
Hai buat sobat readers yang dirumah dimana pun kalian,semoga suka dengan karya saya ya.. selamat membaca terimakasih 🙏🙏🙏🤗
*******
Saat itu Erik meninggalkan Aku dirumah dengan pipi ku yang memerah dan sedang diobati oleh Bi Inah bekas tamparan tangan Sarah.
Erik berlari ke garasi lalu masuk kedalam mobil dan langsung mengendarai mobil nya menyusul Sarah menuju rumah nya.
Erik sebenar nya merasa khawatir saat itu Sarah membawa mobil nya dengan ngebut, Dimana melihat kondisi Sarah yang sedang mengamuk karena dimakan api cemburu.
Sampai lah mereka didepan rumah Sarah.
Sarah membuka pagar dan memarkirkan mobil nya tepat didepan pintu pagar sehingga menghalangi mobil Erik tidak bisa ikut masuk untuk parkir didalam, Sarah berlari membuka pintu dan menutup kembali pintu rumah nya dengan melempar nya..
Bruugggg....
Suara pintu terdengar kencang hingga membuat Erik terkejut hampir copot jantungan nya.. pikir Erik..
Kemudian Erik masuk dan langsung menuju kearah Sarah yang tengah duduk di sofa ruang tengah. dan terlihat duduk membelakangi.
Sarah merajuk dimakan api cemburu dengan bibir nya yang manyun kedepan, wajah nya cemberut, dan pipi nya memerah Karna menahan Emosi.
Erik :
"Sarah dengar kan sebentar saja.."
"Aku tidak bermaksud untuk menyakiti mu.."
"Dari awal hubungan kita sudah tidak mendapat restu dari mamah dan papah ku.."
"Jadi aku pikir sudah saat nya aku memikirkan perasaan kedua orang tua ku.."
"Kita sudah sepakat kan, bahwa aku akan tetap menikah dengan Tita itu tidak bisa dirubah lagi.."
"Karna permintaan ayah nya Tita.."
"Dan tidak ada yang tahu jika akan ada benih cinta yang tumbuh diantara kami.."
"Awal nya aku juga hanya merasa kasihan karna Tita sangat tertekan hidup dengan ibu tiri nya.."
"Jujur saja aku tidak mungkin menceraikan Tita.."
Sarah :
"Apa kamu bilang, tidak menyakiti ku?"
"Dengan pernikahan kamu ini jelas jelas sudah menghancurkan aku Rik.."
"Kenapa kamu egois sekali dan gak sadar juga sih.. ?"
"Oh jadi sekarang kamu sudah jatuh cinta sama bocah bau kencur itu, dan kamu campakkan aku begitu saja hahhh...?"
"Demi bocah itu.."
"Ok.. Rik Aku akan temui orang tua kamu dan meminta restu dari nya, bagaimana pun orang tua kamu harus merestui aku kalau tidak liat saja apa yang akan aku lakukan..?"
Erik :
"Sarah jangan macam macam kamu.."
"Jangan menantang ku untuk berbuat kasar sama kamu ya.."
"Selama ini aku sudah sabar sudah berusaha memberikan semua yang kamu minta.."
__ADS_1
"Tapi apa.. ini balasan kamu.. ?"
"Aku ingat kan sekali lagi.. jika sampai kamu berani datangi keluarga ku.. dan sampai terjadi sesuatu baik itu terhadap Tita istri ku atau pun keluarga ku, aku akan pastikan hidup kamu akan hancur.."
Dengan gertakan dan suara meninggi dengan memukul kan tangan nya ke meja kaca, mata melotot, Erik terlihat menahan Emosi mungkin jika Sarah seorang pria sudah diajak nya bergulat.
Sontak saja Sarah tidak dapat berkutik lagi.
namun bukan Sarah nama nya jika putus asa ditengah jalan, dia masih memiliki segudang cara untuk merebut Erik kembali dan menghancurkan rumah tangga nya kami.
Kemudian Erik berdiri dari tempat duduk dan hendak pulang. namun belum sampai di pintu Erik berhenti berjalan dan menengok kebelakang ke arah Sarah, dengan berucap mengancam Sarah untuk mengingat kan kembali agar tidak berbuat macam macam.
Erik :
"Ingat baik baik.. jika kamu masih nekad berbuat macam macam, lebih baik hubungan kita berakhir sampai disini saja dan aku pastikan hidup mu akan hancur seperti dulu jika masih mencari masalah dengan ku.."
"Kamu ngerti kan?"
Erik berlalu melanjutkan jalan nya menuju mobil dan kembali pulang kerumah.
dimana aku sudah menunggu Erik dirumah dan ingin mengetahui bagaimana hubungan nya dengan Sarah istri sirih nya, apakah semua nya baik baik saja..
****
Terdengar suara mobil Erik memasuki parkiran rumah, dibuka kan pintu pagar oleh Mang Dadan.
tak lama Erik pun masuk kedalam dan menghampiri ku..
Erik :
"Maaf aku sudah membuat mu seperti ini.."
"Seharusnya aku sudahi Sarah dari awal sebelum aku menikah dengan mu.."
Tita :
"Aku baik baik saja, ini hanya luka kecil nanti sebentar lagi juga sembuh,kan tadi sudah diobati sama Bi Inah.."
Erik :
"Aku janji akan segera selesaikan secepat nya, saat ini Sarah sedang tidak stabil emosi nya.."
"Aku khawatir dia akan berbuat nekad dan melukai banyak orang termasuk kamu dan keluarga ku.."
Tita :
"Iya mas sudah lupakan saja.."
"Oh.. ya bagaimana hubungan mas Erik dengan Sarah barusan, apakah baik baik saja kan mas?"
"Beneran mas, aku tidak apa apa jika mas Erik masih mencintai Sarah, mau melanjutkan hubungan dengan Sarah dan menjadikan aku istri kedua, aku tidak keberatan kok mas.."
"Justru aku bersyukur mungkin dengan semua ini, mas Erik mau menceraikan aku sehingga aku bisa bebas mas, dan tidak menjadi orang ketiga dan merusak rumah tangga orang.."
"Hanya satu yang aku minta berikan aku pekerjaan mas, agar aku bisa mencari uang sendiri untuk hidup ku,saat bercerai nanti agar aku tidak kembali kerumah ayah ku.." 😥😥
Dengan wajah tertunduk aku mengucap kan kata kata itu..
berusaha memberanikan diri untuk menantang Erik siapa tahu Erik mau menceraikan ku.
Alhasil Erik malah menggebrak meja dan menarik tangan ku.. tatapan penuh emosi entah emosi itu mengarah terhadap apa yang aku katakan tadi atau justru karena Erik tidak ingin melepaskan ku dan mungkin Erik sudah jatuh cinta terhadap ku?? 😥
Praaakkkkk ....
__ADS_1
Erik :
"Apa yang kamu ucapkan barusan.."
"Aku sekarang suami mu.. kamu adalah tanggung jawab aku.."
"Sudah aku katakan tidak mudah untuk menceraikan mu.."
"Susah payah aku mendapatkan mu.."
"Dan sampaikan pun aku tidak akan menceraikan mu.."
"Kamu tetap disini disamping ku hidup dengan ku faham?"
"Aku tidak ingin kamu kembali kepada kehidupan mu yang lama penuh dengan kejahatan ibu tiri mu.."
"Aku sudah mengetahui itu sendiri, meskipun ayah mu siapa pun dirumah mu itu tidak ada yang mengatakan nya pada ku.."
Kemudian Erik duduk menyandarkan punggung nya pada sandaran sofa mencoba merileks kan pikiran nya dan juga emosi nya..
sambil berulang kali mengatakan maaf kepada ku..
Erik :
"Maafkan aku Tita.. Maafkan aku.."
Aku hanya duduk terdiam dengan wajah masih tertunduk, tidak bisa menjawab perkataan maaf nya Erik. takut salah bicara lagi.
Kemudian Erik bangun dari duduk nya dan mendekati ku, berjongkok dihadapan ku dan tangan kiri nya mencoba menghampiri wajah ku dimana letak tamparan yang mendarat di pipi ku dilihat nya oleh Erik, sambil berkata Erik meminta ku, jangan meninggalkan nya tetap lah disamping nya .. (oh so sweet Erik.. )😍
Erik :
"Biar aku lihat pipi mu.. masih merah apakah sakit?"
Tita :
"(aku hanya menggelengkan kepalaku Saja Tidak menjawab).."
Erik :
"Maafkan aku Tita.."
"Aku mohon tetap lah disamping ku menjadi istri ku.. jangan pernah berpikir untuk meninggalkan ku.." 🙏🥺
Aku melihat kesungguhan hati Erik untuk melanjutkan rumah tangga ini dengan ku. bukan dengan Sarah yang dulu dicintai nya dan dinikahi nya secara sirih..
Sudah kah berpaling hati Erik dari Sarah?
Dan benar kah Erik mulai jatuh cinta dengan ku???
Ah aku teramat bodoh membiarkan mulut ku berucap untuk meminta nya menceraikan aku..
Bukan kah dia laki laki terbaik yang Tuhan pilihkan untuk ku.. setidak nya Erik sudah membawa ku keluar dari dunia lembah hitam penuh kejahatan yang diciptakan ibu tiri ku demi menguasai harta ayah ku.
Erik sudah membuktikan nya saat dirumah sakit dia sangat memperhatikan ku. dan hari ini juga dia membuktikan bahwa dia seorang suami yang bertanggung jawab atas kewajiban nya untuk menjaga dan melindungi istri nya..
Erik berusaha memberi pelajaran pada Sarah atas kesalahan nya.
**************
Hai sobat readers semua mohon maaf 🙏🙏🙏 sedikit lama untuk Up nya dikarna kan kesibukan dengan pekerjaan lain yang tidak bisa ditunda lagi..
semoga kalian tidak kecewa ya dan tetap setia membaca karya saya.
__ADS_1
mohon dukungan nya untuk selalu like komen vote dan bintang 5 nya ya setelah membaca.. dukungan kalian sangat berarti buat saya.
Terimakasih 🙏🙏🙏🤗😍