PERNIKAHANKU

PERNIKAHANKU
Tugas seorang istri..


__ADS_3

Happy reading...


Setelah berada dalam kamar mandi bersama tingkat kepanikan ku mulai memuncak


memang sudah biasa dengan hubungan itu


tapi aku kerap menghindari nya karena terlalu letih jika terus menerus melakukan nya.


terkadang ada rasa bosan juga, tapi tidak untuk suami ku, hasrat nya terlalu besar.


Aku pasrah kembali melayani nya karena memang sudah menjadi tugas ku sebagai seorang istri, sekalipun menolak nya tetap tidak akan bisa.


Aku mencoba bertanya hanya untuk basa basi.


Tita :


"Mas Erik mau apa?"


"Kita langsung mandi saja ya mas"


Erik :


"Kenapa kamu selalu menolak ku setiap aku ingin mandi bersama dengan mu?"


"Aku suami mu, tubuh mu adalah hak ku"


Tita :


"Ya baik lah terserah kamu saja mas"


"Aku hanya malu dan merasa letih saja mas"


Erik :


"Berusaha lah dengan ikhlas maka kamu akan bahagia"


"Tidak merasa terbebani"


Aku menunduk malu ketika mas Erik mulai mengingat kan ku bagaimana seharusnya aku menjadi seorang istri yang baik bisa melayani suami nya kapan pun.


Dalam hati ku bicara sendiri apakah ini yang dinamakan bulan madu? penuh dengan keromantisan dan juga agar lebih intens dalam melakukan hubungan bersama pasangan. paling tidak seperti itu yang ada dalam gambaran ku saat itu. jujur saja aku belum berpengalaman dalam hal itu menikah pun baru kali ini dengan mas Erik.


Mencoba mencairkan suasana yang sempat terdiam dan mas Erik merasa kesal pada ku.


Tita :


"Mas Erik mau mulai dari mana?"


Erik :


"Sudah langsung mandi saja selera ku sudah hilang"


Sedang kan dalam hati kecil nya sengaja mas Erik mengatakan itu padaku, hanya berpura pura untuk menjebak ku agar aku mau memulai lebih dulu.


Tita :


"Sudah jangan marah mas?"


Erik :


"Aku tidak marah, hanya sedikit kesal"


"Sudah ayo kita mandi saja"


Tita :


"Mas, yakin tidak mau melakukan nya?"


Mas Erik hanya memperhatikan ku saat itu dengan kedua mata nya yang tidak bisa di bohongi ketika melihat tubuh ku tanpa sehelai benang pun. aku berjalan mendekati mas Erik dan mencoba menggoda nya meskipun aku tidak berpengalaman setidak nya aku sudah mencoba nya. mungkin saja selera nya akan segera kembali. aku merangkul nya, memeluk nya kemudian meraih wajah nya dan mencoba memberikan ciuman pada bibir nya yang merah itu. berharap mas Erik akan segera berselera, haha benar saja dugaan ku aku yakin tidak mungkin mas Erik tidak akan tergoda oleh ku, melihat ku tanpa sehelai benang pun mata nya sudah tidak bergeming apalagi ketika aku menggoda nya.


Erik :


"Sudah cepat lakukan lah"


"Kamu yang memulai ya bukan aku"


"Aku sudah katakan selera ku sudah hilang"


Tita :


"Iya aku yang memberikan nya"


"Sudah ayo mendekat lah"


Mas Erik langsung mendekat dan menyerang ku tanpa rasa malu lagi, meskipun tadi dia mengatakan bahwa selera nya sudah hilang itu hanya lah semu belaka. terbukti ketika aku menggoda nya langsung memuncak. suami ku hasrat mu sungguh besar. semoga aku


selalu bisa membahagiakan mu.

__ADS_1


Huhhh akhir nya selesai sudah acara mandi dan segera bersiap siap untuk sarapan, karena pelayan hotel sudah tiba dan mengantar kan sarapan ke kamar kami.


Tita :


"Ayo mas kita sarapan dulu"


Erik :


"Ya sudah kamu makan lah lebih dulu"


"Aku ingin mencoba menghubungi Andre lagi mungkin saja sudah bisa dihubungi"


Tita :


"Ya aku sarapan duluan ya perut ku sudah keroncongan, apalagi tadi bermain air sangat lama"


Mas Erik menatap ku lekat saat mendengar ku mengatakan bahwa aku sangat lapar terlebih setalah lama bermain air. mungkin diri nya merasa salah pada ku tapi malu mengakui nya.


"Kenapa mas Erik menatap ku seperti itu?"


"Apakah ada yang salah dengan ucapan ku?"


Erik :


"Tidak ada yang salah, tapi seperti nya kamu sengaja menyinggung ku ya?"


Tita :


"Tidak mas, aku tidak menyinggung mu"


Sambil ku lemparkan senyuman kearah mas Erik. agar rasa kesal pada diri nya bisa segera hilang.


Mas Erik kembali menghubungi Andre dan syukur lah Andre bisa di hubungi.


Erik :


"Halo bro"


Andre :


"Ya kenapa Rik?"


Erik :


"Bagaimana keadaan Sofi, dan seisi rumah?"


Andre :


"Tunggu tunggu tunggu maksud Luh Rik?"


Erik :


"Semalam Tita dapat teror lagi dari wanita itu"


"Dia mengancam"


"Gua khawatir sama Sofi, Bi Inah juga semua orang di rumah gua Dre"


Andre :


"Ok begini saja, nanti gua hubungi Joko untuk menanyakan bagaimana keadaan dirumah Luh"


"Nanti gua kabarin lagi deh"


Erik :


"Ok bro, thanks ya"


"Segera kabari apapun keadaan nya"


Andre :


"Ok siap"


Kemudian Andre dan mas Erik menutup telpon nya masing masing. Andre segera menghubungi Joko sementara mas Erik menyusul ku untuk sarapan.


Mas Erik duduk mendekati ku dan mencium kening ku sambil mengucapkan terimakasih kepada ku.


Erik :


"Sayang, terimakasih"


Tita :


"Untuk apa mas?"


"Aku tidak melakukan apapun"

__ADS_1


Erik :


"Untuk segala nya, dan untuk yang tadi kamu berikan"


Aku membalas nya dengan senyuman.. akhir nya dia mengakui nya meskipun tidak sepenuh nya diucapkan, tapi tidak masalah yang pasti aku sudah mengetahui nya.


Tita :


"Sama sama mas"


"Ayo makan lah, nanti keburu dingin makanan nya mas tidak enak"


Erik :


"Iya aku makan"


"Tolong ambilkan untuk ku"


Aku mengambilkan semua makanan ke piring nya mas Erik, berhubung makanan disini berbeda tidak seperti di Jakarta, beruntung perut kami bisa menerima nya dan menyesuaikan nya. sehingga lebih mudah bagi kami untuk beradaptasi.


Mas Erik kembali menanyakan apakah aku menyukai makanan di hotel itu.


Erik :


"Apakah kamu suka makanan nya?"


Tita :


"Iya mas aku suka ini lezat sekali"


"Aku belum pernah merasakan nya selama hidup ku"


Erik :


"Kalau kamu mau, kamu bisa minta kepada Chef dihotel ku untuk membuat kan makanan seperti itu"


Tita :


"Memang nya boleh mas?"


Erik :


"Tentu saja boleh, apalagi kamu yang meminta istri pemilik hotel"


Tita :


"Tidak usah mas, aku malu apa kata orang orang nanti"


Erik :


"Kenapa harus malu?"


"Sudah kewajiban mereka karyawan ku melakukan tugas nya melayani tamu dan tuan nya"


Tita :


"Iya mas aku tahu, tapi tidak usah terlalu sering memperlakukan mereka seperti itu tidak baik mas"


Erik :


"Aku tidak pernah memperlakukan Meraka dengan kasar sayang"


"Aku hanya menawarkan pada mu jika ingin makanan seperti itu, minta dibuat kan saja pada chef di hotel ku"


Tita :


"Ya sudah iya nanti aku akan minta dibuat kan oleh chef hotel mu, lain kali aku akan berkunjung kembali ke hotel mu mas"


Erik :


"Itu harus sayang"


Tita :


"Terimaksih mas"


Erik :


"Ok"


Aku dan mas Erik masih melanjut kan sarapan kami, karena hari itu kami berencana untuk menghabis kan waktu untuk jalan jalan karena lusa sudah harus pulang ke Jakarta.


Sedang kan Andre di tugas kan oleh mas Erik untuk memeriksa keadaan rumah juga Sofi dan seisi rumah apakah baik baik saja atau tidak.


Bersambung...


Hai hai readers semua jangan lupa baca, di like, di komen, di rate 5, di favorit kan dan di vote ya.

__ADS_1


Terimakasih 🙏🙏😍


__ADS_2