
Happy reading...
***
Ibu ku sama senang nya dengan mas Erik saat mengetahui bahwa diri ku sudah bisa merespon suara, meskipun hanya bisa melihat dari balik jendela tapi itu tidak membuat hati ibu ku bersedih, Karna memang hanya bergantian yang boleh masuk kedalam ruangan ku. ibu ku tak henti henti nya memohon doa untuk kesembuhan ku.
Ibu Sarita :
"Ya Tuhan aku mohon berikan kesembuhan untuk anak ku, agar bisa segera terbangun dan kembali ke pelukan kami.."
Sementara diruangan VIP ruangan dimana Rio dirawat, ada sosok yang sangat menyayangi dan selalu merawat Rio dengan baik tak lain ibu Santi itu tiriku, bagaimana tidak Rio adalah anak satu satu nya hasil pernikahan dengan ayah ku, saat dokter mengatakan bahwa Rio sudah membaik dan luka nya segera sembuh karna tubuh nya yang kuat. dia anak laki laki memang harus kuat.
***
Pagi itu dokter yang bernama dokter Fery tiba diruangan ku setelah mendapat telpon dari suster yang merawatku, dokter itu segera memeriksa kondisi ku.
Dokter Fery menyapa mas Erik sebelum memeriksa kondisi ku..
Dokter Fery :
"Selamat pagi pak.."
Erik :
"Pagi dokter.."
Mas Erik beranjak dari duduk nya sambil mempersilahkan dokter itu untuk memeriksa ku..
"Silahkan dokter.."
Dokter Fery :
"Biar saya periksa dulu ya.."
Dokter Fery meminta suster untuk mengambil Sempel darahku dan memberikan beberapa suntikan obat kedalam infusan ku.
"Suster segera ambil Sempel darah nya dan berikan obat dalam suntikan itu ya.."
Suster :
"Baik dokter.."
Lalu dokter mulai memeriksa tubuhku mengecek bagian mata ku dan beberapa organ lain nya, juga luka tusuk diperut ku, dan disaksikan oleh mas Erik juga suster. lalu suster mengecek tensi darah ku.
Setelah hasil nya baik baik saja dokter mengatakan bahwa kemungkinan aku akan segera tersadar dari tidur panjang ku.
Dokter Fery :
"Dari hasil pemeriksaan semua nya tampak baik dan memang ada kemajuan dari pasien itu sendiri untuk bisa sadar.."
"Sebaik nya kita berdoa sama sama untuk kesembuhan nya.."
Erik :
"Baik dok.. terimakasih.."
Dokter Fery :
"Sama sama pak.."
Dan dokter Fery menyuruh suster untuk segera menyerahkan Sempel darahku ke bagian lab agar segera mengetahui hasilnya.
Dokter :
"Suster segera serahkan Sempel darah nya kebagian lab agar segera mengetahui hasilnya.."
Suster :
"Baik dok.."
Dan dokter pamit pada mas Erik Karna masih harus memeriksa pasien lain nya.
Dokter Fery :
"Baik pak saya permisi ya karna masih harus memeriksa pasien lain nya.."
"Jika terjadi sesuatu segera beritahu suster.."
Erik :
"Ok dok terimakasih.."
Dokter Fery :
"Sama sama, saya permisi.."
Erik :
"Silahkan.."
Lalu dokter Fery meninggalkan ruangan ku dan menuju ruangan pasien lain nya.
Ibu ku masih berdiri melihat ku dibalik jendela menunggu giliran untuk bisa masuk. tapi seperti nya mas Erik enggan untuk meninggalkan ku, dia ingin menjadi yang pertama melihat ku bangun, dan orang yang pertama aku lihat saat mata ku terbuka.
Mas Erik berjalan memutari tempat tidurku mendekati ku dan duduk di sebelahku kemudian meraih tangan ku lalu menggenggam nya, tangan kiri nya mulai menyapu lembut air mata yang
menetes dipelupuk mataku. dan sesekali mencium tangan ku yang digenggam nya. sambil mengatakan..
Erik :
__ADS_1
"Sayang aku disini untuk mu.."
"Aku menunggu mu untuk bangun agar kita bisa tertawa bersama dan berlarian bersama seperti dulu lagi.."
"Aku sangat merindukan mu.."
Dengan meneteskan air mata nya lalu mengusap nya kembali.
"Apa kamu juga merindukan ku..?"
"Asal kamu tahu sayang, selama hidupku aku tidak banyak mengenal wanita apalagi mencintai nya, dan baru kamu lah wanita yang sangat aku cintai didalam hidup ku.."
"Perasaan ini sangat sulit ku kendalikan jika sudah mengingat mu.."
"Aku tidak akan sanggup jika hidup tanpa mu.."
"Untuk itu, bangun lah sayang temani hari hari ku hingga nanti kita menua bersama.."
Cihuy Erik nya kayak lagi baca puisi cinta buat Tita.. 🤭 padahal ngomong sendiri depan tita yang lagi tidur panjang. semoga tita nya cepet bangun dan doain ya.. 🤗
Kemudian aku memberikan respon kembali kali ini kelima jari ku bergerak dan bisa menggenggam kembali genggaman tangan mas Erik meskipun tidak seerat genggaman nya mas Erik.
Mas Erik terkejut merasakan genggaman jari ku, dan tersenyum bahagia diwajah nya.
Erik :
"Sayang.. kamu sudah bisa menggenggam tangan ku..?"
"Aku yakin kamu pasti segera bangun.."
"Bekerja sama lah dengan tubuh mu agar kamu bisa segera terbangun.."
"Aku mencintai mu sayang.."
Sama sama merindunya..
***
Sementara diruangan Rio ada sedikit perdebatan yang terjadi. saat itu Rio sedang makan dan menanyakan keadaan ku pada ayah namun dihalangi oleh ibu Santi ibu tiriku.
Rio :
"Ayah.. bagaimana keadaan kak Tita..?"
"Bolehkah aku melihat nya sekarang..?"
Ayah Rudi :
"Keadaan kakak mu masih belum sadar kan diri Rio.."
"Tunggu sampai kamu sembuh kita akan lihat bersama.."
Rio :
Ayah Rudi :
"Di sana ada Erik yang menemani nya jika terjadi sesuatu pasti dia akan memberitahu ayah.."
Ibu Santi :
"Sudah sudah Riooo..."
"Kenapa kamu ngotot sekali..?"
Rio :
"Ih ibu nih Nyamber aja.."
"Biarkan aku bicara dengan ayah.."
"Aku ingin melihat kak Tita Buu..."
"Kenapa ibu tidak mengerti juga sih.."
Ibu Santi :
"Bukan ibu tidak mengerti.."
"Untuk apa kamu melihat nya sekarang.."
"Di sana tidak akan bisa masuk, hanya boleh satu orang.."
"Lagi pula kondisi mu juga baru pulih sebaik nya diam ditempat tidur mu sampai dokter mengijinkan mu untuk pulang faham.."
Rio :
"Huh ayah dan ibu sama saja.."
"Tidak mau mengerti.."
Ayah Rudi :
"Sudah sudah hentikan, malu ini dirumah sakit.."
"Iya baik lah nanti akan ayah tanyakan pada Erik bagaimana keadaan kakak mu setelah itu kita pergi melihat nya.."
Rio :
"Terimakasih ayah.."
__ADS_1
Ayah Rudi :
"Sudah lebih baik cepat habis kan makanan mu dan minum obat nya lalu istirahat agar luka mu cepat sembuh.."
Rio :
"Baik ayah.. lagi pula aku sudah sembuh kok yah.. lihat nih.."
Sambil memperlihat kan seolah tubuh nya sudah kuat memaksakan untuk bangun dan berjalan meskipun ada rasa sakit di luka tusukan nya yang masih dia rasakan tapi anak itu berusaha menahan nya dan menutupi nya.
Berbeda dengan ibu Santi ibu tiriku dia terlihat tidak senang mendengar ayah ku dan Rio ingin melihat keadaaan ku. hanya bisa menggerutu dalam hati nya.
Ibu Santi :
"Kenapa sih Rio malah lebih mikirin si Tita..?"
"Bukan nya mikirin diri sendiri.."
"Sudah bagus dia tidak mati.."
"Tapi masih saja suka bikin orang semakin perhatian sama dia.."
"Sebel banget sih.."
***
Mas Erik teringat dengan ibu ku ibu Sarita dia berniat untuk gantian agar ibu ku bisa melihat ku juga.
Erik :
"Sayang diluar ada ibu kandung mu.."
"Kasihan dia ingin melihat mu juga.."
"Sebaik nya aku keluar sebentar menemui nya dan mengijinkan nya masuk melihat mu.."
"Nanti aku akan kembali menemani mu.."
"Kamu tidak usah takut aku akan selalu disamping mu.."
"Tunggu aku ya.."
Baiklah mas Erik aku akan menunggu mu..
hahahah author nya ikut halu.. 😅
Lalu mas Erik meninggalkan ku dan berjalan kearah pintu keluar ruangan ku dan berbicara pada ibu Sarita ibu kandung ku.
Erik :
"Bu silahkan jika ibu ingin melihat Tita masuk lah.."
"Biar aku tunggu diluar sebentar.."
"Kebetulan aku harus menelpon sekretarisku untuk mengurus beberapa pekerjaan ku Bu.."
Ibu Sarita :
"Terimakasih nak Erik.."
"Kalau begitu ibu masuk ya.."
Erik :
"Silahkan Bu.."
Ibu ku berjalan kearah pintu dan masuk tidak lupa menggunakan baju khusus dan mas Erik duduk dikursi diluar ruangan ku sambil mengecek ponsel nya membaca beberapa pesan masuk dari mbak Sandra..
Pesan masuk dari Sandra 📨
"Pagi pak Erik.."
"Pagi ini ada metting dan akan diwakilkan oleh mas Andre karna dari tadi saya hubungi bapak tapi tidak bisa.."
"Oh iya pak satu lagi, tidak ada orang selain Andre yang bisa tangani proyek yang diluar kota.."
Mas Erik membalas pesan itu..📨
"Ok.. biarkan Andre yang ikut metting.."
"Memang saat ini saya tidak bisa tinggal kan istri saya dalam keadaan seperti ini.."
"Kamu urus saja semua nya dan kasih laporan ke saya.."
Lalu mas Erik sempat berpikir memikirkan siapa orang yang akan menangani proyek hotel diluar kota. sempat terpikir oleh mas Erik untuk mengurus Reza yang menangani proyek hotel diluar kota itu, setidak nya agar Reza bisa menjauh dari hidup ku. seperti itulah niat mas Erik mengirim Reza keluar kota.
"Ok untuk proyek diluar kota kamu pilih saja karyawan baru itu untuk tangani.."
"Bantu segala kebutuhan nya dan proses pemindahan nya.."
"Segera kasih laporan jika semua sudah beres.."
Pesan terkirim kepada Sandra.. 📨
Bersambung...
Hallo readers semua jangan lupa tekan tombol 👍 like, komen, rate 5, favoritkan, dan vote ya..
Terimakasih salam hangat author 🙏😍
__ADS_1