
Happy reading...
****
Saat aku dan mas Erik bercumbu tiba tiba terdengar dering ponsel milik mas Erik itu sangat menggangu bagi mas Erik.
karna aku menghentikan aksi nya agar segera mengangkat telpon itu, mungkin saja penting.
Tita :
"mas itu ponsel mu berdering cepat angkat dulu.."
Erik :
"sudah biarkan saja.."
"tanggung sayang.."
sambil terus mencumbu ku..
namun aku memalingkan wajah ku agar mas Erik berhenti dan mau mengangkat telpon nya.
Tita :
"ya sudah aku tidak mau kasih kamu lebih dari ini mas, jika kamu tidak mau mengangkat telpon nya!"
Erik :
"hmmm... ya sudah aku angkat nih.."
"tapi kamu jangan lupakan ya sayang.."
Tita :
"iya mas aku janji.. sudah cepat angkat telpon nya.."
Lalu mas Erik melihat ponsel nya dan mengangkat telpon nya, ternyata itu dari mbak Sandra sekretaris mas Erik dikantor nya.
Tita:
"dari siapa mas..?"
Erik :
"ini dari Sandra sekretarisku sayang.."
Tita :
"ohhh.."
Erik :
"sebentar aku angkat dulu ya.."
Tita :
"hmmm.."
Mas Erik mengangkat telpon dari mbak Sandra..
Erik :
"iya ada hal apa?"
"mengganggu kesenangan orang saja kamu ya?"
Sandra :
"iiya pak maaf.."
"ada kabar baik pak.."
Erik :
"tentang apa..?"
"cepat katakan..?
Sandra :
"begini pak.. mas Andre berhasil memenangkan proyek hotel yang berada dikawasan ibu kota pak.."
"saya terpikir bagaimana untuk mengadakan acara syukuran atas keberhasilan ini pak?"
"kan sudah lama juga pak perusahaan tidak mengadakan pesta.."
Erik :
"hmm.. boleh juga, coba kamu urus dan siap kan sebaik mungkin ya, undang tamu tamu penting saja, buat acara ini seperti privat.."
"aku sedang tidak ingin ada banyak pertanyaan dari orang orang mengenai kejadian kemarin.."
"kamu paham kan?"
Sandra :
"baik pak saya persiapkan dari sekarang dan sebaik mungkin.."
"terimakasih atas waktu nya pak.."
Erik :
"hmmm.. ya sudah.."
Lalu mas Erik menutup telpon nya..
__ADS_1
Aku yang sedari tadi duduk ditepi kasur hanya memperhatikan mas Erik.
Tita :
"sudah mas telpon nya..?"
Erik :
"sudah sayang.."
"ayo lanjutkan..?"
Tita :
"lanjutkan apa mas..?"
Erik :
"tidak usah pura pura deh..?
"kita lanjutkan yang tadi, kan terpotong gara gara si Sandra tuh.."
Tita :
"tapi mas Erik kan belum cerita sama aku tadi mbak Sandra bahas apa ditelpon?"
Erik :
"nanti aku cerita kan sayang, sekarang kita lanjutkan lagi yang tadi ya, aku sudah sangat ingin sayang?"
Tita :
"ceritakan dulu mas, baru aku mau melakukan nya..?"
Mas Erik terlihat sangat kesal pada ku..
Erik :
"baiklah, kamu dengarkan baik baik ya aku tidak akan mengulangi nya, Karna itu akan membuat ku kehabisan waktu untuk bercumbu dengan mu.."
"Sandra bilang, bahwa Andre yang aku utus untuk mengurus perusahaan selama aku cuti, dia berhasil memenangkan proyek hotel.."
"Sandra bilang akan mengadakan pesta kecil-kecilan untuk menyambut keberhasilan Andre dan perusahaan kita sayang.."
"sudah cukup..?"
Tita :
"belum mas.."
"lalu apalagi mas yang dikatakan mbak Sandra..?"
Mas Erik tampak bertambah rasa kesal nya dan itu terlihat dari wajah nya hanya saja mas Erik tidak berani marah padaku karna kami baru saja berbaikan, dan itu pasti nya akan mengurangi poin dari ku, mas Erik tidak akan mendapat kan apapun dari ku..
Erik :
"oh iya.. aku ingin kamu hadir juga dipesta itu aku akan kenal kan kembali kamu pada teman dekat ku dan relasi bisnis ku nanti.."
"kamu harus tampil sempurna untuk ku.."
Tita :
"oh.. jadi seperti itu.. iya mas aku akan datang nanti.."
"tadi nya aku pikir terjadi sesuatu dengan perusahaan mu..?"
Erik :
"kamu tidak usah khawatir sayang, aku tidak akan bangkrut secepat itu, saham ku banyak dimana mana.."
"apalagi hanya karna Andre yang pegang perusahaan selama aku cuti.."
"Andre bekerja dengan baik untuk ku selama ini, jadi kamu tidak usah khawatir tentang perusahaan ya.."
Tita :
"syukur deh kalo semua nya baik baik saja mas.."
"berarti mas Erik akan segera masuk kantor lagi ya..?"
Erik :
"iya memang harus masuk kantor sayang, sudah terlalu lama aku cuti kasihan Andre juga, dia hampir tidak pernah libur selama menggantikan posisi ku.."
"kenapa..?"
"kamu cemburu ya..?"
"apa kamu masih rindu dengan ku..?"
"hmmm...lebih baik sekarang kita lanjutkan saja yang tadi ya, rindu kita bisa terobati.."
Tita :
"ihh.. mas Erik mesum aja sih..?"
Erik :
"lohh kan sama istri sendiri gapapa dong..?"
Tita :
"iya sih mas.. boleh saja.."
"untuk apa aku cemburu tidak jelas, lagi pula dikantor kan tidak ada Sarah mas.."
__ADS_1
Erik :
"hmmm... ya sudah ayo kita lanjutkan aku gak sabar nih..?" 🤭
Mas Erik mendekati ku dan meraih tubuh ku lalu mencumbu ku berkali kali.. aku berhasil menghindari nya..
Tita :
"tunggu mas.."
Erik :
"apalagi sayang..?"
Tita :
"aku tidak punya gaun atau dress mas untuk ke pesta itu, kan semua baju ku dirumah.."
"aku tidak membawa baju ku ke hotel ini.."
Erik :
"baiklah nanti aku suruh Sandra segera Carikan gaun untuk mu.."
"sudah selesai kah?
"lalu kapan kita mulai sayang?"
"kamu bener bener menghukum ku ya?"
Tita :
"hah.. tidak kok mas.. aku beneran nanya dan pingin ngobrol saja sama kamu mas.."
Erik :
"iya tidak apa apa sayang.."
Mas Erik berusaha menahan rasa kesal nya dan menahan rasa ingin nya terhadap diriku.
Tita :
"iya deh, ayo kita lanjutkan mas, tapi aku bersih bersih badan ku dulu ya mas.."
"sudah terasa lengket, bau lagi seharian kamu peluk'in mulu sih..?" 😅😅🤭
Erik :
"ya sudah sana cepetan mandi, aku tunggu ya jangan lama lama sayang..?"
Tita :
"iya mas.. cuma sebentar kok.."
Mas Erik dengan setia menunggu ku duduk di kasur bersandar, sambil mengecek ponsel nya membaca beberapa pesan penting dari mas Andre dan mbak Sandra.
Aku yang tengah asik berendam dengan air hangat, tiba tiba dikejutkan dengan ketukan pintu berkali kali.
rupa nya mas Erik sudah sangat tidak sabar..
Tok..tok..tok..
Erik :
"sayang, masih lama kah..?"
"bolehkah aku ikut mandi bersama mu..?"
Tita :
"tunggu sebentar mas.."
dengan cepat aku berpikir untuk menjawab nya.
Tita :
"aku sudah handukkan mas, sebentar lagi keluar nih.."
Erik :
ya sudah cepat keluarlah.."
Tita :
"iya iya mas.."
Tak kama aku keluar dari kamar mandi dengan menggunakan jubah mandi atau sejenis kimono handuk, mata mas Erik tertuju pada ku dan tidak berpaling sedikit pun dari tubuhku..
Tita :
"mas.. mas Erik kenapa?
"sudah sana mandi dulu, kalau tidak mandi aku tidak mau melakukan nya..?"
Mas Erik dengan tatapan mata nya yang tajam dan tidak berpaling sedikit pun dari ku langsung menarik tubuhku ke pelukan nya..
Bersambung..
******
Hallo readers semua ketemu lagi sama author yang malas update nih.. 🤭😅
terimakasih sudah meluangkan waktu nya untuk mampir ke karya receh saya, terimakasih atas dukungan nya ya..
dimohon bagi readers dirumah yang sudah baca tapi belum like, aku sarankan untuk buka ulang bab perbab nya ya dan jangan lupa semat kan tanda 👍 like, vote, komen, rate 5, favorit kan ya..
__ADS_1
Terimakasih salam hangat author 🙏😍