
Happy reading...
Andre yang mencari tahu keadaan keluarga ku segera menghubungi Rio yang saat itu sudah kembali kesekolah.
tinut..tinut..tinut.. nada sambungan telpon
Andre :
"Halo Rio"
"Kamu di mana?"
Rio :
"Iya dengan siapa ini?"
Andre :
"Ini mas Andre teman nya mas Erik yang waktu itu menemui mu di rumah sakit"
"Masih ingat tidak?"
Rio :
"Oh iya aku masih ingat"
"Aku disekolah mas"
"Kok tumben telpon aku mas?"
Andre :
"Bagaimana kabar mu, ayah dan ibu mu juga?"
Rio :
"Kabar ku cukup baik mas, ayah dan ibu juga baik baik saja"
Seperti nya Rio sedikit curiga dengan apa yang Andre tanyakan.
"Memang kenapa mas?"
Andre :
"Tidak ada apa, aku hanya di perintah sama mas Erik suami kakak mu untuk mengecek keadaan kalian"
"Karena mereka sedang berbulan madu diluar negeri"
"Jadi sulit untuk menghubungi kalian"
Rio :
"Oh jadi kak Tita lagi bulan madu sama mas Erik"
"Seru dong, kapan kak Tita pulang nya mas Andre?"
Andre :
"Aku juga tidak tahu karena kalau melihat jadwal nya sih mereka pulang sekitar tiga atau empat harian lagi"
"Maka nya aku hubungi kamu, karena kakak mu tidak bisa menghubungi mu jarak yang jauh dan cuaca buruk mempengaruhi"
Rio :
"Jadi begitu"
Andre :
"Ya sudah, syukur lah kalau semua baik baik saja"
"Jika terjadi sesuatu segera hubungi aku ya?"
Rio :
"Iya mas Andre nanti Rio pasti hubungi kalau memang ada apa apa"
Andre :
"Ok salam untuk ayah ibu mu ya"
Rio :
"Iya mas nanti Rio sampai kan salam nya pada ayah dan ibu"
Andre :
__ADS_1
"Ok"
Lalu Andre dan Rio saling menutup telpon nya Andre kembali berpikir bahwa Sarah tidak melakukan teror itu kepada keluarga ku. melainkan hanya kepada ku langsung. mungkin karena merasa aku merebut suami sirih nya. dan ku jadikan suami sah ku.
Sedang kan Rio saat itu beranjak dari duduk nya dan berjalan kearah parkiran menghampiri motor besar berwarna merah itu motor kesayangan nya. Rio hendak pulang karena memang sudah waktu nya pulang sekolah, tak ingin mendengar ocehan ibu nya jadi selama ini Rio selalu pulang tepat waktu jika ada les atau kerja kelompok Rio selalu memberitahukan nya kepada ibu nya. agar ibu nya tidak khawatir.
Rio menyalakan mesin motor nya dan melaju menuju rumah. dalam perjalan pulang semua masih dalam keadaan baik baik saja. begitu Rio sampai di depan rumah nya saat hendak masuk ke halaman rumah, tiba tiba Rio dilempari batu dengan dibungkus kertas dan terdapat tulisan dibalik kertas nya, lagi lagi teror nya dengan lemparan batu dibungkus kertas oleh segerombolan orang yang berkendara dengan motor, Rio hendak mengejar nya namun sudah terlanjur pergi menjauh gerombolan itu.
Rio yang terkena lemparan batu itu satu kali. merasa sakit meskipun menggunakan helm karena batu yang lumayan besar bahkan bisa menembus atau memecah kan kaca.
Dan Rio langsung terjatuh dari motor yang dikendarai nya itu.
Rio :
"Waduh"
"Sialan, siapa sih mereka itu?"
"Apa itu suruhanan dari si pelaku penusukan yang kemarin itu bukan ya?"
Rio ingat jelas tentang kejadian itu, sudah pasti ini adalah orang yang sama. akhir nya Rio masuk kedalam rumah, dan melihat ibu nya yang terlihat marah dan kesal sehingga meminta pada ayah nya agar menyewa beberapa bodyguard untuk menjaga rumah juga mereka yang tinggal dirumah itu.
Rio :
"Loh, ibu kenapa?"
Ibu Santi :
"Lihat nih rumah kita di lempari dengan batu dibungkus kertas begini, kerjaan siapa ini?"
"Bikin kesel, kalau kena kepala atau badan kita terus bocor gimana?"
"Untung bukan ke badan kita, jatuh nya ke tembok rumah"
Rio :
"Iya bu sabar ya"
"Rio juga barusan di lempari juga Bu"
"Seperti nya mereka sengaja bu ingin mengganggu kita, mereka hanya berputar putar disekitaran rumah kita saja"
"Apa ini ada hubungan nya dengan pelaku penusukan waktu itu ya Bu?"
Ibu Santi :
"Kita juga kan tidak mengenal mereka siapa?"
"Kenapa harus kita yang menerima sasaran nya?"
Rio :
"Ibu sabar ya Rio akan cari tahu Bu"
"Bagaimana dengan ayah, apa ibu sudah hubungi ayah dan memberitahukan semua ini pada ayah?"
Ibu Santi :
"Belum Rio"
"Ayah mu sedang ada metting penting siang ini, ibu takut mengganggu nya"
"Nanti saja selepas pulang kerja, ibu akan beritahu kan pada ayah mu"
Rio :
"Ya sudah Rio masuk kamar dulu Bu mau ganti pakaian juga mengerjakan tugas sekolah"
Sedangkan dalam hati nya Rio berniat ingin menghubungi Andre dan menceritakan semua kejadian dirumah nya.
Ibu Santi :
"Hei Rio, jangan lupa makan dulu sebelum tidur siang nanti kamu sakit kalau gak makan"
Rio :
"Iya Bu nanti Rio makan"
Sambil tetap berjalan menaiki tangga menuju kamar nya. segera meletakan tas nya dan duduk di kursi depan meja belajar nya lalu membuka sepatu nya. kemudian mengambil ponsel nya dari saku celana nya mencoba menghubungi Andre.
tinut..tinut..tinut..
nada suara sambungan telpon..
Rio :
__ADS_1
"Halo mas Andre"
Andre :
"Iya kenapa Rio?"
Rio :
"Aku tahu mengapa mas Andre tadi menghubungi ku dan menanyakan keadaan keluarga ku"
Andre merasa heran dengan perkataan Rio yang seolah benar bisa menebak nya.
Andre :
"Lalu ?"
"Apa yang Kamu tahu Rio?"
Rio :
"Begitu aku pulang sampai depan rumah ada beberapa motor yang lalu lalang di depan rumah ku, mereka menero rumah ku melempari rumah dengan batu batu besar dan dibungkus kertas bertuliskan begitu mas"
"Begitu aku masuk kerumah ternyata ibu juga sudah dilempari lebih dulu mas"
Andre :
"Kamu tahu, kira kira siapa pelaku nya?"
Rio :
"Aku yakin itu orang yang sama dengan yang menusuk ku dan kak Tita waktu itu mas"
"Tapi masih belum tahu siapa orang yang dimaksud itu?"
"Memang nya mas Andre tahu siapa orang nya?"
Andre :
"Tidak, kalau aku tahu mana mungkin aku mencari tahu nya sedari kemarin"
Meskipun Andre tahu sebaik nya Andre tetap menyimpan nya sendiri. karena jika saja ibu tiri ku tahu bahwa pelaku nya Sarah dan dia mengejar diri ku, mungkin saja ibu tiri ku akan semakin benci padaku, dan juga sudah pasti akan menyalah kan ku sebagai penyebab semua itu. alasan Andre tetap menutupi nya dari Rio.
Rio :
"Kalau begitu aku akan coba cari tahu siapa pelaku nya mas"
"Jika sampai ketemu akan ku habisi dia"
Andre :
"Sebaik nya tidak usah terlibat, jaga diri mu saja dan keluarga mu"
"Biar kan urusan si pelaku teror itu, aku yang tangani"
"Berjanji lah kepada ku jaga keluarga mu ya?"
Rio :
"Iya mas aku janji sebagai anak laki laki akan menjaga keluarga ku dengan sebaik mungkin"
Andre :
"Bagus"
"Ya sudah, istirahat lah"
Rio :
"Iya mas terimakasih"
Andre :
"Ok"
Lalu Andre segera menutup telpon dari Rio. kembali mengecek pesan yang masuk kedalam ponsel nya, karena dari tadi Joko mencoba menghubungi Andre tapi selalu sibuk sehingga Joko memilih mengirim kan pesan pada Andre.
Pesan dari Joko :
"Bos segera merapat kerumah bos besar"
"Kerusuhan tempo hari beberapa anak motor yang melempari rumah dengan batu kembali ke jalanan bos"
Andre berpikir bahwa kedua lokasi dengan kejadian yang sama besar kemungkinan pelaku nya orang yang sama. Andre segera memutuskan untuk berangkat menuju rumah mas Erik. apalagi disana ada pujaan hati nya Sofi, dia tidak ingin sampai terjadi sesuatu terhadap Sofi.
Bersambung..
__ADS_1
Hai hai readers semua. jangan lupa baca ya like, komen, rate 5, favorit kan dan juga vote ya. Terimakasih 🙏😍