
Hai hai readers semua jangan pernah bosan ya untuk mampir dan dukung karya aku.. jangan lupa tekan tombol 👍 like ya setelah membaca, kasih rate komentar dan vote juga boleh, jika berkenan jadikan favorit ya 🤭
selamat membaca, terimakasih 🙏
********
Sore menjelang malam, aku terbangun dari tidur ku, untuk membersih kan diri, aku merasakan tubuh ku sakit-sakit semua dan sangat lelah sekali, setelah tadi siang menerima begitu banyak serangan dari mas Erik..🤭
sementara mas Erik masih tertidur lelap..
Bila aku ingat kejadian tadi siang mas Erik sangat bergairah, tidak sedikit pun memberi ampun pada ku, sungguh malu rasa nya diri ini, meskipun tidak bisa aku membohongi perasaan ku sendiri bahwa aku pun ikut menikmati nya..
aku mengakui mas Erik benar benar perkasa siang itu, dia melahap ku habis tidak sedikit pun aku bisa menghindari serangan nya, tapi aku merasa bahagia, bisa melepas kan nya dan memberikan malam pertama ku pada mas Erik yang kini menjadi suami ku.. .
author nya jadi malu sendiri nulis nya.. 😅😅🤭
Aku bangun dan berjalan menuju kamar mandi, tapi aku merasakan sedikit sakit dibagian sensitif ku, dan ada sedikit bercak disana yang tertinggal..
ini semua karena serangan nya mas Erik tadi..
mas Erik sangat tidak terkendali saat itu.. 🤭
Aku mencoba membersihkan nya sembari aku mandi, saat aku mandi, aku dengar suara mas Erik yang memanggil manggil nama ku.
aku tak ingin berlama lama, lalu aku menyudahi mandi ku dan bergegas keluar membuka pintu kamar mandi, mas Erik sudah berdiri didepan pintu..
Erik :
"Sayang kamu mandi ya.."
"Sayang.."
aku membuka pintu kamar mandi..
Kreekkkkkk..
Tita :
"Iya mas.."
"Ada apa mas memanggil ku..?"
Erik :
"Kenapa tidak menunggu ku sayang..?"
Tita :
"Menunggu apa mas, aku tidak mengerti..?"
Erik :
"Aku ikut berendam bersama mu ya..?"
Tita :
"Ohh.. maaf mas badan ku sudah pegal pegal dan lengket jadi aku mandi lebih dulu.."
"Lain kali saja ya mas.. aku sudah selesai mandi nya nih.."
"Lagipula aku merasa sedikit perih mas.." 😥🤭
Mas Erik kemudian memeluk ku penuh penyesalan saat mendengar aku merasakan sedikit perih, karena dia merasa sudah melahap ku habis habisan tanpa ampun..
Erik :
"Maaf kan aku ya sayang.."
"Aku kebablasan tanpa aku sadari itu membuat mu terluka.."
"Jujur saja, kamu berbeda sayang.."
"Kamu adalah wanita yang pertama bagi ku yang aku nikmati kegadisan nya.."
"Kamu membuat aku gila saat itu.."
"Isi kepala ku kacau saat menikmati mu yang indah dan masih Ting Ting ini sayang.."
Hahahaha.. sambil senyum senyum sendiri mas Erik..
"Membuat aku ketagihan.." 🤭
ah berasa aku jadi si Tita nih.. 🤭😅😅
Tita :
"Mas Erik.."
"Sudah mas.. aku malu mendengar nya mas.."
Erik :
"Kenapa harus malu, kita sudah sah sayang.."
Tita :
"Iya mas.. aku faham tapi tidak usah kamu sebutkan lagi ya, aku sungguh malu mas.." 😥🤭
Mas Erik tersenyum menatap ku, saat mendengar aku merasa malu atas semua kejadian tadi..
Erik :
"Sudah tidak usah merasa malu sayang.."
"Ya sudah aku mandi dulu, nanti kita turun sama sama untuk makan malam.."
"Kamu tunggu sebentar ya.."
Tita :
"Iya mas.."
Lalu mas Erik masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri..
tak berselang lama sudah siap dan mas Erik menggenggam tangan ku seperti biasa nya saat keluar kamar dan menuruni tangga menuju ruang makan..
Aku dan mas Erik seperti biasa menikmati santap makan malam bersama.
aku mengambil kan nasi lauk dan sayur ke piring nya mas Erik.
kali ini aku mengundang bi Inah dan mang Dadan untuk makan malam bersama diatas meja makan yang sama pula.
sebelum nya aku meminta ijin pada mas Erik terlebih dulu.
__ADS_1
Tita :
"Mas Erik.."
Erik :
"Iya ada apa..?"
Tita :
"Boleh tidak aku mengajak Bi Inah dan mang Dadan untuk makan malam bersama untuk kali ini saja mas..?"
"Karna aku merasa Rindu pada si bibi dirumah ayah mas.."
Erik :
"Tentu saja boleh sayang.."
"Asalkan kamu senang aku pasti ijin kan sayang.."
Tita :
"Terimakasih mas.."
Erik :
"Sama sama.."
Lalu aku memanggil Bi Inah dan mang Dadan untuk makan malam bersama. dalam satu meja yang sama tanpa ada perbedaan antara tuan rumah dan asisten rumah tangga.
Aku ingin keselarasan ada dirumah ini..
aku tidak ingin situasi dirumah ini sama dengan yang aku rasakan dirumah ayah ku dulu.. semua serba memiliki batasan status sosialnya, dan mengikuti Ego masing masing itu situasi yang tercipta dirumah ayah ku dulu, karna ibu tiri ku Bu Santi sendiri yang menciptakan situasi itu..
ibu tiri ku berpikir bahwa jika memiliki pembatas itu artinya hidup dia sedikit lebih berkelas dan terhormat, jika dilihat dari status sosialnya.
Namun tanpa dia sadari sebenernya nya kehormatan dan harga diri itu bukan dilihat dari status sosial nya melainkan dari cara bagaimana diri nya bersikap terhadap orang lain dan menghormati orang lain.
Aku ingin suasana dan situasi dirumah mas Erik ini tercipta dengan baik dan penuh kehangatan keluarga..
*******
Selesai sudah makan malam nya.. Bi Inah membereskan kembali meja makan dan aku membantu nya mencuci piring di dapur..
setelah selesai cuci piring, aku pamit pada Bi Inah untuk meninggalkannya, bahwa aku ingin ke kamar segera..
Tita :
"Bi.. maaf aku tinggal ke kamar ya bi.."
"Aku merasa badan ku sakit semua.."
"Bibi tidak apa kan mengerjakan nya sendirian..?"
Bi Inah :
"Iya non.. mangga atuh kalo mau ke kamar mah tidak apa non.."
"Sudah enon teh ke kamar saja, lebih baik segera istirahat.."
"Ini teh memang sudah tugas bibi non.."
Tita :
"Terimakasih bi.."
Lalu aku berjalan keluar dari dapur dan hendak menaiki tangga menuju kamar ku..
saat itu mas Erik melihat ku dan bertanya pada ku..
Erik :
"Sayang kamu mau kemana..?"
"Kita ke teras depan yuk temani aku minum kopi.."
Tita :
"Aku mau ke kamar mas.." 😥
"Maaf mas aku tidak bisa menemani.."
"Tidak apa kan mas Erik minum kopi sendiri saja..?"
Erik :
"Ya sudah tidak apa.."
"Tapi ada apa dengan mu sayang..?"
Tita :
"Tidak ada apa apa mas.."
"Hanya saja aku merasa badan ku sakit semua mas.." 🤭😅
Erik :
"Apa kamu mau minum obat atau kedokteran..?"
"Biar aku panggilkan Dokter ya..?"
Tita :
"Tidak usah mas..nanti juga sembuh sendiri cukup dengan tidur saja mas.."
Erik :
"Ya sudah, kamu ke kamar istirahat saja.."
"Nanti aku menyusul ya.."
Tita :
"Iya mas.."
Aku melanjutkan langkah ku menaiki tangga menuju kamar ku, dan langsung membaringkan tubuh ku di atas kasur.
rasa sakit ditubuh ini yang ditimbulkan mas Erik tadi siang, dan kenapa tidak sembuh juga?
Ahh begitu nyaman aku membaringkan tubuh ku diatas kasur yang empuk ini..
ternyata mas Erik pintar juga.. gumam ku dalam hati saat merasakan kasur yang begitu empuk sekali.. 🤭😅
__ADS_1
terpejam mata ku terlelap aku dalam mimpi yang indah.
Aku merasakan kehangatan tubuh nya mas Erik dan bau harum aroma tubuh nya, juga nafas nya tercium hidungku.
aku mulai menikmati kecupan demi kecupan dibibir ku, sungguh membuat aku terbuai dan melayang..
masih begitu terbayang dalam ingatan ku kejadian tadi siang, hingga terbawa mimpi.
ini adalah mimpi yang indah bagi ku..
Sementara yang aku ingat mas Erik sedang minum kopi diteras depan..!
Terdengar suara desahan yang kuat dari nafas nya mas Erik.. itu membuat aku terkejut dan terbangun, tenyata ini adalah nyata bukan mimpi, jadi kecupan bertubi tubi itu memang benar terjadi dan itu ulah nya mas Erik..
Tanpa aku sadari ternyata mas Erik memperhatikan sikap ku saat aku bermimpi dan tersenyum sendiri dalam tidur ku merasakan kecupan di bibir ku.
Mas Erik tersenyum diwajah nya seperti sedang mentertawakan ku..
Erik :
"Kenapa kamu terbangun sayang..?" 😅
"Kamu pasti menikmati nya ya dalam mimpi mu..?" 🤭
aku terkejut saat mas Erik mengatakan itu..
Tita :
"Hahhhrr.."
"Ih... mas Erik.. apaan sih..!"
Erik :
"Ayo ngaku deh..?"
Tita :
"Enggak kok mas.. aku gak mimpi apa apa kok.."
"Aku juga gak ngerasain kecupan itu kok mas..!" 😥🤭
Mas Erik tertawa puas mendengar jawaban ku, seperti nya aku keceplosan.. 🤭
Erik :
"Yuh kan bener.."
"Kamu menikmatinya.."
"Itu bukti nya kamu masih ingat tentang mimpi kamu merasakan kecupan manis dibibir mu.." 🤭
Tita :
"Ihh.. mas Erik.."
"Sudah ah, aku mau tidur lagi.."
"Jangan menggoda ku terus mas.."
"Jangan ganggu aku lagi mas.."
Erik :
"Gak bisa dong.."
"Kamu jangan tidur lagi.."
"Kamu harus temani aku dulu.."
"Sudah nanggung nih sayang.." 🤭
"Ayolah sebentar saja ya.." 😅
"Aku benar benar ketagihan dan ingin terus menikmati nya sayang.." 🤭
Tita :
"Tapi mas.. punya ku masih terasa perih mas.." 🤭
"Memang nya mas Erik tega sama aku ya..?"
Erik :
"Aku janji kali ini akan pelan melakukan nya sayang.."
"Hanya diawal saja sakit nya.."
"Sayang ayolah.."
"Besok kita terbang ke singapura untuk jenguk papah dan mamah ku.."
"Disana tidak akan leluasa sayang.." 😅
Tita :
"Iya ya sudah.."
"Tapi mas Erik janji pelan pelan saja ya mas.."
Erik :
"Iya sayang.."
Mas Erik mulai beraksi dengan serangan serangan yang tanpa memberi ku ampun membuka satu persatu pakaian ku dan pakaian nya, seperti biasa dia mulai masuk kedalam selimut bersama ku dan melancarkan aksi nya mencengkram sensitif ku kembali, dia meng'gol kan kembali untuk kedua kali nya dimalam pertama " ronde dua"
Mas Erik melupakan janji nya untuk melakukan nya dengan pelan ternyata tetap garang dan ganas penuh gairah saat diatas..🤭 hingga ke Ubun Ubun aku pun ikut menikmati nya.
Namun aku merasakan bahagia kembali saat bisa melayani nya..
meskipun sedikit ada pengorbanan harus kembali merasakan sakit, tapi aku katakan sekali lagi aku puas aku bahagian bisa melakukan nya dengan orang Yang aku sayangi mas Erik si tuan tua yang tampan yang kini menjadi suami ku.
Aku mulai merasakan ada benih-benih cinta yang tumbuh diantara aku dan mas Erik..
Semoga ini awal yang indah untuk pernikahanku.. dengan mas Erik..
"terimakasih mas.."
Bersambung...
**********
Hai hai readers semua jangan pernah bosan ya untuk mampir dan kasih dukungan nya buat karya aku ini, jangan lupa tekan tombol 👍 like nya ya, boleh komen, saran, rate, vote dan favorit kan juga ya.. terimakasih 🙏🙏***
__ADS_1