
Happy reading..
Ketika Andre dan Sofi sibuk bersiap diri untuk kencan pertama nya setelah saling tahu perasaan masing masing.
Sofi tampil dengan sangat cantik begitu pun dengan Andre yang terlihat lebih rapih dan wangi saat menjemput sofi. mereka lalu pergi meninggalkan rumah, menuju cafe langganan Andre, disana terkenal sebagai cafe dengan nuansa romantis nya, dan pasti akan membuat Sofi semakin menyukai Andre. harapan Andre dalam hati nya.
Andre :
"Bagaimana kamu suka tempat nya?"
Sofi :
"Suka mas, cefe nya keren nuansa nya juga romantis cocok sama kita"
Andre mulai tersenyum saat melihat Sofi yang mulai membuka diri untuk hubungan nya.
Kali ini Andre tidak sia sia mengorbankan perasaan nya. justu membuat diri nya menjadi dekat dengan Sofi.
Di sisi lain Reza dan Sandra pun tengah dilanda rasa dilema yang kuat, Sandra sudah mantap dengan pilihan hati nya melabuhkan perasaan nya pada Reza, sedangkan dengan Reza sendiri merasa dilema dengan hati nya, antara sudah mulai menyukai Sandra atau justru perasaan nya. masih sebatas teman.
Hati itu Minggu tepat nya Reza memutuskan untuk kembali ke Balikpapan dan menyelesaikan pekerjaan nya disana. sedang kan Sandra tetap di Jakarta. mereka melakukan hubungan jarak jauh meski entah hubungan apa yang kini mereka jalani selagi merasa bahagia, mereka sanggup jalani. Sandra sering berkomunikasi dengan Reza melalui ponsel. karena sering nya Sandra menghubungi Reza, perlahan hati Reza mulai terbuka untuk Sandra meski belum ada kata kata jadian diantara kedua nya. tapi bisa terlihat dari senyuman di wajah mereka.
**
Berbeda dengan ku saat itu aku dan mas Erik melakukan penerbangan ke negara Paris negara pertama yang aku singgahi dalam hidup ku, juga dalam pernikahanku.
Mas Erik mengajak ku untuk bulan madu karena ingin segera memiliki keturunan memberikan cucu kepada papah nya yang setiap hari selalu menanyakan perihal cucu kepada ku dan mas Erik. kurang lebih satu hari lama nya perjalanan menuju negara paris demi bulan madu, tanpa persiapan apapun untuk ku, berbeda dengan mas Erik yang sudah wara-wiri keluar negeri sudah paham betul meski tanpa persiapan apapun. malam itu ketika tiba di kota Paris, mas Erik membawa ku langsung ke hotel, dimana Sandra yang sudah memesankan nya melalui situs online. hotel yang besar dan terlihat mewah, dengan kamar luas dan tempat tidur yang besar dekorasi mewah cocok nya untuk yang baru saja menikah.
Aku dan mas Erik langsung membaringkan tubuh kami diatas kasur yang empuk dan super mewah itu, satu koper bawaan kami sudah di antarkan oleh pelayan hotel kedalam kamar kami. aku memutus kan untuk membersih kan diri lebih dulu. setelah aku barulah mas Erik yang membersih kan diri. lalu setelah itu, tanpa rasa lelah aku mengajak mas Erik untuk keluar malam itu ingin menikmati makan malam ya indah dan romantis dengan suasana hotel yang super mewah.
Tita :
"Mas, ayo kita keluar sebentar kita makan malam diluar ya"
Erik :
"Tapi aku lelah sayang"
Tita :
"Apa guna nya mas Erik mengajak ku kesini?"
Mas Erik langsung menyanggupi meskipun mungkin benar tubuh nya merasa letih, karena perjalanan yang jauh dan memakan waktu. hinggga tidak ingin menunggu sampai aku merasa kesal dan marah padanya.
Erik :
"Ya sudah ayo, kita keluar"
Aku dan mas Erik berjalan keluar dari kamar kami menuju restoran di dalam hotel itu sendiri, disana jamuan makan malam yang sungguh luar biasa dan belum pernah aku merasakan nya selama ini.
Tita :
"Mas kita makan disini saja ya"
"Kita duduk disini ya"
Erik :
"Iya terserah kamu saja yang penting kamu bahagia"
__ADS_1
"Kamu mau makan apa sayang"
Tita :
"Aku mau semua makanan yang terlezat di hotel ini mas"
Lalu seorang pelayan datang dengan membawakan hidangan pembuka dan beberapa hidangan utama.
Mas Erik menyuruh ku untuk segera mencicipi nya, jika merasa ada yang kurang atau aku tidak suka bisa segera mengganti nya.
Erik :
"Ayo dicoba dulu, mana yang lebih kamu suka"
"Jika kamu tidak suka dengan makanan itu boleh reques"
Tita :
"Iya mas aku coba dulu"
"semua memang terlihat beda dengan makanan di negara kita mas, tapi ini cukup enak kok makanan nya aku suka"
Erik :
"Yakin kamu suka?"
Tita :
"Yakin mas"
"Meskipun baru kali ini aku makan tapi ini makanan mahal mas pasti lezat"
Erik :
"Kamu harus banyak makan yang bergizi agar cepat memiliki momongan"
Tita :
"Iya aku makan, tapi tidak mungkin aku habis kan ini terlalu banyak mas"
"Memang mas Erik tidak mau makan?"
Erik :
"Aku masih kenyang setelah makan di bandara saat transit tadi"
Aku segera mencicipi dan melahap semua hidangan yang tersedia, lalu mas Erik berdiri dan beranjak pergi sambil berjalan mas Erik memanggil salah satu pelayan, dan aku tidak tahu mereka bicara apa.
Saat itu mas Erik kembali dengan membawakan sebuket bunga mawar putih untuk ku. entah lambang nya apa, yang pasti itu cukup membuat aku bahagia. malam berlanjut aku dan mas Erik berdansa di pesta dansa yang diadakan di hotel itu, mas Erik memeluk ku erat. dan sesekali mencium bibir ku dengan bibir nya yang merah, desahan nafas nya panjang membuat ku susah untuk menghindari nya.
Tita :
"Mas, aku tidak bisa bernafas"
"Kita lanjut kan di kamar saja mas"
"Disini aku malu dilihat banyak orang"
Erik :
__ADS_1
"Ya sudah kita kembali ke kamar saja"
Aku mengangguk saja mengikuti langkah nya.
menuju kamar kami. aku mengutarakan keinginan ku untuk pergi ke menara Eiffel.
Tita :
"Mas besok pagi setelah kita sarapan mau kan mengantar ku untuk melihat menara Eiffel"
Erik :
"Pasti aku akan mengantar mu besok kemana pun kamu mau"
Tita :
"Janji mas Erik tidak akan tidur seharian disini?"
Erik :
"Janji sayang, aku mengajak mu kesini sudah pasti untuk berlibur"
Tita :
"Baiklah aku percaya sama kamu mas"
Tanpa menjawab, mas Erik tetap berjalan dan aku masih mengikuti nya.
Saat tiba di dalam kamar hotel benar saja mas Erik sudah tidak sabaran dia langsung mengangkat ku ke atas tempat tidur dan membaringkan ku, satu persatu dia melepaskan pakaian ku dan tubuh ku.
Sudah tidak bisa terelakan lagi, sudah menahan nya sewaktu masih dirumah kemarin pagi.
Tita :
"Sabar sedikit mas"
Erik :
"Tidak bisa, tubuh mu selalu menyetrum ku begitu aku bersentuhan dengan mu"
Tita :
"Tapi aku baru saja habis makan mas"
Erik :
"Sudah diam, lebih baik nikmati saja setiap rengkuhan dari ku"
Tita :
"Aku pasrah pada mu"
Erik :
"Memang seharusnya kamu pasrah saja sayang"
Bersambung..
Hai readers semua, mohon tetap dukung karya receh ku ya, jangan lupa baca, like, komen, rate 5, favorit kan dan vote yang banyak ya..
__ADS_1
Terimakasih 🙏😍