PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Ibu kandung ku..


__ADS_3

Happy reading...


******


Andre yang mencari ruangan dimana Rio dirawat segera bertemu dengan ayah dan ibu tiri ku, dan Andre mengatakan bahwa mas Erik akan bertanggung jawab penuh atas pengobatan Rio. mas Erik juga menyuruh Andre untuk meminta nomer ponsel ibu kandung ku pada ayah, Karna mas Erik ingin memberitahukan keadaaan ku.


Namun bagi ayah ku sudah tidak asing lagi sosok Andre dimatanya, Karna ayah sudah sering bertemu dalam rapat selagi Andre menggantikan mas Erik.


Andre :


"Permisi pak Bu.."


"Bagaimana keadaan Rio..?"


Ayah Rudy :


"Belum tahu hasil nya dokter masih memeriksa nya.."


Andre :


"Ya semoga semua nya baik baik saja ya pak.."


"Saya disini menggantikan Erik untuk menanggung biaya pengobatan Rio.."


Ayah Rudy :


"Sudah tidak usah dipikir kan masalah biaya Rio, saya masih bisa, yang terpenting sekarang adalah keselamatan anak anak ku.."


"Lalu bagaimana dengan Tita anak ku..?"


Andre :


"Masih dalam ruangan operasi karna Tita sempat pendarahan dan tidak sadar kan diri.."


"Seperti nya luka Tita lebih parah dari Rio pak.."


Ayah Rudy :


"Semoga anak anak ku selamat dan baik baik saja amin.."


Andre :


"Amin semoga saja pak.."


Ayah Rudy :


"Terimakasih nak Andre.."


Andre :


"Sama sama pak.."


Sementara ibu tiri ku masih menangis meraung Raung takut terjadi sesuatu pada Rio anak semata wayang nya, yang dia harapkan suatu saat nanti bisa menggantikan ayah.


Ibu Santi :


"Hiks.. hikss..hikss... hssss..


Ayah Rudy :


"Sudah lah Bu tidak usah seperti itu tangisan mu, Rio itu anak laki laki sudah benar apa yang dia perbuat tadi.."


"Lebih baik kita doakan agar cepat pulih lagi.."


Ibu Santi :


"Ayah ini bagaimana sih..?"


"Apa ayah tidak sayang pada Rio..?"


"Rio bisa seperti itu karna dia ingin membela kakak nya, eh kakak nya malah gak sadar sadar.."


"Seharusnya dia disini mengucapkan terimakasih pada Rio.."


Ayah Rudy :


"Ayah mengerti keinginan ibu.."


"Tapi saat ini Tita juga dalam kondisi yang kritis belum sadar kan diri bagaimana bisa dia berjalan kesini..?"


"Tolong Bu hentikan tangisan mu itu, terlalu berisik, itu akan mengganggu konsentarsi dokter, biarkan dokter tangani Rio dulu.."


Ibu Santi :


"Heuhhhh...hiksss..hiksss..hiksss...

__ADS_1


Lalu ayah mendekati ibu tiri ku dan memeluk bahu nya mencoba menenangkan ibu tiri agar tidak menangis meraung raung lagi.


ahh itu jelas sungguh sangat bising ditelinga pasti nya untuk siapa pun yang mendengar nya..


Andre yang masih berada diantara mereka sambil menunggu hasil dari keadaan Rio, hanya bisa tersenyum diwajahnya dengan mengernyitkan dahi nya hingga menggeleng kan kepala nya.


Seperti sedang menonton adegan dalam sinetron saja pikir nya.


Lalu Andre memberanikan diri untuk bertanya pada ayah ku mengenai keberadaan ibu kandung ku yang harus diberitahu, jika sampai terjadi sesuatu pada ku setidak nya ibu kandung ku sudah diberitahu kan nya.


Andre :


"Maaf pak boleh bicara sebentar..?"


Ayah Rudy :


"Iya kenapa..?"


Andre :


"Dimana ibu kandung nya Tita..?"


"Saya rasa perlu diberitahu pak, Karna melihat kondisi Tita yang hingga saat ini belum sadarkan diri karna luka nya cukup dalam dan terjadi pendarahan juga.."


"Saya hanya khawatir dan kebetulan Erik yang meminta nya.."


Ayah ku terdiam sejenak karna memikirkan jika ibu kandung ku hadir kemungkinan besar akan merebut ku dari tangan nya, sementara dalam hati kecil nya ayah tidak ingin kehilangan diriku meskipun tidak bisa sepenuh nya membahagiakan aku.


akhir nya ayah menyetujui nya dan mengijinkan Andre menghubungi ibu kandung ku. ayah memberitahukan nomer telpon ibu ku pada Andre.


Ayah Rudy :


"Baiklah.. aku ijin kan kamu untuk menghubungi ibu kandung nya Tita meskipun aku sangat khawatir.."


Andre :


"Bapak tidak usah khawatir, saya dan Erik pastikan akan menjaga Tita dengan baik dari siapa pun.."


Ayah Rudy :


"Ya sudah.. ini nomer ponsel ibu nya Tita.."


Ayah memberikan ponsel nya pada Andre agar Andre bisa menyalin nomer ponsel ibu kandung ku.


Andre :


Ayah Rudy :


"Aku lakukan semata mata demi Tita anak ku.."


Andre :


"Saya mengerti kekhawatiran bapak.."


Andre berusah meyakin kan ayah ku agar ayah ku tetap mengijinkan nya menghubungi ibu kandung ku..


Lalu Andre berjalan sedikit menjauh kurang lebih 3 meter dari posisi ayah dan ibu tiri ku.


dan mencoba menghubungi ibu kandung ku.


****


Nada panggilan Sedang tersambung..


Terus berdering Karna Andre berkali kali menelpon nya, namun masih tidak diangkat oleh ibu ku.


Tinut..tinut..tinut.. 🤭


Andre masih mencoba menghubungi nya..


Sudah hampir 5 kali Andre mencoba menghubungi nya, dan ini ke enam kali nya dan berhasil diangkat telpon nya oleh ibu ku.


Andre :


"Hallo selamat malam Tante.."


Ibu Sarita :


"Iya selamat malam.."


""Dengan siapa ya Adek ini..?"


Andre :


"Perkenal kan saya Andre Tante.."

__ADS_1


Ibu Sarita :


"Andre siapa ya..?"


"Maaf Tante gak kenal.."


Andre :


"Teman nya Erik yang menikah dengan anak Tante bernama Tita.."


Ibu Sarita :


"Oh Tita anak ku.."


"Apa yang terjadi dengan Tita nak Andre ..?"


Begitu mendengar nama ku, ibu langsung terkejut karna tidak biasa mendapat telpon dari orang lain apalagi seorang laki laki ditengah malam begini dan pasti sangat membuat ibu ku khawatir.


Andre :


"Tante tenang dulu ya.."


Ibu Sarita :


"Apa yang sudah terjadi pada Tita cepat katakan lah..?"


Andre :


"Iya baik lah Tante.. saya katakan sekarang.."


"Begini, telah terjadi sesuatu pada Tita Tante dan sekarang sedang dalam penanganan dokter dirumah sakit.."


"Kondisi nya sangat kritis hingga saat ini belum sadarkan diri Tante.."


"Maaf Tante bukan maksud hati ingin membuat Tante khawatir, saya bermaksud memberitahukan pada Tante karna khawatir terjadi sesuatu pada Tita.."


Ibu Sarita :


"Tidak apa nak Andre.."


"Terimakasih sudah diberitahu kan kondisi Tita.."


Andre :


"Sama sama Tante.."


Ibu Sarita :


"Oh tuhan, kenapa malang sekali anak ku.."


"Salah apa anak ku, ya tuhan tolong cepat sembuhkan anak ku.."


"Dirumah sakit mana Tita dirawat..?"


Andre :


"RS Pelita Hati Tante.."


Ibu Sarita :


"Baiklah Tante akan kesana untuk menjenguk Tita.."


"Terimakasih nak Andre sudah memberitahu kan pada Tante tentang kondisi Tita.."


Andre :


"Iya Tante sama sama.."


"Ya sudah kalau begitu selamat malam Tante.."


Ibu Sarita :


"Selamat malam nak Andre.."


Ibu ku masih dalam senggukan menangis sambil meremas baju di dada nya dan tangan nya yang masih menggenggam ponsel itu merasakan sesak nafas nya saat mendengar ku dalam kondisi tidak sadarkan diri..


Ibu ku ingin segera menjenguk ku tidak berpikir lama lagi, ibu ku langsung membereskan beberapa pakaian kedalam tas nya, dan memesan taxi online dan langsung pergi tanpa menunggu ijin dari suami nya. yang tak lain adalah ayah tiriku. karna berada diluar kota dan jarak nya lumayan jauh memakan waktu kurang lebih 4 jam lama nya sehingga itu membuat ibu ku memutuskan pergi malam hari. pikir nya agar dipagi hari bisa langsung menemui ku..


Bersambung..


Hallo readers semua ketemu lagi sama author yang males up nih 🤭


ada yang penasaran gak sih sama Alur cerita nya ?


Simak terus ya..

__ADS_1


Jangan lupa tekan tanda 👍 like, komen, vote, rate 5, favorit kan juga ya..


Terimakasih salam hangat author 🙏😍


__ADS_2