sama kita"


Tita :


"Aku senang bisa bertemu lagi dengan papah dan mamah mas"


"Tentu dengan Sofi juga"


"Mereka sudah aku anggap keluarga ku sendiri mas"


Erik :


"Iya terimakasih karena kamu sudah mau menganggap mereka keluarga mu juga"


Tita :


"Oh iya mas"


"Kapan mas Erik ajak aku berlibur?"


Erik :


"Nanti kalau luka mu sudah sembuh ya"


Tita :


"Berarti masih lama dong mas?"


Erik :


"Tidak juga"


"Kamu sabar sedikit ya sayang"


"Begitu luka mu sembuh aku pasti bawa kamu berlibur"


Tita :


"Iya mas"


"Bi Inah gimana kabar nya mas?"


"Aku rindu bi Inah juga"


Erik :


"Bi Inah baik"


"Oh jadi kamu hanya rindu sama Bi Inah saja tidak dengan ku?"


Sambil mata nya tetap melihat ramai nya jalanan yang hampir memasuki malam.


Tita :

__ADS_1


"Bukan begitu mas"


"Aku merindukan semua nya"


"Karena kalian semua baik dan sayang padaku"


Erik :


"Baiklah aku mengalah"


"Sekalipun kamu tidak merindukan ku, aku tetap menyayangi mu"


Tita :


"Mas Erik bisa saja"


"Mulai gombal deh"


Erik :


"Loh aku serius sayang"


Tita :


"Iya iya mas"


Aku tersenyum melihat nya sekaligus merasa beruntung mendapat kan nya, meskipun kemarin aku harus ber'sakit dahulu karena luka yang ditoreh kan nya dihati ku, tapi aku yakin suatu saat aku bisa bahagia bersama nya, dan yakin mas Erik pria baik, kemarin hanya lah sebuah kecelakaan kecil, anggap saja ini bagaikan kerikil yang menghujani pernikahanku sebagai ujian untuk ku dan juga mas Erik.


Sampai didepan rumah, mang Dadan sudah bersiap diri membuka kan pintu gerbang untuk kami. menunduk saat mobil kami masuk kedalam halaman rumah.


Mas Erik turun lebih dulu untuk membuka kan pintu mobil untuk ku, sambil mengatakan pada mang Dadan untuk menurun kan semua barang barang di bagasi mobil.


Mang Dadan :


"Malem tuan non"


Erik :


"Malem mang"


"Tolong bawa kan semua barang barang di bagasi ya mang"


"Dan berikan pada Bi Inah untuk membereskan nya"


Mang Dadan :


"Siap tuan"


Mang Dadan segera berjalan kearah bagasi mobil dan membuka bagasi serta mengeluarkan barang barang dari bagasi untuk dibereskan dan di cuci oleh BI Inah.


Lalu mas Erik menggendong ku dan membawa ku masuk kedalam rumah. sebenar nya aku sudah bisa berjalan aku sudah baik baik saja, tapi mas Erik tetap menggendong ku.


Tita :


"Mas lebih baik aku jalan sendiri saja"


"Aku sudah bisa berjalan kok mas"


Erik :


"Tidak usah, aku gendong saja"


"Aku masih khawatir dengan luka mu"


Tita :


"Mas.. aku malu dilihat sama mang Dadan dan Bi Inah"


Erik :


"Untuk apa malu"


"Aku kan suami mu"


Tita :


"Tapi mas?"


Erik :


"Sudah, diam"


"Menurut saja apa susah nya"


Tita :


Aku sedikit kesal karena mas Erik memaksa untuk menggendong ku, aku sudah sehat dan baik baik saja, aku bukan wanita lemah dan manja mas..


Berjalan sambil menggendong ku dan berhenti sebentar ditengah ruangan, mas Erik memanggil Bi Inah untuk menyiapkan air panas untuk membersihkan tubuh ku.


Erik :


"Bi.. Bi Inah"


Bi Inah :


"Iya tuan"


Erik :


"Tolong siapkan air hangat ya Bu untuk menyeka dan membersihkan Tubuh Tita"


Bu Inah :


"Oh iya tuan bibi segera siap kan"


Erik :


"Satu lagi bi"


Bi Inah :


"Iya tuan"


Erik :


"Tolong siapkan makan malam ya bi"


"Karena papah mamah dan Sofi sebentar lagi akan datang, mereka masih dijalan sekarang"


"Ya sudah bi saya tunggu diatas ya Bi"


Bi Inah :


"Baik tuan bibi siapkan"


Sementara mang Dadan membawa semua barang barang dalam tas, ke dapur agar bi Inah bisa segera membereskan nya.


Mas Erik melanjut kan langkah nya menaiki tangga menuju kamar kami dilantai dua.


begitu sampai dikamar kami, mas Erik membaringkan tubuh ku diatas kasur dan menyalakan AC, lalu mas Erik berjalan kearah kamar mandi mengambil handuk kecil untuk menyeka tubuh ku. tak lama Bi Inah datang dan membawa sebuah ember kecil berisi kan air hangat yang diminta mas Erik tadi.


Kebetulan pintu kamar tidak tertutup rapat sengaja mas Erik membuka nya agar Bi Inah bisa langsung masuk.


Bi Inah :


"Maaf tuan ini air hangat nya"


Erik :


"Oh iya bi tolong letakan dilantai saja Bi"


Bi Inah :


"Baik tuan, kalau begitu bibi permisi mau menyiapkan makan malam"


Erik :


"Iya bi terimakasih"


Bi Inah :


"Sama sama tuan


Bi Inah kembali ke bawah untuk menyiapkan makan malam.


Dan mas Erik juga mulai menyeka tubuh ku dengan handuk dan air hangat yang disiap kan tadi.


Padahal aku bisa melakukan nya sendiri. bahkan aku bisa untuk berjalan hanya ke kamar mandi saja, tidak perlu di perlakukan seperti itu. terkadang aku bahagia memiliki suami yang begitu perhatian namun terkadang aku juga merasa terlalu memanjakan ku. mas Erik sudah selesai menyeka tubuh kan menggantikan pakaian ku.


Terdengar suara mobil didepan gerbang seperti nya itu mertua dan adik ipar ku yang datang.


mang Dadan membuka kan pintu gerbang dan menyambut mereka lalu mempersilahkan mereka masuk kedalam rumah.


Bi Inah menyambut mereka saat sudah didalam ruangan.

__ADS_1


mamah papah langsung duduk diruang tengah sementara Sofi langsung masuk kedalam kamar nya untuk segera membersihkan diri sebelum makan malam.


Bi Inah :


"Nyonya dan tuan sudah datang"


Mamah Ratih :


"Iya bi"


"Mana Erik dan Tita Bi?"


Bi Inah :


"Masih diatas nyonya"


"Tadi sedang membersihkan tubuh non Tita dulu"


Mamah Ratih :


"Oh ya sudah biarkan saja"


"Pah seperti nya Erik sangat menyukai Tita"


"Sampai mau melakukan semua itu"


Papah David :


"Bagus dong mah, berarti Erik sudah menemukan kebahagiaan nya"


"Semoga saja cepat diberikan momongan"


Mamah Ratih :


"Amin Pah"


Akhir nya mas Erik dan aku turun ke bawah untuk menyambut kedatang mertua ku.


mas Erik mau menggendong ku lagi. aku tetap menolak nya. karena malu bila dilihat mertua ku nanti seperti wanita manja pada umum nya.


Erik :


"Ayo kita turun, mamah papah sudah datang"


Tita :


"Ayo mas"


Erik :


"Biar aku gendong"


Tita :


"Tidak usah mas, aku malu sama papah mamah, Sofi juga"


"Nanti apa kata mereka mas"


Erik :


"Tidak usah dipikirkan"


"Mereka pasti paham kamu kan baru saja keluar dari rumah sakit"


Tita :


"Iya mas, tapi aku malu"


Erik :


"Begini saja, aku gendong sampai tangga saja"


"Nanti aku turun kan diujung tangga kamu bisa jalan sendiri, jadi kamu tidak terlalu kecapean"


"Ingat apa kata dokter sayang"


Tita :


"Baiklah"


Aku merelakan mas Erik menggendong ku kembali didepan kedua orang tua nya meskipun aku sedikit malu sebenar nya.


Saat bertemu di bawah, mamah Ratih menyapaku.


Mamah Ratih :


"Tita apa kabar mu sayang?"


Tita :


"Baik mah"


"Sudah lebih baik"


"Karena mas Erik selalu menjaga dan mengurusku dengan baik"


Mamah Ratih :


"Sudah seharus nya Erik seperti itu"


"Karena sekarang kamu adalah istri nya"


Tita :


"Iya mah"


Mamah Ratih :


"Maaf mamah baru sempat sekarang menjenguk mu"


"Pekerjaan papah mu tidak bisa ditinggalkan"


Tita :


"Iya mas tidak apa apa"


"Aku sudah lebih baik mah"


"Dan terimakasih sudah meluangkan waktu nya untuk menjenguk ku"


Mamah Ratih :


"Sama sama sayang"


Tiba tiba papah mengatakan kapan kami memberi cucu untuk nya.


Papah David :


"Kira kira kapan Rik kamu kasih papah cucu?"


Sambil tersenyum diwajah nya papah mengutarakan keinginan nya.


Erik :


"Sabar ya pah"


"Tunggu sampai Tita sehat"


"Erik berniat mengajak Tita berlibur setelah luka nya sembuh total Pah"


Papah David :


"Baiklah papah tunggu"


"Papah doakan semoga secepat nya kalian bisa memberikan papah cucu"


Erik


"Amin Pah"


Kami duduk bersama dan berbincang diruang tengah, meskipun hidangan makan malam sudah tersedia di meja makan.


Bersambung...


**


Halo readers semua mohon maaf ya jika masih ada kesalahan dalam penulisan, author nya masih kurang fokus dan kadang lupa untuk edit, langsung kirim saja.


Mohon tetap setia dan kasih dukungan buat author ya..


Untuk teman sesama author semua nya sabar ya nanti aku pasti mampir kok dan like setiap ep nya..


Jangan lupa..


LIKE, KOMEN, RATE 5 / BINTANG 5, FAVORIT KAN DAN VOTE YANG BANYAK YA. MKSIH YANG UDAH KASIH KOIN SEMOGA REJEKI NYA BERLIMPAH DAN GAK KAPOK YA BUAT TETEP KASIH DUKUNGAN BUAT AUTHOR

__ADS_1


TERIMAKASIH 🙏😍


__ADS_2