PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
melamar ku kedua kali nya..


__ADS_3

*****


Hai hai readers semua selamat membaca ya mudah mudahan suka dengan cerita nya. jangan lupa like komen, rate, vote dan favorit kan ya.. terimakasih 🙏🙏


********


Aku merasa bingung dan sedih tidak tahu harus menggambar kan hati ku seperti apa saat ini? aku berpikir lebih baik aku kembali saja ke Jakarta, tidak ingin mendengar atau bahkan melihat Sarah yang tengah mengambil hati kedua mertua ku.


Mas Erik tetap menggenggam tangan ku dan memeluk ku dari samping menyandarkan kepala ku ke bahu nya, agar aku kuat dan tidak merasa takut apapun.


Erik :


"Sudah sayang, tidak ada yang perlu kamu takut kan.."


"Semua akan baik baik saja.."


"Kamu tidak perlu cemburu melihat keakraban papah, mamah dan Sarah.."


"Aku yakin papah dan mamah tahu apa yang harus mereka lakukan saat ini.."


Tita :


"Iya mas.."


"Apa sebaik nya aku pulang ke Jakarta saja ya mas.."


Erik :


"Untuk apa pulang ke Jakarta lagi, kita baru sampai.."


"Lebih baik sekarang kita lihat perkembangan nya, apa yang Sarah ingin kan..?"


Aku diam tidak menjawab nya. aku mengambil segelas air minum lalu meneguk nya merasa sangat haus sekali.


kemudian terdengar suara hentakan sepatu yang seolah ingin menunjukan kehadiran si pemilik nya, berjalan menuju kearah ku dengan suara ketus nya, ingin membuat ku tahu bahwa dia saat ini tengah emosi cemburu, karna melihat kedekatan ku bersama mas Erik..


Aku melihat dari sorot mata nya yang dikuasai amarah dan seperti nya akan terjadi keributan..


Sarah :


"Hei.. wanita penggoda, perebut suami orang untuk apa kamu datang kemari..?"


"Tidak tahu malu.."


"Ini rumah mertua ku, kamu tidak lihat orang tua nya Erik sangat tertarik dengan ku mereka senang menerima kehadiran ku disini.."


"Sebaik nya kamu tinggalkan Erik sekarang kembali kepada orang tua mu saja sana..?"


"Dasar bocah ingusan.."


Erik :


"Hentikan ucapan mu Sarah..?"


prakkkkkk..


suara tangan yang menggebrak meja..


"Jangan buat aku marah..?"


"Bicara mu tidak sopan.."


"Siapa yang wanita penggoda..? dia istri ku dan bukan wanita penggoda seperti diri mu.."


"Jelas jelas dia tidak suka kepada ku dulu saat pertama menikah.."


"Perlu aku ingat kan lagi siapa diri mu sebenar nya..?"


"Baik.. akan aku beritahu kedua orang tua ku siapa kamu sebenernya, Sarah yang dulu seperti apa..?"


Sarah :


"Ada apa dengan mu Rik..?"


"Kenapa kamu terus membela wanita itu..?"


"Apa salah ku Rik..?"


"Kenapa kamu mengancam ku begitu..?"


"Apa kamu sudah tidak mencintai ku lagi Rik..?"


Erik :


"Dari awal kita bertemu.. aku memang tidak pernah mencintai mu, aku hanya menolong mu merasa kasihan atas hidup mu.."


"Justru kamu sendiri yang menganggapnya lain dan kamu sendiri yang ingin memberikan seluruh hidup mu untuk ku.."


"Aku tidak pernah meminta, kamu melakukan nya semata mata karna harta ku, agar hidup kamu tetap terjamin.."


Sarah :


"Rik.."


"Aku minta maaf jika selama ini aku tidak bisa membuat mu bahagia.."


"Aku janji aku akan berusaha untuk melakukan apapun agar kamu bahagia Rik.."


"Aku tidak ingin kehilangan mu.."

__ADS_1


sambil merengek menangis memohon pada Erik..


hiks..hiks..hiks..hiks..hiks..


Erik :


"Sudah.. hentikan ocehan mu dan tangisan mu itu.."


"Aku tidak peduli apa yang akan kamu lakukan.."


"Percuma saja bicara baik baik dengan mu.."


"Dari awal aku menikah sudah ku katakan.."


"Jika masih ingin bersama dengan ku bersikap lah baik terhadap istri sah ku dan menerima semua ini.."


"Tapi kamu sendiri yang merusak nya.."


"Merusak kepercayaan ku.."


"Lebih baik kamu keluar dari rumah orang tua ku sekarang.."


"Aku tidak menginginkan kehadiran mu disini.."


"Begitu juga dengan orang tua ku.. aku yakin mereka baik seperti tadi pada mu karna belum mengetahui siapa diri mu sebenar nya.."


Lalu Sarah berlari kearah mas Erik dan berusaha memeluk nya, Sarah tidak mau melepaskan pelukannya, mas Erik diam saja seperti membiarkan Sarah sebentar memeluk diri nya untuk terakhir kali.


Aku tidak boleh cemburu, aku harus mengerti keadaan ini, tentu ini bukan hal biasa bagi ku tapi aku harus mulai terbiasa menerima keadaan apapun saat ini dan nanti karena dalam suatu hubungan atau suatu pernikahan tentu akan semakin banyak ujian kerikil kerikil kecil yang menggoyahkan..


Meskipun aku tidak tahu isi hati mas Erik yang sesungguh nya seperti apa?


tapi untuk menutupi rasa cemburu ku dan sakit hati ku karna ucapan Sarah tadi..


Aku berlari keluar dari rumah mertua ku sejauh mungkin entah saat itu aku tidak tahu kemana arah tujuan ku yang pasti aku pergi dari rumah itu tidak ingin mendengar ataupun menyaksikan hal apapun, bukan aku egois hanya saat ini lebih memilih untuk mengalah agar tidak semakin terluka.


sempat terpikir kembali, untuk pulang ke Jakarta saja, tapi merasa bingung harus pulang kerumah siapa?


Sementara mas Erik disini bersama Sarah tidak tahu apa yang akan terjadi nanti terhadap hubungan mereka..?


Mas Erik mencoba menghentikan langkah ku meskipun dia tidak bisa berbuat apa apa karna saat itu Sarah memeluk nya sangat erat seperti nya sengaja Sarah melakukan ini ingin mas Erik tidak bisa mengejar ku.


Erik :


"Sayang kamu mau kemana..?"


"Tita tunggu.."


Tapi aku tidak peduli yang ku lakukan terus berlari meninggalkan mereka meninggalkan rumah itu sejauh mungkin..


Mas Erik terus memanggilku dan pada akhirnya mas Erik berhasil melepaskan pelukan dari Sarah..


Aku membayang kan usia ku menginjak 18 tahun tapi sudah dihadapkan dengan banyak masalah sebelum nya tentang ibu tiri ku yang jauh lebih jahat sebenar nya, dan kini dihadapkan dengan permasalahan rumah tangga yang tak kunjung selesai..


mengapa aku dibebankan masalah seberat itu? bagaimana aku bisa menjalani hidup ini dan menghadapi semua masalah ini? aku merasa tidak sanggup.. hanya itu isi dikepala ku saat ini..


Tidak tahu harus berbuat apa, harus mengadu kepada siapa.. aku tidak ingin membuat semua orang berpikir yang buruk nanti terhadap mas Erik..


***


Erik :


"Sayang.. kamu mau kemana..?"


"Tita dengar kan aku.. ?"


"Sayang tolong berhenti.."


Aku tetap melanjutkan langkah ku dengan taxi itu, sebenar nya aku tidak begitu tahu tempat tempat disingapura aku hanya menyusuri jalanan dengan taxi itu, entah tiba tiba saja aku melihat pemandangan seperti sebuah taman yang indah berhiaskan lampu lampu.


Aku meminta supir taxi untuk berhenti dan aku menurun kan aku disana, mungkin dengan aku melihat keindahan nya aku akan merasa tenang. ya Marina bay..


***


Mas Erik berhenti dihalaman rumah dan berdiam diri sejenak..


menarik nafas nya yang ngos ngosan setelah tidak berhasil mengejar ku tadi. disusul oleh papah dan mamah nya yang mencoba menenangkan mas Erik.


Papah nya mas Erik berdiri didepan pintu mencegah Sarah untuk tidak menghalangi mas Erik lagi, sementara mamah nya mas Erik menghampiri dan mengatakan untuk segera mencari aku dengan mobil papah nya..


agar tidak semakin jauh aku meninggalkan rumah.. tidak ingin ada masalah jika sampai ayah ku mendengar nya.


Mamah Ratih :


"Erik.. sebaik nya kamu cepat cari Tita, kejar dia mumpung belum jauh.."


"Mamah khawatir takut terjadi apa apa nanti.."


"Jika papah nya Tita dengar, akan semakin besar masalah nya.."


Erik :


"Iya mah.. Erik akan cari Tita dan bawa dia pulang kerumah.."


Mamah Ratih :


"Iya.. lebih cepat lebih baik Rik.. lekas lah.."


Mas Erik berlari ke mobil milik papah nya dan segera tancap gas melaju dengan cepat tidak ingin aku semakin jauh pikir nya..

__ADS_1


mas Erik terus berputar putar mengelilingi kota itu mencari keberadaan diri ku sembari berkali kali mencoba menghubungi ponsel ku tapi aku matikan sehingga siapa pun saat itu tidak bisa menghubungi ku.


Mas Erik terus mencari diriku, langkah nya terhenti melihat sebuah toko berlian kemudian mas Erik masuk kedalam toko dan membeli sebuah cincin bermata berlian merah mudah sangat indah untuk diriku..


setelah membeli cincin itu mas Erik kembali kedalam mobil melakukan pencarian kembali.


beberapa putaran, mas Erik memberhentikan mobil nya, disebuah taman dengan lampu lampu indah menghiasi, karna mas Erik putus asa belum juga menemukan ku meskipun sudah hampir satu jam saat itu..


tapi merasa tetep tidak menemukan diriku.


Saat mas Erik hendak masuk kedalam mobil nya sembari kedua mata nya mencari sosok diriku, dia melihat lihat ke sekeliling taman itu dan rupanya dia melihat sosok diriku tengah duduk disebuah kursi yang memang tersedia di tepi taman itu, duduk membelakangi menghadap taman yang penuh hiasan lampu lampu itu.


Kemudian mas Erik berlari kearah ku, seperti mengenali pakaian ku dan berteriak memanggil manggil nama ku.


aku menoleh ke belakang setelah mendengar ada yang menyebut nama ku berkali kali, sempat terpikir oleh ku tidak mungkin mas Erik semudah itu menemukan ku, dan rupa nya itu benar mas Erik.


Erik :


"Titaa.. Tita.. sayang.."


"Benar kah itu kamu.."


"Sayang.. sayang.."


Aku menoleh dan memastikan apakah benar itu mas Erik.. ternyata benar mas Erik..


hati dan pikiran ku seolah sudah menyatu dengan hati dan pikiran nya mas Erik sehingga kami pun dipertemukan kembali namun ditempat yang berbeda, dimana tempat ini yang akan menjadi saksi abadi "pernikahanku "..


Dengan kedua tangan nya mas Erik meraih ku dan memeluk ku menciumi ku berkali kali membelai rambut ku, merasa bahagia bisa menemukan ku.


Erik :


"Sayang.. oh syukur lah kamu disini.."


"Akhir nya aku menemukan mu kembali.."


"Hampir gila, jika aku tidak menemukan mu sayang.."


"Sungguh aku laki laki tidak bertanggung jawab melukai wanita sebaik dirimu.."


"Maaf kan aku Tita.."


"Maafkan aku.."


Sembari meminta maaf Mas Erik meneteskan air mata di pipi nya saat memeluk tubuh ku.


aku merasa kasihan melihat mas Erik seperti ini, tapi aku juga bahagia ini pembuktian betapa sungguh tulus nya mas Erik menyayangi diriku.. tidak perlu aku ragukan lagi, aku pun tidak perlu merasa menyesal lagi karna pernikahan ku.


Tita :


"Iya mas.."


"Aku tidak tahu mau kemana.. jadi aku mampir di taman ini.."


"Terimakasih mas.. mas Erik sudah begitu baik kepada ku.."


"Mas Erik tidak usah merasa bersalah mas.."


"Ini juga salah ku, seharus nya aku tidak usah pergi dari rumah tadi.."


"Maaf kan aku mas.. aku menyusahkan mu.."


"Aku sungguh ke kanak Kanakan.."


"Maafkan aku mas.."


Erik :


"Sudah.. sudah.. kita lupakan masalah ini.."


"Kita buka lembaran baru.."


Aku masih berdiri, kemudian mas Erik berlutut dihadapan ku meraih kedua tangan ku dan menggenggam nya, mengeluarkan cincin berlian yang indah itu dari saku kemeja nya, memasangkan nya di jari manis ku dan melamarku kedua kali nya, ditaman yang indah ini, ditempat berbeda dengan perasaan kami yang berbeda dari lamaran pertama saat dulu merasa terpaksa menikah tanpa ada perasaan apapun. tapi kini mas Erik melamar ku kedua kali dengan perasaan cinta nya yang besar telah tumbuh dihati nya, benih benih cinta itu tumbuh diantara kami.


Erik :


"Tita.. sayang mau kah kamu menjadi istri ku..?"


"Menikah lah dengan ku..?"


Aku tersenyum haru dan bahagia mendengar mas Erik melamar ku kembali..


Tita :


"Iya mas.. aku mau menikah dengan mu dan menjadi istri mu.."


Setelah melamar ku dan memasang kan cincin nya di jari manis ku, Mas Erik berdiri dan memeluk tubuhku tak lupa kecupan demi kecupan mendarat dibibir ku.. 😍


Meskipun aku tidak tahu kapan mas Erik membeli cincin itu.. tapi aku sangat bahagia hari ini mas Erik mengulang kembali melamar ku dengan perasaan cinta nya, terkadang untuk mendapat kan sebuah kebahagian itu memang butuh pengorbanan, meskipun aku merasa terluka karena Sarah, tapi akhirnya aku bahagia.


terimakasih mas atas segala nya.. aku menyayangi mu mas tuan tua yang tampan.. 😍


Bersambung..


***


Hai hai readers semua nya jangan lupa tekan tombol 👍 like nya ya, jika berkenan boleh komen, ⭐5 , vote dan juga favorit kan ya.. terimakasih 🙏🙏


Terimakasih salam hangat author.. 😍

__ADS_1


__ADS_2