PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Menuju Pesta..


__ADS_3

Happy reading..


*******


Semua persiapan untuk pesta dikantor mas Erik sudah diatur dan disiap kan oleh mbak Sandra sekretaris nya mas Erik.


Andre pun turut hadir karna pesta ini juga berkat usaha nya yang sudah berhasil memenang kan proyek hotel kemarin.


Mas Erik mengajak ku untuk pergi bersama namun aku menolak nya, aku ingin datang sendiri ke acara itu, agar mas Erik bisa menyambut ku saat aku tiba nanti dan memperkenal kan ku pada teman dan relasi bisnis nya. karna sebagian masih ada yang belum mengetahui bahwa mas Erik telah menikah.


Erik :


"Sayang nanti kita pergi bersama ya..?"


Tita :


"Tidak mau mas.."


Erik :


"Kenapa tidak mau..?"


Tita :


"Aku ingin datang sendiri saja, aku ingin begitu aku tiba, mas Erik akan menyambut ku dan memperkenal kan ku pada teman dan relasi mas Erik.."


"Boleh tidak mas..?"


Erik :


"ya sudah terserah kamu saja sayang.."


Tita :


"Mas Erik jangan marah ya..?"


Erik :


'Aku tidak marah sayang.."


Tita :


"terimakasih suami ku si tuan tua yang tampan.."


πŸ˜…πŸ˜…πŸ˜… hahahaha tita nya udah bisa gombalin mas Erik..


Erik :


"Hmmm.. memang aku sudah tampan sayang sedari aku lahir bahkan masih dalam perut ibuku.." πŸ˜…πŸ˜…


Kami pun tertawa bersama saat itu..


Tiba tiba aku mendengar ketukan dipintu kamar ku. lalu aku membuka nya dan itu mbak Sandra datang membawa kan dress untuk ku. juga jas untuk mas Erik.


Tita :


"Sebentar mas aku buka kan dulu pintu seperti nya ada yang datang.."


Erik :


"Buka lah mungkin itu Sandra.."


Aku berjalan membuka pintu dan memang benar itu mbak Sandra.


Tita :


"oh mbak Sandra.."


"Silahkan masuk mbak.."


Sandra :


"Iya terimakasih Bu.."


Mbak Sandra pun ikut masuk menyapa mas Erik dan memberikan tas paper bag itu kepada ku..


Sandra :


"Permisi pak.."


Erik :


"iya san.. terimakasih sudah membawakan nya.."


Sandra :


"Sama sama pak..


"oh iya maaf Bu ini dress nya mohon diterima, ini ada beberapa dress juga untuk pilihan nya mohon maaf jika tidak sesuai dengan selera ibu.."


"Dan disitu aja beberapa setelan jas untuk pak Erik juga.."


Tita :


"Ah tidak apa apa mbak.. Terimakasih.."


Sandra :


"Sama sama Bu.."


"Kalau begitu saya pamit pak masih ada beberapa hal yang perlu saya urus.."


Erik :


"Ok makasih.."


Sandra :


"Baik pak.."


Mbak Sandra pun pamit untuk kembali ke kantor. karna masih ada beberapa hal yang harus diurus nya.


Mas Erik menyuruh ku untuk mencoba dress nya, dan aku pun mencoba dress itu. semua dress nya tampak cantik dan elegan ada 3 dreaa yang mbak Sandra beli kan untuk ku dan ukuran nya juga sangat pas ditubuh ku karna kebetulan tubuh kami sangat lah seukuran.


dress berwarna hitam, dress berwarna putih dan dress berwarna pink. semua dress dengan tali kecil diatas bahu. dan tampak punggung ku terlihat panjang jika memakai nya.


Aku memilih memakai dress hitam karna menurut mas Erik sangat cocok dengan kulit ku yang putih pasti akan lebih indah jika aku memakai nya.


Tita :


"Mas.. aku pakai dress hitam ini saja ya.."


"Bagaimana menurut mu mas..?"


"Bagus tidak..?"

__ADS_1


Erik :


"Ya dress itu bagus ditubuh mungil mu sayang.."


"Kulit mu yang putih akan semakin bersinar jika kamu memakai dress itu.."


Tita :


"Ya sudah aku pilih yang hitam saja mas.."


Erik :


"Aku mau mandi dan sudah sore harus segera ke kantor sayang.."


Tita :


"Ya mas.."


Akhir nya mas Erik mandi sementara aku masih mencoba dress dress nya.


setelah selesai mandi mas Erik sudah rapih dengan setelah jas berwarna hitam agar tampak serasi dengan dress yang aku pakai nanti, dengan dasi kupu kupu nya. sangat tampan sekali aku terpesona melihat nya.


Mas Erik pergi lebih dulu karna dia harus ikut menyambut para tamu undangan.


Erik :


"Sayang.. aku pergi dulu ya nanti aku kirim supir kantor untuk menjemput mu nanti.."


Tita :


"Iya mas.. sudah tidak usah khawatir aku bisa naik taxi online kan mas.."


Erik :


"Tidak ku biarkan istri ku naik taxi online lebih baik kita berangkat bersama saja.."


Tita :


"Iya iya mas sudah sana, aku tunggu supir kantor saja deh.."


Erik :


"Nah begitu kan lebih baik.."


"Aku tidak begitu khawatir lagi.."


"Ok aku pergi ya sayang.."


"Segera bersiap ya.."


"Agar semakin terlihat kecantikan mu sayang.."


Tita :


"Iya mas, habis ini aku langsung bersiap untuk makeup.."


Mas Erik pun akhir nya pergi dengan mobil nya menuju kantor.


Aku bersiap diri dengan memakai dress panjang berwarna hitam dan memberikan sentuhan sedikit makeup di wajah ku agar tidak terlalu terlihat pucat. tak lupa menggunakan sepatu higt hills. dengan tatanan rambut yang ku ikat dengan sedikit kepangan belakang lalu dilekuk kan sedikit agar terlihat seperti tatanan rambut ala ala pengantin. firshtail Braid yang menawan dengan begitu aku terlihat percaya diri tidak terlalu mencolok. hanya membawa tas tangan yang kecil.


Aku meninggal kan kamar hotel ku menuju lobby hotel untuk menunggu supir kantor yang di tugas kan mas Erik menjemput ku.


ketika aku tiba di lobby hotel. aku duduk dan menunggu supir Karna tidak tahu yang mana orang nya.


Aku melihat wanita itu ya seorang resepsionis sedang berbicara pada seorang laki laki paruh baya dan tak lain dia adalah supir yang di tugas kan mas Erik. supir itu bernama pak Danu.


Resepsionis :


"Pak sini pak.."


Pak Danu :


"oh yang pakai dress hitam itu ya..?"


Resepsionis :


"Iya pak.."


"Yang cantik itu tuh.."


"Pak Erik beruntung punya istri yang cantik dan masih muda ya pak.."


Pak Danu :


"Oh iya masih muda ya.."


"Ya sudah terimakasih.."


Resepsionis :


"Ya sama sama pak.."


Pak Danu supir itu berjalan dan mendekati ku lalu menyapa ku dengan sopan.


Pak Danu :


"Selamat sore Bu.."


Tita :


"Oh iya pak selamat sore.."


Pak Danu :


"Saya di tugas kan sama bapak untuk menjemput ibu dihotel ini menuju kantor.."


Tita :


"Oh begitu.. ya sudah kita berangkat sekarang saja pak, takut macet nanti telat lagi.."


Pak Danu :


"Iya baik mu.. mari ikut saya Bu.."


Sambil mempersilahkan ku berjalan agar aku mengikuti nya.


Tita :


"Oh iya pak.."


"Hmmm.. tidak usah panggil saya dengan sebutan ibu, seperti nya terlalu tua untuk saya pak.."


"Tidak apa apa panggil saja mbak.. sudah cukup pak.."


Pak Danu :

__ADS_1


"euhh baik Bu.. eh salah maaf maksud saya mbak.." 🀭


Pak Danu membuka kan pintu mobil bagian belakang dan mempersilahkan ku untuk masuk dan duduk dikursi belakang. kemudian pak Danu langsung masuk ke kursi depan belakang setir, lalu menjalan kan mobil nya meninggalkan hotel tempat ku menginap dan melaju menuju kantor nya mas Erik.


Dalam perjalanan yang lumayan memakan waktu kurang lebih hampir 40 menit menuju kantor mas Erik, setidak nya cukup untuk mengobrol dengan pak Danu, agar tidak bosan dalam perjalanan yang cukup lama.


Tita :


"Pak Danu sudah lama bekerja dengan suami saya..?"


Pak Danu :


"Sudah mbak.."


"Sudah hampir 10 tahun lah saya ikut sama bapak.."


Tita :


"Oh begitu.."


"Pak Danu sudah berkeluarga..?"


Pak Danu :


"Sudah mbak.."


"Anak saya 3 orang mbak.. satu sudah bekerja dan dua nya masih sekolah mbak.."


Tita :


"Hmmm.. begitu ya.."


"Boleh saya bertanya tentang mas Erik Pak..?"


Pak Danu :


"Oh iya mbak silahkan.."


Tita :


"Apa pak Danu tahu semua tentang mas Erik..?"


Pak Danu :


"Tidak semua mbak.."


"Tapi yang saya tahu bahwa Bapak adalah orang yang baik, dermawan, tidak sombong meskipun seorang bos besar. beliau sangat perhatian terhadap semua karyawan nya mbak.."


"Bapak juga seorang bos yang sangat pertanggung jawab tidak tega'an juga kalau melihat orang lemah dan kesusahan mbak.."


Tita :


"Jadi seperti itu ya.."


"Makasih Pak Danu atas waktu nya mau mengobrol dengan saya.."


Pak Danu :


"Sama sama mbak.."


Tita :


"Apa masih lama kita sampai dikantor nya pak..?"


Pak Danu :


"Tidak mbak.. sebentar lagi kita sampai itu didepan tinggal belok kiri sudah sampai dikantor nya bapak.."


Tita :


"Oh sudah dekat ya.."


Pak Danu :


"Iya mbak sebentar lagi sampai.."


Akhir nya mobil pun sampai dihalaman kantor mas Erik dan pak Danu turun lebih dulu karna ingin membuka kan pintu mobil untuk ku.


Pak Danu :


"Silahkan mbak, sudah sampai.."


Tita :


"Iya pak terimakasih.."


Pak Danu :


"Sama sama mbak.."


"Saya permisi mbak.."


Tita :


"Oh iya pak silahkan.."


Pak Danu langsung pergi meninggalkan ku.


setelah aku turun dari mobil dan berjalan mendekati pintu utama kantor, aku masih terkagum kagum melihat kantor mas Erik yang sangat besar dan megah itu.


aku hampir tidak percaya semua ini..


ternyata suami ku benar nyata nya dia seorang pengusaha sukses dan memiliki kantor yang besar berdiri juga beberapa hotel yang mengelilingi kantor nya, dan itu semua milik nya mas Erik..


Bersambung..


*******


Hallo readers semua nya ketemu lagi sama author yang males nih.. πŸ˜…πŸ€­


maaf ya lama up nya karna jujur saja sangat sulit untuk menuangkan isi dikepala kedalam tulisan.


terimakasih sudah mau mampir dan mendukung karya receh saya ini.


Jangan lupa untuk tekan tanda πŸ‘like, vote komen, rate 5 dan favorit kan ya..


terimaksih salam hangat author πŸ™πŸ˜


Tak lupa mas Erik pun mengundang Romy dan Steve teman dekat nya sedari bangku kuliah dulu. mas Erik juga mengundang ayah dan ibu tiri ku, Rio adik tiri ku pun ikut hadir ibu tiri ku yang mengajak nya agar Rio mulai terbiasa dan mengenal bisnis ayah agar suatu hari nanti Rio yang akan menggantikan posisi ayah.


Hanya mertua dan adik ipar ku yang tidak bisa hadir karna kesibukan bisnis nya di Singapura sana tidak bisa ditinggalkan.


Semua tampak baik baik saja.


aku melihat sosok Reza mantan kekasih ku dulu, aku berpikir "untuk apa Reza hadir disini?"

__ADS_1


sempat bertanya tanya dalam hati ku..


aku bahkan tidak mengetahui bahwa Reza bekerja di perusahaan mas Erik


__ADS_2