
Happy reading...
*****
Aku yang masih terbaring diatas tempat tidur rumah sakit, seperti bermimpi dibawah alam sadar ku merasakan ada cinta yang begitu besar yang diberikan seorang pria untuk ku.
Samar terlihat wajah nya dalam mimpi ku namun suara itu sudah tidak asing ditelinga ku. ya aku sering mendengar suara itu, tapi dimana?
Seandainya aku tersadar bisa melihat dan mendengar nya secara nyata alangkah bahagia nya hati ku.
Ya suara itu, ternyata itu suara mas Erik suami ku.
***
Mas Erik masuk kedalam ruangan ku untuk melihat keadaan ku, dan mengobati rasa rindu nya. dia duduk disebelah ku dan kedua tangan nya menggenggam tangan kanan ku dan mencium nya berkali kali terlihat sendu mata nya bekas air mata yang tak terasa menetes, sambil berbicara sendiri dihadapan ku..
Erik :
"Tita maafkan aku.."
"Seandainya dulu aku bertemu dengan mu lebih dulu mungkin semua ini tidak akan terjadi pada mu.."
"Ah tidak-tidak yang salah adalah Sarah, dia yang telah merusak segala nya.."
"Seandainya dulu saat aku melamar mu seharusnya aku kata kan yang sebenar nya dan meninggal kan wanita itu mungkin masalah seperti ini tidak akan terjadi.."
"Tolong maafkan aku.."
"Sayang, sadar lah.."
"Aku mohon jangan tinggalkan aku sendiri.."
"Aku sungguh tak bisa tanpa mu.."
Aku mungkin memang belum sadar tapi setidak nya alam sadar ku sudah kembali dan aku bisa merespon kata kata yang mas Erik ucapkan dihadapan ku.
Aku menggerakkan jari telunjuk ku mengisyaratkan agar mas Erik mengetahui bahwa aku merespon nya..
Betapa bahagia nya mas Erik saat melihat jari ku bergerak meski mata ku masih tertutup rapat dan bibir ku pun masih terkunci belum dapat berbicara.
Erik :
"Sayang.. kamu bisa dengar ucapan ku..?"
"Tita aku senang sekali melihat reaksi mu yang begitu besar untuk bisa sadar.."
"Sayang ayo berjuanglah untuk sadar dan kembali ke sisi ku.."
"Aku akan selalu setia untuk mu.."
"Sayang.."
***
Sementara dengan Sarah yang entah dimana keberadaan nya tidak ada yang tahu, bahkan Andre dan bodyguard nya sendiri tidak bisa mendeteksi keberadaan Sarah.
Padahal mereka yang dulu membuang Sarah disebuah perkampungan diluar kota.
Andre yang masih berpikir saat berada dikantor polisi mendengar kan kesaksian si pelayan itu.
Entah kenapa hingga saat ini si pelayan yang menusuk Tita dan Rio masih bungkam tentang Sarah, pelayan itu hanya mengaku bahwa atas keinginan diri nya sendiri untuk melakukan itu, dia melakukan Karna merasa dendam dan sakit hati atas sikap mas Erik selama ini..
Padahal jelas jelas mas Erik selama ini bersikap baik dan dermawan pada siapa pun dikantor nya, dan itu menurut pengakuan dari sopir kantor pak Danu.
Polisi :
"Kamu bekerja untuk siapa..?"
"Cepat katakan..?"
Pelayan si penusuk :
"Saya tidak bekerja untuk siapa pun.."
__ADS_1
"Ini semua atas keinginan pribadi pak.."
Polisi :
"Susah sekali kamu mengakui nya.."
"Cepat lah katakan saja dan itu akan membantu mu untuk terbebas dari hukuman.."
Pelayan itu tampak terdiam dan seperti kebingungan tapi entah itu rasa kebingungan nya atau memang benar dia sengaja bungkam demi Sarah..
Pelayan itu masih tetap bungkam, entah dibayar berapa oleh Sarah untuk bisa melakukan semua niat busuk nya itu..
Andre sangat yakin bahwa ini semua adalah ulah dari Sarah..
sampai saat ini Andre merasa heran dia dan bodyguard nya tidak bisa mendeteksi keberadaan Sarah.
Andre :
"Aneh sekali kenapa aku tidak bisa mendeteksi keberadaan Sarah..?"
"Dia bersembunyi dimana selama ini..?"
Sarah masih dengan rasa ambisi nya ingin merebut mas Erik kembali dari sisi ku. masih merasa tenang, karena sampai saat ini belum ada kabar yang menyebut kan bahwa diri nya sebagai dalang dari penusukan yang dilakukan si pelayan itu..
Sungguh licik otak nya..
Sarah menempati sebuah villa milik seorang duda yang kaya raya dikampung itu, awal nya dia hanya terlihat polos sehingga membuat siapa pun yang melihat nya akan merasa iba, dan itu yang dia gunakan untuk merayu seorang kaya raya itu, agar dia bisa tinggal bersama nya, orang kaya itu bernama tuan Wisnu Sarah pandai untuk menaklukan hati pria pria hidung belang. mudah bagi nya untuk mendapat kan pria seperti itu.
Dia hidup bersama di villa itu dengan tuan Wisnu dia pula yang melayani semua kebutuhan si tuan Wisnu, meskipun tanpa status dia mau melakukan nya semua Karna ambisi nya yang sangat menginginkan harta tahta dan suka untuk balas dendam. meskipun diri nya sudah mendapat kan orang kaya tapi Sarah masih belum puas karna belum bisa mengambil Erik kembali dari sisi ku. dia sudah memiliki harta yang diinginkan, hanya karna terlanjur sakit hati sehingga memicu nya untuk membalas dendam..
Sarah seperti nya bahagia melihat ku menderita bahkan diri nya berharap aku tiada agar lebih mudah bagi nya untuk mengambil mas Erik kembali.
***
Kembali ke mas Erik..
Mas Erik yang antusias dan bahagia nya melihat jari ku merespon ucapan nya, dengan berteriak memanggil suster agar segera melihat nya..
Jari telunjuk ku bergerak berkali kali..
Erik :
"Suster.. suster.."
Suster pun terkejut mendengar teriakan nya dan langsung menghampiri mas Erik.
Suster :
"Iya pak ada apa..?"
"Apa yang terjadi..?"
Erik :
"Sus sus.. lihat lah.."
Sambil menunjukan kearah jari ku yang bergerak..
Suster itu pun melihat ke arah jari ku yang bergerak.
"Lihat kan suster, istri saya sudah merespon dia mendengar kan ucapan saya suster.."
"Segera beritahu Dokter agar bisa mengetahui sejauh mana tingkat respon istri saya sus.."
Suster :
"Iya pak, istri bapak sudah bisa mendengar dan merespon suara suara.."
"Itu arti nya istri bapak akan cepat sadar dari koma nya pak.."
Erik :
"Ya sudah cepat panggilkan Dokter sus.."
__ADS_1
Suster :
"Baik pak saya panggilkan Dokter dulu.."
"Saya permisi pak.."
Erik :
"Ok sus cepat ya.."
Mas Erik sangat tidak sabar ingin segera melihat ku cepat tersadar dari koma ini.
Ibu ku yang masih duduk dikursi didepan ruangan ku, merasa heran dengan tingkah mas Erik yang terlihat gembira saat berada didalam. ibu ku sungguh dibuat nya penasaran.
Kemudian ibu ku mengetuk pintu ruangan ku bertanya pada suster yang sedang menelpon memanggil Dokter agar segera memeriksa ku.
Ibu Sarita :
"Suster.. suster.."
Suster itu hanya melihat nya dari balik pintu kaca itu, Karna masih sibuk menelpon Dokter.
saat sudah selesai dan menutup telpon nya barulah suster itu mendekati pintu dan keluar menemui ibu ku, untuk memberitahu kan bahwa aku sudah bisa merespon mendengar suara suara dan ucapan mas Erik tadi.
Suster :
"Iya Bu mohon maaf tadi sedang menelpon Dokter Bu.."
Ibu Sarita :
"Iya suster tidak apa apa.."
"Kenapa sama mantu saya itu, kelihatan nya senang sekali..?"
"Dan kenapa tadi suster bilang menelpon Dokter..?"
Suster :
"Iya Bu pak Erik sedang gembira karna melihat istri nya sudah bisa merespon dengan pendengaran nya, saat pak Erik berbicara sendiri, dihadapan istri nya rupa nya istri pak Erik bisa mendengar nya.."
"Maka dari itu saya telpon Dokter agar segera memeriksa nya.."
Ibu Sarita :
"Syukur kalau memang anak ku sudah merespon itu arti nya, tidak lama lagi anak ku akan segera sadar.."
Suster :
"Iya Bu banyak banyak berdoa saja ya Bu.."
Ibu Sarita :
"Iya suster.. terimakasih.."
Suster :
"Sama sama Bu.."
"Kalau begitu saya tinggal masuk ya Bu.."
"Permisi Bu.."
Ibu Sarita :
"Iya suster silahkan.."
Bersambung..
Hallo readers semua.. ketemu lagi kita ya di up berikut nya nih.. dukung terus karya receh ku ya, biar author nya makin semangat buat nulis nya dan bisa up setiap hari..
gimana sampai bab sini ada yang penasaran banget gak ya..? π€
Jangan lupa tekan tanda πlike, saran, komen, vote ,rate 5 dan favorit kan juga ya..
__ADS_1
Terimakasih salam hangat author ππ