
Happy reading..
***
Saat kami sedang asik berbincang diruang tengah, Sofi yang sedari tadi memilih ke kamar untuk membersihkan diri, tiba tiba sudah berada meja makan dan siap untuk bersantap malam.
Bi Inah sudah menyiap kan hidangan makan malam dengan menu kesukaan ku, ada sayur capcai, ayam goreng, pepes ikan mas, tempe dan tahu juga, tersedia juga puding dan beberapa buah buahan sebagai pencuci mulut. karena hari ini hari kepulangan ku, sejak aku pergi dari rumah seminggu yang lalu, karena kejadian waktu itu, hingga aku terbaring sakit di rumah sakit. jadi Bi Inah memikir kan semua itu untuk menyambut ku. dan menu kesukaan ku, yang di pilih oleh Bi inah.
Lalu Sofi yang turun dari kamar nya menuju meja makan, saat melihat hidangan dimeja makan membuat nya merasa ingin melahap nya segera, dan langsung memanggil kami semua untuk segera makan.
Sofi :
"Mas Erik, pah, mah, mbak Tita ayo makan dong"
"Aku udah laper nih"
"Bi Inah masak banyak banget dan enak enak nih masakan nya"
"Cepetan ya entar aku habisin semua nih"
Lalu mas Erik mengajak aku, papah dan mamah untuk menyusul Sofi ke meja makan.
Erik :
"Pah mah ayo kita makan malam dulu"
"Sofi udah duluan tuh"
Mamah Ratih :
"Iya Rik"
"Ayo pah"
Mamah mengajak papah untuk makan malam bersama. papah hanya berdiri mengikuti mamah dan sambil mengambil ponsel nya.
Erik :
"Ayo sayang kita makan malam dulu, aku bantu berdiri ya"
Tita :
"Iya mas"
"Makasih"
Mas Erik membantu ku berdiri juga menuntun ku berjalan sampai ke meja makan. kami semua santap malam bersama.
Seharusnya aku yang mengambilkan nasi dan lauk di piring nya mas Erik, tapi karena keadaan ku yang masih sulit untuk berdiri jadi mas Erik lah yang mengambil kan nasi dan lauk untuk ku, bahkan mas Erik sesekali menyuapi ku. terkadang aku merasa malu tapi di sisi lain aku juga tidak mampu melakukan apapun sendiri.
Tita :
"Sudah mas tidak usah banyak banyak nasi nya"
"Aku masih kenyang mas"
Erik :
"Makan lah yang banyak agar cepat sembuh"
"Setelah makan, kamu harus minum obat, baru kita tidur"
Tita :
"Iya mas"
Aku menyuapkan nasi yang sudah dicampur dengan sayur capcai dan suwiran ayam goreng yang kebetulan sudah dipisahkan dari tulang nya oleh mas Erik sebelum aku menyantap nya.
Sungguh besar perhatian nya padaku.
aku masih belum sempurna sebagai istri nya. aku melihat kearah mamah dan papah mereka tersenyum karena melihat perhatian mas Erik yang begitu besar untuk ku. aku pun ikut tersenyum malu.
Mas Erik kembali menyuapi ku..
Tita :
"Sudah mas"
"Biar aku makan sendiri"
"Lebih baik Mas Erik juga makan"
Erik :
"Sudah tidak apa apa"
"Ayo buka mulut mu"
Tita :
"Tapi mas aku malu"
Erik :
"Tidak usah malu, kan hanya papah mamah dan Sofi disini"
Tita :
"Aku malu sama mereka mas"
"Berikan sendok nya mas"
Erik :
"Tidak mau, sudah cepat buka mulut nya"
Aku terpaksa membuka mulut ku mengikuti kemauan mas Erik untuk tetap menyuapi ku.
meskipun ada rasa malu terhadap papah dan mamah mertua ku.
Mamah Ratih :
"Sudah tidak usah malu Tita"
"Makan lah"
"Mamah melihat Erik begitu menyayangi mu"
Tita :
"Iya mah"
"Aku hanya merasa malu seharusnya aku yang mengambilkan makanan di piring nya mas Erik"
Mamah Ratih :
"Nanti setelah kamu sembuh kamu akan kembali ke posisi mu sebagai mana mesti nya melayani suami"
"Saat ini kamu baru saja sembuh"
__ADS_1
"Jadi biarkan saja Erik yang melakukan nya"
"Toh itu kan keinginan nya sendiri"
"Lagi pula itu adalah salah satu bentuk cinta kasih dan pengorbanan pasangan dalam sebuah pernikahan"
"Jadi kamu tidak usah malu"
"Makan lah"
Setelah mendengar ucapan mamah Ratih mertua ku, aku mulai mengerti, kenapa mas Erik mau melakukan itu, itu adalah salah satu bentuk pengorbanan suami istri dalam pernikahan nya.
Beruntung nya memiliki mertua yang sangat baik dan sayang terhadap ku juga mau berbagi pengalaman dan pengetahuan untuk ku yang masih awam dalam berumah tangga.
Erik :
"Apa sekarang kamu sudah mengerti?"
Mas Erik menanyakan nya pada ku..
Tita :
"Iya mas aku mengerti"
Erik :
"Ayo buka mulut mu lagi"
"Tinggal sedikit lagi selesai"
Tita :
"Iya mas"
"Terimakasih"
Erik :
"Sama sama sayang"
Lagi lagi mas Erik selalu menunjukan sikap romantis dan penuh sayang terhadap ku didepan orang tua nya.
Seandainya kejadian kemarin tidak pernah terjadi dan tidak pernah ada, mungkin kebahagian ku akan terasa lebih sempurna tanpa noda di hati ku.
***
Saat kami masih bersantap malam tiba tiba terdengar notif sebuah panggilan masuk di ponsel nya mas Erik. rupa nya itu dari Andre.
Namun mas Erik lebih memilih untuk tidak menjawab nya.
Justru Sofi yang merasa penasaran dan ingin melihat siapakah yang menelpon mas Erik.
Sofi :
"Mas kok telpon nya gak dijawab sih"
"Siapa tahu penting mas"
Erik :
"Sudah nanti saja"
"Aku belum selesai makan"
"Itu bisa nanti aku hubungi kembali begitu makan malam selesai"
Lalu Sofi melihat ponsel mas Erik dan langsung menjawab nya.
Sofi :
Andre :
Kok suara nya cewek sih, apa jangan jangan itu bini nya Erik ya?" pikir nya Andre.
"Malem mbak Tita"
"Erik nya ada?"
Sofi :
"Oh mas Erik ada lagi makan malam"
"Aku bukan mbak Tita"
"Aku Sofi adik nya mas Erik"
Andre :
"Oh maaf salah ya!"
Sofi :
"Tidak apa apa"
Kemudian mas Erik mengambil ponsel nya dengan paksa dari Sofi.
Erik :
"Sini dek ponsel nya"
"Sudah mas bilang nanti saja"
"Jadi ganggu makan mas kan"
Sofi :
"Iya maaf"
"Sofi kan penasaran mas"
Erik :
"Lain kali tidak usah, tidak sopan juga"
"Yang berhak menjawab itu mbak mu"
Sofi :
"Yey mas Erik gak jelas deh, gitu aja marah marah"
Tita :
"Sudah mas"
"Tidak usah marah marah begitu"
"Sebaik nya cepat bicara siapa tahu ada hal penting yang disampai kan Andre"
Lalu mas Erik dengan wajah jutek nya, menjawab telpon dari Andre.
__ADS_1
Erik :
"Apa Dre?"
"Malem malem gini hubungi gua"
Andre :
"Segitu aja marah, iya sory gua ganggu"
"Gua mau tanya si Sandra berapa lama di Balikpapan?"
"Gua pasti repot kalau gak ada dia Rik"
"kan yang tahu semua jadwal Luh sama ini kantor kan cuma sekretaris Luh si Sandra"
Erik :
"Hmm, gua gak tahu si Sandra berapa hari disana"
"Kemarin bilang cuma beberapa hari, begitu desain hotel beres dan siap mulai pembangunan dia bakal balik ke Jakarta"
"Luh kan biasa handel kerjaan gua Dre"
Andre :
"Iya gua udah biasa, tapi kan tetep selama ini dia yang bantuin gua juga dikantor"
"Ngatur jadwal dan semua metting"
Erik :
"Bentar gua pikir dulu"
Mas Erik berpikir memang akan kerepotan jika Andre melakukan nya sendiri, selama ini kan Andre bisa karena dibantu oleh Sandra juga.
Andre :
"Rik jangan kelamaan mikir dong"
Erik :
"Sabar kenapa sih"
"Ok deh gini aja, besok gua kirim Sofi Adek gua buat gantiin si Sandra beberapa hari aja"
"Buat bantuin Luh dikantor"
"Kebetulan Adek gua baru datang dari Singapura tadi"
"Sekalian Luh bisa ajarin dia soal bisnis tuh biar dia ngerti dan bisa bantu perusahaan gua nanti"
Andre :
"Hah Adek Luh?"
"Yang barusan jawab telpon gua ya?"
Erik :
"Iya"
"Kenapa Luh?"
"Jangan macem macem ya, itu Adek gua, awas aja Luh kalau sampai kenapa-napa adek gua?"
Andre :
"Ok bos Luh tenang aja, gua gak bakalan macem macem deh sama adek nya bos besar"
"Siap, tenang aja entar gua bakalan ajarin semua nya"
"Sampe Adek Luh pinter dan ahli di bisnis"
"Adek Luh Sofi kan, yang dulu masih sekolah SMA gua sering jemput kan kalau disuruh Luh?"
Erik :
"Iya Sofi, emang Adek gua ada berapa?"
Andre :
"Adek Luh pasti cantik ya?"
"Buat gua aja lah bro?"
Erik :
"Hust sembarangan Luh"
"Masih kecil, seumuran sama istri gua"
Andre :
"Gak apa apa dong, Luh aja bisa nikahin anak gadis orang masih 18 tahun lagi"
"Masa gua gak boleh sih?"
Erik :
"Ya itu jelas beda dong"
"Gua kan kan cowok keren dan gak neko Neji beda sama Luh"
"Lagian Sofi kan Ade gua"
"Gua pengen dia kuliah dulu, kerja sukses baru nikah"
Andre :
"Beda nya apa gua sama Luh?"
"Sofi buat gua aja"
Erik :
"Udah, sekarang mau ngebahas kerjaan apa ngebahas Adek gua nih?"
"Ganggu orang makan aja"
Mas Erik menutup telpon nya dan memberikan nya pada ku, agar jika Andre mencoba menghubungi nya lagi, Sofi tidak akan berani menjawab nya lagi.
Mas Erik melanjut kan makan nya, setelah tadi selesai menyuapi ku, mamah papah hanya terlihat tersenyum melihat ke cekcokan yang awal nya ditimbulkan oleh Sofi.
Rupa nya diam diam Andre mengingat ingat kenangan saat dulu sering disuruh mas Erik untuk menjemput Sofi disekolah jika mas Erik tidak bisa menjemput Sofi. Andre membuka akun sosmed nya seingat nya dulu pernah bersuwa foto dengan Sofi dan mengunggah nya ke akun sosmed nya itu, dulu setiap kali pulang sekolah setiap Andre menjemput Sofi dan Sofi selalu mengerjai Andre untuk membelikan eskrim yang banyak dengan berbeda rasa. disaat itu lah Sofi mengambil foto mereka berdua dan Andre meminta nya lalu mengunggah nya ke akun sosmed nya saat ini Andre berusaha mencari foto itu di akun nya, dan berhasil menemukan nya, Andre melihat foto Sofi yang dulu sangat cantik imut dan mungil, dalam pikiran nya saat ini dirinya mulai menyukai Sofi, dan mungkin saat ini Sofi sedikit berubah karena sudah kuliah dan pasti sudah banyak berubah.
Bersambung..
Halo readers semua tetap setia dan dukung author ya.
__ADS_1
Jangan lupa untuk LIKE , KOMEN, RATE 5/ BINTANG 5 , FAVORIT KAN DAN VOTE YANG BANYAK YA.
Terimakasih 🙏😍